Title : Lovey Dovey Caffe

Genre : fantasy, romance, angst, friendship

Rating : 15+

Cast : ~ Lee Hye Eun 'OC'

~ Lee Jinki 'SHINee'

~ Kim Kibum (Key) 'SHINee'

~ Bang Mir 'MBLAQ'

~ Lee Jieun (IU)

~ Kai 'EXO'

~and other cast you will find in next part ^^

heeii this my ff with fantasy genre. skali2 yaa bikin kayak gini masak mau bikin sad mulu sih mwahahaa... agak susah emang bikin genre fantasy dengan cast bb/gb korea gini soalnya kalo bikin fantasy lancarnya pake charamanga gitu u,u ya gak apalah coba dulu ya, semoga kalian suka .

let's... -

Kau percaya dengan sihir ? kekuatan gaib ? miracle ? atau apalah yang berhubungan dengan magic. Apa kau percaya ?. ketika umurku 5 tahun, eommaku sering sekali bercerita tentang para penyihir dan orang – orang yang memiliki kemampuan khusus dalam hal magic, saat itu aku selalu terkagum dengan semua cerita dari eomma, hingga aku beranjak dewasa aku masih dan terus percaya bahwa disekitarku ada beberapa orang yang memiliki kemampuan magic. hingga aku bertemu dengan seorang namja yang yaahh dia bisa melakukan sesuatu pada sebuah minuman atau makanan. Kau tau maksudku ? oke, akan kuceritakan bagaimana aku bertemu dan bisa kenal padanya.

"hufft,, panass,,, panaass..." aku mengibas – ngibaskan tanganku berusaha membuat angin untuk mengurangi panas yang kurasa. Berjalan menyusuri pusat pertokoan di tengah kota seoul, mencari sebuah keadai atau kafe untuk tempat pelepas penat dan haus ini. Gleekk... air liurku serasa terus mengalir ketika melihat kedai eskrim di seberang jalan. Aahh asiikk~ segera aku berlari menuju kedai tersebut dan tadaa~~ untuk selanjutnya aku sudah duduk tenang di kursi yang tersedia dan memakan eskrim vanila choco chips kesukaanku. ^^. Sedang asiknya menikmati eskirmku, suara tangis seorang anak kecil merusak keadaa. Aahh apa – apaan sih anak itu

"huuu... eomma, aku tidak mau eskrim stroberi, aku ingin yang seperti noona itu" eoh ? apa dia bilang ? dia menunjukku ? ah bukan, menunjuk eskrimku lebih tepatnya

"aahh... Hajin, kau kan dengar sendiri tadi, pelayan tadi bilang kalau eskrim yang seperti itu sudah habis." Ucap eomma nya menenangkan

"aaahh sirheo ! pokoknya aku mau seperti yang itu. Huuu huuuaaa eommaa~~"

Aahh dasar anak kecil. Ckk, di tengah keributan itu aku melirik seorang namja yang duduk di pojok kedai. Namja dengan rambut coklatnya dan mata sipitnya itu terus menatap anak kecil yang menangis di meja sampingku, eh ? pedofil ? pikirku seenaknya, melihat tatapan namja itu yang tidak biasa dan ia terus tersenyum ketika melihat anak kecil itu. Terus kuperhatikan segala tingkahnya, hingga ia meraih mangkuk yang beirisikan eskrim coklat miliknya, namja itu menatap mangkuk itu tajam, dan mengarahkan tangan kananya keatas mangkuk tersebut. Hoaahh ? ap... apa itu eoh ? aku melihat serbuk bintang, ah bukan, bukan serbuk bintang, apa yaa seperti benda kecil yang berkelip berwarna biru muda ia taburkan pada eskrim itu dan seketika... oh my gosh ! eskrimnya... eskrim coklatnya berubah menjadi eskrim vanilla choco chips, sama persis seperti milikku. Aku mengucek mataku, berusaha meyakinkan bahwa yang barusan aku lihat tadi hanyalah hayalan atau bayanganku saja, tapi sepertinya itu nyata. Dan namja itu melangkah kearah meja sebelahku, meja si anak kecil yang masih saja menangis sejak tadi.

"ini... eskrim vanilla choco chips milik hyung bisa kau ambil. ^^" omo ! dengan senyumannya yang begitu indah dia menyodorkan eskrim itu pada si anak kecil ini.

"ahh ? ahahaha gomawo hyung ^^" kemudian anak kecil itu melahap eskrimnya dengan semangat dan wajah sumringah. Aku yang masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan namja itu masih saja menatapnya dengan wajah antara kagum dan aneh. Hooaahh... apa itu yang disebut magic ? yang sering eomma ceritakan padaku ? bagaimana bisa ia mengubah eskrim coklat menjadi eskrim vanilla choco chips hanya dengan meletakkan tangannya di atas eskrim tersebut dan menaburkan sesuatu yang seperti bintang atau apalah yang jelas itu kelap – kelip indah. Aahh mataku tak lepas dari namja ajaib itu, terus mengikutinya hingga ia menuju pintu untuk keluar. Aeehh tidak boleh kehilangan jejaknya. Mungkin saja ia akan pulang kerumahnya, rumahnya, istana penyihir yang didalamnya terdapat buku – buku mantra atau ramuan – ramuan sihir lainnya. Ahahaa otakku terus saja membuatku berkhayal menuju hal – hal fiksi yang sering aku baca di buku – buku cerita penyihir dan semacamnya yang ku koleksi.

Pelan... pelan dan pelan. Aku mengendap – ngendap mengikutinya. Aahh dimana sih rumahnya, ini sudah sore, dan aku masih sibuk mengikuti namja ajaib tadi. Eoh dia berhenti. Aku segera bersembunyi dibalik truk sampah yang terparkir di pinggir jalan.

"kau ? ada perlu apa hingga mengikutiku seperti ini ?" haahh ! tiba – tiba ia sudah berdiri di sampingku, menatapku sambil tersenyum. Aahh senyum yang indah ^^. Eh ? yaa eottokhae ? aku tertangkap basah aarrhh !

"heii.. kau dengar aku ? kau mengikutiku sejak di kedai eskrim tadi, iya kan ?"

"eh ? kau tau ? hahaa" aku berusaha memasang tampang tidak tegang

"ckk... tau sejak kau dengan segala kerepotanmu berusaha keluar dari kedai agar tidak kehilangan jejakku."

"aahh.. hehee mianhae kalau aku membuatmu risih." Aku menunduk dalam "eh iya, boleh tanya ? tadi apa yang kau berikan pada eskrim coklatmu hingga bisa berubah menjadi eskrim vanilla choco chips ? eoh ? apa itu ?" tanyaku langsung tak mau membuang – buang waktu yang mumpung ia ada dihadapanku. Wajah sumringah dan senyumnya mulai pudar berganti dengan ekspresi terkejutnya ketika aku menanyainya hal tadi.

"k.. kau tau ? kau melihatnya ? ah kau bisa melihatnya ?" ucapnya gugup, kali ini ia berbicara lebih pelan.

"nee... kau melakukan ini kan" yakinku sambil mempraktekkan apa yang ia lakukan saat di kafe tadi.

"omona... kau kaum Zachsoulcine ?" hah.. kali ini aku yang bingung. Apa maksudnya ? kaum Zachsoulcine ? eerrhh ini apalagi sih kok tambah jauh seperti ini penjelasannya.

"mwo ? maksudnya apa sih ? Zachsoulcine. Eh aku manusia, bukan penyihir seperti yang kau maksud. Membuat gelas terbang saja tidak bisa kok"

"ah ahni ahni.. maksudku kau kaum Zachsoulcine" matany begitu berbinar saat mengucapkan kata 'zachsoulcine'. Dia menceritakan dan menjelaskan semuanya padaku tentang apa yang ia lakukan tadi dan maksud dari kaum zachsoulcine.

~0~0~0~0~

Hye Eun POV

"Hye Eun... antar ini ke meja nomor 5 yaa" suara lembut dan menenangkan milik yang kudengarkan lewat ipod ku berganti seketika dengan suara berat milik Mir. Ah anak ini selalu saja mengganggu waktu tenangku. "ckk... nona, kau disini untuk bekerja kan ? membantu kami, bukannya duduk santai dipojok dapur dengan headset yang tergantuk manis di kedua telingamu sambil bernyanyi tidak jelas seperti itu." Omelnya panjang lebar padaku, ish siapa yang bos di sini sih ? kenapa ia yang lebih cerewet daripada bos kami. Dengan malas – malasan dan sedikit menggerutu pada Mir aku bangkit dan melaksanakan apa yang diperintahkan Mir tadi. Mengantarkan pesanan ke meja nomor 5.

"magica strawberry juice spesial dari Lovey dovey Caffe" ucapku ramah pada yeoja yang duduk di meja nomor 5. Matanya sayu, patah hati pasti hingga ia memesan strawberry juice ini. Ahaha semoga sakit yang kau rasakan karena cinta cepat tersembuhkan yaa dengan jus ini ^^. Akupun pergi meninggalkan yeoja itu yang kini terlihat sibuk dengan handphone nya. Magica strawberry juice, diperuntukan untuk yeoja yang sedang patah hati, sebenernya bos bilang itu untuk menumbuhkan rasa cinta sih tapi yah sama saja kan efeknya ahaha (Hye Eun ngawur !).

Lovey Dovey Caffe. Magica Fruit juice. Oke yang kusebutkan tadi itu adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Mereka soulmate ahahaha. Lovey Dovey Caffe, adalah sebuah kafe tempatku bekerja sekarang. Ada 4 orang yang menjadi pegawai di kafe ini. Aku, Jieun, Mir dan Kai. Dan magica fruit juice ituu... hmm that's our special menu, jus buah, masing – masing buah memiliki khasiat khusus untuk masalah cinta, seperti yang tadi Strawberry Juice itu untuk seseorang yang baru saja disakiti, juga bisa untuk menumbuhkan rasa cinta, tapi mantranya akan lain lagi kalau untuk itu. Kenapa mantra ? iya karena jus buah itu tidak akan seluar biasa dan berkhasiat sampai seperti ini kalau tidak diberi mantra dulu. Kalian bingung ? ah aku juga bingung, masalahnya mantra – mantra itu dari bos kami dan hanya bos kami yang bisa melakukannya, sebenarnya Kai juga bisa sih tapi tidak sehebat bos kami. Ahaha dialah bos kami yang penuh kasih sayang walau terkadang cerewet dan selalu bertindak bodoh -_-. Namja ajaib yang aku temui di kedai kafe 2 tahun yang lalu. Ahaha aku benar kan kalau dia itu penyihir. Dan aku, iya setelah ia yang menceritakan tentang kaum Zachsoulcine padaku akhirnya eomma juga memberitahu padaku bahwa keluargaku memang kaum Zachsoulcine. Kaum yang bukan penyihir tapi bisa melihat dan membaca kekuatan penyihir.

"Jieun, hari ini bos tidak datang lagi ya ?" tanyaku pada Jieun yang sedang sibuk dengan mesin kasirnya.

"hu'um... dia izin 3 hari kan, munngkin besok sudah datang kok ^^" jawab Jieun lembut. Aahh ini yang aku suka dari yeoja imut ini, ia selalu berkata lembut, manis dan baik. Hahahaha.

"selamat datang di Lovey Dovey Caffe, silahkan pilih tempat duduk yang nyaman untuk anda" suara lantang Mir terdengar dengan masuknya satu pengunjung. Eerrhh mata kucingnya, tulang pipinya yang timbul dan...

"hooii tomat !" teriak namja yang baru masuk itu. Aarrrhh dia memanggilku dengan itu lagi

"ya ! sudah kubilang jangan sering memanggilku tomat ! dasar kaleng !" ejekku ganti padanya yang sekarang malah menjitak kepalaku. Hu huu eomma aku benar – benar tersiksa dengannya T_T

"berisik aahh... jam kerjamu sudah hampir selesai kan ? aku tunggu disini kau cepat ganti pakaian kita jalan ya. Ppalli palli !" ucapnya terus tanpa jeda, mengajakku jalan seenak jidatnya sendiri. kini ia mendorongku menuju ruang ganti. Cih, ia sahabatku yang paling menyebalkan, cerewet, suka ribet sendiri dan hobi sekali marah – marah.

~0~0~0~0~0~0~

"kemarin sepertinya bumi kedatangan beberapa tamu baru dari kerajaan sihir." Terang Key semangat.

"oh jinjja ? namja ? yeoja ? kekuatannya apa ? termasuk penyihir baik atau kaum lucifer ?"

"ckk,,,, kalau tanya satu – satu lah... yaa aku belum tau tapi sepertinya ia namja masalahnya kekuatannya cukup besar. Hmm aku belum melihatnya sampai sekarang. Kalau kau yang lihat duluan beritahu padaku yaa..."

"aahh nee~ ^^" kami kembali menyantap ttukbogi kami yang kami beli dipinggir jalan.

Kim Kibum, atau ia sering memperkenalkan dirinya sebagai Key. Ah nama kibum saja segala ingin dipanggil Key ckk. Sahabatku sejak aku masuk universitas. Dia itu juga penyihir lhoo, bisa bicara dengan binatang dan bisa mengobati binatang dengan kekuatannya.

"di kafe aku perhatikan kau dekat dengan Mir ya ?" tanya Key ditengah perjalanan kami menuju rumah. Ah ? apa maksudnya ? apa pedulinya kalau aku dekat dengan Mir ?

"dekat dari mana ? aku selalu kesal dengannya kok. Kau tidak usah membuat gosip yang aneh – aneh ya, dasar kaleng !"

"eh tomat, aku hanya tanya saja yaa... ya hanya sedikit tidak suka saja kalau kau dekat dengan Mir" desisnya tapi itu bisa kudengar dengan jelas karena jalanan yang kami lewati sangat sepi. Eh sebentar ? mwahaha Kibum bicara apa sih ? dia mabuk eoh ?

"sudah ya, aku duluan.. bye Kibum !" aku berbelok ke tikungan jalan, meninggalkan Kibum yang mungkin masih berdiri kaku di jalan tadi. Aahh itu lah yang aku takutkan darinya, walau ia sering sekali memanggilku tomat dan berteriak – teriak padaku, ia sebenarnya begitu perhatian dan akhir – akhir ini sikapnya juga jadi aneh. Bukan masalah aku terlalu pede atau apa tapi aku takut kalau ia menyukaiku. Aku tidak akan pernah mau memiliki hubunganlebih dengan seorang penyihir. Kalau sampai kami berhubungan lebih dari teman, bahkan menikah, akan berdampak buruk padanya. Kasian Kibum nanti.

~0~0~0~0~0~0~

"Kai,,," dua kali suara lembut Jieun memanggil namja yang sedang asik membersihkan kaca itu, tapi ia tak juga menoleh kearah Jieun.

"hh.. Kai..." tiga kali dengan sabarnya Jieun memanggil anak itu dan juga tak ada respon, astaga ini memang Kai yang tuli atau Jieun terlalu lembut saja memanggilnya hah ?. aku dan Mir hanya memperhatikan namja berambut hitam itu dengan tatapan kesal.

"omo... Ka..."

"YA KAI !" teriakku bebarengan dengan Mir memotong ucapan Jieun yang masih saja memanggil Kai dengan suara selembut itu.

"ne ?" namja pemilik bibir seksi itu menoleh kearah kami bertiga dengan wajah innocent nya, ya tuhan masih sempat dia memasang ekspresi seperti itu setelah membuat kami bertiga kesal hah ! issh

"oke, Kai kau bisa buatkan pesanan untuk meja nomor 11 ?" Jieun kembali berbicara dengan suara lembutnya. Kalau aku jadi Jieun aku sudah berteriak – teriak untuk menghadapi anak low ekspression seperti Kai itu, tuhan adil memberikan Jieun di tengah – tengah kami.

"kenapa harus aku ?" ia bertanya dengan nada datar.

"ya, karena bos tidak datang jadi kau yang harus membuatkannya lah" aku mulai ikut mengurusi namja aneh ini.

"siapa bilang tidak datang ? tiga menit lagi juga akan terdengar suaranya di depan" Kai kembali pada kegiatannya membersihkan kaca. Anak ini ya mau aku pukul hah !. aku mendengus kesal dan kembali menghampiri pengunjung yang baru datang. Dan benar saja, kekuatan Kai yang bisa merasakan sesuatu dari jarak sejauh apapun memang sangat hebat. hingga tiga menit kemudian...

"anyeong ! good afternoon everybody ! hey heeyy kalian berempat merindukanku ?" seorang namja bermata sipit berteriak gembira di pintu masuk. Yeah he is our boss. Lee Jinki, namja ajaib yang aku ceritakan waktu itu. Namja yang membawaku mengetahui lebih dalam tentang dunia sihir, namja yang menawariku untuk bergabung di Lovey Dovey Caffe, namja yang hangat dan benar – benar bos yang sempurna untuk kami berempat dan juga...

Brruukkk...

"aigoo boss !" pekik Mir ketika bos Jinki menubruk kaca pembatas ruang antara tempat para pengunjung dengan ruang kami. Iyah ini yang aku maksud tadi, dia itu ceroboh.

"apa ini hah ? siapa yang menaruh kaca disini ? " bos mulai mengomel sendiri, Jieun dengan sigap membantunya berdiri, sedangkan aku dan Mir berusaha menahan tawa kami.

"bos, itu sudah ada sejak dulu, bukankah bos sendiri yang mengusulkan menaruh kaca sebagai sekat antara ruangan kami dan tempat para pengunjung" jelas Kai sambil membawa baskom berisi air dingin untuk mengompres luka bos Jinki. Ahahaahaha hiburan di siang yang mulai suntuk ini.

"eoh iyakah ? ah kepalaku pusing, lalu kenapa tiba – tiba kacanya tidak terlihat eoh ?"

"ckk,,, Kai terlalu bersemangat membersihkannya hingga kacanya bebas debu dan sampai tidak terlihat begitu. Salahkan itu anak buah kesayanganmu" cerocos Mir setelah kembali dari mengantarkan pesanan.

"eerrhh Kai" bos menatap Kai seolah memberikan death glarenya, dan Kai...

"membersihkan sesuatu sudah tugasku kan bos, seharusnya bos bangga pekerjaanku sempurna seperti itu" jelas Kai datar. Astaga anak ini mwahahaa kali ini aku menyukainya.

"aahh iyalah terserah apa katamu..."

Kliciingg klicingg~~

Suara lonceng pintu masuk terdengar ditengah kejadian kecil yang cukup mengocok perutku ini. Mir segera menuju pintu dan berteriak seperti biasanya "SELAMAT DATANG DI LOVEY DOVEY CAFFE, SILAHKAN MENEMPATI TEMPAT YANG NYAMAN UNTUK ANDA". Namja. Seorang namja berambut merah masuk dengan langkah malasnya. Matanya merah, tatapannya kosong, aahh aku perih meliihatnya. Pasti putus dengan kekasihnya ? yaps saatnya magica fruit juice kami beraksi. Akupun dengan cepat menghampirinya.

"selamat datang di Love Dovey Caffe, kami memiliki menu spesial Magica Fruit Juice, mau pesan yang mana ? Strawberry juice bisa membuatmu merasakan indahnya jatuh cinta, Melon bisa membuatmu segera menemukan pujaan hatimu atau Leci bisa membuatmu dengan santai menyatakan perasaanmu pada seseorang yang kau suka. Jadi mau pilih yang mana ?" jelasku panjang lebar, tapi ia hanya mengerutkan keningnya dan menatapku aneh

"hh... terserah apa sajalah yang penting segar" ucapnya datar. Dia berbicara seolah esok ia akan mati saja. Ada apa dengannya sih ?

"oke, segera kami buatkan" aku kembali ke dapur dengan tampang super kesal, Jieun dengan sigap membuatkannya minuman dan bos Jinki menatap namja itu khawatir. Aku sudah tidak mau lagi berhadapan dengan namja itu kusuruh Kai mengantarkan minuman padanya .

"ah pantas... ahaha kasian dia" gumam Jinki oppa yang terus saja menatap namja berambut merah itu.

"wae ?" tanya Mir penasaran

"ia tidak punya rasa cinta, ah maksudku ia sudah tidak lagi percaya dengan cinta. Ckk kasian, masih muda pikirannya sudah seperti itu."

Hye Eun POV end

~0~0~0~0~0~0~

Splaazztt... brraakkkk

Kilat berwarna ungu memecah gelapnya malam, memecah dingin dan heningnya sebuah gang sempit didekat kawasan pertokoan.

Tap tap tap...

Suara langkah lembut seseorang terdengar setelah kilatan itu terjadi, muncul dari balik kabut tebal yang dihasilkan oleh kilat yang membentur benda keras tadi. High heels berwarna ungu mengkilap terpasang indah di sipemilik kaki indah nan panjang terlihat dari balik kabut itu

"uhuukk.,,, uhuukk" seseorang yang terkena dampak dari kilat tadi tersungkur lemah bersandar pada dinding dingin, matanya terus awas pada si pemilik high heels ungu yang berjalan terus mendekatinya. Dress hitam dengan aksen gothic membalut tubuh tinggi nan rampingnya.

"ckk... kau masih selemah sejak terakhir kita bertemu ya ternyata. Kucingku yang manis ahahhahaha" yeoja itu tertawa, menyindir namja yang masih terengah – engah menahan sakit. Yeoja itu terus menyudutkan si namja yang mulai tak bisa bergerak sedikitpun. Tubuhnya kaku, serasa terkunci. Mata sang yeoja tak kalah tajam dari mata sang namja yang terus berusaha berontak, melepas pengaruh sihir yeoja yang kini benar – benar mengambil posisi begitu dekat dengan sang namja

"kau tidak mau memberi ucapan selamat datang padaku, Key ?"

"ciihh... kalau caramu datang dan tiba – tiba menyerangku seperti ini tidak akan aku menyambutmu dengan ramah dan gembira. Sakit kau eoh ?" Key, terus mengumpat dalam hati atas perbuatan yeoja bermata hitam legam didepannya itu.

"oohh... ini terlalu kasar ya ? ah mianhae" yeoja itu membungkuk dalam dihadapan Key dan melepaskan key dari pengaruh sihirnya. Aahh key sudah bisa bernafas lega sekarang.

"sejak dulu kau itu selalu saja tidak jelas. Sakit jiwa kau hah ? bukannya masih dalam masa percobaan kenapa datang ke bumi ?" bentak Key pada yeoja tadi, sekarang Key yang memegang kendali. Masa percobaan. Setelah mendengar kata itu si yeoja mulai lemas dan tatapan mematikannya tadi berubah sayu.

"aku ingin bertemu denganmu"ucapnya lemah, memeluk lengannya berusaha mengurangi dinginnya malam kota Seoul, tapi matanya mulai memanas.

"hhh... sudah bertemu kan ? sekarang pulanglah, nanti Siwon akan menambah masa percobaanmu." Key berlutut didepan si yeoja yang sudah terduduk lemah dengan menundukkan kepalanya dalam. "pulang ya, setelah masa percobaanmu selesai kau bisa kembali lagi kesini. Oke ?" Key kembali meyakinkan yeoja itu untuk kembali ketempatnya. Yeoja itu tak bergeming sedikitpun, ia masih menunduk, diam. Key beranjak dari tempatnya melangkah mejauhi yeoja tersebut.

"atau aku yang mengirimmu untuk pulang ?" Key mengambil sesuatu disakunya, yeoja itu segera berdiri dan menyentuh lengan Key

"oke, aku bisa pulang sendiri.." yeoja itu mundur beberapa langkah, mengucapkan beberapa kalimat mantra dan... bbzzzz... ia menghilang bersama kabut yang tadi datang bersamanya.

~0~0~0~0~0~0~0~0

Suasana ramai masih saja terasa di Lovey Dovey Caffe, para pengunjung yang hampir memenuhi meja, empat pegawai yang terus sibuk melayani para pengunjung dan si bos tampan yang dengan ramahnya menyambut pengunjung yang ada.

"Kai,,, pesanan meja nomor 7 yaaa" suara lembut Jieun terus saja terdengar memanggil Kai yang harus segera siap mengantarkan pesanan – pesanan. Mir dan Hye Eun yang terus menghampiri tiap pengunjung mencatat setiap pesanan. Sibuk, tapi semua yang ada disitu memasang wajah ceria, tidak pernah tau apa yang terjadi semalam.

Klinciinngg~~ klincciinngg~~

bel pintu masuk berbunyi untuk yang kesekian kalinya, kali ini Jinki yang turun tangan menyambut pengunjungnya. "selamat datang di Lovey Dovey Caffe, silahkan cari... hooaahh" Jinki hening, ia berhenti mengucapkan kalimat sakral yang biasa di ucapkan jika ada pengunjung yang datang ke kafe. Matanya terus menatap si pengunjung yang baru datang itu. Yeoja, seorang yeoja dengan rambut hitam legamnya dan matanya yang tajam. Mata Jinki tak lepas dari sang yeoja terus mengikuti yeoja tersebut hingga yeoja itu duduk dengan anggunnya.

"yeoppo..." gumam Jinki

"eh ? apa bos ?" Hye Eun membuyarkan lamunan Jinki.

"ah ? ahnioo... ah sudahlah, mana pulpen dan kertas pesanannya ? biar aku yang menghampiri yeoja itu yaa" Jinki begitu bersemangat menghampiri si yeoja dengan dress hitamnya, duduk lesu menatap keluar jendela.

"permisi, kami punya menu spesial untuk yeoja cantik yang terlihat sedang murung ini. Silahkan dilihat dimenu kami" Jinki menampilkan senyum terbaiknya sepanjang masa, menyodorkan daftar menu penuh kelembutan.

"ckk... aku tidak mau makan atau minum. Hanya ingin duduk disini saja. Heii tempatmu nyaman juga ya"

Ya ! apa – apaan yeoja ini hah ? eoh oke, Jinki masih saja terbengong – bengong dengannya, dan lonceng dipintu masuk berbunyi lagi. Jinki juga keempat pegawainya menoleh pada si pengunjung itu

"namja itu lagi..." gumam Hye Eun.

Yeoja dengan mata hitamnya yang tajam, dress hitam dan high heels ungunya itu masih duduk lesu di meja nomor 9, meja didekat jendela. Ia terus menatap keluar dengan tatapan sedihnya. Dan namja berambut merah, yang kemarin sempat membuat Jinki merasa iba dengan keadaanya kembali datang dan lagi – lagi ia mengambil tempat yang sama, meja nomor 6.

Di sudut kota Seoul, disaat yang lainnya sedang sibuk dengan pekerjaan masing – masing. Muncul dua orang dari salah satu gang sempit di daerah itu.

"mencari kuncinya, dan segera kembali sebelum para bedebah itu menemukan kita" ucap salah satu dari mereka. Namja bertubuh tinggi disebelahnya hanya mengangguk mantap.

TBC

haahh gimana ? bagus ? kalo banyak yang suka dan mau dilanjut bakalan aku lanjut ^^