Minna! Halo! XO Yeyy! Akhirnya tamat juga deh, cerita ini~ Daripada nunggu lama-lama, ayo kita baca! ^^

Vocaloid © Crypton, Yamaha

Kerajaan Nero dan Kerajaan Neru © Chang Mui Lie

WARNING: GAJE, OOC, TYPO, KEPO, OOT, GA-NYAM, DLL


Normal POV

Pagi ini adalah pagi para ksatria untuk kembali ke kerajaan Mineral. Mereka telah menyelesaikan tugas mereka dan sekarang mereka akan pulang ke istana. Kemarin mereka telah menghubungi raja Nero, kalau tugas mereka sudah selesai. Jadi raja Nero mengirimkan kapal untuk para ksatria dan ratu Neru.

"Hahh... Akhirnya kita akan pulang" kata Rin lega.

"Iya, sih... Tapi rasanya sedih juga meninggalkan kota ini" kata Miku.

"Hah? Kita baru beberapa hari menetap di sini, kamu sudah betah?" tanya Len.

"Bukan, bukan begitu" jawab Miku.

"Lalu karena apa?" tanya Gumiya.

"Karena... disini orang-orangnya ramah, baik hati dan suka menolong, itu yang membuatku betah" jawab Miku.

"Tadi katanya belum betah..!" kata Rin, Len dan Gumiya serempak.

"Hehehe, tak apa-apa kan?" tanya Miku sambil tertawa hambar.

"Tapi tidak lama lagi, perkebunan ini akan menjadi milik orang lain" kata Rinto.

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan pintu, salah satu dari mereka pun membukakannya.

"Ohayou" tiba-tiba muncul seseorang berambut pirang seperti Rin masuk ke rumah mereka.

"OᅳOhayou" balas para ksatria gugup (Author: Lah? Kok mendadak? ._.).

"Gomen kalau mengejutkan. Kata Neru obaa-san, aku di suruh untuk membenahi perkebunan ini" katanya.

"Ohh... Jadi kau yang akan menetap di perkebunan ini sekarang?" tanya Mikuo.

"Sou. Namaku Mark, yoroshiku" katanya.

"Yoroshiku mo" kata para ksatria.

Tok! Tok! Tok!

Ada yang mengetuk pintu lagi, salah satu dari para ksatria pun membukakannya lagi.

"Ohayougozaimasu" kata orang itu, ternyata orang itu adalah ratu Neru!

"Eh? Ohayou, ratu Neru" balas para ksatria.

"Ohh... Mark kau sudah disini ternyata" kata ratu Neru pada Mark.

"Iya, baa-san..." kata Mark.

"Nah, Mark, kau harus bisa membenahi perkebunan ini, ya" pesan ratu Neru.

"Jangan khawatir, nek. Aku akan mengurus perkebunan ini baik-baik" kata Mark berjanji.

"Ano, ratu Neru.." panggil Rin.

"Ya? Ada apa, Rin?" tanya ratu Neru.

"Sepertinya, kapal menuju Vocaloid Town sudah ada di pelabuhan" kata Rin.

"Ohh.. Baiklah. Nah, Mark, obaa-san pergi dulu, ya. Oh iya, obaa-san akan suruh Leon untuk membuat jembatan.." kata ratu Neru.

"Hah? Jembatan?" tanya semuanya (minus Neru) heran.

"Iya. Jembatan itu digunakan agar kalian bisa pergi ke pulau sini atau ke pulau Vocaloid menggunakan jembatan" jelas ratu Neru.

"Baa-san, sekarang sudah saatnya" kata Mark.

"Iya, jaga kesehatanmu baik-baik ya, Mark" kata ratu Neru.

"Hai. Ja ne, obaa-san" kata Mark melambaikan tangannya setelah ratu Neru dan para ksatria pergi meninggalkan perkebunan itu.


Setelah setengah jam menuju ke pelabuhan, mereka pun tiba di pelabuhan dan memang benar, kalau kapal menuju kota Vocaloid sudah tiba.

"Ayo kita naik" ajak Lenka.

"Iyaaa!" balas para ksatria.

Kapal itu kemudian berjalan.

TTOOTTTT! TTOOTTTT!

Selama perjalanan menuju kota Vocaloid, para ksatria hanya masih memandang pulau Sunshine Island saja. Selamat tinggal pulau Sunshine Island...


Ketika sore telah tiba, akhirnya, mereka tiba di kota Vocaloid, semua penduduk menyambut mereka dengan semangat. Mereka berjalan menuju istana dan akhirnya mereka sampai.

"Silahkan masuk, yang mulia" kata seorang penjaga.

"Hai, arigatou" kata Neru.

Mereka memasuki suatu ruangan yang cukup besar dan disanalah raja Nero bertemu kembali dengan ratu Neru.

"NERU!" panggil Nero.

"Nero?"

"Hohh..." raja Nero berlari-lari layaknya kuda lumping (-author ditabok-) menuju ratu Neru.

"Akhirnya kita bertemu lagi Saibara" kata Neru terharu.

"Iya, Neru" balas Nero.

Para ksatria yang sejak tadi tidak dihiraukan jadi ingin nangis bawang bombay (?), namun kemudian mereka tinggalkan raja Nero dan ratu Neru berduaan di dalam ruangan itu.

"Neru" panggil Nero.

"Hai? Doushita no, Nero-kun?" tanya ratu Neru.

"Ehem! Apakah kau ingin..." raja Nero dengan muka memerah, mengeluarkan sebuah kotak kecil. Ia membuka kotak kecil itu dan terlihatlah sebuah cincin yang sangat indah dan berkilau.

"Eh? Kau melamarku?" tanya ratu Neru.

"Iya, apa kau mau?" tanya raja Nero.

"Tentu, aku mau" jawab ratu Neru.

Tak lama, beberapa hari kemudian, mereka pun menikah, meski mungkin mereka tak akan memiliki anak, tapi mereka tetap bersatu. Jembatan yang pernah di suruh Neru untuk menghubungkan pulau Sunshine Island dan Vocaloid Town pun sudah jadi.

Dan sejak saat itulah, kemudian datang masa romantis para ksatria yang mulai berpacaran.

OWARI

Waa...! Alurnya kecepatan dichapter ini! X(

Yaa... Gomen ne endingnya gaje banget

Author ga pandai bikin ending (QAQ)

Akhir kata, review please!