Blue: yiiihaaa~ *nari saman*

Sarasa: cepet amat apdetnya *nyindir*

Blue: makasih~

Sarasa: =_=

xXx

Title: Mak Comblang, oh Mak Comblang

Author: yang bikin gua, yang punya ide gua, yang punya OC gua, yang publish gua, juga pake akun gua juga, jadi udah jelas authornya adalah EMAK gua

.
Summary: para mak comblang yang biasanya menjodohkan, malah dijodohin sama mantan pasien-pasien mereka. Apa yang akan terjadi jika ada mak comblang yang di comblangin oleh mak comblang lainnya? Ini dia kisahnya~

Genre: romance, comedy, friendship, AU, parody, AT

Rating: T

Disclaimer: story punya saya, YGO punya Kazuki Takahashi

Pairing: masih ngambang *random*

Warning: SPEW WARNING *meren*, OC inside, gaje, gak lucu, garing crispy enyak...enyak...,OOC semua tanpa terkecuali, typo bertebaran, beberapa typo sengaja ada untuk kepentingan fic, dan yang paling harus diperhatikan adalah:

MEMBACA FF INI DAPAT MENYEBABKAN KETAWA GAK JELAS, GANGGUAN KEJIWAAN, GANGGUAN SARAF YANG DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT SARAP YANG BERKEPANJANGAN,GANGGUAN PERNAPASAN,GANGGUAN PENGLIHATAN, GANGGUAN PENDENGARAN, GANGGUAN KOMUNIKASI, GANGGUAN PADA PONSEL ATAU PC ANDA, SERTA GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN *belom apa-apa udah diclose*
.

Guest Star: ***** ****, ***** ****, *** ****** *tebak aja ndiri* XDD
.

Part 2: Analogi cinta~

Kita balik lagi ke 'jamban' semula alias TKP, yaitu para 'mak comblang' yang akan mencomblangkan sejumput 'mak combalang', tau ah, bingung gua jelasinnya.

"Jadi, kita mau pake cara apa biar si Sarasa sama Jounouchi jadian?" tanya Mai. "Hmmm.. gimana kalo kita pake 'ramalan'?" usul Mina, "Ramalan?" ulang Yugi, Mina mengangguk. "Gimana caranya,tuh?" tanya Honda.

Mina menyerigai iblis, Seto merenyitkan dahinya, agak serem juga kalo pacarnya yang biasanya berwajah kalem ini nyengir iblis gitu. "Pada tau gak, 'Fortune Cookie'?" tanya Mina. Semuanya lirik-lirikan, terus balik liat Mina sambil geleng-geleng pala.

"Fortune cookie itu kue yang di dalamnya ada 'kata-katanya'," jelas Mina, "Kata-kata?" tanya Ryuuji, "Iya, biasanya kata-kata mutiara gitu," lanjut gadis beriris black pearl itu.

"Hnn...terus?" tanya Varon, "Jadi gini, kita pake fortune cookie ini buat bikin ramalan cinta palsu ke Sarasa," ucapnya yakin. Semua pada nyegir termasuk Seto, yah cengirannya Seto emang kaga keliatan-keliatan amat sih, cuman orang yang KAGA beriman aja yang bisa liat.

xXx

"Eh, kaga ada makanan apa?" tanya Yami sambil berguling-guling kearah Sarasa, yang lagi duduk lesehan di depan tipi legendarisnya *digebug dulu baru nyala*, "Kaga ada, Akari-nii belom kirim uang buat beli persediaan," jawab Sarasa.

Tinggg...Tongg...

"Bukain, gih!" perintah Sarasa, "Yang ada juga elu yang buka, pan yang punya kamar elu," kata Jounouchi, "Males..." kata Sarasa sambil nelungkupin badannya. "Udaah.. gua aja yang buka," akhirnya Anzu yang ngalah.

Cklek..

"Hei~ Anzu~ Katsuya-niinya ada, 'kan?" kata seorang gadis dengan iris black pearl dan rambut coklat pada Anzu, "Ne~Wah, Shizuka bawa apaan,tuh?" tanya Anzu pada gadis itu, "Ini? Kue~," jawabnya riang, "Jjja masuk," ajak Anzu.

"Wai~Shizuka!" panggil Sarasa senang begitu melihat Shizuka. "Pada lagi ngapain, ni?" tanya Shizuka, "Maling ayam," jawab Yami asal, "HA-HA-HAAAAAAAAAA! LUCUUU!" balas Sarasa, Yami melengos, mungkin lagi laper, Yami bete, tampangnya kayak orang yang mabok enefonse, sukur dia kagak nyolong pete dan ditangkep satpol pe-pe.

Shizuka duduk di sofa, sementara Sarasa dkk duduk lesehan di karpet sambil nonton, sedikit ada pertikaian antara Jounouchi-Yami melawan Sarasa-Anzu, kalau kayak gini, kayaknya mereka lagi mempertahankan 'CHANEL TV'. Sarasa sama Anzu mau nonton KBS, sementara Yami sama Jounouchi mau nonton yang lain.

"Ehhhh.. ini tipi gueee! Enyah lu beduaaaa!" kata Sarasa murka, "Ett..dahh.. bentar aja napa? Pelit lu!" balas Jounouchi, "Kagak bisaaa! Ini tipi gua!" kata Sarasa, "Tau sih lo pade! Elo pada pan numpang! Ikutin dong sama yang punya tipi!" kata Anzu membela Sarasa. Karena mereka udah kagak bisa ngelawan, akhirnya pasangan caleg Yami-Jounouchi kalah dengan jumlah suara 45 persen dikalahkan oleh pasangan caleg Anzu-Sarasa dengan jumlah suara 86 persen, dan sekarang masalahnya cuma ada satu, yaitu adalah menyadarkan gua bahwa sisa dari 45 dari 100 persen itu bukan 86.

Shizuka membuka satu bungkusan kue yang ada di dalam tas plastik yang tadi ia bawa. Yami yang telinganya lagi aktif, karena laper tentunya, jadi ia bisa mendengar suara plastik kemasan makanan yang tengah dibuka.

"Apaan tuh, Shizu?" tanya Yami, "Hnnn? Oh, ini 'Fortune Cookie'," jawab Shizuka sambil melahap roti itu. "Fortune Cookie?" tanya Yami sambil merenyitkan dahinya, "Ne~ jadi nanti di dalam kue ini ada kata-kata mutiaranya gitu," jelas Shizuka. Ia melancarkan siasatnya, hati-hati Shizu~ kalau punya maksud tersembunyi bisa kena karma lho~ karmanya bisa berbentuk apa saja loh, misalnya tapal kuda, huruf U, batang, silinder dan jarum, bentar-bentar kok ini malah bentuk-bentuk magnet ya? Bodo' amat dah, tapi beneran loh, kena karma, misalnya... rencanya gagal mungkin?

"Kue tuh~ bagi dong!" pinta Jounouchi, Shizuka memberi Jounouchi satu kue yang memang telah dipersiapkan sebelumnya, begitu juga saat ia memberi kue-kue itu untuk Yami, Sarasa serta Anzu.

"Sarasa~" panggil Anzu, "Apa?" tanya Sarasa. "Tukeran, yuk!" ajak Anzu. JDENGGG! 'JANGAAANNN! KALIAN KAGAKK BOLEH TUKERAAANN!' batin Shizuka mencak-mencak. "Kenapa?" tanya Sarasa bingung, "Emm..ngak apa-apa sih, tapi pengen aja," kata Anzu, Sarasa yang polos akhirnya memberikan kuenya dan menukarnya dengan Anzu.

'AAA! RENCANANYA GAGALLLL!' jerit Shizuka dalam hati. "Kenapa Shizu? Kok mukamu pucat begitu?" tanya Jounouchi khawatir pada adiknya itu, "Emm... gak apa-apa kok, a..aku ke kamar sebentar, ya," pamit Shizuka, Jounouchi manggut-manggut. Secepat kilat Shizuka langsung beranjak dan pergi dari TKP. "Adek lo kenapa, Jou?" tanya Yami yang saat ini menemukan gulungan kertas kecil di dalam kuenya, Jounuchi menaikkan bahunya tanda tidak tahu.

xXx

Dengan wajah yang setengah pucat, Shizuka menekan tombol dial pada ponselnya, berusaha menghubungi seseorang.

"Moshi-moshi?" jawab yang disebrang sana, "Moshi-moshi! Gawat Mina-nii! Gawat!" kata Shizuka langsung menghambur pada Mina, yang saat ini tengah diteleponya. Mina mengerutkan dahinya, "Ada apa?" tanyanya, "Haduuhhhh... jadi gini, tadi Anzu-nii minta tuker kuenya sama Sarasa-nii, padahal, itukan udah kita siapin!" lapor Shizuka mencak-mencak.

"HAAAAA-AAAPAAAAAAAHH?!" teriak Mina kaget, yang langsung membuat Shizuka harus menjauhkan ponselnya dari telinganya, yah.. itu sih demi menyelamatkan sang telinga tercinta dari suara ultrasonic yang mematikan. 'sompret, ngapa jadi gini urusannya?' batin Mina, "Oke..oke Shizu," kata Mina menenangkan, "Em.. jadi gini, gua udah mengantisipasinya, tenang aja," kata Mina, "Di plastik itu 'kan ada enam kue yang satu kamu, satu Sarasa, satu Anzu, satu Jounouchi dan yang satunya lagi punya Yami," kelas Mina. "Terus?" tanya Shizuka, "Nah, yang keenam itu buat Sarasa lagi, niatnya buat meyakinkan kalau ramalan palsu yang kita buat itu benar-benar akan terjadi," kata Mina.

"Ohh oke," jawab Shizuka tapi sedetik kemudian.

"HUAAAAA!" kini giliran Mina yang harus menjauhkan poselnya dari telinganya, sebab Shizuka tiba-tiba berteriak kencang bak TOA yang baru saja diperbaiki. "W..Waeyo?" tanya Mina, "Plastiknya ditingal sama anak-anak! Ntar kalo dimakan sama nii-san gimana?" ucap Shizuka panik, "AAAA! SHIZUUUU! BURUAN LU BALIK SELAMETIN ITU KUE TERAKHIRRRRRR!" teriak Mina histeris.

xXx

"Hnn? Apa itu, Yami?" tanya Sarasa ketika melihat Yami yang sedang membuka gulungan kertas kecil, "Eng.. entah mungkin ini yang kata Shizuka ada kata-kata mutiaranya,"jawab Yami, "Coba buka," kata Anzu. "Ehh, aku juga ada!" seru Jounouchi, "Engg? Aku juga punya," kata Sarasa, "Coba aku lihat," ucap Anzu sembari mengecek kuenya, dan ternyata benar, kue yang ia makan juga terdapat gulungan kecil.

Sret...

Mereka berempat membukanya masng-masing, lalu Anzu bersuara, "Siapa yang mau baca duluan?", Sarasa menjawab "Gua dulu, dah!"

"Jangan berfikir dunia menjauhimu, jika kamu melakukan yang terbaik kamu akan sukses"

"Hmm.. masukan yang bagus," puji Sarasa. "Lanjut?" kata Yami, "Gue dehh," kata Jounouchi.

"Jangan lewatkan kesempatanmu bersamanya, teman sekelompokmu mungkin si Mr./Miss Rightmu"

"Hmm... menurut gua, daripada kata-kata mutiara atau masukan, itu kayaknya lebih mirip sama ramalan deh," komentar Yami, "Ntar gua baca dulu punya gua," katanya lagi.

"Ada kemungkinan kalau orang yang kamu suka juga menyukaimu."

"Ha?" Sarasa, Anzu dan Jounouchi melongo, tiba-tiba sebuah cengiran jahil terpancar dari paras Jounouchi, "Hayoo.. Yami~ elu ada rasa ama siapa hayooo..." goda Jounouchi, "Kagak ada, gua aja bingung," elak Yami, "Halaaahh... ngaku aja kenapa? Make bo'ong segala." kata Sarasa, Anzu diam sebentar. "Kenapa Anzu?" tanya Sarasa, "Eh? Enggak.. ano.. kok punya kalian tulisannya singkat-singkat,ya? Beda sama yang aku," kata Anzu. Yami, Jounouchi, Sarasa saling pandang, "Emang, yang Anzu kayak gimana?" tanya Yami penasaran.

"Hmm... 'teman sekelompokmu bisa jadi sang Mr./Miss Right untukmu, jangan menganggap kejadian kecil itu sepele, siapa tahu itu adalah jalan cintamu, Nomor keberuntungan: 12, Benda keberuntungan: Sapu tangan, Warna keberuntungan: Coklat',"

"Yakin bener, tuh?" tanya Anzu. Sarasa, Yami dan Jounouchi cuman bisa bengong sambil saling pandang. "Yahhh... itukan hanya ramalan, siapa tahu itu nggak benar," jawab Shizuka yang entah sejak kapan sudah berada disana lagi, dan kedua tangannya kini sedang memainkan ponselnya.

Sebenarnya, tanpa disadari oleh keempat korban, Shizuka sedang berkirim pesan dengan seseorang.

"Mina, itu soal benda, warna dan nomor keberuntungan itu, beneran apa bohongan?"

Shizuka menunggu sekitar beberapa menit sampai akhirnya datang juga balasannya.

"Itu Cuma bohongan, sebagai pelengkap saja"

'Eh...' batin Shizuka, lalu ponselnya kembali bergetar.

"Tenang saja, kue yang untuk Sarasa itu sama persis dengan yang sebelumnya, jadi tenanglah, ngomong-ngomong apa kue utuk Sarasa sudah diamankan?"

'biar kata kamu ngomong, gitu...' batin Shizuka melangsa. Ia melirik kearah dapur, diatas meja makannya ada kue itu.

xXx

"Kamu akan menjadi selalu bersama dengan orang itu, sangking seringnya bersama, kamu akan berdebar-debar karena kebaikannya, jangan sia-siakan saat-saat berduaan dengannya dan jangan menyepelekan kejadian-kejadian kecil bersamanya. Warna keberuntungan: Coklat tua atau muda. Nomor keberuntungan: 12, 4, 7. Benda keberuntungan: Sapu tangan,"

Gadis itu merenyitkan dahinya setelah membaca gulungan kertas kecil yang terdapat di kuenya yang ia dapat di meja makannnya, iris amethystya terlihat bingung, iapun menggaruk-garuk rambut hitamnya yang panjang, yang padahal sebetulnya sama sekali tidak gatal.

xXx

Pagi kali ini cukup cerah, terlihat sepasang remaja putri dan putra sedang berjalan berdampingan. Yang pemuda berambut blonde dan beriris coklat madu atau Katsuya Jounouchi, sementara yang putri berambut hitam panjang dan beriris amethyst atau Sarasa Karin. Jounouchi terlihat memperhatikan sekeliling, pemuda itu melihat sedari tadi lumayan banyak sepasang remaja yang berjalan beriringan, ia jadi teringat adiknya –Shizuka- yang diantar oleh pacarnya, Ryuuji. Atau teman perempuannya, Anzu yang diantar oleh temannya, Yami dengan mobil yah.. itu karena jalan mereka searah, tapi entah mengapa ia merasa sedikit cemburu, ett... cemburu apa ngiri?.

Sementara itu Sarasa sedang terlihat berfikir keras, rasanya ramalan dari 'fortune cookie' itu menghantuinya, ia sedikit tak mempercayainya. Bahkan, ia tak membawa benda yang katanya akan menjadi benda keberuntungannya yaitu, sapu tangan. Ia juga mengganti sepatu pantofel coklatnya dengan sepatu yang berawarna hitam. Sarasa terus memikirkan itu semua sampai pada akhirnya saat diperempatan.

DRUUAKKK..

"Ah..gomenasai," ucap Sarasa, ia tak sadar telah menabrak atau tertabrak oleh seseorang. "Aku juga- WAKH! KARINN!" seru orang itu menunjuk Sarasa, "Yuki-san!" tunjuk Sarasa balik pada orang itu, pemuda itu memiliki rambut dua warna, yaitu coklat muda di atas dan coklat tua di bawah, sementara iris matanya mengikuti warna rambutnya.

"Eng? Yuki Judai, kan?" tanya Jounouchi, pemuda itu mengangguk, "Yupe! Emm.. kalian berangkat sama-sama? Jangan-jangan.." Judai membuat asumsi, "Ehh.. jangan macem-macem lu!" ucap Sarasa geram. "Tau, nih," Jounouchi ikut-ikutan.

"Tumben berangkat pagi, biasanya telat terus," sindir Sarasa, Judai masang tampang nggak enak, "Kali-kali jadi anak rajin, dong!" belanya. "Halaaahh... paling banter ada udang di balik bakwan, berangkat pagi-pagi cuman buat nyontek pr," kata Jounouchi. Judai tergelak, "Wahahahahahahahaahahahah!" lalu kedua pemuda selengean itupun bertos-tos ria. "Oi, Karin-san, pr biologi udah?" tanya Judai, hmm... beneran ni, ada udang di balik bakwan.

"Udah, emang kenapa? Nyontek?" tanya Sarasa bisa menerka, Judai tercengir lebar. Sarasa melengos, "Hahaha~ arigatou, Karin-san!". "Ah, sudahlah panggil aja 'Sarasa' repot amat," kata Sarasa, "Oke~ mulai sekarang panggil aja 'Judai'," umumnya. ",'Junaedi'." ulang Jounouchi. "Ehh.. nama bagus-bagus 'Judai' diganti 'Junaedi'," protesnya. "Wakksss.." Jounouchi mulai ngeledek.

Lagi-lagi Sarasa mengingat ramalan di 'fortnue cookie'. 'jangan menyepelekan kejadian-kejadian kecil bersamanya'. Lalu ia mengingat dimana ia jatuh, diperempatan, 'Nomor keberuntungan: 12, 4, 7'. 'ahh.. mana mungkin kebetulan aja tuh' batin Sarasa, lalu ia melihat rambut Judai, coklat tua dibawahnya dan coklat mda diatasnya, 'Warna keberuntungan: Coklat tua atau muda'. 'kagak, kagak mungkin'

xXx

Baru saja ketiga orang itu melangkah masuk ke gerbang, tiba-tiba semua siswi bergerumul di depan gerbang, mereka melewati Sarasa, Judai dan Jounouchi dengan anarkis. "Ada apaan, sihh?" tanya Sarasa, "Emm.. kayaknya gua tau kenapa," jawab Jounouchi memperhatikan siswi-siswi yang bergerombol didepan gerbang, kayak pendemo yang menuntut harga jengkol yang lagi naek, buat diturinin. Anyway, perasaan gua nggak pernah dengar tuh, diberita, ada sekelompok warga yang demo gegara soal jengkol, ahh.. persetan dengan itu semua.

"Kenapa?" tanya Judai. "Tuhh..." tunjuknya, Sarasa dan Judai kompak melirik kearah yang ditunjuk Jounouchi. Kedua mata mereka melihat sesosok pemuda keren, yang bisa bikin author dan semua orang klepek-klepek, guling-guling, salto, split, loncat indah, kayang, koprol dan sikap lilin dalam waktu yang bersamaan.

Siapa lagi kalo bukan Yusei Fudo kelas 3-A, ketua OSIS paling kece seantero Domino High School, rambut biru tua-hitam, badannya tinggi bak model, iris shapphire blue cermelang, tampangnya yang nggak kalah sama Youngmin 'BOYFRIEND' sang pujaan hati si author lenjeh ini, (a/n: OMEGOOOTTT! OPPAAAAAA! AKU MILIKMUUUU! x**), mana pinter pula, baik, suka menabung, nggak pernah buang sampah sembarangan, aarrghhh! A perfect BOYFRIEND!.

"Haaaiii...Yusei-samaaaa~!" teriak para siswi yang bikin Judai sama Jounouchi yang emang kagak jauh dari sana langsung minder. "Huh! Dari pada dia mendingan juga gua, masih muda, innocent, flawless..." kata Jounouchi membanggakan dirinya sendiri. "Yeee... kalau gua jadi mereka..." tunjuk Judai ke sekelompok fangirlnya Yusei, "Gua bakal milih dialah," lanjutnya sambil nunjuk Yusei. "Setuju gua, mending Yusei-senpai kemana-mana," kata Sarasa, yang dilanjut dengan ritual tos-tosan mereka dan membiarkan Jounouchi angot sendirian.

Tanpa mereka sadari, karena asik sendiri-sendiri. Sarasa yang asik tertawa sama Judai, dan Jounouchi yang ngedumel nggak jelas, Yusei berjalan kearah mereka bertiga. Pas Yusei di depan mereka betiga, yang kebetulan Sarasa ada ditengah-tengah Judai dan Jounouchi, "Pagi, Sarasa-san," sapa Yusei sambil tersenyum kearah Sarasa, yang langsung membuat para fans Yusei tidak bisa menerimanya, pangeran mereka tersenyum kepada seorang gadis? WHATTT?. "Pagi," jawab Sarasa.

Judai dan Jounouchi saling pandang, tiba-tiba Yusei meraih rambut Sarasa yang hanya dikuncir setengah, lalu mengambilnya sejumput. Judai, Jounouchi dan semuanya cuma bisa bengong, kayak anaconda ompong. Lalu Yusei menunduk dan mendekati Sarasa, sontak saja membuat semua orang shock apalagi Judai dan Jounouchi yang berada disamping kiri dan kanan Sarasa. Mereka langsung mundur kebelakang dan jawsdrop berbarengan.

Kepala Yusei berhenti tepat disamping kepala Sarasa, pemuda itu tersenyum tipis, sambil membisikkan sesuatu yang langsung membuat Sarasa tersenyum penuh arti lalu mengangguk kecil. "Arigatou, Sarasa," ucap Yusei agak gugup, Sarasa tersenyum "Ne," jawabnya singkat, lalu berjalan sembari melambaikan tangannya pada Sarasa.

Judai dan Jounouchi menyadari bahwa ada hawa pembunuh yang tidak jauh dari TKP setempat, tanpa aba-aba, Judai langsung membawa 'lari' Sarasa.

"Sa-chiii! Ceppaaatt! Aku pinjam Prmu!

Jounouchipun mulai berteriak.

"OII! JUDAII! JAGA SI SARAA BAE-BAE, YEE!"

"IYAAA!"

"JUDAIIII! TANGANKUU!"

xXx

"Eii, Sarasa lo gila, ya? Mau dipepes sama fansnya Yusei apa?" tanya Judai kalap sambil menyalin tugas Sarasa ke bukunya, "Tapi aku 'kan nggak ada apa-apa sama Yusei-senpai," jawab Sarasa polos, Judai menghela nafas, "Iya, tapi kalau mereka nganggepnya kalian pacaran? Kalian lagi pdkt-an? Pasti bakalan ditentang abis-abisan, 'kan?" lanjutnya, "Yeee, kok gua malah dimarahin sihh?" protes Sarasa menggembungkan pipinya, "Bukanannya marahin..." kata Judai, Sarasa mulai teringat lagi soal fotune cookie itu lagi yang berkata, 'kamu akan berdebar-debar karena kebaikannya'. "Ahh, baweeell! Udah kerjain tuh, pr!" kata Sarasa mulai ngambek.

Kelas baru saja dimulai, itu artinya sekarang baru jam wali kelas, Sonokawa-sensei selaku wali kelas 1-A, kelas Sarasa, Shizuka, Rebecca dan Judai. "Dan karena tahun inipun kita akan merayakan ulang tahun sekolah kita lagi maka, Karin Sarasa!" panggil Sonokawa-sensei, yang langsung membuat Sarasa refleks berdiri. "...tolong nanti kau isi acara pentasnya, ya," ucap beliau, Sarasa mengangguk mengerti, "..dan Yuki Judai!" panggilnya, Judai berdiri.

"Nanti kau juga harus ikut Karin mengisi acara," perintah Sonokawa-sensei, Judai melongo, dia kagak bisa apa-apa!. "Soalnya nilai kesenianmu masih dibawah rata-rata, kalau kau mau bantu Karin, nilaimu bisa dinaikkan," jelasnya. "Nah, kalian berdua duduklah, mulai hari ini kalian berdua satu tim," ucapnya yang langsung membuat Sarasa dan Judai kembali duduk ditempatnya. Shizuka dan Rebecca saling betatapan dan memasang ekspresi horor, oh, man ini sama sekali bukan pertanda bagus.

"Mohon bantuannya Sarasa~ mulai hari ini kita terus sama-sama," bisik Judai dari belakang, bangkunya memang tepat dibelakang Sarasa. Sarasa tak menjawab ia mengingat lagi ramalan itu, 'Kamu akan menjadi selalu bersama dengan orang itu'. Rasanya saat itu juga Sarasa ingin menjerit sekuat tenaga.

'INI NGGAK MUNGKIN KEJADIAAAANNNNNN!'

.

.

TBC

Judai: ohh... yeahhhh!

Yami: arrrgghhh! Ubur-uburrrr! Jauh-jauh lo dari HIME guaaaa!

Honda: siapa hime lu, mi?

Arisa: EH, KAMPRETTTT! AWAS LU DEKET-DEKET ADE GUA! STAY AWAY FROM MY LITTLE SISTER!

Yusei: btw, kenapa gua muncul disini, eh?

Sarasa: karakter gua yang sebenernya jadi keluar gini, di fic ini, heh?

Blue: wakaakakakk~ yaps... inilah karakter yang sesunguhnya dari Sarasa Karin! Wakss...

Anzu: tapi karakternya Sarasa di Janus?

Blue: ya.. hampir mendekati... tapi karena kerjaannya di dalem istana, pan kudu jaim, jadi gitu, deh~ btw~ gua udah tau gimana ending dari semua fic gua~ hahahahahahaaha!

Jou: gua mau tanya sebenarnya pemeran utama fic ni sapa,ya?

Blue: kayaknya elu, Yami ama Anzu deh, Jou

Jou: hooo..

Haou: bales ripiw, yuk~

Blue: AYOOO! MY PRINCE!

All: ...

To: Gia-XY 5/31/13 . chapter 1

Haou: sebetulnya yang dateng kesini cuma gua doang, eh taunya ini bocah *lirik Judai* ngintil, gua dateng karena di iming-imingi ebi furai yang enak sama kakaknya Sarasa *lirik Arisa* eh, bukannya kenyang makan enak malah hampir koit gegara diteror ama pemilik jamban *lirik Blue*

Judai: gua bukan UKKKEEEEEE! DAN JANGAN PANGGIL GUA ENENG-ENENGGG! *lempar papan klinik tong fang*

Yugi: tapi nyatanya mukalu, muka-muka uke 'kan?

Mina: muka cantik

Yami: itu berarti elu kaga pantes sama Sara-hime gua, coba' ntar kalo lu pada jadian pasti orang-orang pada bingung, 'kok dua-duanya sama-sama cantik, sih?'

Judai: njiiiirrrr...

Sarasa: tapi kata gua Judai ntu 'androgini', jadi bisa dibilang cantik, tapi bisa juga dibilang ganteng.

Judai: thank you my baby~ :*

Arisa: heh! Mangkok! Gua pites lu, jauh-jauh lu dari adek gua! *siscomkumat*

Blue: kagak Cuma ada Judai, lho~ ada my honey Haou sama abang Yusei, lho~*kedip lenjeh*

Haou: *mati suri*

Yusei: oh, Ra, mules gua =_=

Shizuka: makanya, kak jangan kebanyakan minum chimory =_=

Jou: takut sih, tapi ya gimana lagi, toh masuknya kagak sendiri kan?

Ryou: emm... kalau saya sihh, enggak gitu suka masuk rumah hantu, cuman cuka suka cerita-cerita hantunya aja.

Bakura: kalo gua sukaaaa!

Judai: WAHAHAHAHAH! Ember badannya si King of kampret ini, emang gepeng!

Yami: *minum apeton*

Sarasa: soal itu...

Jou: yahhh.. begitulah...

Anzu: emm... gua ama Yami? *blush* engg..

Blue: kalo gua gak usah pake dicomblangin toh, gua udah jadian ama Haou~

Haou: pait...pait...pait.. =_=a

Mina: HATUR TENGKYU POR RIPIW~

To: Runa Ryuuokami 5/31/13 . chapter 1

Blue: huehkkksssss... *kecekek*...yang ngomong bukan gua..si...si Sarasa noh

Sarasa: kan ane cuman doain aja...*melas*

Judai+Yami: Oh RA! Neomu...neomu... kyeoptaaaa! *bling-bling liat Sarasa melas*

Arisa: *ngasah pisau buat menggal pala Yami ama judai*

All: =_= rusuh..rusuh...

Mina: maap kita kagak tanggung jawab atas segala efek sampingnya *bow* diwarningpun kayaknya geus lengkep

Blue: Spew Warning? O.o? dikira ini fic garing krispi

Anzu: emang elu tau apa itu 'Spew Warning' ?

Blue: tau!

Anzu: apa?

Blue: *liat ke mbah gugel*

Anzu: *matok ayam*

Yugi: oh tentu saja, saya ini cute~ *kedip*

Haou: mukanya doang yang imut dalemnya mah, kagak ada bedanya ama Yami

Yugi: *nekek Haou*

Blue: ehh... YUGII! DON'T TOUCH MY BOYFRIEND!

Yugi: ehh?

Haou: enggakk...enggakkk.. cekek aja gua, mending dicekek dari pada jadi namchin si Blue, ogah gua

Blue: jahattt... QAQ

Peggy: *kedip lenjeh* MA'ACIH RIPIWNYA! /tyuh khan~ eyke nggak kalah imyut sama Sarasa-girl/

Yami+Judai: mata guaaaaaaaa! PEDIHHHH! TToTT BAYKLIN MANA BAYKLINNNN! XO XO

xXx

Blue: sekilas info aja, mungkin di chap depan humornya rada 'ngilang' dikit.

Jou: kok gitu?

Blue: KARENA CHAP DEPAN, KITA AKAN FOKUS KE ROMANCE ANZU, JOUNOUCHI DAN YAMI!

Sarasa: HOREEEEE! *seneng maks* wow fantastic baby~ dance wo-ouw~ i wanna dance dance dance dance dance fantastic baby~ *joget-joget*

Anzu+Yami+Jou: AAAARRGGGHHH! *stres tingkat kabupaten*

Blue: hyaaa~ okay, thanks karena udah dibaca sukur mau ripiw, oi~ rider beriman sekalian~ mangsrap jika ada kecatatan yang terjadi di sepanjang fic tersalah beredar dari author tersalah membuat fanfic ini

Sarasa: keep LENJEH and stay NGAMBANG di jamban masing-masing ye bebz~ *nari tor-tor*

All: *angkat TOA* REVIEW PLEASEEEEEEE! *kibas bendera NOAH*