"Yixing kenapa nangis?" tanya anak cowok yang lumayan tinggi buat seumuran dia ke anak cewek yang lagi duduk telungkupan di pojok ruang tamunya.

Anak cewek berambut panjang itu, Yixing, gak jawab. Malah tambah nangis."Mama... Papa... hiks.."

Si cowok ini langsung terdiam. Dia mulai inget, semalem pas dia tidur, dia denger suara sirine polisi dari luar rumahnya. Juga suara orang ribut – ribut.

"Yixing jangan nangis lagi.. Kan ada Kris di sini," kata si cowok, Kris, sambil duduk di sebelah Yixing. Dipeluknya tubuh kecil Yixing.

"Huaa.. Kris... Mama.. Papa.. hiks.. berdarah... hiks..," Yixing masih terus menangis.

Kris makin mengeratkan pelukannya. Dalam hati, Kris tidak tahu, bagaimana rasanya kehilangan orang tua di umur 7 tahun. Umurnya sekarang. Makanya, dia tidak tahu, hal apa yang harus ia katakan pada Yixing. Yixing sahabatnya dari umur 3 tahun, ia kenal betul dengan Yixing yang jarang menangis. Dan sekarang?

Kris mengelus-elus rambut panjang Yixing, "Coba Yixing ceritain, kenapa Yixing nangis begini?"

"Semalem... pas Mama lagi nemenin Yixing tidur..hiks," jawab Yixing masih diselingi tangisan, "Tiba – tiba ada suara Papa teriak... hiks.. Terus, Mama langsung keluar dari kamar Yixing... lalu Mama ikutan teriak... hiks.. hiks," Yixing meremas kemeja yang digunakan Kris. "Pas Yixing intip... hiks, dari kamar.. Mama sama Papa berdarah.. hiks.. ad-ada yang megang pisau berdarah – darah.. hiks...," jelas Yixing. "Terus.. hiks.. Yixing takut.. hiks... Yixing ngumpet di lemari.. hiks..."

Kris terdiam. Ia dengar, kata ibunya, perampok masuk ke rumah Yixing, mencuri uang dan berakhir dengan membunuh orang tua Yixing.

"Sudah, Yixing jangan nangis lagi...," ucap Kris. "Yixing gak sendirian kok.. Kan ada Kris disini..?"

.

.

.

"Yixing..?" panggil Suho sambil ngegoyangin badan Yixing yang ketiduran di meja makan. Mas Junmyun baru aja pulang dari rumah temennya dan ini udah lumayan malem. Jam 11 cyiin. Suho ngeliat, di meja makan, ada segelas susu coklat hangat terus dia senyum. Kayaknya Yixing mau minum susu tapi ketiduran.

Suho masih ngegoyangin badannya Yixing. "Yixing.. Bangun woy, lo ketiduran...," kata Suho. Anehnya, Yixing yang biasanya gak kebo—kayak Kai, dibangunin begitu gak bangun – bangun.

Akhirnya, Suho ngangkat badan Yixing. Muka-nya merah dan keringetan. "Yixing? Astaghfirullah, kenapa lo keringetan gini dan—Ya Tuhan, Xing! Lo sakit?!" Suho nyentuh jidat Yixing. Panas.

.

.

.

"Kris, mulai sekarang, Yixing bakal tinggal di rumah kita. Kamu seneng gak?" Tanya Mama Kris pada Kris yang sedang sarapan.

Kris tersenyum lebar. "Woah beneran, Xing?" Kris menoleh ke Yixing yang mengaduk – aduk sop ayamnya gak napsu. "Xing..?"

Yixing menghela nafas, "Yixing gak mau sarapan...," kata Yixing sambil menaruh sendoknya.

Mama Kris terlihat khawatir, ia segera menghampiri Yixing. "Yixing mau makan apa sayang?"

Yixing menggeleng. "Yixing mau ketemu Mama sama Papa... hiks.. Mama.. Papa..."

.

Dan sejak hari itu, Yixing tinggal bersama Kris. Bersekolah di tempat yang sama. Tapi satu hal yang Kris sesali. Dia udah gak pernah liat Yixing senyum lagi. Yang ada malah, suara Yixing nangis tiap malem sendirian. Kenapa Kris bisa tau? Jelas, kamar Yixing sama Kris sebelahan.

Dan malam ini, masih sama. Padahal biasanya malam ini malam paling indah buat pelajar seperti mereka. Iya lah, gimana enggak? Besok hari kelulusan. Wisuda SMA mereka. Tapi tetep aja, sama seperti malam kemaren, Yixing masih nangis. Dan Kris bisa denger, apa yang Yixing ucapkan dalam tangisnya.

"Mama.. Papa.. hiks.. Yixing udah lulus SMA loh.. hiks.. Coba Mama sama Papa bisa dateng ke acara wisuda-nya Yixing..."

"Selama ini Yixing seneng kok, bisa tinggal di rumah Wu... Tapi Yixing kangen Mama sama Papa..."

Dan maelm itu, Kris mukul tembok yang ada di kamarnya. Kayak film – film action gitu, walaupun berakhir dengan lebam di tangannya. "Kenapa gue gak bisa bikin Yixing senyum..? Sekali aja? Kenapa?"

.

.

.

"Panasnya lumayan tinggi," kata Kyungsoo. "Perlu kita bawa ke dokter gak nih?"

Xiumin menggeleng, "besok pagi gue anter dia ke dokter.. buat sekarang, kita suruh dia istirahat dulu aja.. Gue gak mau dia ke ganggu karena kita bawa mondar – mandir ke RS."

"Gue aja yang nganter dia ke RS," kata Suho dan Kris barengan. Terus mereka saling liat. "Apa?"

Semua anak Kost-an ngeliatin Yixing yang terbaring lemah tak berdaya plus badan keringetan di kasurnya. "Gue inget!" ucap Luhan. "Dua hari yang lalu, pas ujan lebat, Yixing itu balik ke kost-an ujan – ujanan! Padahal gue udah ngingetin, kalo dia itu gampang sakit. Bukannya mandi atau apa, dia langsung ganti baju dan jalan ke tempat dance!" jelas Luhan. "Apa gara – gara itu ya?"

"Oh gue juga inget," Kai ngeliatin yang lain. "Kalo gak salah waktu ujan lebat itu, Yixing noona gabisa fokus nge dance. Gue nyuruh dia balik aja tapi dia gak mau. Apa dia udah sakit ya waktu itu? Terus dia nahan sakitnya gitu?"

Kris menghela nafas. "Yixing emang gila. Sok kuat," kata Kris sambil jalan keluar dari kamar Yixing dan membuat yang lain bingung.

Dengan sabar, Kyungsoo mencelupkan lap ke air hangat kemudian menaruhnya lagi ke jidat Yixing. "Malem ini gue bakal ngurusin Yixing.. Jadi kalo besok pagi gue gabisa masak sarapan...," Kyungsoo ngeliat ke Luhan dan Xiumin, "Jie.. kalian masak ya..?"

Xiumin meneguk ludahnya kasar. Mau gimana juga, dia gak terlalu pinter masak. Tapi demi adik-nya yang lagi sakit, Why not?

.

.

Setelah Wisuda, Yixing sampai di rumah Wu duluan. Dan disana, ada Henry. Kakak sepupu Kris yang emang udah dikenal sama Yixing dari lama gara – gara sering main ke rumah. Dari pertama kali ketemu sama Henry, Yixing udah nyadar. Cowok ini modus ke dia. Tapi apa peduli Yixing. Jadi, walaupun sudah 4 kali Henry nembak dia, dia gak pernah bisa nerima.

"Oh, Henry-ge," kata Yixing sambil membungkuk sebentar terus langsung masuk ke kamarnya.

Pas dia baru mau ganti baju, pintu kamarnya dibuka. "Yixing~ Lo sendirian kan?"

Henry.

Henry deketin Yixing. "Gege mau apa?" Tanya Yixing dingin sambil tau, mata Henry kayak orang laper. Laper dalam tanda kutip ya maksud gue. "Gege...Keluar.."

Henry mojokin Yixing di tembok, "Gue gak mau," kata Henry sebelum akhirnya nyium bibir Yixing. Yixing kaget dan otomatis mukul – mukul Henry dan nyoba dorong dia. Apa daya, cowok lebih kuat dari cewek. Itulah hukum alam. Yixing gak akan bisa ngedorong Henry.

Henry nahan tangan Yixing dan memperdalam ciumannya. Yixing masih berusaha berontak, tapi tetep aja. Gagal.

Tangan Henry mulai ngebuka kancing seragam yang dipake sama Yixing, dan berusaha ngelepas bra Yixing. Yixing mau teriak, tapi bibirnya masih di cium Henry. Alhasil dia nangis.

BRUK!

Satu dorongan keras ke arah kiri berhasil bikin Henry jatuh ke lantai. "Apa – apaan lo, Ge?"

Siapa lagi kalo bukan Kris. Kris langsung narik tangan Yixing keluar dari kamarnya.

Berantakan. Lo harus tau keadan Yixing sekarang. Berantakan. Kris buru – buru ngancingin baju Yixing dan meluk dia. "Ssst.. Udah Yixing.. Lo udah gak apa – apa...," kata Kris. "Kan ada gue disini...?"

.

"Ma, Pa, aku sama Yixing keterima di Kwanghee University. Seoul," kata Kris saat Mama-nya, Papa-nya, dan Yixing lagi duduk di ruang tamu. "Kita berdua mau nge-kost disana. Boleh?"

Mama-nya Kris langsung nangis. Persis kayak mama-nya author waktu tau tante author yang paling kecil(?) masuk kuliah dan harus pergi ke singapur. Jeng jeng.

Papa-nya Kris langsung berdiri dan meluk Kris. "Jelas boleh-lah kalian nge-kost di Seoul. Asal gak lupa, kalo liburan balik ke China...," kata Papa-nya. "Kalian harus sukses ya disana.."

Yixing senyum ngeliat Kris sama Papa-nya. "Oh iya, Yixing. Sini," kata Papa-nya Kris. Yixing agak kaget, terus langsung jalan ke Papa Kris yang lagi meluk Kris. "Om juga bangga sama kamu, sayang..," kata Papa Kris dan langsung nyium jidat-nya Yixing, dan meluk dia.

Yixing nangis. Pelan – pelan dia ngomong, "Papa..."

"Iya Yixing, iya.. Kamu boleh kok manggil Om dan Tante 'Papa-Mama'..," Kata Papa Kris sambil ngelus punggung Yixing. "Bukannya dari awal Om sama Tante udah nyuruh kamu begitu..?"

Kris tersenyum. Sebenernya, salah satu alasan Kris ngebawa Yixing 'lari' dari rumah ini, dari China, adalah biar Yixing bisa lupa sama kejadian itu. Biar Yixing, yang trauma sama Henry, bisa lupa sama trauma-nya.

.

.

Lagi – lagi ujan deres, menggagalkan Xiumin dkk- buat nganter Yixing ke RS. Well, alam tidak berpihak pada kalian nak.

Kyungsoo lagi di dapur, masakin sop ayam buat Yixing. Raut mukanya tuh khawatiiiiiir banget. Jelas lah, partner dalam hal rumah tangganya nih.

"Yixing belom baikan?" Tanya Kris dari belakang Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng, "Yang ada tambah parah, ge."

Suho mendesah, "Haah, salah dia juga ujan – ujanan waktu itu...," kata Suho sambil mijat – mijat batang hidungnya. "Coba dia nelfon gue, pasti gue jemput...," kata Suho.

Kris mendengus. "Oh gitu?"

.

.

"Gue sayang lo Xing," kata Kris di pesawat. "Lo mau jadi cewek gue?" Kris megang tangan Yixing. "Udah berapa tahun kita kenal? 16 Tahun kan? Lo tau, selama bertahun – tahun itu gue nyimpen perasaan gue buat lo. Dan gue beneran ngerasa sedih, waktu gue gak bisa liat lo senyum lagi, gabisa liat lo ketawa lagi. Dan yang gue dapet malah suara lo nangis tiap malem."

"Apalagi waktu Henry-ge... Jujur, gue marah banget. Dan gue sengaja, ngajak lo buat nerima kuliah di Kwanghee, biar lo bisa lupa sama kejadian itu," Kris narik nafas. "Gue janji, gue bakal ngejagain lo. Walupun kalo suatu hari kita putus, gue janji, gue bakal ngejagain lo. Selalu." Kata Kris. "Soalnya lo Cuma punya gue di dunia, Xing."

Yixing diem dan dia sendiri ngerasa, dia gemeteran pas dipegang sama Kris. Kris buru – buru ngelepas pegangan tangannya. "So-sori, gue lupa. Maaf kalo lo masih trau—."

"Mau Kris."

"Eh?"

"Gue mau jadi cewek lo.."

.

Hari demi hari di Korea dijalani mereka dengan Indah. Tapi semua berubah, ketika ada anak baru di kost-an yang mereka tempati. Namanya Tao. Dan cewek itu berhasil narik perhatian Kris. Kris jadi suka lupa janji-nya dengan Yixing. Dan Yixing kesel.

"Gue mau kita putus aja Kris," kata Yixing suatu hari di sebuah taman. "Gue rasa lo udah gak peduli sama gue."

Kris tersentak. "Gimana bisa? Gue cuma punya lo di sini, dan lo Cuma punya gue disini. Maksud lo ap—."

"Tatapan lo beda, Kris," Kata Yixing. "Tatapan lo beda kalo ngeliat gue dan ngeliat Tao. Gue tau itu." Yixing menutup matanya, "Lo udah janji kan ,gak akan bohong sama gue? Jadi gue minta lo jujur...," ujar Yixing. "Lo udah gak suka sama gue.. Lo Cuma ngejagain gue sebagai adek lo... Dan lo jatuh cinta sama Tao.."

"Xing, enggak—."

"We're done, Kris. We're done.."

.

.

Yixing bangun dari tidurnya, yang dia rasa lama banget. Kepalanya muter. "Woah woah woah, gue dimana...?" gumamnya sambil berusaha duduk di kasur. "Oh dikamar.."

Kenapa gue mimpiin soal masa lalu ya...? Ah gapeduli—Pikirnya.

"Yixing, Kyungsoo baw—Ah! Yixing lo udah bangun? Ya Allah~," jerit Kyungsoo gembira sambil naruh Sop ayam di nakas Yixing. Yixing senyum. "Gue sakit jadi ngerepotin lo ya, Kyung? Sori ya.."

Kyungsoo buru – buru ngegeleng. "Enggak kok, Xing. Justru gue khawatir lo kenapa – napa. Secara musim gak jelas gini...," kata Kyungsoo, "Lo liat aja Sehun sedih, sepatu-nya gak kering – kering dari kemaren~~."

Yixing ketawa. Dia ngeliat pintu kamarnya yang kebuka. Seperti biasa, terdengar teriakkan dari lantai bawah. Yixing ngambil Sop-nya dan mulai makan. Enak.

"Ssst! Jangan ribut! Yixing sakit, lo masih pada ribut!" Kedengeran teriakan melengking. Siapa lagi kalo bukan Baekhyun.

Kyungsoo jalan keluar dan teriak dari tangga, "Yixing udah bangun! Dan dia udah baikan!"

.

.

"Yixing udah bangun! Dan dia udah baikkan!"

Mendengar itu, seseorang yang tadinya minum kopi dengan ganteng, kalem, bersahaja, berwibawa, penuh tatakrama dan sopan santun, langsung naruh teh-nya dan lari ke kamar Yixing. "Yixing...?"

"Oh, hai Suho – oppa...," kata Yixing pelan sambil dadah – dadah ke orang ganteng nan anggun, manis-baik hati-sopan-berwibawa tinggi. Mas Junmyun.

"Lo udah sembuh? Mana yang sakit? Udah gak apa – apa..?" tanya Suho lembut sambil duduk di pinggir kasur Yixing dan ngelus rambut Yixing.

Yixing deg – degan. "Err.. gue udah gak apa – apa kok ge..," dan Yixing tau. Mukanya pasti merah sekarang.

"Yakin? Muka lo merah, Xing..," kata Suho dan malah ngelus pipi Yixing. Kampret.

"Serius oppa¸ gue udah gak kenapa – kenapa!" Kata Yixing sambil ngelepas tangan Suho dari pipi-nya.

"EKHEM!"

Terdengar suara EKHEM-an(?) yang dibuat- buat. "Misi yang lagi mesra.. boleh gantian nanyain, Yixing..?" sindir Baekhyun.

Suho buru – buru ngejauh dari Yixing sambil garuk tengkuknya, dan akhirnya dia keluar dari kamar situ, meninggalkan Yixing yang ditanyain 1001 pertanyaan. Paling banyak sih dari tetua kita, Luhan dan Xiumin.

((GUE GAK TUA KAMPRET.
Udah Xiumin tua mah tua aja))

"Lo gausah nahan sakit gitu Xing," kata Kris datar. "Gausah sok kuat. Lo penyakitan kali dari dulu," Kris ngeliatin Yixing.

"Cih, tau apa lo soal gue?" tanya Yixing gak peduli.

"Semuanya. Gue tau semua tentang lo lebih dari lo tau diri lo sendiri, Xing."

.

.

.


WOHOOOOoO ZHEHOONS KEMBALI BEIBEH
Chapter ini garing ya iya heeh gue tau. gue gak mood nulis humor.

BUAT KAMPRET KALO KAMU BACA YA SAYANG. LO MINTA LANJUT GUE LANGSUNG NULIS. SEHARI JADI NIH MPRET. MUAH

BUAT READERSKU MAKASIH REVIEWNYA ;;;; BUAT SILENTREADERSKU COBA REVIEWNYA ;;;;;;;;;;;;;

AI LOP YU ALL. AI LOP YU.

MAKASIH BANGET MAKASIH. MAKASIH /ugly sobs