NARUTO FANFICTION

Disclaimer: Masashi Kishimoto

ARTI DARI SEBUAH PERASAAN

Warning: Abal, OOC, AU, TYPO bertebaran dimana-mana, dkk.

Rated: T

Genre: Adventure, Fantasi and Romance

Pairing: Uzumaki Naruto and Hyuga Hinata (NARUHINA)

ARTI DARI SEBUAH PERASAAN by RAMADI HLW

Yosh… ternyata masih ada yang mau meriview FF saya yang tak seberapa ini, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya bagi semua yang telah mau menyempatkan waktunya untuk membaca dan meriview FF saya ini.

Mohon maaf sebesar-besarnya karena keterlambatan update cerita ini, hal ini disebabkan karena listrik padam trus disini jadi saya tidak bisa mengetik FF ini di komputer yang tak seberapa ni # authornya banyak alasan#

Suriken: disini Naruto belum bisa mengendalikan kekuatan Kyuubi, saya membuat Kyuubi yang membantu Naruto karena Naruto menganganggapnya sebagai Orang Tua sekaligus temannya. Di chapter 2 awal mula Kyuubi peduli pada Naruto (Didalam penjara yang begitu besar Kyuubi mendengar pikiran Naruto dia menyeringai karena hal itu 'Narutoooo… Kalau kau berpikir begitu kau akan tau apa yang akan Aku lakukan padamu' pikir Kyuubi dan kembali memejamkan matanya). Riviewnya tetap saya tunggu Suriken-san..!

Laila angel sapphireBluee: udah dilanjut Laila-san… Riviewnya tetap saya tuggu Laila-san.

Orchideeumi: saya memang berharap bisa update cepat Orchideeumi-san, namun keadaan ini yang membuat saya tak bisa mempercepat Updatenya, okey riviewnya tetap saya tuggu Orchideeumi-san.

Guest 1: okey.. ini udah update. Riviewnya tetap saya tuggu ya..

Kamikaze: sudah dilanjut Kamikaze-san. Riviewnya tetap saya tuggu Kamikaze-san.

Yogiblueside: ia, alurnya mengikuti manga dan animenya.. Riviewnya tetap saya tuggu Yogi-san.

Guest 2: Okey.. sudah dilanjut.. Riviewnya tetap saya tuggu ya..

Guest 3: Yo… Riviewnya tetap saya tuggu.

Dewieka: okey.. sudah dilanjut.. Riviewnya tetap saya tuggu Dewieka-san..

Terminator: terimakasih atas dukungannya… Riviewnya tetap saya tuggu Terminator-san..

.

.

.

Sebelumnya: "Huhhh..ternyata hanya mimpi" gumamnya sambil mendesah kecewa.

"Huahahaha Bocah mesum, Bagaimana rasanya mencium angin…? " teriak Kyuubi pada Naruto.

Naruto yang mendengar hanya berdecih kesal menanggapi pertanyaan Kyuubi.

'itu mimpi yang begitu menakjubkan..' pikir naruto dan Segera setelah dia menyadari apa yang sedang dipikirkannya, ia menampar dirinya sendiri.

Suasana hati Naruto begitu tak menentu, "Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, Aku jelas merasakan sesuatu terhadap Hinata, apa Aku menyukainya..?" gumamnya pelan.

Menyadari sesuatu yang kata yang ganjil ia merasakan gelombang ketakutan diseluruh tubuhnya.

'Aku begitu berubah-ubah, bukankah Aku jatuh cinta pada Sakura-chan?' pikir Naruto sambil mengacak-acak rambutnya.

Naruto melihat kebelakang sebelah kirinya dan mendapati pakaian dan tempat didur Sai yang telah rapih, kemudian mengambil pakaiannya dan pergi keluar untuk mencari Sai.

.

.

.

Chapter 4

Normal POV

Begitu mendengar suara Sakura , Naruto menuju kearah tersebut, ia melihat Sakura sedang bercerita tentang seni dengan Sai dan membuatnya mengerutkan wajahnya karena mendengar Sai yang tidak pernah mampu memberikan nama pada karya seninya.

"Masuk akal, tidak heran kalau kau benar-benar kurangajar" kata Naruto sambil mendekat dan melihat hasil lukisan Sai.

Dengan menutup sebelah matanya dan seakan memandang remeh Naruto menyindir hasil lukisan Sai "Huh… tidak ada yang istimewa dari lukisan itu..!" katanya sambil berkacak pinggang.

"Ya.. kau benar, sama seperti milikmu yang membuatmu benar-benar tampak seperti seorang lelaki..!" balas Sai yang diakhiri dengan senyum.

Wajah Naruto merah padam saat mendengar perkataan Sai, ketika ia hendak membalas ucapan Sai tiba-tiba Kapten Yamato muncul dari balik pohoh yang berada dibelakang Naruto.

"Sudah waktunya kita berangkat..!" ucap Kapten Yamato begitu cepat dan hal itu membuat Naruto terpaksa menahan emosinya.

.

.

.

Setelah berjalan hingga sore hari dan sampai pada perbatasan jalan yang menuju Jembatan Tenchi Kapten Yamato menghentikan langkahnya dan memandang kekanan kekiri "sepetinya sekarang waktu yang tepat" ucapnya dan meneruskan langkahnya.

Bukannya memilih jalan utama Kapten Yamato lebih memilih lewat hutan yang begitu liar dan ia menjelaskan alasannya memilih jalan lewat hutan pada Sakura dan Naruto yang protes atas pilihannya tersebut.

Kapten Yamato kembali menghentikan langkahnya dan melihat lokasi tempat mereka berdiri cukup terbuka luas "Tempat ini cocok" ucapnya setelah memastikannya.

Sambil memerintahkan mereka untuk mundur dari posisi mereka berdiri, Kapten Yamato merapal segel tangan "Mokuton: Shichuuka no Jutsu" (Elemen Kayu: Jutsu Rumah Empat Tiang).

Munculah rumah kayu yang begitu besar dari dalam tanah dan membuat Naruto, Sakura dan Sai terkejut.

Setelah puas mengagumi rumah buatan Kapten Yamato mereka mencari kamar untuk beristirahat. Naruto melemparkan tasnya disalah satu sudut kamar yang digunakannya sebagai bantal.

"sekarang waktunya bersantai-santai" ucap Naruto sambil menikmati posisinya namun tak bertahan lama karena Sai mengambil posisi tepat disebelahnya.

"Apa Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Sai pada Naruto, dan hanya dijawab "Tidak ada" ucap Naruto yang menggeram dan mengangkat tasnya untuk mencari tempat lain untuk beristirahat.

"semuanya, ayo berkumpul…!" ucap Kapten Yamato

Ucapan Kapten Yamato yang berhasil menghentikan kegiatan mereka dan menuju tempat Kapten Yamato duduk.

Sakura mulai menjelaskan tentang Anggota Akatsuki yang bernama Sasori setelah Kapten Yamato memintanya untuk menjelaskan bagaimana persisnya Sasori.

"Apa maksudnya ini?" tanya Naruto yang tidak mengerti mengapa Sakura harus menjelskannya secara detail kepada Kapten Yamato.

Kapten Yamato mulai menjelaskan rencananya untuk menyamar sebagai Sasori dan mengelabui mata-mata yang diperintahkan Sasori untuk mengumpulkan data tentang Orochimaru dengan cara menyamar sebagai salah satu bawahan Orochimaru.

Mata-mata tersebut akan bertemu dengan Sasori di Jembatan Tenchi beberapa hari lagi dan hal itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih scenario yang disusun Kapten Yamato untuk mengelabui mata-mata tersebut.

"hari ini sampai disini saja, persiapkan diri kalian untuk besok" ucap Kapten Yamato bangkit dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan mereka untuk beristirahat.

"Sakura-chan, cobalah bermimpi romantis denganku..!" ucap Naruto dengan senyum yang begitu lebar.

"beruntung kau hari ini Naruto, kalau aku tidak lelah mungkin aku akan memberikanmu pukulan yang mematikan" gumam Sakura berlalu meninggalkan Naruto dan Sai.

.

.

.

Beberapa menit berlalu Naruto mulai merasakan matanya mulai terasa begitu berat dan segera ingin masuk ke alam mimpi.

Naruto mulai memasuki alam mimpinya dan melihat gadis yang sama seperti hari kemarin, gadis berambut indigo. Dia merasa aneh dengan dirinya sendiri yang begitu merasa nyaman ketika melihat gadis tersebut dan Dia tidak lagi mencoba untuk melawan perasaan yang begitu aneh ini menurutnya.

"Hinata-chan…" Naruto mengerang keras dan berguling dalam tidurnya.

Karena mendengar suara erangan yang begitu keras , Sakura yang masih belum bisa tidur duduk dan melihat kedua pemuda yang tertidur dengan pulas.

Melihat wajah Naruto yang begitu merah dan seperti sedang membisikan sebuah nama, Sakura bangkit dan mendekatinya dengan perlahan.

"Hinata-chan..!" Sakura hampir tersedak dan hampir shock ketika mendengar nama yang diucapkan oleh Naruto yang sedang tertidur pulas.

Dengan menggit bibir bawahnya Sakura menahan tawanya yang mungkin jika dilepas dapat merobohkan rumah buatan Kapten Yamato.

Sakura berjalan menuju Jendela dan masih cekikikan seperti hantu.

Ditemani dengan sinar rembulan yang begitu terang Sakura masih berdiam diri di Jendela dan kembali menoleh melihat keadaan Naruto.

"Hinata, kau begitu beruntung Lelaki yang menyukaimu selalu memikirkanmu…!" gumam Sakura sambil menarik lututnya kedada dan memeluk kakinya.

Sakura tidak yakin dengan keadaannya yang ia rasa saat ini, bibirnya memang tertawa melihat kelakuan Naruto, namun hatinya begitu terasa sakit karena hal itu juga.

'apa kau juga memikirkanku Sasuke-kun, seperti yang dilakukan Naruto memikirkan Hinata..? taukah Kau bahwa Aku begitu mencintaimu..!' ucap Sakura dalam hati dan tanpa ia sadari air mata mengalir dari kedua bola mata emerald miliknya.

Ia kembali menghadap ke arah luar jendela dan menyandarkan kepalanya di Jendela.

Dalam diam ia masih menangis dan memikirkan sesuatu 'Aku tidak pernah berpikir bahwa kita tidak akan pernah bertemu lagi..! Aku harus bertemu denganmu, Aku perlu bicara denganmu sekali lagi, Jika Aku bisa melakukan itu maka Kami bisa membawamu kembali pulang ke Desa' pikirnya sambil menyemangati dirinya.

Sekalipun ia menyemangati dirinya, ia tetap tidak dapat membendung air mata yang terus mengalir dari kedua bola mata emeraldnya. Perlahan matanya mulai terasa begitu berat dan iapun akhirnya tertidur ditemani oleh sinar rembulan yang setia menemaninya.

.

.

. "huh…. Kenapa gagal lagi…!" gumam Naruto karena terbangun dari mimpinya yang tidak terselesaikan.

Dengan begitu kesalnya, ingin rasanya ia melompat keluar dari jendela dan pergi mencari udara pagi yang dirasanya mungkin dapat mengurangi kekesalannya.

Naruto membatalkan keininannya itu saat melihat ke jendela tempat yang ingin ditujunya.

Hatinya terasa begitu sakit saat melihat Sakura yang tertidur dengan keadaan seperti seorang anak yang bersedih karena menunggu orang tuanya yang tak kunjung pulang kerumah.

'Kau pasti memikirkannya semalaman…! Maafkan Aku yang gagal membawanya pulang Sakura-chan..!' pikir Naruto yang menatap Sakura.

Naruto berjalan menuju tempat Sakura berada, ia membaringkan tubuhnya dengan perlahan agar Sakura dapat beristirahat dengan nyaman, tanpa disadarinya Kapten Yamato tersenyum melihatnya dari balik pintu.

"kau bangun begitu pagi Naruto..!" ucap Kapten Yamato pelan pada Naruto.

Dengan mengambil nafas dalam-dalam ia kembali tersenyum dan berbalik menghadap Kapten Yamato.

"Ya… aku terbangun karena bermimpi hal yang begitu lucu Kapten Yamato..!" ucap Naruto dengan kedua pipi yang merona

Kapten Yamato tersenyum melihat hal itu dan mengangguk "Aku akan pergi mencari tempat yang cocok untuk kita melakukan Simulasi" ucapnya sambil belalu meninggalkan Naruto.

.

.

.

Akhirnya saya Author yang baru ini, selesai membuat kelanjutan fic yang begitu banyak kekurangan ini. Mungkin Fic ini sudah pasaran atau mungkin ada yang sama jadi saya mohon maaf bila ada kesamaan alur cerita, sekiranya bagi senpai-senpai ataupun reader-san yang telah berpengalaman memberikan kritik dan saran lewat Reviewnya. Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah membaaca Fic saya yang tak seberapa ini.

Medan, 13 Juni 2013

Ramadi HLW