Disclaimer :ceritanya punya saya,cast punya Tuhan,SMentertaiment,dan orang tua mereka,khusus taoris punya saya #plak#digebuk taoris shipper

Main Cast : TaoRis

Other Cast : KaiSoo, BaekYeol,SiBum,HunHan, ETC

Summary : masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu? Tanpa saling mengenal tetapi ingin mengetahui satu sama lainnya

Chapter : 6 of ?

Genre : Romance,humor, Hurt/comfort

Warning : Yaoi / sounen-ai, pertukaran marga , Mpreg..

Rated : M (suatu saat bisa berubah-ubah)

Note : Tolong yang sudah membaca FF ini berikan reviewnya ya, itu yang menjadi penyemangat saya selama ini, review saja walau itu sangat pendek, kalau bisa sih yang panjang… please don't be silent readers…

Add Facebook Author ya, di sana bakal di upload foto cast di ff ini,lengkap profile real mereka, kalian boleh komen-kmen di sana.. gomawo sebelumnya

Igo nama facebooknya : Ji young choi ( . .313371)

Balasan review:

ajib4ff : sama changmin? Kita lihat saja nanti ne…,gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

exoticsannha13 : hamil? Kkkk~.. chanbaek ada special chap sendiri kok, tunggu saja, tao dan kris lama balikannya., gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

christalice : author jahat? Memang #eh? , taoris bakal muncul setelah chap special dari Kaisoo.., gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

: sudah.. mian telat.., gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Ellizabeth Kim : kristao pasti bersatu tinggal tunggu waktu saja… kkkk~ gomawo jika mau setia.., gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

YoonAndi : toa mesjid? Pantesan orang-orang nyari toa tadi, kamu yang nyuri ternyata, di bunuh? Jangan, kamu cium aja… kkkk, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

AinesHMJ : aishh kamu godain changmin ya? Kyungsoo siap-siap asah pisau dapur itu.., gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

ssjllf : jangan sakit dong, kamu hrus bertahan demi author (?),gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

JunhongieJello : ayo bunuh yuri sama-sama…percuma hamil, Kyungsoo ngak ada niat kasih tau jongin… kkkk, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Kang Hyun Yoo : dia hamil dan tidak memberitahu kai,baik hati eoh? Benci yuri? Kajja keroyok dia, kkkk, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Gue orang nie : Baekhyun gak bias bilang apa-apa, mian, yeoja itu kwon yuri, author sudah rencanakan semua dari awal..#bow#,gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Guest : mian saya hanya updated seminggu sekali, mian.. item? Kkkk~,gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

Jijiyoyo : ini kan chap special kaisoo. Mana bias kris tao nc, lagi pula tao dan kris gak bicara karena gugup,yeoja itu sudah terungkap kan?kesal?, gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

taoris shipperrr : yeojanya tidak akan kelindas… kkkk~ , yadongi saja jongin, taoris akan tampil setelah special kaisoo berakhir, sabar ne, ini kan mainnya taoris jadi bakal lebih banyak cerita mereka.. gomawo sudah membaca,keep read ya, and don't forget review

.

.

.

.

.

.

Miss You So Much (너무 그리워):

"Huh.. tenang Kyungsoo.. kau pasti tidak hamil…" perlahan Kyungsoo membalik kan benda itu, menatap takut-takut ke arah benda tersebut. Keringat dingin sudah keluar, saat melihat benda itu, Matanya membulat sempurna.. benda itu terjatuh begitu saja dari tangan nya. Ia terduduk di lantai.

"Gomawo.. hiks hiks… gomawo…" Kyungsoo menangis sambil memeluk kakinya, negative.. ne hasilnya negative.. Kyungsoo pun terus menangis dan berterima kasih pada Tuhan.

Beberapa menit kemudian Kyungsoo mulai menghapus air matanya dan berdiri.. ia berjalan menuju lemari, bercermin pada kaca pada lemari tersebut. Wajah pucat, pipi yang mulai menirus, keadaannya saat ini sangat kacau. Ia berjalan menuju meja, menuliskan sesuatu untuk Baekhyun, lalu ia memutuskan keluar dari ruangan gelap dan pengap ini. Ia ingin menghirup udara segar yang mungkin bisa menenangkan pikirannya, berjalan-jalan di pantai, sendirian..

Kris dan yang lain sekarang sedang ada di ruang makan, mereka menyantap makanan dalam diam. ada wajah baru di sini, orang yang tiba-tiba bergabung dengan mereka sejak tiga minggu lalu, mengantikan tempat Kyungsoo yang kosong, tepat di samping Jongin. ya.. kalian benar, orang itu adalah yeoja yang akan menjadi istri Jongin.

Baekhyun bangkit dari tempat duduknya, membuat semua menatapnya.

"Aku kenyang" Ucap Baekhyun sambil memindahkan makanan-makanan miliknya ke sebuah nampan.

"kenyang apanya? Kau bahkan belum menyentuh sedikit pun makanan mu" Ucap Chanyeol yang memang memerhatikan Baekhyun sedari awal.

"Bukan urusan mu namsan" ucap Baekhyun sembaring menatap Chanyeol tajam.

"Kau mau mengantarkan makanan itu untuk Kyungsoo?" Tanya Changmin tiba-tiba, membuat Baekhyun menatapnya.

"Ne, wae? Aku tak bisa membiarkan dia tidak makan lagi.. tadi pagi saja ia hanya makan sedikit"

"Kalau begitu biar aku yang membawakan makanan itu, biar aku yang merayunya agar mau makan, ne.. jebal" Ucap Changmin memelas, Baekhyun menatap Changmin. Ia tak tega sebenarnya. Changmin orang yang seperti orang gila sejak tiga minggu lalu, tubuh Changmin ikut mengurus, ia bahkan kurang tidur, itu terlihat dari kantung matanya yang menghitam. sepertinya namja satu itu benar-benar mencintai Kyungsoo hingga menyiksa dirinya seperti itu.

"Arasseo.. tolong ne, gomawo" Ucap Baekhyun sambil menyerahkan nampan itu pada Changmin, Changmin langsung berdiri dengan semangatnya, mengambil nampan itu dan berjalan dengan tenang meninggalkan ruangan makan itu, menuju kamar Baekhyun dan Kyungsoo.

Setelah Changmin pergi, Baekhyun kembali duduk.

"Tak lapar Baekki? Mau berbagi?" Tanya Tao pada Baekhyun.

"Anniyo, Gwaenchana, makanlah" Ucap Baekhyun

KRUUK~.. KRUUK~..

Perut Baekhyun berbunyi dengan nyaringnya. Wajah Baekhyun merona, ia sangat malu.

"Perut mu sudah konser begitu.. sudahlah jangan berbohong, ayo makan bersama ku Baekki" ajak Tao sekali lagi, Tiba-tiba Chanyeol meletakan jatah makanan nya di hadapan Baekhyun.

"Makanlah.." dan Chanyeol berlalu dari ruang makan itu entah ke mana Baekhyun sedikit bersemu.

"Omo Chanyeol sunbae sangat gentle.. aku akan jadi fansnya mulai sekarang" Ucap Tao dengan mata berbinar. Mendengar itu Kris melihat pada jatah makanannya, ia berfikir kira-kira apa yang bisa ia berikan pada Tao. Setelah lama berfikir , Kris meletakan pudding Coklatnya di hadapan Tao.

"Igo.. makan lah.. ku rasa aku tak bisa menghabiskannya" Ucap Kris dengan nada dan Ekspresi yang cool. Melihat itu Tao memiringkan kepalanya.

"Anniyo.. Tao sedang diet, tidak boleh makan terlalu banyak" Ucap Tao sambil mengembalikan Pudding coklat tadi ke hadapan Kris. Melihat itu wajah Kris berubah datar, Baekhyun yang sedang asik makan hampir tersedak karena menahan tawa.

Di sisi lain, Jongin menundukan wajahnya, sungguh.. ia sangat ingin bertemu dengan Kyungsoo, ingin memeluk dan mengucapkan maaf sebanyak yang ia bisa, namun itu tak bisa ia lakukan, karena yeoja itu –calon istri Jongin- melarang Jongin bertemu dengan Kyungsoo, Ya.. Jongin pernah mengatakan pada Yeoja itu , bahwa Kyungsoo adalah seseorang yang ia cintai saat ini . Jadi Yeoja itu melarang Jongin untuk bertemu Kyungsoo.

Changmin masuk ke kamar Baekhyun dan Kyungsoo setelah mengetuk pintu beberapa kali.

"Kyungsoo-ah, oddi? Kajja.. makan dulu.." Changmin memanggil nama Kyungsoo berulang kali, karena tak ada jawaban ia pun memeriksa kamar mandi, namun Kyungsoo tak ada, ia pun memutuskan meletakan makanan yang ia bawa terlebih dulu ke meja, di sana tak sengaja ia membaca sebuah surat. Itu surat dari Kyungsoo untuk Baekhyun.

"Pantai?" Bersamaan dengan itu Changmin melihat ke luar, cuaca mendung.

"Aishhh apa dia mengunakan baju yang tepat, haruskah aku membawa payung? hei tunggu dulu apa aku sudah terlihat tampan?" Ucap Changmin kalang kabut, ia binggung apa yang harus ia lakukan , ia membuka lemari, mencari baju hangat untuk Kyungsoo.. lalu mengambil payung dan tak lupa bercermin setelah itu. Setelah segalanya sempurna , ia pun mulai melangkah keluar, namun ia menginjak sesuatu. Ia mengangkat kaki nya, mengambil dan menatap beda tersebut.

Mata Changmin langsung membulat sempurna, keringat dingin mulai keluar. Sekelebatan ingatan mulai berputar ulang pada otaknya, Kyungsoo yang tiba-tiba memakai baju tebal tiga minggu lalu, dengan jalan yang aneh, dan jangan lupakan satu hal.. Bercak merah pada paha nya dan beberapa pada lehernya yang tak sengaja Changmin lihat saat mereka bermain air di pinggir pantai setelah acara makan yang berhasil di hancurkan oleh mantan istri Mr. Kim dan membuat Kyungsoo murung..maka dari itu semua mengajak Kyungsoo bersenang-senang di pantai.

"K-Kyungsoo-ah.. jangan bilang.. dia mau bunuh diri.." Changmin mengenggam erat benda itu dan berlari dengan kencangnya menuju pantai.. tak di pedulikannya orang-orang yang ia tabrak dan melemparkan upatan-upatan padanya.

Dari kejauhan Changmin tersenyum, Kyungsoo baik-baik saja, ia duduk tenang memandang hamparan pantai yang biru.

"Aishhh aku hampir mati Hosh…hosh.." Changmin berhenti sejenak untuk mengatur derap nafas nya. Lalu perlahan ia berjalan dengan tenang mendekati Pujaan hatinya itu.

"Langit menjadi muram eoh? Apakah kalian merasakan kesedihan ku eoh?" Ucap Kyungsoo miris, kembali.. untuk kesekian kalinya. Air mata nya mengalir tanpa di komandoi. Ia kembali mengingat Jongin, namja yang mencuri hatinya dan pergi begitu saja demi cintanya.. sekarang ia tau bagaimana sakitnya jongin dulu saat di tinggal oleh yeoja itu. Ia bisa merasakan sakitnya hingga ia berpikir ingin mati saja. Sekarang ia ada di posisi yang sama dengan Jongin, Sama-sama di campakan, miris eoh?.

"Aishhh jeongmal… Kyungsoo berhentilah menangis, kenapa Kau seperti yeoja eoh? Menangis setelah di campakan seperti sampah, anni.. anniyo.. bukan seperti sampah, mungkin memang sampah" Ucap Kyungsoo memilukan di iringi dengan tawa lemahnya.

Changmin dapat mendengar dengan jelas perkataan memilukan Kyungsoo tadi, ia duduk di samping Kyungsoo, ikut menatap langit.

"Ku rasa air mata mu terlalu berharga, menangisi sesuatu yang tak pernah peduli pada mu.. bukan kah itu sia-sia?" Kyungsoo tersentak, ia menatap Changmin yang tiba-tiba berda di sampingnya. Changmin menatap Kyungsoo dan tersenyum hangat. Melihat itu Kyungsoo kembali menatap langit.

"Hyung.. mengagetkan saja" Ucap Kyungsoo lemah. Setelah itu suasana hening menyelimuti. Lama mereka saling diam, membiarkan desiran pasir memanjakan telinga mereka, membiarkan angin mengusap lembut permukaan kulit mereka.

"Soo.. jujurlah.. berapa kali kalian melakukannya" Tanya Changmin dengan nada cemas, ia masih setia menatap langit yang makin lama makin muram. Mendengar itu Kyungaoo terkejut bukan main. Jantungnya berkerja tiga kali lebih cepat, dengan ragu ia menatap Changmin, ternyata Changmin sudah menatapnya terlebih dahulu, entah sejak kapan.

"M-mksud hyung apa? Candaan mu benar-benar lucu hyung" Ucap Kyungsoo sambil tertawa hambar, keringat dingin sudah memenuhi wajah manisnya.

"Akan tidak sedang bercanda, Jangan berbohong, jujurlah.. aku tak akan ceritakan pada siapa pun, tadi.. saat aku mengantarkan makanan kek kamar mu, aku melihat testpack" Ucap Changmin dengan wajah seriusnya. Lagi… Sekali lagi Kyungsoo menangis.. ia memeluk kakinya erat, badan bergetar hebat..

"Hiks hiks.. aku tak tau hyung… waktu itu aku terbangun tanpa pakaian… hiks.." Changmin diam, ia masih setia mendengarkan Kyungsoo, tangan Changmin sudah tergengam erat, jarinya bahkan sudah memutih sangkin eratnya gengamannya itu. Changmin ingin menghajari Jongin sampai mati detik ini juga

"Dia memperkosa mu demi kepuasannya eoh? Katakan saja"

"Anniyo , setelah Soo ingat-ingat.. malam itu kami seperti orang mabuk, itu tidak mungkin jebakan darinya, karena yang mengambilkan minumnya adalah Soo" Ucap Kyungsoo sambil menengelamkan kepalanya pada lipatan kakinya. Changmin merogoh sakunya, ia keluarkan benda kecil berbentuk persegi itu, ia tatap lekat benda itu.

"Kalian melakukannya hanya sekali" Tanya Changmin memastikan.

"Eum…" hanya itu respon dari Kyungsoo, menandakan perkataan Changmin memang benar. Changmin menatap penuh arti pada Kyungsoo.

"Ternyata kau orang yang sangat subur ne, sekali di buahi, langsung jadi.. kkkk~" Canda Changmin sambil mengacak-acak rambut Kyungsoo. Kyungsoo menatap Changmin penuh Tanya.

"Langsung jadi? Anniyo.. aku tak hamil hyung"

"Eh? Lalu ini" Tanya Changmin sambil menampakan testpack dengan dua garis merah.. mata Kyungsoo membulat sempurna. Hancur sudah… masa depannya, kisah cintanya, hatinya… segalanya…

"A-andwae… andwae… itu pasti kesalahan.. mungkin hyung salah mengambil" Tanya Kyungsoo dengan paniknya. Changmin memeluk tubuh Kyungsoo yang rapuh, ia mengusap lembut rambut Kyungsoo.

"Memangnya Soo melakukan test berapa kali heum?" Tanya Changmin

"S-sekali.."

"Hanya ini yang Hyung temukan di Kamar kalian…" Perkataan Changmin barusan berhasil membuat tubuh Kyungsoo bergetar hebat, Kyungsoo mengengam erat baju Changmin, dan Kyrtal bening Kyungsoo mulai membasahi baju bagian dada Changmin..

"Hiks..Otte… Ottokhaeyo.. apa yang harus Soo katakan pada semua orang hyung.. apa yang harus Soo katakan pada Appa dan Eomma hiks hiks.." Tangisan itu kembali menghancurkan Changmin.. apa yang harus ia lakukan?

Setelah sempat diam sesaat Changmin mulai mengelus kepala Kyungsoo.

"Uljima..jebal.." Kyungsoo masih tetap menangis, tubuhnya masih bergetar hebat. Changmin pun melepas pelukan mereka.

"Soo.. Uljima.. jebal.. hei… Look at me…" Changmin mulai menangkup pipi Kyungsoo dengan tangannya, ia menatap Kyungsoo, begitupula dengan Kyungsoo. Kyungsoo mengigit bibir bawahnya, air matanya masih saja turun dengan derasnya.

"Uljima… jebal.. kau membuat ku ikut sedih" Suara Changmin bergetar, matanya berkaca. Ya… dia ingin menangisi cintanya.. cinta nya yang rapuh… cintanya yang disakiti oleh orang lain. Rintik-rintik hujan pun mulai jatuh dari atas langit yang semakin lama semakin muram itu.

Changmin mulai menghapus air mata Kyungsoo, menatap kedua mata indah milik Kyungsoo, lalu mengecup dengan lembut kedua mata itu secara bergantian.

"Hyung… otteyo.. Soo takut.." Kyungsoo lagi-lagi menangis. Ia berusaha menguatkan hatinya namun tak bisa.. luka di hatinya makin bertambah setiap detiknya, setelah terluka cukup parah, luka-luka itu di siram air garam dan air panas secara bersamaan. Bisa bayangkan? kapan akan sebuhnya eoh?

Changmin memakaikan baju hangat yang ia bawa untuk Kyungsoo, tak lupa memakaikan Syal untuk menambah kehangatan bagi Kyungsoo, dan ketika Changmin hendak membuka payung dan memayungi Kyungsoo, angin kencang terlebih dahulu menerbangkan payung itu… terbang tinggi entah ke mana, karena tak ada pilihan lain, Changmin memayungi Kyungsoo dengan kedua tangannya.

(music play : VA – Good Man , To The Beautiful You OST)

"Uljimayo… jebal.. Kau bahkan tak membiarkan hyung berkata sesuatu" melihat raut wajah hangat Changmin, Kyungsoo pun akhir nya mencoba diam.. melihat itu Changmin pun tersenyum hangat.

"Aku tau hati mu hancur, aku tau kau sangat menderita. bolehkah aku masuk ke dalam hidup mu? Mau kah kau membagi rasa sakit yang kau rasakan? Membantu mu menata dan mengobati luka mu?" Kyungsoo masih setia menatap Changmin.

"Aku tau, aku bukan orang yang romantic, dan orang-orang juga sering menganggap ku aneh. tapi… Percayalah, cinta ku ini tulus, bukan karna makanan yang kau buat, bukan karena kecantikan mu, namun karena itu kau.." Air mata Kyungsoo kembali menetes.

"Karena kau.. orang yang mengajariku mencintai, kau tau? Kau itu cinta pertama ku.. melihat mu tersenyum, suatu kebahagiaan untuk ku, dan melihat mu menangis adalah sebuah tantangan untuk ku, suatu tantangan yang menantang ku bagaimana cara membuat mu tersenyum" Kyungsoo mulai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Datanglah pada ku, kapan pun kau mau, aku akan menjadi pendengar terbaik untuk mu. Datanglah pada ku di kalau kau lelah, aku akan memeluk mu, agar kau terlelap dalam mimpi indah mu. Datanglah pada ku di saat kau ingin menangis, aku akan meminjamkan bahu ku untuk mu dan kau bisa menangis sepuasnya. Dan datangilah aku ketika kau siap menikah, maka aku akan menikahi mu, menganggap anak mu seperti anak ku sendiri.. Saranghae~ Jeongmal…" Kyungsoo semakin sesegukan.. air matanya mengalir begitu derasnya.

"Aku tau.. kau tak mencintai ku, tapi bisakah… coba untuk mencintai ku?" Kyungsoo masih diam, ia menangis dalam diam.

"Berpura-puralah mencintaiku.. hingga waktunya tiba, kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura" Ucap Changmin tersenyum hangat, itu adalah kata-kata final darinya. Melihat tak ada jawaban, Changmin pun melepas kemejanya, hingga ia topless sekarang, ia menutupi kepala Kyungsoo, menuntun namja itu kembali ke penginapan, tak ia hiraukan air hujan dan angin sejuk yang menerpa tubuh polosnya.

Di sini Kyungsoo duduk nyaman di tempat tidurnya, setelah Changmin membawanya ke kamar, Changmin menyuruh Baekhyun memandikan Kyungsoo, setelah itu Changmin memaksa Kyungsoo untuk makan, Kyungsoo hanya menurut saja, bahkan Baekhyun sampai tercengang melihatnya, tak biasanya Kyungsoo menurut pada seseorang. Ya.. sejak tiga minggu lalu Kyungsoo tak akan mendengarkan kata siapa pun kecuali Baekhyun. Namun sekarang… apa? Baekhyun jadi curiga pada Changmin, jangan-jangan Changmin menghipnotisnya.

Setelah selesai makan. Changmin, Kyungsoo, Baekhyun dan Tao –yang entah sejak kapan sudah berada di sana- duduk dengan pola melingkar di lantai. Sepertinya ada sesuatu yang ingin di bicarakan Kyungsoo pada Baekhyun dan Tao.

"Eomma… ada apa menyuruh Tao ke sini eoh? Eomma butuh sesuatu? Katakan saja" Ucap Tao tersenyum hangat. Kyungsoo terlihat ragu-ragu.

"Ehem.. Soo… apa perlu hyung yang menjelaskan?" tawar Changmin.

"Anniyo.. gomawo hyung" Ucap Kyungsoo lemas. Baekhyun dan Tao memandang Kyungsoo lekat.

"S-sebenarnya…S-Soo.. Soo hamil, itu lah yang Soo ingin katakan pada kalian" Ucap Kyungsoo meletakan testpack di hadapan Baekhyun dan Tao.. Tao menutup mulutnya dengan tangan , Baekhyun membulatkan matanya. Mereka berdua sungguh-sungguh terkejut mendengar itu.

"M-mianhae.. hiks hiks , Soo tau ini salah, t-tapi, ini semua terjadi begitu saja.. hiks hiks" Suasana menjadi hening, Tao berulang kali melihat Testpack tersebut. Baekhyun menundukan kepalanya, Changmin memeluk dan menenangkan Kyungsoo yang menangis hebat.

"Mianhae… hiks hiks" Baekhyun ikut menangis, ia memeluk Kyungsoo erat. Semua memandang Baekhyun.

"Semua salah ku, Mianhaeyo… jebal…" Semua menatap Baekhyun..

"Anniyo… itu bukan salah mu" Ucap Kyungsoo sambil melepas pelukan nya dari Baekhyun, Kyungsoo menatap Baekhyun, menghapus air mata Baekhyun yang mengalir.

"Ini salah ku, andai saja aku tak menuruti Halmeoni, kau tidak akan hamil seperti ini" Ucap Baekhyun, ia menangis sesegukan.

"Eh? Apa maksudnya, berhentilah menangis dan jelas kan" Ucap Changmin sedikit meninggikan suaranya. Mengingat bahwa Changmin orang yang tidak suka mendengarkan jeritan atau suara tanggisan. Mendengar suara Changmin yang meninggi Kyungsoo mulai membelai tangan Changmin.

"B-baiklah.. hiks tapi hiks berjanjilah… jangan marah pada ku ne.. hiks.. jadi…"

(FLASHBACK…)

"Omo… ini kan Eyesliner terbaru yang hari itu Baekkie ingin kan, Gomawo Halmeoni… kapan Halmeoni memasukannya eoh? eh tapi apa ini?" Tanya Baekhyun menatap Botol berwarna violet tersebut.

"ini bedak dingin?" Tanya Baekhyun bingung, Jungmin tersenyum di seberang sana.

"Anniyo itu adalah obat perangsang" Mendengar itu Baekhyun JawDrop. Matanya melebar bahkan melebihi mata Kyungsoo.

"M-mwo? Aishh Halmeoni.. untuk apa ini eoh?"

"Kkkk~ Sabar baby, eh ini misi mu, dengar baik-baik, jadi kau hanya perlu memasukan itu pada botol multivitamin teman mu itu, hari itu Baekki pernah bilang pada Halmeoni bahwa teman mu itu harus minum multivitamin setiap hari kan? Tenang saja, ia tak akan keracunan, dia hanya akan merangsang. Halmeoni juga sudah memasukan obat itu pada wine yang biasa di minum oleh Ahjussi mu setiap malam, jadi mereka bisa membuat banyak cucu buat Halmeoni, Kau tidak mau keponakan lagi eoh?"

"MWO…!" burung-burung yang sedang bertenger di pepohonan terbang detik itu juga.

(END Of FLASHBACK…)

"Begitulah ceritanya… hiks hiks mianhae.. jeongmal" Kyungsoo menatap Baekhyun sebentar lalu memeluknya…

"Nan gwaenchana, uljimayo… jangan ulangi lagi pada siapa pun.. arra?"

"Ne… hiks yakso..!" Ucap Baekhyun sambil meraung makin keras, anak itu benar-benar cengeng. Ck ck ck…. Tao ikut memeluk Baekhyun dan Kyungsoo..

"Uljima.. nanti Tao ikut sedih" Mata Tao ikut berkaca-kaca.. Melihat adegan peluk memeluk yang sangat manis itu. Changmin juga ikut memeluk mereka, dan tanpa sadar tangan Changmin mengelus-elus butt Baekhyun dan Tao, ia mengira itu pinggang Baekhyun dan Tao.. namun ia salah. Menyadari Butt mereka di sentuh , Tao dan Baekhyun menatap Changmin yang masih tak sadar dengan perbuatannya.

"DASAR MESUM…!" Ucap Tao dan Baekhyun serentak. Tao mengunakan jurus Wushu yang ia pelajari, menghajari Changmin hingga babak belur, Jangan lupakan Baekhyun yang berulang kali menginjak dengan keras tangan Changmin.. sedangkan Kyungsoo tertawa melihat tingkah kedua temannya.

"Hei.. hentikan.. akhh appo.. tidak.. tidak.. jangan pukul di bagian situ Tao.. aKhhhhh…omo appo ahhhh…"

"hei..hei hentikan.. kasian Appa nya baby Soo" Canda Kyungsoo sambil memeganggi perutnya.. mendengar itu Tao dan Baekhyun berhenti, mereka memandang Changmin dan Kyungsoo bergantian. Changmin yang mendengar itu langsung bersemu dengan hebatnya. Wajahnya sungguh merah..seperti buah apple

"Jadi kalian…" Tanya Baekhyun sambil mengantung kalimat tanyanya.

"Omo… Chukhahaeyo… Berarti Babynya nanti punya ayah yang tinggi seperti namsan.." Ucap Tao Ceria, Tao Tak sadar bahwa kata-katanya itu salah.

"Tidak bisa begitu.." Ucap Baekhyun tiba-tiba.. Ia sanggat marah, terlihat dari wajahnya. Kyungsoo menatap Baekhyun lekat.

"Ahjussi pervert itu harus tanggung jawab.. dia tidak bisa bebas begitu saja.. aku tak terima jika dia memperlakukan mu seperti sampah makanan.. setelah di makan isinya.. lalu bungkusnya di buang di sembarang tempat, itu namanya tidak bertanggung jawab" Ucap Baekhyun dengan nada yang sangat mengerikan. Baekhyun berdiri, ia bermaksud pergi ke tempat Jongin, namun ia di tahan oleh Kyungsoo.

"Baekki… jangan.. jebal… nan gwaenchana.. jeongmal.. aku tak ingin merusak kebahagiaan Jongin hyung, dia pantas bahagia, ia orang yang baik.. sayang jika harus terluka sekali lagi.. Jebal.. jangan ada yang memberi tahu Jongin Hyung ne.. jebal…" Kyungsoo memohon pada Baekhyun..

"Tapi.. tidak bisa seperti ini Soo"

"Jebal.. demi Soo dan Jongin Hyung" Ucap Kyungsoo, ia memohon dengan sangat

"Aish… arasseo.. jangan pasang wajah memelas seperti itu, aku tak tega" Kyungsoo tersenyum dan memeluk Baekhyun, Tao lagi-lagi ikut memeluk. Melihat itu Changmin juga mendekat dan ingin memeluk, namun…

"Jangan ke sini Hyung MESUM! Pakai baju mu, mau pamer abs eoh" Ucap Tao dan Baekhyun bersamaan, Kyungsoo Tertawa pelan dan Changmin mengerucutkan bibirnya.

Semua kembali normal sejak saat itu, Kyungsoo kembali keluar kamar, dengan senyum lembut seperti biasanya, Jongin bahkan terkejut melihat hal itu, namun ia juga merasa senang karena Kyungsoo baik-baik saja . Tak hanya Jongin yang merasa senang, Si kembar dan yang lain juga ikut senang, kecuali satu orang, Ya… Yeoja itu merasa tak senang. Ia benci Kyungsoo karena ia menganggap dengan adanya Kyungsoo maka Jongin bisa saja berpaling sewaktu-waktu.

Hari berlalu dengan Cepat nya, Si kembar makin lengket saja dengan Kyungsoo, Si kembar makin benci pada Yeoja itu, setelah Jongin mengatakan bahwa yeoja itu adalah Eomma kandung mereka, itu semua karena cerita-cerita buruk yang sering Halmeoni mereka ceritakan, membuat mereka benci pada Eomma mereka sendiri. Yeoja itu pun makin membenci Kyungsoo karena sudah berani dekat-dekat dengan anaknya.

Hari ini.. tepat nya penghujung musim Panas, mereka semua akan kembali ke Seoul, rencana awal batal. Kris di paksa pulang oleh kedua orang tuanya, Karena ada acara penyambutan di rumahnya, Hyung tertuanya yang sudah tinggal di Canada sejak umur lima tahun. Jadilah mereka harus pulang detik ini juga, Sama seperti Kris, Chanyeol juga harus pulang Ke Seoul karena Hyungnya juga akan pulang dari Canada. Kalian berpikir hal yang sama dengan author, readers? Ne, kalian benar.. Hyung Chanyeol dan Hyung Kris secara tak sengaja bertemu di universitas tempat mereka menuntut ilmu, sehingga mereka jadi sahabat. Sekarang hyung Kris dan Hyung Chanyeol sudah tamat menempuh pendidikan mereka, jadi mereka pulang ke korea untuk selamanya, menurut mereka pekerjaan di luar negeri tidak begitu menarik, jadi mereka lebih memilih kembali ke seoul, dan melanjutkan kehidupan mereka di Seoul.

Udara sejuk, dedaunan yang mengering dan berjatuhan… ini lah akhir musim gugur di kota Seoul tercinta. Tao dan yang lain baru saja sampai di Seoul, setelah naik mobil jemputan pribadi dari Incheon. Sekarang mereka menapakan kaki di Seoul. Kris dan Chanyeol tetap di bandara Incheon, menunggu Hyung mereka yang pulang dari Canada. Semuanya merasa sangat Lelah saat ini, begitu sampai di Seoul mereka langsung berpencar ke rumah masing-masing.

Di Airport, Incheon…

"Aishh mereka lama sekali, aku lelah, aku ingin tidur" Ucap Chanyeol kesal entah pada siapa, mereka sudah menunggu selama dua jam namun Hyung-Hyung mereka tak kunjung tiba.

"Sabarlah Yeol.. aku juga lelah.. tapi aku tak mengeluh seperti mu, berhentilah mengeluh seperti yeoja.." Chanyeol langsung memberikan Death glare terbaiknya.

"Hei kalian.. sudah lama menunggu?" Ucap seorang namja berjalan menuju arah Kris dan Chanyeol di ikuti dua orang di belakang namja tadi. Melihat itu Chanyeol dan Kris segera berdiri. Kris dan Chanyeol menatap ketiga namja yang baru saja datang itu.

"Hyung.. bagaimana kabar mu?" Ucap Chanyeol sambil memeluk Hyungnya, Hyung nya pun tersenyum.

"Fine.. Oh I really miss you my little Yeol" Jawab Hyung nya Chanyeol.

"Eh? Itu bahasa inggris kan, Ya..! hyung berhenti mengunakan bahasa kutukan itu pada ku" Upat Chanyeol kesal, apakah hyungnya tak tau,bahwa Chanyeol tak pernah dapat nilai lebih dari 40 pada pelajaran bahasa inggris. Melihat itu Kris Tersenyum remeh. Bahasa Ingrris adalah hal yang sangat gampang baginya, karena dari kecil Appa dan Eomma Kris selalu bicara dengan bahasa Ingrris, jadi itu sudah seperti teman bermainnya baginya.

Kris mulai menatap dua pria yang tersisa, 'hei… yang mana Hyung Ku?' itu lah yang ada dalam pikiran Kris sekarang. karena kedua Pria di depannya ini benar-benar memiliki wajah blasteran Asia-Canada. Kris diam, ia terus memandang kedua namja itu. Berharap menemukan kemiripan dirinya pada kedua pria itu. Kalian tau kenapa Kris tak mengenal hyungnya? Itu di karenakan Hyung Kris yang sudah tinggal di Canada sejak umur lima tahun, saat itu Kris belum terlahir di dunia. selama ini Hyungnya tidak pernah berhubungan atau pun berkomunikasi dengannya, Hyungnya hanya berkomunikasi dengan Appa dan Eomma nya saja.

"You don't know me , Little Dragon?" Ucap salah satu di antara kedua namja yang berdiri di hadapan Kris.

"Sorry, I never see my older Brother before.. so? You are my older brother?"

"Sure.. let me Hug You" namja itu mendekat dan memeluk Kris, Omo.. Hyung Kris Juga tinggi, sama seperti Kris. Kris melepas pelukan Hyungnya, ia menatap satu orang lagi yang tersisa.

"Igo, Nuguna Hyung?" Tanya Kris

"He is your cousin kris" Ucap Hyungnya Kris. Namja itu –sepupu Kris- mendekat pada Kris, memeluk Kris singkat dan menatap Kris.

"Park Hyung Jin imnida, bagapseumnida" Namja itu membungkukan badannya.

"Nah Kris, dia seumur dengan mu, dia akan melanjutkan sekolahnya di sini, dia akan ikut bersekolah dengan mu nanti, dan kau bisa memanggilnya Eden, Hyung jin adalah nama lahir nya, dia tak begitu menyukai nama itu" Jelas Hyung nya Kris. Kris menatap sepupunya itu lekat, Tampan ternyata.. sepertinya akan menjadi saingan berat Kris di sekolah nanti.

Park Hyung Jin atau yang sering di panggil Eden, anak tunggal dari Park Jae Bum dan Ailee Wu. Ailee wu merupakan adik Dari Sean Michael Wu –Appa dari Kris- . Eden memiliki tubuh tinggi dan tegap, wajah yang menawan, dan senyuman yang sangat ramah, yang melihatnya pasti akan terpesona dan jatuh Cinta.

"Ehem… Kalian melupakan kami … eumm ini pasti Kris kan?" Tanya Hyung nya Chanyeol.

"Ne, Kris Wu imnida" Kris membungkukan badan nya.

"Park Soo Hyuk imnida, Bangapseumnida.." Balas Hyung nya Chanyeol.

"Park Chanyeol imnida" Chanyeol memperkenalkan diri tanpa di minta.

"Park Hyung jin imnida, tapi bisa memanggil Eden saja" Ucap Eden memperkenalkan diri pada Chanyeol.

"Yeol, liat hyung Ku, dia tampan kan? Perkenalkan, namanya Aaron Wu, ya setidak nya aku tau namanya walau tak pernah bertemu dengannya" Ucap Kris menjelaskan dengan bangganya, Chanyeol sudah hanya memasang wajah datar, 'apa-apaan itu, ia pamer eoh?' itulah yang ada di pikiran Chanyeol sekarang.

"Hei.. bisa kita bergegas pulang, aku sungguh lapar" Ucap Chanyeol memelas. Semua tertawa melihat wajah Chanyeol yang di buat seperti anak kecil yang minta di beri makan. Semua nya pun mulai menyeret koper mereka dan pulang kerumah mereka.

Di Kediaman Keluarga Wu..

Semua Maid Sudah berdiri di sepanjang jalan, di mulai dari gerbang masuk Kediaman keluarga Wu hingga depan rumah, mobil yang di tumpangi Kris, Aaron dan Eden mulai memasuki gerbang kediaman keluarga Wu. Semua Maid pun mulai menunduk hormat. Mobil berhenti, Kris dan yang Lain pun turun dari mobil, mereka Langsung di sambut oleh Sean Wu dan Kevin Wu, siapa lagi kalau buka Orang tua Kris tercinta.

"Welcome Son.." Ucap seorang namja berwajah sangat cantik, namja itu memeluk Aaron dengan erat, ini lah ibu dari Kris dan Aaron, Woo seunghyun atau yang lebih di kenal Kevin Wu, Namja yang dulunya seorang member dari Idol Group yang juga merangkap sebagai model internasional yang memutuskan menjadi seorang designer setelah menikah, Siapa yang tak kenal dia? Baju-baju yang ia ciptakan selalu saja nomer satu.

"I'm fine, thanks Mom, ohh I Love you So much, I miss you" Ucap Aaron mengeratkan pelukan pada Eomma nya yang ramping itu.

"Kau tak ingin memeluk Appa mu Aaron?" Ucap Mr. Wu yang sudah merentangkan tangannya, Aaron pun melepas pelukan pada Eomma nya dan memeluk Appanya.

"KKKK~ Appa jealous eoh?" Ucap Aaron setelah memeluk Appanya, inilah Appa dari Aaron dan Kris, Sean Micheal Wu, Pengusaha yang sangat berhasil di Canada –pada awalnya- namun sekarang usahanya sudah tersebar luas.

Tanpa di sadari Kris iri melihat momen ini, Ya.. Hyungnya itu sangat di sayangi kedua orang tua nya, Hyung yang Cerdas dan cemerlang di mata siapa pun, Bahkan Appa dan Eomma nya Saja yang hampir tidak ada waktu untuk hal-hal sepele -seperti berkumpul bersama keluarga- bisa ada di sini sekarang, itu semua demi Aaron.

"Omo, mianhada… Ahjumma sampai lupa pada si tampan satu ini, aishhh kau sangat tampan Eden, Eomma mu sudah menceritakan semuanya, kau boleh tinggal di sini selama yang kau mau baby…" Ucap Kevin memeluk dan mulai menatap Eden. 'betulkan apa yang ku bilang, ia akan mengalahkan kepopuleran ku di sekolah, aishhh terserahlah' entah untuk keberapa kalinya Kris mengupat dalam hatinya.

"Anggaplah rumah ini seperti rumah mu sendiri, mungkin memang tak sebesar rumah mu yang di Canada"

"Anniyo, di sini sangat nyaman Ahjussi, gomawo sudah mengizinkan Eden tinggal di sini.

"Arasseo, baiklah.. kalian semua, baik-baiklah di sini , kami harus pergi lagi, mungkin untuk beberapa bulan ke depan, kami tak dapat pulang ke sini " Ucap Mr. Wu menjelaskan.

"Kenapa terburu-buru eoh? Katanya mau merayakan kepulangan hyung, kenapa Eomma dan Appa malah pergi?" Tanya Kris mulai kesal, selalu saja mementingkan pekerjaan.. ia tak mengerti apa yang di pikirkan orang tua nya.

"Mian Krissy.. Appa dan Eomma harus ke California sekarang, Proyek apa yang ada di sana mengalami sedikit kendala, mengertilah, lagi pula kau tak sendirian lagi kan sekarang, sudah ada Aaron dan Eden yang menemani mu"

"Ck.. terserahlah" Kris berlalu dari situ, ia berjalan cepat menuju kamarnya, apa-apaan itu tadi, ia sudah muak dengan tingkah kedua orang tua nya. Apakah mereka menunggu Kris mati dulu baru kembali ke rumah, Cih… begitulah bayangan-bayangan yang ada di kepala Kris sekarang. karena ia merasa lelah, ia pun mengistrahatkan tubuhnya di atas tempat tidur nyamannya.

Sore ini langit sangat indah, sinar jingga keemasan sungguh mewah untuk di pandang mata. Di sebuah rumah mewah, tepatnya di sebuah ruang yang sepertinya ruang kerja, seorang namja sedang duduk termenung menatapi tumpukan kertas di atas meja kerjanya.. kertas-kertas berwarna merah muda, dengan design yang mewah, di permukaan Kertas tersebut, terdapat foto dirinya dan seorang Yeoja.

Jongin –namja yang termenung tadi- baru saja selesai melakukan foto Pra wedding, Bersama calon istrinya. Setelah pulang dari pencetakan undangan, Jongin mendapat masalah yang lainnya, Eomma nya marah-marah padanya, Eomma nya tak setuju jika Jongin harus menikahi Yeoja yang tak tau di untung itu lagi. Bukan hanya itu anak-anak nya pun ikut memarahi Jongin, bahkan mereka berterik pada Jongin bahwa mereka membenci Jongin jika ia menikahi Yeoja itu. Kepala Jongin Sangat pusing karena semua itu.

Akhirnya Jongin marah-marah, Emosinya meluap.. Ia pun membentak sang Eomma sampai mata Jungmin berkaca-kaca, dan dia ikut memarahi kedua anaknya yang sangat ia cintai, padahal ia tak pernah memarahi mereka, meninggikan nada saja hampir tak pernah. Sangking emosinya Jongin sampai bertanya suatu hal yang begitu berat pada kedua buah hatinya, Jongin bertanya apakah mereka membela ia –Jongin- atau berpihak pada Halmeoninya, jika mereka berpihak pada Jongin, maka mereka tak boleh protes apa pun pada Jongin dan mereka harus menerima Eomma kandung mereka, namun jika mereka berpihak pada Halmeoni mereka Maka Jongin tak akan bicara pada mereka dan tak menganggap mereka sebagai anak, Alhasil Jungmin tak bicara dengan Jongin, Minhyuk memilih berpihak pada Halmeoninya dan ikut tak berbicara dengan Jongin, sedangkan Minhyun… namja kecil yang sangat manis itu bingung, pilihan yang di buat Jongin itu sangat berat baginya, Ia pun memilih menangis dan tak berpihak pada siapa pun, dia menangis selama tiga jam dan tertidur karena kelelahan.

Sekarang Jongin merasa menyesal.. ia akui ia salah, ia sudah keterlaluan, namun itu semua terjadi karna ia emosi. Namun Sekarang ia menjadi ragu, tetap melanjutkan pernikahan atau menghentikan sampai di sini saja. Jauh di dalam hati Jongin yang paling dalam mengatakan bahwa ia harus mempertahankan cinta nya namun di sisi lainnya, ia merasa lelah dengan suasana seperti ini. Itu lah yang membuat nya pusing sekarang ini.

Di lain sisi…

Kyungsoo dan Changmin sedang duduk tenang di ruang tamu kediaman Keluarga Shim.. Kyungsoo mengengam erat tangan Changmin, ia juga mengigit bibir bawahnya, dia merasa sangat gugup.. mereka berniat meminta persetujuan pada orang tua Changmin. Dan setelah itu meminta izin pada Keluarga Kim –keluarga Kyungsoo- .

Mr dan Mrs. Shim memasuki Ruang tamu dengan senyum yang sangat ramah, di belakang Mr and Mrs Shim ada seorang namja tinggi yang mengikuti, sepertinya itu adiknya Changmin yang masih duduk di Junior High School. Changmin dan Kyungsoo berdiri begitu Mr. dan Mrs. Shim datang.

"Mian membuat kalian menunggu" Ucap Mrs. Shim ramah.

"Ada apa menyuruh Appa pulang lebih aawal min?" Tanya Mr. Shim dengan antusias.

"Eumm.. itu.." Changmin memandang Kyungsoo sekilas, Kyungsoo hanya menundukan wajahnya.

"Sebenarnya… Changmin menghamili Kyungsoo Appa, jadi Changmin ingin menikahi Kyungsoo" Ucap Changmin tegas tanpa basa-basi.

"M-mworago? Kau… Ya..! Shim Changmin lelucon apa lagi ini? Kau membuat masalah lagi eoh? Kenapa kau selalu membuat masalah eoh! Kau ingin Appa mu cepat mati eoh? Aishhh apa yang akan di katakan orang-orang jika tau anak ku menghamili anak orang? Mereka pasti akan membuat berita utama dengan judul 'Putra Dari Shim jae hyun dan Shim In Gook suka melakukan sex bebas'. kenapa kau tak menjadi anak baik seperti Sungjae eoh?" Jae hyun –Appa Changmin- Sangat marah.. dia mulai lelah melihat tingkah anaknya.

"Yeobo.. pelankan suaru mu.. Aishhh Changmin-ie, kenapa kau melakukan itu eoh? Aishhh… Soo-ah.. Gwaenchana? Mian atas perbuatan nakal anak Pervert satu ini ne, kenapa kau mau saja di tiduri dengannya eoh? Oh atau dia memaksa mu ya.. aishh" In Gook –Eomma Changmin- sibuk menenangkan Mr. Shim.. sekali dua kali ia menasehati Changmin.

"Gugurkan.. Gugurkan saja Bayi nya.. mungkin itu yang terbaik, semua nya akan beres dan tak akan menimbulkan masalah lagi." Ucapan barusan berhasil membuat semua menatap dengan wajah horror. Kyungsoo makin menunduk dan mempererat genggamannya pada tangan Changmin yang dari awal mengandengnya.

"Yeobo.. aishh apa-apaan itu , jangan di gugurkan.." Ucap Mrs. Shim tak terima.

"Appa.. mian.. aku tak akan mengugurkan anak ku, aku masih punya hati, tak mungkin aku membunuh anak ku sendiri" Ucap Changmin tegas, Mr. Shim berdiri dan langsung menampar Changmin dengan cukup keras, Kyungsoo menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mrs. Shim berdiri dan memegangi Mr. Shim.

"Yeobo.. tenanglah"

"Lepaskan aku yeobo… Kau memang selalu saja berbuat tanpa berfikir Shim Changmin! Kenapa begitu Eoh! Apa Salah Appa! Kau mau membuat ku mati sekarang eoh?" Mr. Shim lagi-lagi memberi pukulan pada Changmin, Wajah Changmin sekarang penuh dengan memar.

"Hentikan Yeobo, jangan memukuli anak mu begitu.." Ucap yang berusaha menenangi suaminya. Appa Changmin pergi dengan terburu.

"Mana Pedang ku, biar Ku tembas kepala mu sekarang"

"Omo… Yeobo! Neo michoseo?! Ini semua bisa di bicarakan baik-baik, tidak perlu menebas kepala anak mu" Ucap mulai naik darah. Mr. Shim menatap tajam Changmin, ia tidak jadi mengambil pedangnya.

"Kau..! Shim Changmin Pilih lah…! Mau mengugurkan Anak itu atau Kau akan ku hapus nama mu dari daftar keluarga!" Emosi Mr. Shim semakin menjadi-jadi. Semua menatap Shock pada Mr. Shim, kata-kata barusan sangat mengejutkan, Kyungsoo sudah menangis hebat..

"Yeoboo..! hiks hiks berhenti bersikap kekanakan" Mrs. Shim sudah mulai menangis, Sungjae –adik Changmin- mulai menenangkan Sang Eomma.

"Cepat Putuskan Shim Changmin!" untuk kesekian kalinya Changmin di bentak oleh Appa nya.

"Mian Appa.. Aku tak bisa mengugurkannya"

"Kau…! pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali, kau kira kau bisa hidup tampa ku eoh! Aku dengan susah payah membesarkan mu, sekarang kau menjadi seorang pembangkang eoh! Atau kau menjadi seperti ini karena namja itu eoh! Ne.. pasti karena dia kan? hei Namja murahan kemari kau biar aku hajar hingga kau tak bernafas lagi" Emosi Mr. Shim semakin menjadi-jadi, Kyungsoo semakin ketakutan dan menangis sesegukan.

"Aku akan pergi dari rumah ini, sesuai keinginan mu, tapi jangan pernah mengatakan Kyungsoo seorang namja murahan, Kau tak pernah tau apa-apa tentang dia Tuan Shim" Ucap Changmin dengan nada yang kasar dan tegas, ia merangkul Kyungsoo yang mulai bergetar untuk berlalu dari ruangan itu.

"Baguslah.. pergi kau sejauh mungkin! Dasar anak tak tau di untung!" Ucap Mr. Shim yang sudah di tahan oleh Sungjae. Mrs. Shim sudah menangis hebat..

"Hiks… anniyo… Changmin-ie… jangan pergi… aishhh yeobo berhenti mengusir anak mu… hiks Changmin-ie… khajima.. hiks hiks" Changmin tak menghiraukan Tangisan Eommanya itu, ia tetap pergi sambil mengandeng Kyungsoo pergi dari kediaman keluarga Shim.

"Hyung.. mianhae… jeongmal mianhae… hiks hiks…" Kyungsoo lagi-lagi menangis, Changmin memeluknya erat, sekarang mereka ada di taman kota, mengistirahatkan diri sebentar sebelum pergi ke kediaman Keluarga Kim.

"Nan.. Gwaenchana… uljima.."

"Mian sudah membuat mu bertengkar dengan keluarga mu, sebaiknya kita hentikan saja hyung, Soo tidak mau Hyung terluka lebih dari ini" Ucap Kyungsoo, air mata nya terus saja keluar..

"Anniyo… aku sudah berjuang, ini sudah setengah jalan, kau tega menyuruh ku berhenti dan kalah sebelum berperang? Itu akan membuat pengorbanan ku sia-sia Soo"

"Tapi…"

"Shttt…asal kau tetap di sisi ku, itu sudah lebih dari cukup, peluklah aku dan tetap di sampingku… arra?" Changmin memeluk Kyungsoo erat, begitu pula dengan Kyungsoo ia memeluk erat tubuh kekar Changmin.

"Kajja ke rumah mu.." Ajak Changmin, Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa ia setuju, mereka pun mulai menaiki motor Sport milik Changmin dan melesat menuju kediaman keluarga Kim.

Sesampainya di sana, mereka melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan di rumah Changmin, dan responnnya tak jauh berbeda, Kim Yong Hwa –Appa Kyungsoo- marah besar atas pengakuan ini. Pengakuan bahwa anak bungsu nya di hamili seseorang dan orang itu pergi entah kemana, namun amarah Mr. Kim sedikit meredam saat Changmin mengatakan bahwa ia ingin tanggung jawab. Ya memang Keluarga Kim –keluarga Kyungsoo- di kenal sebagai keluarga yang tenang , mereka bisa mengendalikan emiosi dengan baik.

Kim Min Hyuk –Eomma Kyungsoo- berusaha sekuat tenanga menenangi putra bungsu nya, Kyungsoo menangis dengan hebatnya, Ia takut oleh Appanya. memang jarang marah , jadi wajar saja jika Kyungsoo takut pada Appa nya.

Kim Soo Hyun –Kakak Kyungsoo- mengajak Changmin berbicara secara dewasa setelah Mr dan Mrs Kim masuk ke ruang peristirahatan mereka untuk menenangkan pikiran. Soo hyun berulang kali meyakinkan Changmin, apakah Changmin sanggup menjaga dan merawat Kyungsoo, kurang lebih begitu lah pertanyaan Soo Hyun. Setelah semua selesai Kyungsoo mulai mencerita kan tentang Changmin yang di usir dari rumahnya pada Mrs. Kim, dengan senang hati Changmin di beri tempat di rumah ini, namun ia menolak, 'lebih baik berada di rumah Kris' begitulah alasanya agar ia tak tinggal di sini, Changmin orang yang tak suka merepotkan orang lain, semuanya pun tak bisa memaksa Changmin. Mereka juga menentukan kapan Changmin dan Kyungsoo akan menikah.. mereka akan menikah setelah musim dingin berlangsung satu bulan atau tiga bulan lagi.

Keesokan hari nya Changmin menemani Kyungsoo ke rumah Tao, di sana Kyungsoo ingin memberi tahu masalahnya ini, kepada Luhan dan Kibum yang tidak tau menau tentang masalah ini. Kibum dan Luhan begitu terkejut mendengar cerita itu, Kibum menjadi naik darah akibat mendengar apa yang sudah Ahjussi tercinta nya itu perbuat.

"Lalu setelah ini, apa yang mau Kau lakukan Soo" Tanya Kibum dengan wajah seriusnya, sebagai ketua dari grup mereka, Kibum harus mencari jalan atas masalah kelompoknya.

"Soo juga tidak tau"

"Eumm bagaimana jika mencari baju bayi, itu akan menyenangkan" Ucap Luhan semangat, Luhan sangat suka berburu barang-barang yang imut, bukan kah baju bayi itu sangat lucu?..

"Ne.. benar.. kajja berburu baju bayi" Baekhyun menyetujui usul Luhan.

"Tapi… bukan kah kita tidak tau, bayi yang akan lahir ini namja atau yeoja" Ucap Tao mengingatkan.

"Itu hal yang mudah baby Tao, kita beli saja baju untuk unisex.. jadi tak perlu takut jika yang di beli tidak sesuai nantinya" Ucap Kyungsoo dengan senyuman yang sangat manis, ia senang teman-teman nya tak menjauhinya karena sudah membuatan kesalahan yang memalukan.

Mereka pun menjalankan misi mereka, berburu baju bayi, mereka memborong semua perlengkapan bayi, tak lupa membeli perlengkapan bayi, seperti perlengkapan mandi,perlengkapan makan, dan perlengkapan lainnya.

Hari-hari mereka berjalan dengan sangat menyenangkan , Tao dan yang lain sangat memerhatikan Kyungsoo, mereka akan marah jika Kyungsoo kelelahan, mereka memaksa Kyungsoo mengkonsumsi banyak multivitamin, memaksa Kyungsoo meminum susu tepat waktu dan memaksa Kyungsoo memakan banyak buah. Mereka semua ingin anak Kyungsoo lahir dengan sehat dan cerdas nantinya, serta memiliki kulit putih, bagaimana pun, Jongin itu orang yang berkulit gelap dan secara biologis Bayi akan memiliki fisik yang lebih cenderung ke Appanya.

Tak terasa dua bulan sudah berlalu, liburan musim dingin akan berakhir.. dan hari senin ini mereka akan kembali ke sekolah, menjalani semester pembelajaran baru. Itu artinya sekarang Tao dan yang lain sudah naik kelas, dan mereka –kecuali Kibum- masih saja di satu kelas yang sama.

Tubuh Kyungsoo sudah sedikit berisi, kandungannya kini tiga bulan menuju empat bulan, namun teman-teman di kelas mereka tak ada yang menyadari itu, saat berpas-pasan, mereka hanya berkata "Omo Soo-ie tambah chubby ya" atau "Soo-ie kau makin lucu ne, pipi mu itu sangat mengemaskan", dan kalian tahu? Ada satu hal yang mengemparkan sekolah saat mereka baru masuk sekolah. Ada seseorang yang menyebarkan gosip bahwa Kyungsoo akan segera menikah dengan Changmin, dan itu berhasil, membuat semuanya gempar.

Fans Kyungsoo berkabung dan Fans Changmin berusaha melakukan demo di kantor bagian kesiswaan. Apa-apaan itu?. Itu semua berawal pagi tadi setelah upacara, Changmin datang membawa minuman bervitamin tinggi untuk Kyungsoo yang sepertinya kelelahan karena berdiri terlalu lama saat upacara. Saat itu Changmin sangat perhatian pada Kyungsoo, ia membukakan minuman untuk Kyungsoo, memijat pelan bahu Kyungsoo dan beberapa kali mengelus lembut rambut Kyungsoo.

"Omo..apa-apaan Vol de min itu, berusaha mengoda Kyung-ie kita Eoh?" ucap salah satu fans Kyungsoo yang melihat tingkah Changmin.

"Mungkin dia mau memanfaatkan Kyung-ie , Dia itu kan bodoh, mungkin saja dengan mengoda Kyung-ie yang merupakan juara umum akan membuatnya terbantu"

"Cih, kejam sekali anak itu" Begitulah kira-kira perbincangan antar sesama Fans Kyungsoo, namun di sisi lain, Fans Changmin berpikir hal yang lain lagi.

"Eh.. kalian.. lihatlah itu, aishh mengelikan sekali, wajah yang bersemu merah eoh? Sudah ku katakan Si Kyungsoo itu selama ini sok polos dan sok suci, dia berpura-pura menjadi orang yang lemah karena dia takut di Bully, sekarang ia mengoda Changmin Oppa untuk menjadi pelindungnya, jadi dia tidak perlu berpura-pura suci lagi, lihat saja nanti, pasti dia akan menjadi sangat liar" Ucap seorang yeoja yang sudah bisa di pastikan Fans Changmin.

"Ia… dia begitu munafik, aku jadi semakin membenci grup uke yang sok pintar itu"

"Ne kalian benar.. Mereka bergaya Sok polos tapi sebenarnya memiliki kepribadian yang sangat mengerikan" Fans Changmin masih saja memburuk-burukan Kyungsoo dan teman-temannya, mereka tak menyadari sedari tadi Kris mendengarkan perbincangan mereka, Saat ini para guru sedang melakukan rapat dadakan, jadi pelajaran pertama di tiadakan, semua murid bebas melakukan apa pun asalkan jangan membuat keributan.

"Ehem…" Kris berdehem sebentar, ia berharap kumpulan Fans Changmin menyadari kehadirannya dan berhenti menjelek-jelekan Kyungsoo dan teman-temannya. Benar saja, seseorang menyadari keberadaan Kris dan suasana langsung menjadi hening, mereka menunduk dan merapat ke dinding, Kris berjalan dengan tenang, wajahnya datar, membuat Kumpulan fans Changmin merinding. Kris berhenti tepat di hadapan kumpulan itu.

"Bisakah kalian berhenti membicarakan orang lain, kalian mau eoh Changmin mengetahui sikap kalian di belakangnya, kalian kan tidak mengetahui apa-apa, jangan suka menarik kesimpulan sendiri" Kris berlalu, orang-orang tadi mulai melemas, mereka ketakutan setengah mati, biasanya Kris akan menghukum siapa pun yang kedapan membicarakan tetang Grup nya atau orang-orang yang berhubungan dengan nya. Tampaknya Kris sedang berbaik hati kali ini.

Bell peringatan berdering, itu berarti para guru telah selesai melakukan rapat , itu berarti semuanya harus kembali ke kelas mereka, Tao, Luhan dan Baekhyun masuk kekelas mereka, mereka baru kembali dari kantin, saat Changmin datang tadi mereka langsung pergi ke kantin, mereka tak ingin menganggu acara mesra-mesraan antar Changmin dan Kyungsoo.

Tao buru-buru mengambil tempat duduk Baekhyun, Changmin menduduki kursi Tao, jadi terpaksa Baekhyun berdiri sambil mengerucuti bibirnya.

"Baekki, jangan pout seperti itu, sini duduk dengan Ahjussi" Ucap Luhan mengoda Baekhyun dengan suara yang di buat-buat seperti seperti Ahjussi hidung belang.

"Ya..! aishh" Baekhyun geram, ia mendekati Luhan, menarik pipi Luhan kuat…

"Ahhh appo… ahhhh" Ucap Luhan, sambil memukuli tangan Baekhyun pelan, namun Baekhyun tak melepaskan tarik kan nya pada pipi Luhan.

"Rasakan.. dasar Ahjussi nakal.. masik mau mengoda eoh!" Ucap Baekhyun geram, ia makin gencar menarik pipi Baekhyun.

"Aishhh appo… huweee, lepas…" Luhan menolak pelan Baekhyun, tubuh Baekhyun oleng dan menubruk meja nya sendiri sehingga meja itu terjatuh, buku-buku Baekhyun berserakan di lantai, bahkan hingga berserakan di bawah meja Kyungsoo, Kyungsoo dan Changmin ikut memungguti , begitu pula dengan Luhan dan Tao..

"Akhhh appo" Ucap Baekhyun memeganggi Butt nya.

"Omo… mianhaeyo…." Ucap Luhan bersalah, ia membantu Baekhyun bangkit, lalu ia mengikuti Tao memungguti barang-barang Baekhyun yang berserakan.

"Eh igo… igeboya Baekki?" Tanya Tao setelah memungguti kumpulan kertas berwarna merah terus memandangi perdebatan antar uke itu. Baekhyun menelan ludahnya… habis sudah…

"To : Choi Tao, To: Xi Luhan, To:… ini undangan eoh? Tao cepat buka, apa isinya" Ucap Luhan yang sedari tadi membaca nama-nama yang ada di atas kertas tersebut. Baekhyun langsung menarik kertas-kertas tadi dari tangan Tao dan Luhan

"I-igo… igo bukan apa-apa, sungguh" Tao dan Luhan mulai mendekati Baekhyun, mereka tak percaya pada Baekhyun.

"Tao… serang…!" Ucap Luhan semangat .. Tao dan Luhan langsung menyerbu Baekhyun, seisi kelas menjadi ricuh, mereka menyemangati Luhan dan Tao, padahal tidak ada yang bertengkar tapi kenapa malah menyemangati eoh… aneh…

Changmin tersenyum singkat melihat kejadian itu, mereka sangat lucu baginya, ia pun melihat jam dinding di depan kelas, ia baru ingat, pelajaran selanjutnya adalah sejarah, itu berarti Boa songsaengnim yang terkenal killer itu akan memasuki kelasnya.. ia pun berbalik, hendak menatap Kyungsoo dan berpamitan namun ia diam… dia terkejut, melihat Kyungsoo yang sudah meneteskan air mata, Kyungsoo memegang Kertas merah muda, kertas yang sama dengan kertas yang tadi Baekhyun rebut dari Tao dan Luhan.. karena cemas Changmin merebut kertas itu dari Kyungsoo, Membaca sesuati di kertas itu.

"Kwon Yuri… Kim Jong-" Changmin terdiam… ini… ini adalah undangan pernikahan Jongin dan Yuri –mantan istri Jongin yang sebentar lagi menjadi istri Jongin-. Changmin langsung meremas Kertas itu, memeluk pujaan hatinya itu.

"Uljima… jebal uljima…" Changmin mengeratkan pelukannya, Kyungsoo menangis hebat pada pelukan Changmin. Baekhyun dan Luhan menghentikan aksi rebut-merebut kertas, Tao memandang Cemas pada kyungsoo. Tak hanya Tao, seisi pun ikut menatap Kyungsoo yang tiba-tiba menangis.

"Kalian… bisa kalian bilang pada songsaengnim bahwa Kyungsoo tidak enak badan? Aku akan membawanya ke UKS" Ucap Changmin pada Tao, Baekhyun dan Luhan. Changmin langsung merangkul Kyungsoo bergegas ke ruang kesehatan sekolah.

"Seonsaengnim datang…!" Seseorang berlari kedalam kelas dan berteriak, mendengar itu semua murid langsung berlomba-lomba duduk di tempat mereka, begitu pula dengan Tao, Baekhyun dan Luhan… mereka duduk dengan rasa cemas yang luar biasa, terutama Baekhyun, ia merasa sangat bersalah,seharusnya ia tak membawa undangan itu, undangan yang di antarkan Ahjussi nya kemarin sore.

Choi Seonsaengnim masuk ke dalam kelas, Seomsaengnim termuda di sekolah itu masuk dengan senyum cerah di wajahnya.

"Bagaimana kabar kalian setelah libur panjang eoh?" Tanya Choi Soo young –Seonsaengnim yang mengajarkan bahasa Inggris, sekaligus wali kelas mereka- .

"Not bad…!" Jawab serentak semua murid di ruangan itu..

"Good… baiklah, seonsaengnim ingin megatakan sesuatu pada kalian sekarang. Seonsaengnim rasa… ini adalah pertemuan terakhir kita…" keadaan di kelas menjadi ricuh, semua bertanya-tanya maksud dari perkataan Seonsaengnim yang sangat mereka sayangi itu. Seonsaengnim yang sangat baik dan sangat mengerti mereka, dulu saat berada di kelas satu, Choi Seonsaengnim juga menjadi wali kelas mereka, jadi mereka tau betul bagaimana kualitas mengajar Seonsaengnim yang satu itu, mereka merasa tidak rela jika harus berpisah begitu saja.

"Shhhttt… tenang lah… kalian tau kan, jika Seonsaengnim sedang mengandung sekarang, sepertinya Seonsaengnim tidak akan mengambil cuti melahirkan namun akan langsung mengundurkan diri, kalian tau… Seonsaengnim sangat-sangat menyayangi kalian, tapi… sebagai seorang istri, Seonsaengnim ingin focus kepada tugas-tugas sebagai istri.. kalian akan mengerti akan hal itu suatu saat nanti… ayolah jangan menangis, kalian tak ingin melihat Seonsaengnim bahagia eoh?" semua diam.. suasana haru masih kental di ruangan ini.

"Aishhh jebal.. uljima… kalian tau, wajah kalian sangat jelek jika menangis.. Kkkk~, sebagai gantinya Seonsaengnim membawakan teman baru untuk kalian, dia adalah murid pindahan dari jepang. .. masuklah" Seorang namja masuk ke dalam kelas, suasana kelas menjadi semakin ricuh, namja itu berjalan dengan anggun dan teratur, wajahnya sangat-sangatlah manis, tubuhnya sangat putih, dan ia tidak terlalu tinggi, semua Yeoja dan para Seme menatap antusias pada teman baru mereka..

"Silahkan memperkenalkan dirimu" Ucap Choi Seonsaengnim pada namja manis itu..

"Annyeong… Lee Jinki imnida, aku pindahan dari Tokyo, aku tak punya teman di korea, jadi mohon bantuannya, Bangapseumnida" Jinki –namja manis tadi- membungkukan badannya pada semua teman-temannya. Suasana kelas yang tadi sempat hening sekarang jadi ricuh kembali..

"Omo suaranya sangat lembut.."

"Hei, lihatlah dia sangat manis, suaranya juga sangat lembut, dia pasti seorang Uke"

"Uke yang menarik ne"

"Omo aku iri pada Jinki, dia sangat Yeppo"

Pujian demi pujian terlontar begitu saja, yang di puji hanya tersenyum dan merona.

"Hei… semuanya…jangan ribut…" Ucap Choi Seonsaengnim menenangkan .

" Eumm Tao… apa di belakang tempat duduk Kyungsoo kosong? Eh? Kyungsoo kemana?" Tanya Choi Seonsaengnim.

"Kyungsoo sedang tidak enak badan jadi dia permisi untuk istrahat Seonsaengnim.. Eumm Kursi itu Kosong Seonsaengnim" Ucap Tao menjelaskan.

"Eumm Arasseo, baiklah Jinki.. kau boleh duduk di sana" Ucap Choi Seonsaengnim. Jinki hanya membungkukan badannya dan mulai berjalan menuju kursinya.

"Baiklah… apa kalian merasa senang sekarang" Tanya Choi Seonsaengnim setelah Jinki duduk di tempatnya.

"Tidak… Kami mau Seonsaengnim tetap mengajar"

"Iya.. jika Seonsaengnim tak ada siapa yang akan menjadi wali kelas kami nanti"

"Seonsaengnim yang terbaik, jangan berhenti Seonsaengnim"

Komentar demi komentar terus di lontarkan oleh murid-murid.. berharap Choi Seonsaengnim tidak jadi mengundurkan diri, Choi Seonsaengnim sampai terharu mendengar itu.

"Aishhh tenanglah semuanya, kalian membuat Seonsaengnim sedih, kalian tau ada seseorang lagi yang akan Seonsaengnim perkenalkan pada kalian,dia akan mengantikam Seonsaengnim sebagai wali kelas kalian tunggu ne" Choi Seonsaengnim berjalan menuju pintu, membuka dan berbicara pada seseorang yang sudah menunggu di luar pintu, Seorang Pria masuk..

"Annyeong…" Melihat sosok yang masuk, semua menjadi riuh, bahkan lebih riuh dari pada tadi, saat masuk nya Jinki ke kelas…

To be continued….

Bagaimana cerita selanjutnya?

Siapa Namja yang masuk ke dalam kelas sehingga membuat semua terpukau?

Chap selanjutnya masih special Chap Kaisoo..

Apakah cerita ini akan berakir dengan Kaisoo atau Changsoo

Tetap ikuti cerita ini….

New Cast : Kwon Yuri As Kwon Yuri – Ex Wife of Kim Jong in

Aaron Yun As Aaron Wu – Kris older brother

Lee Soo Hyuk As Park Soo Hyuk – Chanyeol Older Brother

Park Hyung Jin A.k.a Eden As Eden Park (Park Hyung Jin) – Kris Cousin

Ahn Jae Hyun As Mr. Shim Jae Hyun – Changmin Father

Seo In Gook As Mrs. Shim In Gook – Changmin Mother

Yook Sung Jae As Shim Changmin – Changmin young brother

Jung Yong Hwa As Yong Hwa – Kyungsoo Father

Kang Min Hyuk As Mrs. Kim Min Hyuk – Kyungsoo Mother

Kim Soo Hyun As Kim Soo Hyun – Kyungsoo Older Brother

Sean Michael Afable As Mr. Sean Micheal Wu – Kris Father

Kevin Woo A.k.a Woo Seung hyun As Mrs. Kevin Wu

Lee Jin Ki A.k.a Onew As Lee Jin Ki – New Student

Cameo : Choi Soo Young (Snsd) As Choi Seonsaengnim.

Note: Mian Reader, mian beribu kali ne, Lagi-lagi telat Updated.. di Chap ini malah enggak panjang Ceritanya, mian ne, eummm Chap depan masih Kaisoo, ada yang penasaran tidak? Mungkin tidak ya #sedih di sudut ruangan# Oh iya, mian ne, jika cerita kali ini jelek.., karena author gak tega nyiksa Kyungsoo, Author juga sedang tidak sehat jadi tidak sanggup mengetik terlalu lama, mian #bow# , jika ada kesalahan-kesalahan lainnya juga mohon di maafkan ne.

Boleh minta review nya?