Hai semua! "Naruto of the Day" adalah fanfic aku yang pertama. Maaf kalo gaje, garing, aneh, typo atau apalah. Fic ini berchapter. Tapi untuk chapter selanjutnya belum terencanakan dgn baik xD soalnya kan…aku newbie *pasang tampang melas* Jadi sekali lagi, sorry, dan.. enjoy the story! Ingat: Naruto milik Masashi, ok?

Di sebuah desa asri, indah, tertib, dan rapi, bernama KoNoah.. maaf, Konoha… Hiduplah seorang laki-laki berambut kuning bernama Naruto. Perlu diketahui, Naruto adalah seorang laki-laki berambut kuning yang hidup di Konoha. Konoha adalah desa yang asri, indah, tertib dan rapi dan di situ hidup seorang laki-laki beram—

Author: AAW! Ngapain lo timpuk gue pake batu?

Naruto: Karena lo narasinya muter muter!

Author: ya suka suka gue emang kena—

Naruto: RASENGAN!

-piiiiiipp- -sinyal tv rusak sementara—

Back to story *sinyal tipi dah bagus* Naruto sedang menuju Ichiraku Ramen, penjualnya adalah seorang kakek kakek *Teuchi ngamuk ke author* dengan anaknya yang terampil memasak Ramen.

"Konnichiwa, Teuchi-san," sapa Naruto.

"Kau pasti mau pesan Ramen," ujar Teuchi.

"Bukan, mau pesan mie sedaap cup, yang ada bal bal nya, sampe pengen gue pacarin!" seru Naruto. *promosi?*

"Ohh.. ada, ada.. ini diaa.." kata Teuchi.

"Woii.. itu cuman becanda gausah diturutin" teriak author

"Ohh, iya, maaf Naruto, ga ada," kata Teuchi.

"A-apa katamu?!" teriak Naruto *loh kok?-,-*

"ZzzzZzz.. nggGggroookk.."

"Suara apa itu?!" Teuchi dan Naruto menoleh seketika.

Seorang gadis berbaju ungu berambut panjang tampak mendengkur di pojok kedai.

"I-itu.. bukannya.." kata Naruto. "Hinata?"

Ya, itu Hinata. Ia sedang bermimpi…

-Mimpi Hinata-

Di Ichiraku Ramen..

"N-Naruto-kun.. apa ini benar-benar kencan ditengah malam?" tanya Hinata dengan mata sayu. Paman Teuchi saja langsung tidur setelah melayani kita, pikirnya. *emang Teuchi rumahnya di kedai?*

"Tentu saja, sekarang cepat makan Ramennya!" perintah Naruto kasar.

"T-tapi aku ngantuk.."

"Sudah, ayo cepat makan!"

Tetapi Hinata sudah keburu tidur.

Muka Naruto merah karna marah, tampak urat di kepalanya satu persatu putus *author di timpuk kodok (?)* dan dengan marahnya ia mengambil panci berisi air mendidih didapur Ichiraku, *NB: tanpa sepengetahuan Teuchi karena dah tidur* kemudian NARUTO MENYIRAM HINATA DENGAN AIR PANAS ITU! *sound effect: BUSHH*

-Mimpi Hinata selesai-

"AAAAAAAAA!" teriak Hinata, suaranya membuat unta di arab aja ampe bangun (?)

"A-ada apa Hinata?" seru Naruto sambil mengelus punggung Hinata.

Author: heh, pelecehan!

Naruto: Oh iya.. lo kan jomblo jablay, pasti pengen digituin juga jd lo iri? Hah?

Author: *nangis dipojokan*

"N-Na..Naruto-kun?!" teriak Hinata dengan wajah merah.

"T-tenang dulu dong.. aku kan cuma—"

Hinata mengambil Ramen Naruto yg masih panas *entahlah dari mana* kemudian..

BUSHH!

Hinata kabur karena akan segera mendengar teriakan Naruto: "AAAAAAAAKKK!"

Teuchi hanya geleng-geleng kepala dengan sedih setelah mendapati kedainya terbawa angin hanya karena teriakan naruto yang maha dahsyat itu. Bukan hanya kedainya, tapi terdengar teriakan perempuan juga yang artinya anaknya juga ikut terbawa angin.

"Maafkan aku Teuchi-san.." sesal Naruto. Teuchi bergidik ngeri melihat wajah Naruto memerah karna melepuh.

"Ada apa ini?" suara seorang perempuan khas terdengar. "Kenapa kau Naruto?" tanyanya.

"Sa..Sakura-chan.." Naruto segera berbalik ke Sakura *diiringi musik drum* kemudian TADAA!

"AAAAAAK!" Sakura menonjok Naruto hingga terpental melintasi garis khatulistiwa.. disitu ia sempat melihat 'Zamrud Khatulistiwa' *tau kan siapa?* mengibaskan rambutnya sehingga planet-planet bertabrakan (?)

Naruto dengan pasrah mendarat di India. Ia pun melihat Syah Rukh Khan.

"Acha acha.. kau ini siapa taiyeuh..?" sapanya. Perlu diketahui ternyata Syah Rukh Khan adalah keturunan Madura.

"Watashi wa Uzumaki Naruto desu," kata Naruto. "Gue bukan disini tempatnya, ini India ya? Woi author tolongin gue"

*kemudian author yang baik hati ini nan imut menarik naruto hingga ia berada di 'dunianya' kembali*

Author: *baca jampi-jampi* HIYAAH! Kembali kau ke duniamu! Jangan ganggu kami, karna kami gak mengganggumu

Naruto: Lu kata gue hantu-,- Eh?! *tiba tiba ilang tersapu angin*

Author: *senyum puas*

"Hah..hah.. akhirnya aku ada di Kono—" ucapan Naruto terputus. "Gua apa ini?"

"Kono.. apa?" tanya manusia hiu.

"Ahh, ini kan si Kyuubi dari Konoha itu," jawab seorang bermata sharingan.

"Aku tahu dia, dia dan kakashi br*ngs*k itu membuatku kehilangan lenganku, dia harus membayarnya, un!" sahut seorang blonde berponi panjang.

"Dia kelihatan lezat." Tambah manusia yang 'ditumbuhi' tumbuhan sejenis Venus *author ditelan zetsu*

"Dia orang yang baik, seperti aku, ya kan Senpai?" kata manusia bertopeng oranye seperti kulit labu *bener kan?-,-*

"Semuanya, dia adalah orang yang kita cari, ayo serang dia…!" titah seorang pria tindikan berambut oranye

"Jangan, Leader," cegah seorang perempuan berambut biru.

"Aku saja yang menyerangnya dan kujadikan Hitokugutsu-ku," sahut sebuah 'boneka berjalan' berambut merah.

"A-ada apa ini? Dan siapa wanita cantik itu?" tanya Naruto polos, menunjuk si blonde.

"AKU INI LAKI-LAKI, UN!" teriakannya sama keras dengan teriakan Hinata, tapi masih kalah sih.. *Hinata batuk*

"Masa? Tapi rambutmu panjang seperti Hinata," ujar Naruto. *hinata bersin*

"Y-yah.. itu suka-suka, yang p-penting aku laki-laki, mengerti?! Dan siapa itu Hinata, un?" tanya si blonde *hinata keselek batu*

"Hinata itu temanku, ia itu pemalu, namun kalau teriak aku baru tahu bisa sampe kedengeran ke arab," jelas naruto. *hinata kegigit anjing*

"Aneh, un," gumam si blonde.

"Sebagai seorang wanita, kenapa suaramu berat?" tanya Naruto. Si blonde hanya melakukan facepalm (baca: mengusap muka)

"Oi, apa Hinata cantikkkk?" sahut seseorang berambut putih yang memakai kalung segitiga terbalik didalam lingkaran (baca: Jashin), membuat si pria tindikan berpikiran bokep senyum-senyum sendiri.

"Menurutku … iya," jawab Naruto malu-malu. *hinata ketiban beton*

Hinata: A..AUTHOOOORRR! gara-gara lu gue sial!

Author: *sembunyi didalam ransel Dora (?)*

Dora: Peta, apa yang akan kita lalui?

Peta: Jembatan pelangi..

Hinata: Heh, berikan tasmu!

Dora: Pencuri.. pencuri pergilah jangan kembali!

Hinata: *kesal* Hakkeshou Kaiten!

Dora: *mati* *produser Dora bangkrut* *author digebukin*

*Maaf, tadi sempat nyasar 'dunia', ayo Back to the Story …*

"Kalau ia kaya, kenalkan padaku," tanggap manusia berkerudung dan bercadar *islami bangeeeet, mualaf kali?*

"heh, penjahit, diam, jahitin baju gue sana, un," ejek blonde.

"kau ini.. sudah berkerudung, bercadar, suka uang, bener-bener mirip penjahit," tambah manusia hiu. "hei, naruto, kalau mau minta tolong dijahitin, minta aja ke dia."

"Oke sip," tanggap Naruto, "Oh iya, soal kaya, menurut gueeee…. Dia kaya dihati gueeeee githu lhoooh" *lebay expert*

"Siniin hati lo! Banyak uangnya kan! Buat gue sini!" teriak si 'penjahit cadaran' ganas *author mulutnya dijahit*

Naruto bergidik ngeri, "A-ampun.. Mbak.. eh maksud gue Bang.."

Sayangnya si 'penjahit' sudah dirasuki oleh iblis uang. Iblis uang pun menari nari bahagia dalam pikiran si 'penjahit'. Kemudian si penjahit mengeluarkan jarum dan benangnya *ala penjahit lah, namanya juga penjahit*

"T-tolong .. tuhan.." gumam Naruto.

"Tuhan, katamu?" sahut si rambut putih. "Kau menyembah Jashin? Sama sepertiku?!"

Karena merasa akan diselamatkan, Naruto mengangguk ragu.

"Teman-teman, Leader, anak ini menyembah Jashin sepertiku. Kalau begitu, jangan sakiti dia," si rambut putih merentangkan kedua tangannya di depan naruto.

"Ada apa?! Hanya sesama jashin, kau melindunginya? Dia itu Kyuubi, un!" teriak si blonde. "Dan ia menghina genderku!"

Krik krik krik.

"Ma..maksudku… yahh.. emm..err.." si blonde tergagap.

"Hei, kalian semua Akatsuki ya?" seru Naruto.

Krik krik krik.

Author: Lo ke mana aje? Sekarang baru connect!

Naruto: Ya.. pulsa modem gue baru diisi

Author: Ya maksudnya lo ga baca skenario? Masa akatsuki lupa!

Naruto: Supaya lucu, author, kalo gak lucu gue ga dibayar

Author: *banting leptop*

*Oke, daripada nama julukan, sekarang nama asli, ok?*

"Iya, sori, aku baru nyadar kalian akatsuki, pantes aja dari tadi nyebut nyebut kyubi kyubiii mulu," terang Naruto.

"Anak yang baik," puji Tobi.

"Yahh, dia anak yang baik," kata Itachi.

"Itachi?!" seru semua anggota.

"Apa?" Itachi tengah duduk sambil melihat Blackberry-nya.

"Lagi BBM-an, aduuh," Kisame menepuk dahinya. "Sekarang, enaknya kita apain tuh si anak rubah?"

"Makanan." Zetsu menelan ludah.

"Bom, un!" Dediara bersiap.

"Hitokugutsu." Sasori mengambil bonekanya.

"Baju baru." Kakuzu siapin benang jahit *biasa, profesi*

"Percuma, dia seorang Jashin dan tak bisa mati seperti Hidan," seru Pein. "Jadikan origami lebih menarik," tawarnya. Semua anggota melihat Konan.

"Baiklah, warna apa?" tanyanya.

"Biru"

"Hijau"

"Merah"

"Putih"

"WOI LIHAT SKENARIO!" teriak author.

"OKEE!" semuanya menyalakan sebuah radio.

"ITU STEREO! SKE-NA-RI-O!"

Sementara kami berdebat hebat Naruto tengah diseret Hidan menuju ke tengah hutan. Naruto meringis karena celananya robek-robek akibat tergores ranting dsb.

"Aku tahu kau bukan Jashin asli, hehehe," bisik Hidan. "Dan kau akan mengikuti ritualku." Bagaimana nanti nasib Naruto?

Selesai juga nih, fanfic nya aneh dan pendek ya? Yah, menurutku sih gitu, maklum newbie disini. Tapi jangan lupa Review and Comment, oke?! ending chapter ini bikin penasaran gak sih? kalo enggak juga, gak ada salahnya baca chapter selanjutnya xD *maksa!* Update nya gak janji ya, soalnya sibuk *ngomongnya kayak dah tenar ajaa* See u next chap!