A/N: Hello, author di sini! eh pake pen name aja yah? Misalnya Yama-chan, Yama-senpai, Yama-san atau Yama-sama juga gak papa xD *ngarep* tapi jangan Yama-kun, aku kan cewek *puppy eyes no jutsu* Hei minna-san, ini adalah chapter terakhir.. aduh.. awalnya masih bingung ending nya gimana yee? Karena author jenius *di dorong ke jurang sama readers* ini tiba-tiba punya ide berdasarkan pengalaman yang di alami dan dilihat mata sendiri.. *kalimatnya ribet banget* jadi udah tau deh..*nutup Diary* Aduh bacot + curhat ya? Langsung deh kalo gitu~~

WARNING:

Abal, OOC (maybe), aneh, garing+krispy, don't like don't read, jika dibaca berkali2 akan mengakibatkan enteng jodoh (?), serangan jantung, gagal janin (?) DWWL! (dan Warning2 lainnya)

DISCLAIMER:

Author: "Masashi Kishimoto-sama, minjem Naruto yaa, gak bakal di balikin kok"

Naruto: "Ayaaah…!" *diseret author*

Masashi: *deathglare ke author*

*author kabur*

Genre:

Humor, Friendship

Main Character:

Naruto, Hinata, Sakura (lebih menonjol ke Naruto)

Udah, Gitu Aja Sih.

Last Chapter:

Naruto di selamatkan dari Hidan oleh Hinata, kemudian Sakura datang. Mereka berusaha keluar dari hutan, tiba-tiba bertemu Ayame (anak Teuchi) dan author yang nyasar. Saat beristirahat.. mereka mendengar seseorang memanggil Naruto. Jika mereka sudah lengkap… lalu siapa lagi itu?

.

.

.

Senyum dulu sebelum baca xD

.

.

"Narutooohh…" suara itu kembali terdengar, membuat semua bulu yang ada di badan berdiri dan merinding. Kecuali author tentunya, karena ia sudah tahu itu siapa.

Author: "Gak betah gue lama-lama di sini.. gue pergi ke 'dunia' gue lagi ya.. dadah.." *melayang ke langit, bersinar terang lalu menghilang*

Naruto: "Suara siapa tadi yah?"

Hinata: "Gak tau.."

Sakura: "Iya abaikan saja.."

Kemudia author menyadari.. ternyata selama ia ada bersama mereka, keberadaannya tidak di anggap.. hanya di acuhkan.. betapa tidak tau dirinya mereka? AKUlah yang menciptakan mereka *digampar Masashi* AW! Belom selesai! Di fanfic ini doang! Tapi.. mereka tak berterima kasih kepadaku… aku… hanya melihat mereka dari sini. Ya, dari duniaku.. mereka seakan melupakanku, melupakan obrolanku dengan mereka sedetik yang lalu…

AH! LUPAKAN! Kita lanjut ke 'dunia fanfic' inii~

"Keluar dan tunjukkan dirimu!" seru Naruto kepada si pemilik suara.

Srek srek.. suara pergerakan dari sebuah semak-semak.

Naruto, Hinata dan Sakura merapat. Mereka duduk untuk memusyawarahkan siapa pemilik suara terseb—euhh..'rapat' di sini bukan rapat bermusyawarah, tetapi mendekat satu sama lain.

"Aku akan mempersiapkan kurenai," bisik Naruto kepada dua gadis itu.

"KUNAI!"

"Oh iya. Hinata, kau akan mempersiapkan bim, dan Sakura-chan, kau mempersiapkan panda, oke?!"

"B-BOM!"

"Panda?" Sakura tampak bingung. Untuk apa aku mempersiapkan seekor panda, selain merepotkan kan gak lucu di kasih baik-baik ke musuh terus bilang "Jaga panda ini dan pulang lah, jangan ganggu kami" batin Sakura.

"itu lhoooh Sakura-chan.. yang panjang terus tajam, bisa buat menikam orang," jelas Naruto.

"GRR… ITU PEDANG! BEDA AMAT SAMA KATA PANDA!" teriak Sakura, melempar batu ke Naruto dan Naruto menghindar. Wushh… batu tersebut melayang ke sebuah semak-semak…

"AWW!" teriak seseorang.

"Hiiiiy," semuanya bergidik. Suara itu tidak menyeramkan lagi, dan tampaknya familiar di telinga Naruto dan Sakura.

"K-keluar dari persembunyianmu!" seru Naruto berani.

"Aduuh…" orang itu melompat keluar dengan tatapan dinginnya, membuat ketiga.. maksudnya empat dengan Ayame, menjerit kaget.

"P-POKEMON?!"

Krik krik krik.

"Maksudnya… DORAEMON!?"

Krik krik krik.

"Maksudnya…"

"Hei aku ingat!" seru Naruto. "Ia personil Girls Generation yang baru!"

Krik krik krik.

"Apa.. kalian tidak ingat aku.." lirihnya dramatis. Ia menatap langit malam bertaburan bintang, dengan sinar bulan yang sembunyi di balik awan.

"Aku sih tidak tahu," kata Ayame. Tentu saja tidak, ia hanya bekerja seharian bersama ayahnya di Ichiraku Ramen dan tidak terlalu mengenal guru-guru shinobi.

"Apa kau Yamaha-taichou?" tanya Hinata lembut.

"Yamato, Hinata-chann…" sahut Naruto.

"Ohh iya.."

"Yapp.. aku Yamato, bakayaro," lirih Yamato–pemilik suara misterius itu.

"Kenapa kau di sini?" tanya semuanya bersamaan.

"Jadi…"

.

.

-Flashback on- (Yamato POV)

Di kantor Godaime Hokage.

"Yamato, kau harus mengawasi Naruto tanpa ketahuan olehnya.."

"Haik, Tsunade-sama. Tapi kenapa?"

"Ano.. tadi ada penuturan langsung dari Teuchi-san, penjual Ichiraku Ramen tentang insiden yang terjadi di kedainya. Singkat cerita, karena insiden itu wajah Naruto merah mengerikan dan saat bertemu Sakura, ia dipukul hingga keluar desa."

"*sweatdrop* Kekuatannya… umm.. benar-benar kau..maksudku.."

"AHAHAHA! Tentu saja! Kan muridku!"

"Ngg.. aku tak maksud memuji.."

"Biarkan saja! Menurutku itu pujian. Sekarang, cepat susul Naruto. Teuchi menuturkan arah ia 'melayang' adalah ke Timur, ada kabar burung *twitter dong xD* kalau di daerah itu ada markas Akatsuki!"

"Wahh! Gawat! Kalau begitu saya pamit dulu, Tsunade-sama," aku membungkukkan badan kemudian menghilang.

Sebagai ANBU, aku masih harus tetap menjalankan misi walaupun menjaga Tim 7. Selain itu, aku juga harus menjaga Jinchuuriki Kyuubi si Naruto dari Akatsuki. Banyak pekerjaan memang, tapi jika tidak… gajiku sedikit. *woooi*

Aku berlari ke arah Timur desa Konoha. Terperangah, ternyata di situ hampir semuanya hutan. Kemudian aku menyusuri jalan setapak dan memasuki hutan. Di sini lah petualanganku di mulai. Tetap nonton di Gembel TV tiap jam 4 sore, Yamato The Explorer, di sponsori Yamaha. Oh ya, saat berlari, aku selalu menjatuhkan kunai karatan *gak modal banget xD* agar bisa menjadi petunjuk jalan untuk pulang.

Kemudian aku melihat author, Hinata dan Sakura. Sedang apa mereka, apa mereka juga mengetahui 'flight' Naruto? Apa mereka juga mencari tempat 'landing'nya? Entahlah kuabaikan saja. Tapi aku sempat mendengar kata-kata author yang merupakan sebuah clue untukku. Tapi ada juga teori anehnya, yang itu kuabaikan saja.

Setelah berlari lama, akhirnya aku melihat seseorang seperti.. Naruto yang di seret pria berambut putih, jika itu memang Naruto, kupikir lawanku akan gampang karena hanya seorang kakek kakek *Hidan ngamuk ke author* *loh kok ke author? Kan yang bilang Yamato* *tapi author yang bikin yah* *lupakan*

Aku terkejut kulitnya masih tampak halus, tak ada kerutan dan kuat menyeret anak itu, berarti ia bukan kakek kakek *bukan itu masalahnyaaa* dan yang lebih mengejutkan, ia memakai jubah dengan corak.. corak apa itu, karena tidak jelas aku memakai kacamata minusku -?-, lalu kusimpulkan ia adalah member Akatsuki, Hidan.

Aku pandai menguntit, maksudnya mengintip, maksudnya stalking, maksudnya memata-matai, tapi sayangnya dengan keahlian spesialku itu kenapa Kakashi-senpai adalah seniorku? Yahh aku tidak mempermasalahkannya, sekarang aku harus focus memata-matai Hidan.

Aku menyamar dengan 'mengkamuflasekan' badanku dengan warna objek di sekitarku. Taulah nama jutsunya apa aku sendiri lupa. Aku juga bisa menembusnya. Nama jutsunya juga lupa. -,-

"Kau akan mengikuti ritualku."

"Hah! Tidak! Tolong! Siapapun!"

Dua percakapan itu sukses membuat telingaku geregetan. Aku harus mencari kesempatan untuk menyerang.

Sayangnya kesempatan itu sudah terbayar dengan kedatangan Sakura 10 menit berikutnya. Ada yang aneh dari 'Sakura' yang itu. Kurasa readers yang sudah baca chapter 2 udah tahu apa yang terjadi, gak usah dijelasin yah. Yang belum tau, silahkan baca chap 2 dulu. Hush. -_-v

Jadi sepanjang pertempuran aneh itu aku terus berkamuflase.. tapi malangnya nasibku, kalian tahu kan sesi Naruto saat panic? Yaitu "Muter-Tabrak no jutsu", ia muter-muter membabi buta kayak kucing mau dimandiin, lari ke mana aja deh yang penting gak kena air, parahnya ia juga menabrak banyak pohon hingga tumbang. Hidan juga ditabrak. Aku sempat puas karna Hidan bernasib malang, sayangnya aku juga! Naruto menabrak sebatang pohon tempat aku berkamuflase, dan BRUGG! AW! Kepalaku!

Aku berteriak keras, setelah itu jatuh terduduk. Aku bersembunyi di balik sebatang pohon yang lain, lalu aku sadar. Aku teriak! Aku juga sempat jatuh! Wah malunya jika ada diantara mereka menyadarinya. Syukurlah! Keberadaanku tidak disadari.

Jadi setelah kejadian itu.. aku bisa mati kebosanan. Aku hanya mengikuti rombongan dadakan itu sampai hari sudah gelap, ahhh aku tidak tahan lagi saat mereka asyik menyantap Ramen. Perutku keroncongan.. ada cacing-cacing di perut, curi semua nutrisi.. tapi aku tak takut.. pake counterpain, ehh combantrin atau apalah namanya. Lalu aku sadar, disini tidak ada apotik!

Rombongan itu bergerak lagi, malah sepertinya makin ke tengah hutan. ARGH aku bosannn, aku menendang sebatang pohon dan hasilnya kakiku memar. Aku loncat-loncat kesakitan sambil memegangi kakiku, lalu ambruk ke semak-semak. Tanpa sadar aku meringis dingin, "Narutoooh…."

.

.

-Flashback off- (Normal POV)

"Oh, begitu," semua manggut-manggut mengerti.

"Sekarang, katamu kita seperti mau ke tengah hutan, nah tunjukkan jalan yang benar!" tuntut Sakura.

"Ya, kami ke jalan sesat," ujar Hinata.

"Kami mohon ampun ke Kami-sama," ucap Naruto.

"Kami mau bertobat, Yamato-san," timbrung Ayame.

Semua melakukan puppy eyes no jutsu. Yamato mengangguk.

"Baiklah, kita ikuti petunjuk jalanku dari awal," jelas Yamato. "Ikuti saja kunai-kunai karatan ini." lanjutnya.

"HAIK TAICHOU!"

-SKIP TIME-

Mereka sudah sampai di rumah masing-masing. UDAH, GITU AJA SIH.

.

.

OWARI^^

A/N: Wuahh akhirnya naruto of the day selesai! Tapi jadi gak humor-humor banget soalnya geregatan pengen cepet selesai.. Yama-chan ada rencana fanfic pairing lagi nihh.. kayaknya NaruHina jadi gak fokus banget ngerjain fic ini… gomennasai minna-san kurang memuaskan seperti chap 1.. aku hanya manusia biasa u,u yosh.. ada yang ga keberatan..

Read&Review? ;D