don't like don't read

fic pertama dan dijamin gaje

sumary : pernikahan muda terjadi pada naruto dan sakura, bagaimana kehidupan mereka setelahnya

"Hey pirang, bantu aku membawa barang barang ini." Omel Sakura setelah keluar dari mobil.

"Bawa aja sendiri aku malas." Ucap Naruto santai, lalu berjalan ke dalam rumah dengan santainya.

"Dasar baka." umpat Sakura lalu membawa dua koper yang berisi barang barang dia dan Naruto ke dalam rumah mereka yang baru.

Sesampainya Sakura di kamar, Naruto dengan enaknya tidur tiduran santai di atas kasur sedangkan dia harus membawa dua koper menuju kamarnya yang di lantai dua.

'Rubah sialan memang'a aku pembantu mu.' batin Sakura, padahal Sakura bisa saja berteriak pada Naruto, tapi karna terlalu lelah jadi dia urungkan.

"Pindah ke kamar mu sana, aku capek mau tidur!" usir Sakura.

"Haahhh... apaaa, aku tidak denger tuh." Ucap Naruto.

"Jangan pura pura tuli deh, udah sana, pengen tidur nih." Sakura pun berusaha sekuat tenaga buat menggeser pertahanan Naruto.

"Aduh... berisik deh, emang kau tidak mengecek ruangan di rumah ini hahh." Omel Naruto.

Sakura berhenti menarik Naruto dan wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang takut.

"Memangnya kenapa? Ada hantunya ya?"

Naruto menyeringai kecil.

"Katanya ibu sih ada, kau hati-hati saja yah!"

"BAKA, jangan nakut nakutin dong." Triak Sakura sambil memukul tubuh Naruto bertubi tubi dengan guling.

"Iyaa.. iyaa... tidak ada hantu, kau ini wanita atau monster sih." Ucap Naruto sambil berusaha menghintar dari hantaman guling maut Sakura.

"Uhhh, kau ini, sudah menkuti ku ngatain lagi, rasakan ini rubah jelek."

Sakura mengambil ancang-ancang dan penganiayaanpun di mulai.

xxxxxxxxxxxx

Setelah setengah jam lamanya Sakura menganiaya Naruto akhirnya selesai juga. Terlihat Sakura yang masih berusaha mengatur nafas lalu menyeka keringatnya. Dan Naruto dengan keadaan yang tak jauh beda dari Sakura.

"Pindah sana?" ucap Sakura membuka pembicaraan.

"Di rumah ini hanya ada satu kamar, kalau mau kau tidur di sofa sana!" suruh Naruto seenaknya.

"Masa cuman satu kamar sih, ih nyebelin" ucap Sakura.

"Lagipula kita kan sudah menikah, apa perlu kita melakukan malam pertama sekarang." Ucap Naruto mencoba menjahili Sakura.

"Shut up!" omel Sakura dengan muka yang memerah.

Tanpa banyak bicara Sakura tidur di ranjang yang sama dengan Naruto. Tepatnya di samping Naruto dengan menutupi seluruh wajahnya yang memerah akibat perkataan Naruto tadi dengan selimut.

xxxxxxxxxxxx

"Ngghh... jam beraa sekarang." Sakura meraba raba meja di sampingnya, berusaha mengambil jam weker yang ada di atas meja di sampingnya. Setelah mengambilnya, melihat jam itu dengan serius (walau nyawa belum terkumpul).

"Baru jam 7 lewat 30 menit."

Sakura kembali meletakkan jam dan kembali tidur.

1 detik...

2 detik...

5 menit...

"Tunggu dulu, jam 7 lewat 30 menit." Gumam sakura.

"hmmm..." sepertinya Sakura masih berfikir.

"GAWAT! " triak Sakura.

Spontan Naruto terbangun.

"Ada apa sih, teriak pagi pagi." Omel Naruto.

"Kita telat bodoh." Ucap sakura.

"Haaahhh..." terlihat Naruto masih mencerna omongan Sakura.

Saat Sakura akan beranjak akan ke kamar mandi, dan tiba tiba naruto mendahului Sakura.

"Sial." umpat Sakura.

5 menit kemudian

'cklek' saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Sakura dengan sigap masuk kedalam kamar mandi. Bahkan saking buru burunya dia menabrak Naruto, sampai sang korban jatuh terguling guling (hahah lebay).

"Rubah sialan, kenapa shamponya di habiskan haaah.." triak sakura dari kamar mandi.

"Aku buang, biar mandinya gak kelamaan hahah..." ucap Naruto dengan tawa jahilnya.

xxxxxxxxxxxx

Sesampainya di depan gerbang sakura menurun kan kaca mobilnya dan memandang miris pada pintu gerbang yang sudah di tutup.

"Pak kakuzu jangan di tutup dong!" mohon Sakura.

"wah kalian sudah telat 10 menit." Ucap Kakuzu sang satpam sekolah.

"Ayolah Pak, buka gerbangnya." mohon Sakura dengan puppy eyes andalannya.

Sementara Naruto yang duduk di samping Sakura terlihat sedang merogoh dompetnya dari dalam sakunya lalu mengambil uang satu lembar seratus ribu (maaf yah, gak tau mata uang yen).

"Nih pak, sekarang buka pintunya!" Naruto memberi selembar uang seratus ribu pada Kakuzu.

Tanpa kata kata lagi Pak Kakuzu membuka pintu gerbang. Mobil Naruto pun melesat masuk kedalam sekolah.

"huhh.. selamat." Sakura menghela nafas lega.

Sesampainya di parkiran Sakura dengan cepat keluar dari mobil dan berlari menuju kelas.

xxxxxxxxxxx

"Cie pengantin baru telat... hahaha." ejek Ino saat Sakura baru duduk di kursinya.

"Pasti kecapean deh abis malem pertama" Karin ikut nimbrung mengejek Sakura.

"Kalian bisanya mengejek orang saja." omel Sakura.

"Yah sekali sekali mengejek pengantin baru." Ucap Ino sambil menyenggol Karin.

"Hu um." Karin mengangguk membenarkan jawaban Ino.

Sedangkan Sakura hanya cemberut mendengar jawaban sahabat sahabatnya.

"Nanti pulang bareng gak?" tanya Ino.

"Gak, aku pulang dengan Naruto saja, kan enak naik mobil gak perlu desak desakan naik bus." Ucap Sakura mantab.

"Iya deh yang udah sama suami tercinta." Ledek Karin.

"Shut up Karin!" omel Sakura.

xxxxxxxxxxx

Bel pulang KHS sudah berbunyi memberi tanda pada para sensei untuk berhenti mengajar dan para murid untuk bersiap pulang ke rumah.

"Aku duluan teman teman."

Sakura buru buru keluar dari kelas tanpa menunggu jawaban Karin dan Ino karna sekarang Sakura tau sifat Naruto, jika lama membuatnya menunggu maka tidak segan segan Naruto meninggalkannya.

Sesampai di parkiran, Sakura menyenderkan badannya di mobil Naruto. Tak beberapa lama muncul Naruto dari kejauhan tetapi bersama Shion sang primadona sekolah.

"Sedang apa kau disini?" ucap Naruto yang sudah ada di hadapan Sakura dengan Shion.

'what the hell!' batin Sakura kesal.

"Aku ingin pulang bareng, memangnya salah?" ucap Sakura mencoba menahan kesabaran.

"So." Ucap Naruto singkat, padat dan menyakitkan.

'Huft... sabar sakura, kesabaran mu sedang di uji oleh si rubah.'batin Sakura berusaha menenangkan dirinya.

"Kan tadi kita berangkat bareng, jadi kita pulang bareng dong." Ucap Sakura berusaha berbicara sehalus mungkin agar bisa pulang bareng naik mobil pribadi milik Naruto (kasian).

"Teori macam apa itu." Jawab Naruto sengit.

"Itu teori ku sih. Sudahlah sampai rumah saja! Apa salahnya." Pinta Sakura.

"Naru kita tidak pulang dengan si pink ini kan?" tanya Shion manja.

"Tenang Shion, dia akan ku urus."

Ucap Naruto lalu mencium dahi Shion dan itu membuat Sakura hampir muntah, untung saja Sakura bisa mengendalikannya.

'ih sok manis lu rubah.' batin Sakura.

"Tenang aja aku gak akan ganggu kalian pacaran kok." Mohon Sakura.

"Kau pikir dengan tawaran seperi itu aku tertarik untuk pulang bersama mu nona pink." Ucap Naruto.

"Ayolah aku kan tidak tau jalan pulang dan aku tidak punya uang." Mohon Sakura dengan puppy eyes andalannya.

Naruto mengambil dompetnya dan mengambil uang dua ratus ribu lalu menyodorkannya ke hadapan Sakura.

"Kalo mau minta uang bilang aja." Ucap Naruto.

"Apa apaan ini, aku kan cuman mau pulang bareng aja, pelit banget sih! Lagian aku juga gak butuh duit mu."

Setelah puas memaki maki Naruto, Sakura menjauh dari Naruto dan Shion.

"Dasar gadis munafik." Ucap Shion.

"Sudah jangan di pikirkan kita masuk ke mobil saja." Ucap Naruto.

xxxxxxxxxxxx

"Naruto bodoh, rubah jelek, pelit, mending keren! gak sama sekali, pangeran sekolah apaan! Pangeran kodok iya."

Sakura mengumpat tetang Naruto selama perjalan. Sakura mengambil handphonenya lalu mencari nomer Ino dan menghubunginya.

"Hallo Ino kau sudah pulang." Tanya Sakura, menunggu jawaban dari orang yang di telpon.

"syukurlah... bareng ya. Aku akan segera ke gerbang sekolah... ok.." ucap Sakura lalu menutup handphonenya dan menuju gerbang sekolah.

xxxxxxxxxxxx

Sesampainya di gerbang sekolah.

"Ada apa lagi sih Sakura. Tadi katanya bareng ma Naruto lalu tiba tiba kau minta bareng sama kami?" tanya karin.

"BT.. aku minjem uang dong, nanti ku ganti!" ucap Sakura.

"Iya akan kami pinjamkan tapi ceritakan dulu." Ucap Ino (kepo deh).

"jadi gini ceritanya..."

Setelah bercerita pada Ino dan Karin.

"Haaahh.. ku rasa kalian tidak akan pernah akur." Ucap Ino.

"Lagipula siapa yang mau akur sama orang sombong kaya dia." Ucap Sakura.

xxxxxxxxxxxx

^_^ Skip time ^_^

Malam pun tiba. Saat Naruto pulang lampu di rumahnya sudah mati semua tapi untung saja pintu di rumahnya tidak di kunci. Setelah masuk kedalam rumahnya Naruto langsung ke lantai dua menuju kamarnya, menyalakan lampu kamar dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Setelah selesai Naruto menuju kasur dimana Sakura tertidur.

"Manis juga." Gumam Naruto.

Naruto membelai rambut pink Sakura sepelan mungkin agar tidak membangunkan pemiliknya.

"Oyasumi Sakura."

Naruto tersenyum lembut, senyum yang jarang di lihat semua orang. Lalu tidur di samping Sakura. Tapi sebelum tidur Naruto punya ide jahil.

"Pagi besok pasti menyenangkan." gumam Naruto sambil menyeringai.

TBC

Gomen lama updatenya,jadi mengecewakan kalian deh...

Terimakasih review sama kritik da sarannya sangat membantu.

di fic ini pun EYD nya gak jelas,

terimakasih yang sudah mau review aku menghargai kalian... muuuaaccchhh...

Spesial thanks:

Yola-ShikaIno, gomugomu, .indohackz, sthefanyy KURAWA, Nagasaki, Manguni tulen, Hiroshima, Aurora Borealix, Guest, Fabregas, Wmadgaa, Narita, Nakagawa, Karna, Kawaguchi, ria armiana, Baracuda, Red devils, Dear God, Rosachi-hime, Manguni, Nawidy IA20, Narucakhu lovers, Zip, Klay Asther, NS, Namikaze haruno, ria-yamanaka

please review