MAHAR

Ron Weasley dan Hermione Granger adalah kepunyaan JK Rowling

Fiksi singkat ini lahir dari percakapan gaje ambu, Sanich Iyonni, dan shireishou di suatu hari di FB #nyengir

Rate K+, family

-o0o-

"Ti-tidak begitu besar, ta-tapi aku harap kau akan menyukainya—"

Ron membuka pintu rumah kecil itu dengan Alohomora, dan menyilakan Hermione masuk.

Hermione masuk.

Dan ia benar-benar tak bisa berkata apa-apa.

Sudah beberapa bulan ini Ron seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Bekerja sebagai Auror, pulang secepatnya dan tak bisa ditemui di The Burrow. Waktu istirahat di kantor, nyaris tak bisa ditemukan di kantin—atau memang ia tak ke kantin? Tapi makan di mana? Lalu saat tim Quidditch Chudley Cannons menggelar obralan merchandise—biasanya selalu ditunggu-tunggu Ron, kali ini seperti agak dicuekin. Hanya di-'oh' saat ia diberi tahu, dan ia berlalu secepat ia bisa.

Sampai tadi, saat ia baru tahu kalau Ron ternyata mengumpulkan uang untuk membeli cincin untuk melamarnya! Sampai tadi, saat Ron kemudian mengajaknya ke mari—mata Hermione ditutup, karena ini kejutan.

Dan Hermione benar-benar tak bisa berkata apa-apa.

Rumah kecil dari kayu. Nyata-nyata buatan sendiri. Tangan Hermione meraba dinding-dinding papan, diserut hingga halus. Harum kayu baru dibelah dan diberi obat anti rayap memenuhi seisi ruangan.

Kecil memang.

Hanya ruang tamu sekaligus ruang keluarga, sebuah dapur, sebuah kamar plus kamar mandi, dan sebuah ruangan lagi. Masih ada tanah yang cukup untuk dibangun jika nanti mereka punya anak. Dan ada sebuah ruang bawah tanah yang mungil, cukup untuk menyimpan anggur dan keju, atau untuk perlindungan sementara jika ada angin puting beliung lewat—yang sepertinya tak akan pernah—

"Kau—yang membuatnya sendiri?" tanya Hermione lirih.

"Yah—tidak sendiri sih," sahut Ron tersipu. "Semua saudara laki-laki membantu. Hagrid juga—"

"Dan semuanya tutup mulut tentang ini padaku?" Hermione tak habis berpikir.

Ron nyengir.

Hermione masih terpesona pada ruang tengah dan dapur, ketika Ron menarik halus tangannya, menuju kamar. Kamar untuk tidur mereka—belum ada ranjang—lalu ada kamar mandi, dan ada sebuah pintu lagi.

Ron menyentuh gagang pintunya dengan tongkat, dan pintunya terbuka. "Sudah kuberi mantra, sehingga yang bisa masuk nanti hanya aku, dan khususnya—kau," Ron menarik Hermione masuk.

Mulut Hermione langsung terbuka, jika saja ia tak cepat-cepat menutupnya dengan telapak tangan kanannya.

Keempat dinding—dikurangi sedikit untuk pintu, penuh dengan rak-rak. Masih kosong, kecuali ada satu rak yang sudah berisi satu lajur dengan buku-buku.

"Aku tak tahu seperti apa saja buku-buku kesukaanmu, tapi dari sepengamatanku selama ini, hampir semua jenis buku kau baca. Jadi waktu ada obralan di Flourish and Blotts, aku beli beberapa. Lalu waktu ada rekan Bill kembali dari Mesir dan membawa beberapa buku tentang sihir Mesir—dia jual murah—kubeli juga. Aku juga mencari beberapa dari Percy dan Charlie—"

Hermione memandang Ron, masih tak bisa bicara.

"Bukan buku-buku mahal sih, aku hanya mampu segini. Mungkin kalau buku-bukumu nanti kau bawa ke sini semua, akan mulai terasa penuh. Aku juga akan membuatkan meja dan kursi kerja untukmu di sini—"

Ron tak bisa menyelesaikan ucapannya karena Hermione tiba-tiba menubruknya, dan memeluknya erat. Sangat.

FIN

AN:

Imaji tentang rumah kayu yang dibikin si cowok ini terinspirasi oleh rumah kayu-nya Laura Ingalls-Wilder, dibikinin sama calon suaminya, Almanzo Wilder – Little House in the Prairie series XD