Disclaimer: I am not, in any way, take any profit from the story and that all creative rights to the characters belong to their original creator(s). Naruto © Masashi Kishimoto.


Dinner


Perang dan pengembaraan dalam waktu yang lama kadang membawa disorientasi waktu bagi Sasuke. Apa pun kubu yang mereka tempati dan di mana pun mereka berada, mereka adalah ninja. Ninja hidup di antara darah, kewaspadaan, dan mana musuh serta teman. Mereka adalah prajurit: adalah lebih familier bagi mereka untuk tinggal di antara hidup dan mati, daripada kehidupan yang sejalan dengan terbit dan terbenamnya matahari.

"Karena kau selalu ada di luar desa nyaris setiap waktu," Sakura berkata, setiap kali Sasuke mengatakan keanehannya dengan lingkungan. "Kau kehilangan hitungan tentang bagaimana kehidupan berjalan. Bangun pagi, makan siang, bekerja dengan damai-sesuatu semacam itu."

Sasuke mendengus tanpa suara, pertengahan keningnya berkerut menyatukan alisnya. "Perjalananku selalu damai," ia membantah, sementara Sakura menatapnya dengan tatapan oh-ya. Gadis itu meletakkan mangkuk-mangkuk dan piring, di meja, lalu dua pasang sumpit di setiap sisi. "Kakashi bilang padaku untuk tidak membuat masalah."

"Aku bicara tentang hal-hal biasa," Sakura tak memedulikan protes Sasuke, menuangkan teh di kedua cangkir mereka dan membuka tempat nasi yang baru saja matang. "Misal, kedai ramen Ichiraku yang sekarang membesar atau cuaca yang membuat daerah pertokoan becek-kau terkejut dengan hal-hal biasa semacam sekarang kita menggunakan perlengkapan elektronik. Dan kau memilih untuk tidak menggunakannya."

"Kau bicara soal ponsel yang selalu kumatikan," Sasuke memperhatikan Sakura yang bibirnya merengut, dan gadis itu memalingkan wajahnya ke arah lain, menandakan tebakannya tepat. "Aku tidak menganggap itu terlalu penting. Karena itu aku memilih untuk tidak menggunakannya."

Sakura memutar bola matanya tak puas, dan memberikan gestur ke arah makanan yang sudah disiapkan. "Makanlah, atau nasimu akan dingin."

Mereka sudah melakukan ini beberapa kali; setiap kali Sasuke datang ke Konoha, tepatnya. Sasuke tidak pernah datang ke Konoha untuk waktu yang lama-karena dia hanya datang untuk mengambil beberapa hal yang penting atau diperlukan dalam misi (yang super panjang), lalu segera pergi kembali. Pesan akan datang dari elang miliknya sebulan, dua bulan, tiga bulan sekali, lalu Sasuke akan menemukan Sakura ketika dia membuka pintu rumahnya. Sebuah makan malam, dan selesai.

Pada awalnya, Sasuke sedikit keberatan-bukan karena Sakura masuk ke rumahnya tanpa permisi (dia bahkan menitipkan kunci cadangannya pada Sakura setiap kali akan pergi), namun lebih karena Sakura melakukan hal-hal yang seharusnya dia lakukan. Sakura bilang tidak masalah, karena rumah bersih dan makanan hangat adalah sesuatu yang akan membuat Sasuke tetap ingat akan rumah. "Kau tak usah memberitahuku kalau kau akan pulang, dan aku tak akan datang," gadis itu bilang, dan Sasuke akhirnya tak dapat menghindar.

"Kalau begitu," Sakura kembali mengangkat topik itu ketika mereka sudah menyelesaikan makan malam, tangan dan siku bersentuhan karena dapur itu begitu sempit dan mereka harus membagi tugas. "Apa yang selalu kau perhatikan setiap kali pulang? Kau tahu, hal-hal yang tidak akan membuatmu terkejut atau semacamnya."

Sasuke mengambil piring dari tangan Sakura,meletakkannya di rak, dan menatap gadis itu seakan Sakura sudah melewatkan sesuatu yang sangat penting. Jemari tangan kanannya terulur dan menyentuh rambut Sakura; Sakura mengejapkan sebelah matanya, matanya menyipit karena jari-jari Sasuke yang lembap dan kesat oleh sabun cuci.

"Rambutmu sudah panjang," Sasuke berkata, mengamati-menyusuri rambut merah muda yang sedikit basah di ujung-ujungnya. Kedua matanya yang berbeda warna kembali menatap Sakura, berkata sesuatu seakan itu adalah sebuah fakta biasa. "Aku ingat ini."

"Baiklah," Sakura mengerutkan bibirnya, wajahnya merah dan terasa hangat. Sasuke tak menghindar ketika gadis itu memukul pelan bahunya. "Kau menyebalkan."

Sasuke menyeringai, membiarkannya. Ia menyingkirkan anak-anak rambut Sakura yang menghalangi pandangannya; lalu menunduk perlahan dan mencium kelopak mata Sakura yang otomatis tertutup.

"Aku tidak akan mengingat hal yang menurutku tidak penting."


end


Thank you for all your lovely reviews! :) I like subtle gesture, dan hal semacam ini adalah salah satunya. Selamat Sasuke, kau telah saya buat menjadi raja gombal. Muahahaha.

Terima kasih sudah membaca.

blackpapillon