Maafkan saiia, Minna-san! Saiia udah lama nggak ngelanjutin cerita ini! Hontouni gomen ne! Saiia lagi nggak ada ide! Tapi akhirnya ada juga, hahaha… Saya harus berterima kasih pada sekolah saiia yang selalu memberikan inspirasi untuk menulis cerita. Jadi akhirnya saiia bisa melanjutkan cerita ini. Insya ALLAH, saiia akan terus berjuang sampai akhir! (BGM: Indonesia Raya Instrumental)

Baik, baik, silahkan langsung membaca ceritanya!


RIKKAIDAI: AYYAMUL BIDH EVERYDAY


Disclaimer! Rikkaidai based to Konomi-Sensei in Prince of Tennis comicbook.

Warning! Because they are fasting, their personality almost change. OOC! Also, garing!


Original story by IsmiHana (nama pena saya dah ganti)

Here we go!


CHP 4. SLEEPOVER—BUKAN! MABIT DI RUMAH YUKIMURA

"Besok, kalian akan MABIT di rumahku." Yukimura dengan santainya ngomong, "Renji sudah membuat surat undangannya, jadi kalian tinggal beritahu orang tua kalian dan siapkan perlengkapan yang ada."

… satu detik. Dua detik. Tiga detik. Empat. Lima.

"HEEEEEEEEEE?! BESOOOOOOOKKKK…?!" yang lain udah membelalak semua.

"Ampe kapan, Mura-buchou?"

"Ampe Kamis depan lah, Aka-chan sayng…"

"ALAMAXX!"

Udah kebayang gimana rasanya MABIT—Malam Bina Iman dan Taqwa—di rumah Yukimura Seiichi, buchounya Rikkai. Tahajjud 2 jam, tilawah 15 juz semalam. Amit-amit! Pasti kebat-kebit ngejalanin semuanya. Tapi apa boleh buat, deh! Titah buchounya Rikkai mana boleh dilawan. Kalo enggak, kita bakal ditebas sama kesadisan dan raket tenisnya!

Sorenya…

"Mama, liat deh." Jackal menaruh surat dari sang buchou Rikkai di depan mamanya.

"MABIT di rumah Yukimura Seiichi?"

"Iya Mama."

"Wah, asyik dong. Harus bawa apa aja?"

"Mmm… snack, perlengkapan tidur, al-ma'tsurat, al-Qur'an, perlengkapan mandi, perlengkapan tenis, pakaian ganti. Itu aja sih."

"Oke. Ntar Mama bantu siapin besok. Nah, Jackal, sekarang kerjakan PR, ya!"

"Papiiiii…" ini suara terngelesnya Kirihara yang udah berhasil menyeret dirinya masuk ke dalam rumah. Tadinya sih ia pingsan di jalan saking hausnya. Maklum; udara panas, capek Bahasa Inggris, sama kurang minum pas sahur. Sabar aja deh…

"Napa Akaya?!"

"Akaya mau MABIT di…"

"BAGOESS ITU!" dikasih jempol—eh, kok ejaannya jadi aneh sih? "UDAH, PERGI SANA! TINGGAL SIAPIN BAJU, ABIS ITU BERES, KAN?! BIAR PAPI ANTER SEKALIAN!"

"Eh, Pi, bukan sekarang…!" Kirihara buru-buru ngoreksi sambil nge-sweat, "Besok MABITnya, di rumah Mura-buchou!"

"HAAH?! … Itu siapa, ya?"

"Yukimura-buchou, Pi! Buchounya Rikkai! Yang kemaren ngorder paket ayam buat buka puasa bareng, tuh."

"Hoo… okelah. Kalo gitu, siap-siapin aja barang-barang yang ada buat besok. Datang jam berapa?"

"Pulang klub. Ashr berjama'ah di sana."

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah pulang klub, mereka dijemput pake mobilnya Yukimura. Karena rumahnya agak jauh, mereka main tebak-tebakan dulu sepanjang perjalanan.


KLIK!

*DIALOGUE MODE ON*


Marui : Eh, Akaya, keris apa yang rasanya renyah?

Kirihara : Mmm… apa ya? Keris saktinya kakek Marui-senpai kali ya?

Marui : Eh, bukan! Keris itu sih buat senjata, emangnya buat dimakan!?

Kirihara : Nah lho, jadi mana ada keris yang rasanya renyah! Orang buat senjata, bukan buat dimakan!

Marui : Eh, ada tahu! Kamu aja yang nggak tahu!

Kirihara : Emang Marui-senpai pernah makannya?

Marui : Pernah kok!

Kirihara : TUNJUKIN!

Marui : Ntar enggak asyik lagi lho tebak-tebakannya!

Kirihara : I-iya deh, nyerah. Emang apa jawabannya?

Marui : Jawabannya adalah… (SFX: drum bertabuh kencang) KERIS-PI!

Kirihara : WTF?!

Yukimura : (batuk) Aka-chan…

ISTIGHFAAAAAARRR!

Kirihara : Eeeeeeettttoooooo, gomen, Mura-bu…

Yukimura : Minta maafnya ama gue lagi! Sama ALLAH dong nak, sama ALLAH!

Kirihara : Eh, iya, iya.

Ya ALLAH, maafin hambaMu yang penuh dosa ini ya… (sujud)

Sanada : Kok sujudnya ke gue?!

Kirihara : Gga tahu kiblatnya mana, ya udah sujud ke depan aja!

Niou : Piyo, dia ngaku banyak dosa.

Kirihara : Emang dosa Niou-senpai nggak banyak?!

Niou : Puri~

Yagyuu : Niou-kun, yamete kudasai!

Yukimura : Ahh, ribut kalian cemua ini! Yok! Mending kita muraja'ah!

Yang lain kecuali Big Three: (jatuh) ALAMAX…!

Jackal : Muraja'ah surah apa?

Yukimura : Surah al… -Fatihah!

Yang lain kecuali Big Three: (jatuh lagi) ALAMAX…! Itu sih nggak perlu dimuraja'ah!

Yukimura : Eh, harus! Biar makin klop ingatan kita! Ayo minna! Se… no!


*DIALOGUE MODE OFF*


Akhirnya anak-anak Rikkai reguler dalam mobil itu pada muraja'ah surah al-Fatihah, terus dilanjutkan dengan tri-kul: an-Naas, al-Falaq, dan al-Ikhlas. Eh, tahu-tahu aja mereka udah sampai.

"Assalamu'alaikum! Tadaima…"

"Wa'alaikum salam! Okaerinasai. Masuk lah…"

"Kita nginap di kamar mana, Yukimura?"

"Kamarku aja, luas kok. Pada bawa futon, kan?"

"Iya…"

Eh, pada bawa futon nih ceritanya?! Pantas aja tas mereka gembung-gembung mau pecah pas datang ke sini. Ck, ck, ck… Pada bongkok semua dong!

"Taruh aja barang-barang kalian di pojok. Sambil nunggu adzan Ashr, kita tilawah, ya!"

"HEEE?!"

"Yang tak mau tilawah," ada senyum sadis di muka Yukimura! "Aku kasih… goya."

"BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM! LILLAAHI MAA FISSAMAWAATI WA MAA FIL 'ARDH! WA IN TUBDU MA FII ANFUSIKUM…"

Yukimura senyum-senyum melihat yang lain tilawah, lalu ia ikut membuka Qur'annya dan mengaji. Mereka bermetamorfosis menjadi orang alim sampai Ashr.

"Siapa yang jadi imam?"

"Kita pim-pa! Yang duluan keluar jadi!"

"PIM… PAAHH!"

Putih-putih-putih-putih-putih-hitam-putih-hitam.

"Kalian; Jacal sama Aka-chan, keluar!" titah Yukimura.

"Eh? Tapi ini telapak tanganku, bukan punggung tangan! Artinya putih dong!"

"Terime nasib, sapa suruh kulit kamu item, puri~"

"Ahh, tega…"

Kirihara ama Jackal suit. Yang menang Kirihara. Dia deh yang jadi imam…

"Kok aku?! Bukannya yang kalah yang jadi imam?!"

"Imam itu kan orang yang menang, bukan orang yang kalah!" kata Yukimura, "Kamu mau kalah atau mau menang?"

"Kekalahan tidak dapat dimaafkan!" seru Sanada dengan BGM Indonesia Raya Instrumental dan frame bendera Rikkai. Heboh juga anak ini!

"Hii! Iya deh…"

"Chotto matte kudasai," kata Yanagi, "Kita kan laki-laki, harusnya kita shalat di…"

"… di?"

"Di… masjid."

Satu detik. Dua detik. Tiga. Empat. Lima.

"WUAAAAAAHHH, ANE LUPAAAA…! KAN ADA MASJID DEKET SINI! MINNA, AYO BERANGKAAAATTT…!"

Dengan serta merta anak-anak Rikkai meloncat semua keluar ruangan dan lari ke masjid dekat rumah Yukimura.

"Terima kasih Ya ALLAH, akhirnya saya nggak jadi imam! Terima kasih Ya ALLAH! Terima kasih!"

Akhirnya mereka semua shalat berjama'ah deh di masjid, meskipun terlambat


CHP. 4 selesai...