Andai Antek-antek Kuroko no Basuke Menjadi Guru Pengawas (?)

© Himomo Senohara

.

Disclaimer : Kuroko no Basuke punya Fujimaki Tadatoshi. Udah ah Pak, gue minta AkaKuro dong! *digiles*

WARNING : nggak jelas, OOC banget, AU banget, dan segala kesalahan dan dosa-dosa yang ditanggung Sakurai (?) *dibacotin sama Imayoshi*

A/N (Mun) : Halo minna! Saya mun-nya Himomo Senohara, yang abis pulang dari neraka! *salah* Oke, aku baru mampir ke fandom ini, dan taraaaa…

Akhirnya! Kuroko no Basuke sukses banget menjadi fandom ke-sepuluh yang berhasil gue nistai! HAHAHAHAHA! KESESESESESE~ KOLKOLKOLKOL~ *salah setting suara*

Oh ya, sekalian aja AU-nya Kagami beserta tim Seirin dan lainnya bergabung ke SMA Teikou! Biar kerasa ricuh dan menggiurkan! (?)

Pokoknya, RnR dan flame dilarang keras!

.

.

.

1. Akashi menjadi Guru Pengawas?

Seisi kelas mendadak jadi adem ayem, lantaran pada jam pelajaran yang PUALING DIBENCI pada musim ujian akhir semester tercinta ini, seorang cowok cebol sedang berdiri dengan berbagai gunting berukuran besar ditaro di meja gurunya. Mata heretochromic-nya melirik-lirik semua siswa SMA Teikou yang sedang mengerjakan soal-soal Matematika yang sumpah ciyus miapah, paling diinginkan oleh semua murid untuk hilang selama-lamanya. Kalo diadakan polling tentang pelajaran yang akan diapus, mungkin Matematika dan antek-antek yang berurusan dengan hitung-hitungan bakalan menjadi kandidat nomor wahid polling asem itu.

CKRIS CKRIS.

Sesekali Akashi bermain dengan gunting kesayangannya. Sejak kasus melukai pipi mulus nan kekar (?) punya Kagami pas sebelum upacara pembukaan Winter Cup, kayaknya dia kena virus yang namanya 'psikopat'. Saking psikopatnya, ia pun rela membeli semua gunting gede, sampe gunting rumput pun juga dibelinya! Para siswa yang melihatnya bermain-main dengan guntingnya, langsung merinding ngeri. Ada ga yang bikin amarah Sang Raja Amarah ini? Ada gak? ! Hiiii! Si Emperor itu sereeeem amat! Gile! Mending gua bunuh diri ah! Ancurin soal Matematika dolo ah!

JLEB.

Seketika semua murid terbengong kaget, menyaksikan tangan kanan Sang Emperor ini yang udah terjulur seperti abis melempar sesuatu, dan wajahnya segera menjadi hannya mengalahkan Kyoya Otori dan kawan-kawan sesama psikopat. Eh, Yuno Gasai kalah gak sama cowok cebol ini? (Setelah dua detik selesai menulis kalimat ini, sang author sendiri langsung dihadiahi gunting raksasa yang menyebabkan rambut panjangnya terpotong dengan indahnya oleh Akashi yang udah bad mood parah selevel Goku) Akashi menatap seseorang yang mendapat keberuntungan sekaligus kesialannya mendapatkan gunting itu.

Cowok itu berkulit tan dan berambut biru gelap (Author sendiri curiga kalo dia bukan berwarna biru, tapi indigo *plak*). Guntingnya sukses memotong rambut cowok itu sehingga ia jadi kelihatan seperti abis dipitak abis-abisan oleh Akashi sang Emperor yang Awesome ini. Akashi kemudian berkata dengan nada absolute-nya yang luar binasa kejam (?), "Kamu jangan pikir bisa merusak soal Matematika selama ada AKU di sini."

*Glek*

"Benar kan, Aomine Daiki?" lanjutnya menekankan nada absolute-nya, bak seorang Emperor yang kedapatan basah sedang sidak alias inspeksi mendadak ke SMA picisa– eh, maksudku SMA Teikou ini. Mukanya udah sangat horror plus licik.

Cowok tan yang punya nama Aomine Daiki ini kemudian bercuih-cuih, tentunya sembunyi-sembunyi sambil mengerjakan soal Matematikanya. Sedetik kemudian, dia langsung dihadiahi gunting lagi oleh Akashi. Murid-murid lain yang menyaksikan siksaan mental sekaligus fisik Akashi kepada Aomine, memutuskan untuk nggak berani berkomentar apa-apa di dalam pikirannya, sambil mengerjakan soal-soalnya dengan tenang. Saking tenangnya, hampir semua cowok di kelas itu kedapatan udah mau kebelet pipis saking ketakutannya kepada Sang Emperor Yang Kejam (?).

CKRIS CKRIS.

"Lanjutkan kerjain soal-soalnya. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi. Lewat dari itu, MATI." kata-uhuk-perintah Akashi sambil bermain-main lagi dengan guntingnya.

HIIIII! Semua murid langsung buru-buru kerjain soal-soalnya. Hebatnya, nggak ada satu pun kasus nyontek di situ, karena jelas-jelas bakal bertemu Kakek dan Nenek di alam sana seketika abis melakukan hal nista ini. Akashi sendiri menuliskan perintah-perintahnya dengan gede-gede dan bernuansa sangat tegas di papan tulis : TURUTI AKU ATAU KALIAN SEMUA KUKIRIM KE ALAM SANA MENGGUNAKAN GUNTING-GUNTING KESAYANGANKU. KARENA AKU SELALU MENANG, AKU SELALU BENAR. YA KAN, MURID-MURID SEKALIAN?

"Akashi-sensei."

Akashi segera berhenti melakukan kegiatan ber-ckris ckris-nya, dan mendapati bahwa Kuroko yang invisible ini udah maju ke depan sambil menyerahkan lembar jawaban dan lembar soalnya. Ia kemudian berkata dengan emotionless face-nya, "Aku sudah selesai, Akashi-sensei. Saya boleh keluar kan, Akashi-sensei?"

Pemuda berambut merah membara itu kemudian mengambil kertas lembar jawaban dan soal yang disodorkan Kuroko, dan menggangguk dengan wajah absolute-nya sambil berkata dengan nada memerintah, "Udah selesai ya? Yakin dengan semua jawaban di sini?"

"Iya, Akashi-sensei."

"Oke, kau boleh keluar."

TAP. BRAK.

Kuroko telah selamat dari kamar mematikan itu! Semua murid langsung memasukkan Kuroko ke dalam daftar murid yang paling ingin dibunuh, karena udah berhasil lolos duluan daripada yang lainnya. Akashi yang sedang membaca pikiran semua murid yang kesal melihat sosok bayangan itu keluar dari kamar, kemudian bermain-main dengan gunting raksasanya.

CKRIS! CKRIS! CKRIS!

"MAU MATI DULU YA?" tanya Akashi dengan senyuman kayak Lucifer abis membantai seluruh umat alien semesta alam (?). Gunting-guntingnya sudah siap siaga di kedua tangan mungilnya.

Dan kelas itu segera saja menjadi kamar pembantaian beneran, dan dilaporkan bahwa sekolah itu langsung ditutup karena sekolah itu udah bermandikan darah betulan, gara-gara Akashi sudah berubah menjadi pembunuh dan psikopat yang sangat ditakuti. Kuroko yang selamat pun nggak menyadari bahwa Akashi-uhuk-kekasih-gelapnya (?)-uhuk udah menjadi buronan (?) karena sifat psikopat dan sadisnya yang sangat manusiawi (?).

.

.

.

To Be Continued atau oneshot nih? *digampar*