Discalimer: Hiro Mashima

Genre: Romance, Friend Ship, Humor

Pairing: Natsu x Lucy

Via-chan bukan pemilik dari cerita ini, hanya mengganti tokoh itu saja, Maaf ya kalau ada Typo..


CRAZY!

Siang itu matahari amat terik menyinari 2 siswi SMA yang sedang dalam perjalanan pulang. Mereka adalah siswi kelas 2 SMA Fairy Tail.

"PANAAASSSS!" teriak Juvia Lockser.

Memang benar saat itu hari sangat panas, tetapi ia tak sadar ia membuat kesal temannya.

"hei Lucy! Traktir aku es krim! Kau bilang kau mau traktir aku" katanya kepada temannya, tak lain adalah Lucy Heartfilia.

"hm... kapan ya aku bilang begitu?" jawab Lucy.

"OMONG KOSONG! Kau bilang akan traktir aku kalau kau kalah saat adu panco denganku!"

"iya! iya! tak usah teriak-teriak kenapa!" lalu mereka masuk ke minimarket terdekat dan membeli es krim.

"hm! Segar..." kata Juvia.

"Apa-apaan kau! Kenapa kau beli banyak sekali" teriak Lucy, dia bete karena Juvia beli 1 kantong plastik es krim.

"jangan marah begitu.. ini kan untuk di rumah..."

"huhu..." Isak Lucy. Ia sedih lantaran temannya ini menguras seluruh isi kantongnya.

"huh?" kata Juvia. Sepertinya dia menyadari sesuatu.

"hey Lucy! Lihat! Lihat!" katanya ke Lucy dengan bersemangat.

"apaaa?" kata Lucy, sambil melihat kearah yang ditunjuk oleh Juvia.

Wow! Disana ada 3 cowok yang paling terkenal di sekolahnya.

Bukan hanya tampan, tapi mereka juga geng nomor 1 dan punya banyak pengikut di sekolah.

Dan itu membuktikan bahwa mereka adalah petarung nomor 1 di sekolah.

Cowok pertama adalah pemimpinnya.

Rambutnya berwarna pink.

Mungkin untuk banyak orang, berambut pink membuat mereka terlihat jelek.

Tapi rambut pink itu amat cocok dengannya.

Namanya adalah : Natsu Dragneel.

Cowok ke dua orangnya sangat cool.

Mukanya kelihatan pintar, dan gayanya pun juga begitu.

Tapi itu tak membuatnya terlihat seperti kutu buku.

Tetapi dia kelihatan cool sekali.

Namanya: Rogue Cheney.

Cowok ketiga orangnya juga tampan.

Namun tingkahnya seperti monyet dan selalu membuka bajunya ditempat umum.

Tak heran namanya adalah : Gray Fullbuster.

Lucy terkejut. Salah satu dari mereka adalah Rogue.

Dia sudah lama naksir Rogue, dia betul-betul tipe kesukaan Lucy. Hanya sekedar naksir sih.. tidak sampai benar-benar suka. Lucy jadi bersemangat saking senangnya melihat cowok-cowok cakep.

Dan salah satunya adalah Rogue. Dia melepaskan semangatnya ke kaleng kosong di depan kakinya.

Shuuut~~~~ kalengnya melayang di udara.

Dan "tuk!" mendarat cukup keras di kepala yang berambut pink.

Yaitu "N.A.T.S.U"...

Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut dengan mulut menganga. Tak terkecuali Lucy. Tak ada satu orang pun yang berani melakukan hal-hal yang bisa menyinggung perasaan petarung nomor 1 di SMA Fairy Tail. Wajah Lucy menjadi pucat... tak dia sangka hal itu akan menjadi hal besar seperti ini.

Natsu membalikan badannya dan berjalan kearah Lucy. Teman-temannya mengikuti dia dari belakangnya.

"mau mati ya?..." kata Natsu ke Lucy.

"hey.. aku berbicara kepadamu.. kamu tuli?!" kata Natsu sekali lagi. Lucy terhentak.

"uhm... maaf, aku tak sengaja.."

"kau pikir dengan minta maaf semua sudah selesai?! Apa bisa kau menarik kaleng itu agar tidak jatuh ke kepalaku?!" lalu teman Natsu yang bernama Gray berbisik kepada Lucy.

" sebaiknya kau melarikan diri.. dia tidak peduli dengan jenis kelamin. Dia bisa sungguh-sungguh memukul perempuan.."

"sialan…" Gumam Lucy

"apa katamu?! Kau benar-benar mau mati?!" dan Natsu meletakkan tangannya di bahu Lucy

"KYAAAAA!" reflek, Lucy berteriak sambil menghentakkan lutut kanannya ke 'senjata masa depan' Natsu . Natsu jatuh sambil memegang 'permata'nya.

Teman-temannya memandang takjub ke arah Lucy. Lucy memegang tangan Juvia dan menariknya untuk pergi dari situ. Lucy lari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan nyawanya.

Dia menengok ke belakang, tak ada seorangpun yang mengejar dia. Sepertinya teman-teman Natsu terlalu sibuk untuk menolong Natsu.

'mati aku...' Kata Lucy dalam hati.


3 HARI KEMUDIAN~

Di sekolah: kelas 2-3.

"TING~ TONG~ TING TONG~ TING TONG TING~ TONG~" bunyi bel tanda istirahat menggema di SMA Fairy tail. Semua murid mulai memakan bekalnya sambil mengobrol dengan teman-temannya. Tak terkecuali Lucy.

"kamu benar-benar gila. Bagaimana kalau mereka menemukanmu! Kita 1 sekolah tahu!" Teriak Juvia ke Lucy.

Saat ini Lucy dan Juvia sedang bermain 'truth or dare

(ini adalah semacam permainan dimana sebuah botol /benda semacamnya diputar, dan orang yang tertunjuk oleh botol tersebut harus memilih untuk 'jujur' atau 'tantangan. orang yg memilih 'jujur' harus berkata jujur oleh pertanyaan apapun yang diberikan sang penanya. Apabila 'tantangan' orang tersebut harus melakukan apapun yang dikatakan oleh sang penantang.)' dengan sekelompok murid perempuan di kelasnya.

"jangan bicara keras-keras bodoh! Nanti ada yang dengar!" jawab Lucy.

"ah! Kau selanjutnya Lucy!" teriak Levy kepada Lucy. Ternyata setelah botol itu diputar, itu mengarah ke Lucy.

"aku pilih... 'dare' (tantangan)" jawab Lucy.

"BRAAAAAK!" suara pintu kelas dibuka dengan amat keras. Semua beralih ke arah suara itu.

'GHEEEEE?!' PIKIR Lucy. Ternyata itu adalah Gray! Salah satu teman Natsu. Reflek, Lucy sembunyi dibawah meja selagi yang lain berteriak kegirangan atas kunjungan cowok ganteng itu.

"aku yakin dia bersekolah disini. Seragamnya sama dengan seragam putri kita!" katanya kepada Rogue dan Natsu.

"berarti dia bukan di kelas ini.." jawab Rogue.

"dasar perempuan hina... Berani-beraninya dia melakukan itu, bila ketemu akan kuhajar 100 kali lipat!" kata Natsu, membuat Lucy bergidik ngeri. Lalu Natsu dan temannya mengarah ke kelas sebelah. Bisa Lucy dengar pintu kelas sebelah dibuka dengan kasar juga.

"ha...hampir saja.. untung kau segera sembunyi!" kata Juvia.

"i...iya... tapi, bagaimana ini?!" Lucy panik.

"aha! Aku tahu kau harus melakukan apa! Kau pilih tantangan kan tadi?!" kata Cana yang ikut bermain truth or dare.

"iya… aku pilih tantangan, lalu?" jawab Lucy.

"kamu bilang ke Natsu bahwa kau menyukai dia, dan ajak dia menjadi pacarmu!"

"apa! Tidak!"

"kamu memilih 'dare' Lucy…Kamu harus melakukannya, atau…Kau tidak berani?"

"ya! Itu ide bagus! Ayo Lucy!" Erza dan yang lain berteriak dengan semangat. Tak pernah ada seorangpun yang pernah berkata bahwa Lucy itu bukan pemberani.

Spontan, Lucy menjawab

"akan kulakukan! Siapa bilang aku takut?!"

Juvia terkejut. "kau gila! Tak bisakah kau lihat mereka akan menghajarmu sampai mati kalau mereka tahu kau yang melukai 'permata'nya!?"

"tapi tak seorangpun bisa bilang aku bukan pemberani!" kata Lucy dan dia mengarah ke kelas sebelah dimana Natsu dan temannya berada.

"hei Natsu!" kata Lucy sambil memegang pergelangan tangan Natsu. Dia tahu semua temannya memperhatikan dia di ambang pintu kelasnya.

"apa-apaan kau... lepas.." kata Natsu.

"uhm… aku…" Kata Lucy.

"lepaskan... aku tak suka disentuh.."

"aku menyukaimu!"

"apa-apaan kau?..."

"hey! Natsu! Dia cewek yang waktu itu!" kata Gray...

Lucy mengutuknya karena telah menyadarkan Natsu bahwa dia yang telah melukai 'permata berharga' Natsu.

"apa? Dia orangnya?" kata Natsu

"ya! Aku yakin 100%!" kata Gray meyakinkan. Spontan, Lucy melepas genggamannya dari tangan Natsu & bersiap untuk lari.

"hey! Mau ke mana kau?!" dia berteriak, tapi seseorang menabraknya dari belakang dan mengakibatkan dia jatuh dan menimpa Lucy.

"minggrir kau dasar mesum!" teriak Lucy sambil mendorong dada Natsu dan membuat Natsu dengan posisi berlutut. Lucy cepat-cepat berdiri dan bersedia untuk pergi saat Natsu tiba-tiba memegang pergelangan tangan Lucy dan berkata.

"karena kau menyukaiku.. aku akan bertanggung jawab atas kejadian tadi dan menjadikanmu pacarku" kata Natsu tiba-tiba.

"apa?! Tidak! Aku tidak mau jadi pacarmu! Aku tidak suka kau!"

"demi tuhan... kau bilang kau menyukaiku sebelumnya.. aku tak mengerti perempuan.. tapi, aku tak peduli kau menyukaiku atau tidak! Aku harus bertanggung jawab!" dengan itu, Natsu pergi meninggalkan Lucy yang tercengang melihat Natsu berjalan meninggalkan dia.

"oh tuhan! Kamu benar2 beruntung! Dia itu sangat ganteng!" kata Laki yang sedari tadi mengintip dari ambang pintu.

"wuaaaah! Aku tak percaya dia pacaran dengan Natsu!" sebagian penggemar Natsu menjerit sedih.. tinggal disana seorang diri "Lucy" yang merasa pusing atas kejadian tak terduga.. dari sini, hari-hari Lucy yang mendebarkan dimulai...


Hari ini aku terbangun dan berharap semua hanya mimpi... kejadian kemarin terus berputar-putar di kepalaku sampai aku hampir gila..

Tadi malam handphone ku berdering terus. Begitu kuangkat orang disebrang berkata

"hei cewek mesum! Benar ini nomor telepon genggammu?!" suaranya asing, jadi kututup saja. Setelah itu Hp-ku berdering lagi

" MAU MATI?! KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MEMUTUS TELPON DARIKU?!" dan akhirnya aku tahu, dia itu "N.A.T.S.U".

Reflek, kututup telponnya.

Dan setelah itu dia meneleponku berkali-kali. ah bukan, maksudku BERPULUH-PULUH kali! tetapi tak satupun yang kuangkat lantaran takut.

Telepon darinya baru berakhir setelah jam 3 subuh.

Sudah kuduga, dia itu psikopat sinting tak ada kerjaan. Dan akhirnya aku bisa tertidur setelah itu, Dengan mimpi buruk tentunya... Kembali ke realita.

Aku sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tetapi kupikir aku akan cabut saja ke game center terdekat. Habis, bisa mati aku bila ketemu Kazuma hari ini! Memikirkannya saja aku sudah merinding...

Hiiii~ Yah baiklah! Bolos adalah pilihanku hari ini! Hahahaha (dan tolong jangan anggap aku penakut, kalian semua pasti akan mengambil keputusan yang sama bila menjadi aku kan?)

"aku pergii!" teriakku. Aku berjalan menuju game center dekat rumahku. Sialnya, game center yang biasanya buka 24jam itu tutup hari ini.

AAARRGGH! Apa tak bisa aku lebih sial dari ini?! Mau tak mau, aku menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, semua anak berbisik-bisik sambil melihat ke arahku. Mereka pikir aku penyakitan atau apa? Ingin rasanya mencungkil mata mereka dan kubuat jadi pin bowling.


~TING TONG TING TONG~ TONG TING TENG TONG~~ bel tanda pelajaran dimulai berbunyi.

Dan begitu aku duduk, Emi bertanya "kemarin teman Kazuma meminta nomor teleponmu, Apa yang dilakukannya?"

"jadi kau yang beri dia nomor telepon ku?! Di menelponku dari malam sampai subuh sepert orang sinting!" bisikku kepada Emi.

"habis... Gray imut sekali..."

"Gray ? Yang seperti monyet itu?"

"terserah apa katamu, yang penting dia imut menurutku."

pelajaran saat itu berjalan saaangaaaattt lama dan membosankan.. ditambah lagi perutku lapar dan aku mengantuk karena si sinting itu membuatku tidur hanya 3 jam semalam...

TING TONG TING TONG~~ bel istirahat berbunyi...

'akhirnya...!' pikirku lega, akhirnya aku bisa makan juga... kekeke aku akan cepat2 ke kantin agar kebagian roti dan mi goreng...

+BRAKKKK!+

pintu kelasku terbuka dengan sangat kencang.

Siapapun itu orangnya, dia pasti kelainan jiwa dan tak punya pintu di rumah. Sehingga dia tak bisa membuka pintu dengan baik dan benar. Betul saja perkiraanku, itu Natsu... dia masuk dengan Rogue dan Gray, beserta segerombolan anak laki2 dari berbagai kelas.

Kenapa sih, kemana dia pergi pasti ada pengikutnya? Yang lain sih aku bodo amat, tapi kenapa Rogue ikut-ikuta,n dia juga?! Oh tidak..

Dia masuk ke kelasku, menarik lengan gadis malang di urutan meja paling depan(kelihatannya gadis itu sih senang saja dipegang Natsu = =') dan berteriak

"hei mesum! Kenapa kau tak mengangkat teleponku semalam?!" teriaknya baru kemarin dia bilang akan tanggung jawab kepadaku, sekarang saja dia bahkan keliru mengenaliku dengan orang lain. Entah dimana ingatannya itu berada... = ='

"hei Natsu.. hei.." kata Gray

"apa?! Jangan ganggu aku!"

"kamu salah orang! Yang kamu cari bukan dia. Tapi yang itu tuh" kata Gray sambil menunjuk ke arahku.

Saat dia menunjuk ke arahku, ingin sekali kujambak rambutnya sampai copot ke akar-akarnya.

"oh..?" akhirnya dia melepaskan lengan gadis itu dan menuju ke arahku.

"hei cewek mesum! Kenapa kau tak angkat teleponku semalam?!" teriaknya kepadaku

"kenapa sih harus teriak2?! Dan namaku bukan 'cewek mesum'! namaku Lucy Heartfilia"

"jangan menjawabku begitu! Mau mati?!"

"kenapa sih bilang mati-mati terus?!"

"kalau tak mau mati lebih baik kau jangan menjawabku! Hei, nanti pulang sekolah ikut aku pergi"

"kemana?"

"terserah aku. Kalau tak mau mati jangan berani-beraninya kau pulang" setelah itu kazuma beserta pengikutnya pergi. Meninggalkanku yang hampir sinting ini tanpa keterangan mau kemana, dengan siapa, untuk apa.

AARGGGHHH! BISA GILA! Jangan bilang dia serius ingin bertanggung jawab atau apalah itu namanya dan membuatku jadi pacarnya?! Oh tuhaaann~~~~

*sepulang sekolah*

disini aku berdiri, tak berani bergerak, tak berani melangkah sedikitpun untuk pulang... AAAAKHH! Kenapa aku jadi penakut begini sekarang?! Masa aku kalah sama si pinky psikopat itu?! Aduh migrain! Makin memikirkannya makin sakit kepalaku! Tapi aku tak mau sendiri menjalani siksaan ini...

Akhirnya aku menarik Juvia (dengan paksa tentunya) untuk menemaniku pergi bersama Natsu dan kawan2. kekeke, itulah gunanya teman...! yeaaahhh!

"please Lucy... biarkan aku pulang... aku takut.." kata Juvia, dari suaranya aku tahu benar dia benar2 ketakutan. Tapi apapun yang terjadi dia tak boleh meninggalkan aku di sarang penyamun itu. Jadi, dia harus menemaniku apapun keadaannya. MUAHAHAHAHAHA!

+BROOOM + BROOOM+ CIIITTTTTT+

Motor merah berhenti di depanku, diikuti beberapa motor lain di belakangnya. Tapi tak bisa kulihat siapa pengendaranya. Dia memakai helm yang ber-film gelap.

"cepat naik" wuaaaahhhhh... itu Natsu! Tak kuduga dia punya motor sekeren ini...! oh tuhan.. bukan seperti motor biasa, tapi ini motor balap yang harganya puluhan juta yen.. dan dia menyuruhku untuk naik?! Memegang bodi motor ini saja aku gemetar..

" Cepat !" teriaknya

"tidak. Aku tidak mau naik" aku pasti sudah gila saat menjawab tak mau naik.

Motor ini keren sekaliiii! Ingin sekali aku berteriak

'AKU AKAN NAIK! PASTI NAIK!' tapi kutahan dalam2 keinginanku itu.

"apa...? Mau mati?"

"mati -mati lagi... aku tak akan naik sebelum temanku Juvia juga ikut pergi dengan kita" bisa kulihat Juvia gemetaran saat kusebut namanya.

"merepotkan... hhh... hei Rogue! Bonceng cewek itu!"

Rogue?! Juvia dibonceng Rogue?! Betapa beruntungnya dia!

"aku! Aku saja yang memboncengnya! Aku aku aku!" teriak seseorang yang kutahu itu pasti Gray.

Huh... pasti Juvia senang sekali... -_- yah tak apalah, yang penting dia tak dibonceng Rogue-ku... kekekeke

"cepat naik! Sebelum kutarik kau!" teriak Natsu kepadaku.

"iya! Iya sabar"

Cowok ini benar-benar tak ada sopan santun, dan perkataannya kasar sekali... ckckckck Akhirnya aku naik ke motor super 'wow'nya itu. Tapi ada satu hal yang membuatku bingung.

"eum... aku harus pegangan dimana..?" motor bagus ini sama sekali tak punya pegangan di bagian belakangnya. Motor mahal macam apa yang membahayakan pengendaranya -_-

"dimana saja, asal jangan coba2 kau peluk aku dari belakang" akhirnya kuputuskan untuk berpegangan dengan jaket yang digunakan Kazuma.

Dan, tentu saja dia mengendarainya dengan kecepatan yang bisa membuat umurku berkurang 7 tahun. Di perjalanan, aku hanya menutup mataku rapat2. Dan tak kusangka akhirnya kita sudah sampai di tujuan.

Saat menginjak tanah, yang pertama kali kupikirkan adalah,'terima kasih Tuhan, Kau masih membiarkanku hidup'

Nama tempatnya adalah "cafe X2X".. nama yang aneh, tapi design interiornya elegan dengan cat hitam-putih yang membuatku berpikir 'tempat ini pasti mahal'.

"ayo masuk" ajak Natsu. Aku dan Juvia, beserta pengikut2 Natsu masuk kedalam.

Wuah, disini penuh dengan anak2 seumuranku dari berbagai sekolah. Tapi mereka semua rata2 merokok dan sedang minum minuman keras. Dan aku benci sekali dengan rokok dan minuman keras. Ingin rasanya pulang, hanya saja ketakutanku akan Natsu mengalahkan keinginanku untuk pulang.

"duduk disini" kata Natsu, menyuruhku duduk persis di sebelahnya. Semua gadis yang berada di sini melirik iri terhadapku.

MUAHAHAHAHA, asik juga nih punya pacar yang bisa bikin iri seperti ini... kekekeke Dan Juvia kelihatannya sudah mulai menikmati keberadaannya disini karena Gray.

"Natsu-senpaiiii apa kabar? Lisanna kangenn~~" kata seorang gadis yang akhirnya kutahu bernama "Lisanna" kepada Natsu. Natsu mengacuhkannya dan melirik jijik sesekali kepadanya. Entah kenapa Natsu melakukan itu, padahal Lisanna amat cantik seperti boneka. Kulitnya mulus, rambutnya putih halus, dan bulu matanya terlihat amat lentik.

"jangan dekat2 aku. Kamu bau" kata Natsu. Aku hanya tertawa dalam hati mendengarnya... kekekeke

"Lisanna tidak bau senpaaaii~~ senpai, ini pacar barumu?"

"bukan urusanmu. Enyah."

"dia memang cukup cantik, tapi rambutnya aneh dan berjerawat... uhuk uhuk , hoek"

Hei hei hei, aku tahu rambutku aneh dan aku punya jerawat. Lalu kenapa? Jerawatku tak sebanyak itu sampai dia bilang aku BERJERAWAT..!

"senpai pasti malu ya saat bersama dia?" ingin sekali kusobek mulut anak ini dan kujahit mulutnya rapat-rapat dengan cinta disetiap jahitannya. Sekali lagi dia bicara seperti itu akan benar2 kusobek mulutnya!

"malu? Tentu saja" jawab Natsu. Aku masih bisa tahan bila diledek oleh Lisanna. Tapi Natsu? Dia yang mengajakku kemari dengan paksa dan dia malu terhadapku?!

+BRAK!+

aku berdiri sambil memukul meja sekencang-kencangnya. Semua yang berada di kafe ini berhenti dari kegiatannya dan melihat kearahku. Aku sudah tak peduli orang mau berpikir aku seperti apa. Yang pasti aku benar-benar marah pada Natsu saat itu yang tak melindungiku (bukan berarti aku berharap dia melindungiku) malah malu terhadapku!

"apa-apaan kau?! Tak bisa kau jaga mulutmu hah gadis binal?!" teriakku sambil menunjuk ke arah Lisanna aku beralih pada Natsu

" dan kamu pinky sialan! Berani2nya kamu mengajakku kemari hanya untuk dipermalukan! Apa sih maumu?! Belum puas menyiksaku?! Aku benci kau! Lebih benci dari aku membenci kecoa! Lebih benci dari aku membenci nyamuk! Lebih benci dari aku membenci apapun! Benci benci benci!" setelah berkata begitu,aku berlari keluar dari kafe. Bisa kudengar teriakan Juvia memanggil namaku. Tapi tak kuhiraukan dan aku terus berlari. Aku tak tahu aku berlari kemana, yang kutahu aku marah sekali sampai-sampai aku menangis dibuatnya.

+BRUK!+

aku terjatuh. Bisa kulihat lututku berdarah parah juga. Disitu aku menangis dan akhirnya kusadari aku tak tahu dimana aku berada, dan ini sudah malam.

Ada 4 anak berseragam SMA yang berjalan ke arahku dan berkata "kenapa menangis ...? sini main saja sama kami biar kamu senang.."

GHEEEE?! APA LAGI INI?! TAK BISA AKU LEBIH SIAL DARI INI?!

"ayooo... main sama kitaaa..." di otakku terbayang sampul koran harian untuk besok

'SISWI SMU DITEMUKAN MENINGGAL DI PINGGIR JALAN'

oh tidak tidak... aku tak mau jadi begitu... Cuma satu yang kupikirkan dan akhirnya kuteriakkan

"NAAATSSUUUUUUU"

To Be Continued

Bagaimana? Bagus? Ini baru prolog.. Tolong di Review ya..Itu sangat membantu..

NB: Maaf ya atas Adegan es krimnya.. Bener-bener minta maaf :3