Halloo semuaa! Akhirnya Via-chan melanjutkan fanfic ini lagi Huftt.. Gomen atas apdetnya yang telatt bangett, Hehehe, yodah daripada Via-chan menganggu mending lansung baca aja Bye-Bye!

Happy Reading! ^^


Disclaimer: Hiro Mashima

Genre: School Life, Romance, Family, Humor, and other..

Pairing: Natsu x Lucy and many more..

Warning: Modern AU, OOC's, Gaje, Dll..

Cerita ini bukan milik saya, saya hanya mengedit dan mengganti nama tokoh dan sebagainya itu sajaa :D


"Karena perbuatanmu itu sekarang Natsu dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku-ngaku telah berpacaran denganku! Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"

"Mengaku-ngaku?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"

"Mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."

"Begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu."

"…"

"Apa maumu sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit-ngungkit masa lalu."

DASAR RUBAH BUSUK! ADUH! ADUH KEPALAKU! RASANYA AKU INGIN SEKALI MENCAKARI WAJAHNYA ITU! OH YA AMPUN! TANGANKU GATAL SEKALI RASANYA!

"Aku percaya kepadanya." kata Natsu.

Aku baru sadar ternyata Natsu sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke arah Sting dan Lisanna.

"aku percaya kepada Sting." kata Natsu lagi.

"Natsu..." gumam Sting.

"Senpai..." gumam Lisanna

.

.

.

.

Bisa kulihat dari mata Lisanna bahwa ia ketakutan setengah mati, sekarang Natsu sudah berdiri menghadap Lisanna, tangan Lisanna gemetar.

"Kau mendengar semuanya...?" tanya Lisanna kepada Natsu.

"Memangnya ada yang perlu kudengar?" tanya Natsu kepada Lisanna dengan gaya yang amat cool

Wuaaahhh... Natsu keren sekali.

"I- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku." kata Lisanna sambil menunjuk ke arah Sting.

"Apa katamu-" Sting belum menyelesaikan kata- katanya tapi Natsu mengangkat tangannya untuk menyuruh Sting berhenti bicara, lalu Natsu memutar badannya dan berbalik menghadap Sting.

*BUAAAAAKHHH!*

Natsu menonjok wajah Sting kencang sekali sampai Sting jatuh ke tanah.

" Sting! Natsu kenapa kau-" aku berteriak sambil berlari ke arah Sting

"Itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." kata Natsu kepada Sting.

'Pada kakakmu sendiri'...? berarti Natsu sudah mengakui Sting sebagai adiknya lagi?! bisa kulihat mata Sting bersinar-sinar karena senang, Natsu sudah memaafkan Sting! akhirnya segala kesalah pahaman terkuak disini, Lisanna mundur beberapa langkah dan bersiap untuk lari, tapi dia terlambat Natsu keburu memegang pergelangan tangannya.

"Kau pikir kau mau kemana...?"

"Aku... uh, aku..."

*PLAAAAKKK!*

Natsu menampar pipi Lisanna 'cukup kencang', tetapi Lisanna tersungkur ke tanah sambil memegangi pipinya, aku tak tahu kenapa dia tidak menampar rubah sialan itu sekencang -kencangnya.. padahal seharusnya Natsu menampar wajahnya sampai wajah cantiknya itu tak berbentuk sama sekali!

Yah, sebenarnya aku tahu sih kenapa.. walaupun Lisanna telah berbuat sejahat itu kepada Natsu, tapi dia adalah mantan pacar yang pernah begitu dicintai Natsu, jadi mana mungkin tega Natsu memukulnya sepenuh hati, jujur saja, melihatnya hatiku cukup sakit, ternyata Natsu masih menyimpan perasaan pada Lisanna walau cuma sedikit...

"Natsu! bagaimana mungkin kau menamparku?! aku ini Lisanna! aku pacar yang dicintaimu!" teriak Lisanna sambil menangis deras sekali, lalu Natsu berjongkok di sebelah Lisanna dan mencengkeram pipinya, Natsu memutar wajah Lisanna menghadap kepadaku.

"kau lihat dia? dia pacarku. Bukan kamu. Lihat baik- baik, tidak ada lagi yang namanya 'pacar yang pernah dicintaimu' cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku, kau tahu bukan aku selalu menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba...?" bisik Natsu di kuping Lisanna.

Bisa kulihat mata Lisanna membelalak lebar dan air matanya tidak keluar saking ketakutannya dia,tapi sekujur tubuhnya gemetar mendengar ancaman Natsu, Natsu melepaskan wajah Lisanna dengan hentakkan kecil lalu ia berdiri dan berjalan ke arahku dan Sting.

Aku masih dalam keadaan syok melihat perbuatan Natsu kepada Lisanna tadi, aku saja begini shock-nya, aku bertanya-tanya apa yang dirasakan Lisanna saat Natsu mengancamnya seperti itu, kini aku tahu benar kenapa Natsu bisa memiliki pengikut yang banyak, karena dia mempunyai aura yang luar biasa, dia bisa benar- benar menakutkan dan dia juga bisa benar - benar menenangkan, tipe yang begitu cocok sebagai pemimpin..

"Cepat berdiri..." kata Natsu kepadaku.

"Eh? oh i- iya..." sadarku dari keadaan shock-ku.

"Kamu juga berdiri, kita harus bicara." kata Natsu kepada Sting.

"Baiklah..." kata Sting sambil ia berdiri. lalu kami bertiga pergi meninggalkan Lisanna.

Aku kasihan sekali kepada Lisanna, dia masih terduduk di jalanan saking schock-nya, matanya masih mebelalak dan dia hanya memandangi tanah saking takutnya, dan bisa kulihat dia gemetaran serta keringatan..

Huh, aku turut berduka cita.


Aku, Natsu, dan Sting pergi mengarah ke MCD

(sebenarnya Natsu menyuruhku pulang saja karena dia mau bicara berdua saja dengan Sting, tapi aku berkeras ikut, dan lagipula aku lapar sekali, jadinya aku juga memaksa mereka ke MCD saja. Hahaha)

Dan menempati tepat paling pojok agar tidak berisik, sebenarnya tidak perlu di pojok juga tidak apa - apa sih, karena tempat ini sepi lantaran sudah lewat jam makan malam, aku duduk sedangkan Natsu dan Sting pergi memesan makanan.

Ukh, mereka memang cocok sebagai kakak beradik, dasar rubah busuk, bagaimana bisa dia menghancurkan hubungan keluarga mereka! Lalu Natsu kembali diikuti Sting di belakangnya, aku melihat nampan yang dibawa Natsu, isinya hanya 1 porsi Hamburger, 1 porsi kentang goreng, dan 1 soda.

"Mana punyaku?!" tanyaku kepada Natsu.

"Kalau kau mau makan, pesan sendiri." jawabnya.

Dasar kadal tengik! tega sekali dia tidak memesankan makananku juga.. Aku berdiri bersiap untuk berjalan ke konter makanan, tapi Sting mencegahku.

"Sudah kubelikan, duduk saja." katanya di nampan yang dibawa Sting ada 2 hamburger, 2 ayam goreng, 1 kentang goreng, dan 2 soda.

Ukh Sting... kau memang yang paling mengerti aku!

"jadi kau beli banyak sekali ternyata untuk babi ini?!" tanya Natsu sambil menunjukku.

"apa katamu?! babi?!" aku sudah bersiap maju untuk memukul Natsu, tapi dia menahan kepalaku dan terus berbicara.

"kupikir kau beli sebanyak itu lantaran nafsu makanmu tinggi karena sedang puber! untuk apa kau belikan dia?!"

"karena kulihat kau tidak membelikan dia, jadi kubelikan saja. habis dia kelaparan, kau tak lihat wajahnya?" kata Sting kepada Natsu.

Natsu menengok ke arahku untuk melihat ekspresiku, lalu aku langsung merubah ekspresiku seperti anak anjing yang memelas.

"Ukh... aku lapaar..." kataku sambil mengedip-ngedipkan mataku.

"Hentikan itu. menjijikan, aku bisa muntah di wajahmu." kata Natsu.

Dasar sialan... Yayaya, terserah saja, aku tak peduli, pokoknya aku mau makan sekarang. Aku mau duduk di sebelah Sting sampai Natsu memegang tanganku,

"Kau kira kau mau duduk dimana?"

"Akan lebih mudah makannya kalau aku duduk di sebelah Sting, karena nampannya ada di dia."

"Duduk disini." Natsu menarik tanganku sampai aku terduduk di sampingnya, jadi aku duduk berdua dengan Natsu dan menghadap Sting yang duduk sendiri, Sting menyerahkan Hamburger dan sodanya kepadaku, aku mengambilnya dan membuka bungkus hamburgernya.

"Selamaaat makaaaa-" kataku bersiap-siap melahap Hamburger yang sudah berjarak 1 senti dari mulutku, tapi aku tak berhasil melahapnya karena Natsu meletakkan tangannya diantara mulutku dan Hamburger itu.

"Jangan makan pemberiannya, ini makan punyaku saja!" kata Natsu.

Dasar...dia aneh sekali sih!? masa makan hamburger pemberian Sting saja tidak boleh? tadi dia gak mau kasih burgernya padaku... dasar aneh... lalu aku menggigit tangan Natsu yang berada di depan mulutku kuat-kuat.

"Aduh! Apa-apaan kau!"protes Natsu.

"Cepat berikan burgermu aku lapar!kenapa sih kau tak membiarkanku makan burger dari Sting?! Ohoho... kau cemburu ya...?" ledekku

"Ph! ha! hahaha! ap- apa?! heh! cemburu?! aku tidak cemburu!" jawab Natsu gugup, tapi bisa kulihat kupingnya memerah, kupingnya selalu memerah bilamana dia merasa malu, kekeke.

"Oh ya?! Oh ya?!"

"Tutup mulutmu!"

"Hahahaahahaha!" tiba-tiba Sting tertawa.

Ups, untuk sesaat aku lupa Sting berada disini.

"Kenapa kamu ketawa?" tanyaku.

"Ka- kalian mesra sekali...hahaha"

"Mesra gigimu! kau tak lihat kami sedang berantem?!" tanya Natsu.

"Ahaha, sungguh.. kalian mesra sekali.. aku sampai cemburu melihatnya.. hahaha" jawab Sting.

Entah mengapa walaupun ia tertawa tetapi dari perkataannya terdengar sedih, ah... aku lupa... Sting pernah bilang dia menyukaiku... Ya ampun, bagaimana aku bisa lupa!? Karena merasa tidak enak, aku hanya menunduk saja sambil memakan burgerku dalam diam.

"Kembali ke topik, kenapa kau tak memberitahuku kalau rubah betina itu menjebakmu?" tanya Natsu. Sting terdiam sesaat lalu dia berkata,

"Beberapa kali aku ingin menjelaskannya, tapi teman-mu itu tak membiarkanku bicara denganmu. dan lagi, sepertinya kau marah sekali..."

"... Yah sudahlah, lain kali kalau ada apa-apa kau sebaiknya langsung memberitahu aku, jangan sampai kejadiannya jadi berlarut seperti ini dan menjadi kesalah pahaman diantara kita." Wuaahh... Natsu bisa juga bijaksana... kekeke

"Oh iya ada satu lagi... aku akan pulang besok.." kata Sting.

"PROOOTT! AP- APA?!" teriakku sampai memuncratkan burger yang masih berada di dalam mulutku.

"Oh ya ampun jorok sekali! bagaimana bisa kau terlahir sebagai wanita?!" kata Natsu lantaran aku memuncratkan burgerku ke tangan Natsu.

"Kau mau pulang besok?!" tanyaku lagi mengacuhkan komentar Natsu.

"Iya besok... hei sebaiknya kau bersihkan dulu mulutmu itu." kata Sting. aku mengusap sisa burger yg menempel di mulutku dan bertanya lagi " kenapa begitu cepat?!"

"Yah... karena memang urusanku sudah selesai disini, lagipula aku sudah berbaikan dengan Natsu, tak ada lagi yang benar-benar kuinginkan selain ini di kedatanganku kesini aku senang sekali."

"..." aku dan Natsu terdiam saja.

"Hahaha! kalian sedih ya aku pulang secepat ini?! tenang saja, aku akan main kesini lagi kok!" kata Sting.

Tiba-tiba aku teringat,"oh iya, bukankah kau bilang mungkin akan pindah sekolah disini? bagaimana? tidak jadi?"

"Oh itu, ya tidak jadi. lagipula itu kan hanya rencana. aku tidak bisa meninggalkan teman lamaku begitu saja." jawabnya.

"Oh..." gumamku kecewa.

"Kau besok berangkat jam berapa?" tanya Natsu.

"Jam 2 siang." jawab Sting.

"Aku akan pergi mengantar."

"Aku ikut!" kataku sambil mengangkat tanganku keatas.

"Iya-iya ya ampun... sudah, makan makananmu dan jangan berisik!" kata Natsu.

Ikh, dasar manusia kejam! jadi Sting akan pulang besok...? Kenapa begitu cepat? Padahal dia baru saja kembali baikan sama Natsu.. kenapa dia harus cepat-cepat pulang...? Aku akan mengantar Sting besok dan mengucapkan terima kasih atas segalanya yang dia lakukan padaku. dan lagi tadi dia sengaja mendatangi Lisanna karena dia membelaku.. entah bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku dikeroyok 5 orang. sisa waktu saat itu kupakai dengan memakan burger dalam diam.

saat ini aku, Natsu, Rogue, Gray, dan Juvia sedang berada di bandara untuk mengantar Sting, aku sedih sekali karena Sting harus pulang secepat ini..

"hei, baik-baiklah disana..." kata Natsu sambil menepuk bahu Sting.

"ya, hati-hati di jalan.. dan maafkan kami atas selama ini." kata Rogue.

"hati-hati lah dijalan Sting!" teriak Gray.

"Juvia tak kenal kamu, tapi hati-hati ya di jalan." ini komentar manusia planet tak lain tak bukan adalah Juvia, mereka saling berjabat tangan perpisahan.

dan satu-satunya yang belum mengucapkan perpisahannya hanyalah aku, lalu aku maju dan melangkah ke depan Sting sehingga posisi kami sekarang berhadapan.

"hei..." kataku.

"Hei..." jawab Sting.

"Terima kasih atas segalanya..."

"Tidak perlu sungkan..."

"Tentang itu..." aku mau bicara tentang pengakuan Sting padaku yang belum kujawab, tapi ada Natsu disini sehinggatak mungkin aku ngomong disini.

"... Tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik-baiklah dengan Natsu.." jawab Sting.

aku melirik Natsu, sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan Sting karena sedang sibuk memperhatikan anjing penjaga di pintu masuk bandara. Untunglah, jadi dia pasti tak akan nanya macam-macam... tiba-tiba ada lelaki berumur kira-kira 39 tahunan berdiri di samping Sting, itu pasti ayahnya, mata dan bibir mereka mirip.

"Hei Natsu... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan-kapan? sebenarnya ibUmu merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini, kalau kau segan pergi sendiri, ajak saja teman-temanmu..." kata ayah Sting kepada Natsu.

"A- akan kupikirkan lagi.." jawab Natsu. kupingnya memerah, sepertinya dia senang dengan mendengar bahwa ayahnya merindukannya, apakah anggapan Natsu selama ini akan ibunya yang tak memperhatikannya itu salah? ya, pasti salah. melihat dia bisa salah paham juga kepada Sting.. -_- ayah Sting tersenyum senang atas jawaban Natsu, ia berbisik kepada Sting,

" Jangan lama-lama ya, ayah duluan." dan akhirnya pergi duluan kedalam tempat pemeriksaan karcis.

"Nah... aku harus pergi sekarang..." kata Sting

"Ya, hati-hatilah di jalan" kata kami bergantian.

"Sebelum aku pergi..." Sting menarik tanganku untuk membuatku lebih dekat dengannya lalu dia mencium pipiku. 0_0 aku kaget sekali.

"Ap-apa apaan kau!?" sebal Natsu.

"Hahaha! itu balasan karena kau salah paham kepadaku! sekarang kita impas!" kata Sting kepada Natsu sambil ia berlari ke tempat pemeriksaan karcis.

"Cih.. bocah busuk, kuampuni kali ini lantaran kami impas." gumam Natsu. aku masih terbengong karena Sting menciumku. sebenarnya Sting bukan hanya menciumku saja, tapi dia juga berbisik di telingaku,

"Terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku... menyukaimu..." kita rahasiakan hal ini dari Natsu ya! hehehe...

"KAU HARUS MEMBERSIHKAN PIPIMU DARI RACUN ANAK ITU!" kata Natsu kepadaku.


Hari ini Natsu kelihatan bete dan sedikit uring-uringan, aku bertanya-tanya kenapa dia begitu... Mungkinkah dia masih marah karena kejadian di bandara? Ah tidak mungkin.. Kalau mengingat kejadian di Bandara seharusnya akulah yang marah.

Ya bagaimana tidak! saat perjalanan pulang dari bandara, tiba-tiba Natsu berhenti di toko buku dan membeli thinner, ternyata thinner itu dibeli Natsu untukku! jelasnya untuk men-sterilkan pipiku dari ciuman Sting.

Tentu saja aku menolak, masa aku memakai thinner untuk wajah?! seharian ini si Natsu kelihatan bete terus, aku juga jadi ikut bete melihatnya, padahal aku cuma mau menggunakan jam istirahat ini untuk makan dengan tenang, tapi kenapa sih Natsu mengekor terus dengan muka bete?!kalau dia sedang bete, kenapa dia tidak bete sendiri saja malah MENGEKORIKU?! mana pengikutnya juga ikut mengekor lagi! huh!

"apa sih maumu?! dari tadi kamu mengekor dengan muka bete begitu! setidaknya beri tahu alasanmu!"

"..." Natsu diam saja.

"Hei.. kau masih marah karena aku tak mau pakai thinner untuk membersihkan pipiku? tenang sajalah! aku sudah cuci muka 10 kali begitu sampai rumah!"

"Kencan..."

"Hah?"

"Ayo kita kencan..."

TO BE CONTINUE

Gomen klo ada typo Hehehe ^^'