Unperfect

Main Pair : KYUMIN

Genre : Romance, Drama, Angst

Rate : T

Warning : Abal, Gaje, typos bertebaran, GS always

Diclaimer : Dijamin 100% member SJ milik dirinya sendiri, keluarga dan Tuhan YME. Don't like, Don't read! If you still read, you blind! Tidak menerima bash untuk pair!

.

Sepasang kruk—yang terbuat dari kayu—diayunkan oleh pemiliknya. Sang pemilik bersenandung kecil sambil menikmati suasana taman kota. Di sebelahnya tampak seorang namja yang ikut bersenandung kecil.

"Noona~ Kyunnie cape" rengek sang namja sambil menggoyang-goyangkan tangan yeoja itu.

Yeoja itu tersenyum kecil, kemudian mengusap surai dark brown milik sang namja. Dalam hati iya sangat bersyukur bisa berkenalan dengan namja ini. Hidup dengan namja itu membuatnya bahagia.

"Ne, kita duduk di sana ya"

Namja yang diketahui bernama Kyuhyun itu dengan segera menduduki bangku taman kota yang tersedia. Senyumnya melebar menampilkan deretan gigi putihnya yang rapih. Tangannya sibuk dengan tas gendong bergambar starcraft yang tadi ia gendong.

"Hei, Kyunnie mau apa?"

Yeoja itu terlihat kebingungan melihat Kyuhyun tengah kerepotan mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Setelah menaruh kruknya, yeoja itu membantu Kyuhyun mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

"Nah, makasih noona~ Kyunnie sayang noona~"

Ternyata yang Kyuhyun keluarkan adalah sebuah buku gambar ukuran A3 dan sebuah kotak pensil bergambar starcraft juga. Tak lama setelah itu, Kyuhyun sudah sibuk menggambar dan melupakan yeoja di sampingnya.

Suasana taman kota memang belum bisa di bilang sepi. Lalu lalang orang bermain atau pun yang berjualan masih mendominasi kawasan taman kota tersebut. Namun, bunyi kendaraanlah yang masih mendominasi suara-suara. Maklum saja namanya juga taman kota, berarti terletak di kota.

"Kyunnie haus~" rengek Kyuhyun lagi.

"Ne, biar Minnie ambilkan minum"

Yeoja yang bernama asli Sungmin itu mengambilkan tempat minum Kyuhyun. Lagi-lagi bergambar starcraft. Kemudian memberikannya pada Kyuhyun.

Sungmin dengan nama lengkap Lee Sungmin. Seorang yeoja berumur 24 tahun dengan keterbatasan pada kakinya. Kaki kanannya harus diamputasi dan kaki kirinya sedikit cacat, itu ia dapatkan pada saat kecelakaan 10 tahun silam yang mana merenggut seluruh keluarganya. Kekurangan itu nyatanya tak sebanding dengan paras manis bak model. Hidungnya yang mancung, foxy eyes, bibir ber shape M dan kulit putih susu yang sangat halus.

Kyuhyun dengan nama lengkap Cho Kyuhyun. Satu tahun lebih muda dari Sungmin. memiliki wajah tampan yang dapat menjerat banyak yeoja. Keterbelakangan mental. Sejak kecil. Dia dibuang oleh appanya karena appanya malu mempunyai anak seperti dirinya. Sedangkan ummanya sudah meninggal saat melahirkan Kyuhyun.

.

Flashback

Malam itu hujan turun dengan deras. Sosok yeoja remaja yang biasanya di penuhi kehangatan sekarang malah diliputi ketakutan. Ini bukan kali pertamanya sang yeoja menangis ditengah hujan walau itu di dalam rumahnya sekali pun.

Tepat 6 bulan yang lalu, yeoja itu kehilangan orang tua dan kakinya. Hidupnya terpuruk kala itu juga mendengar fonis dokter yang bertubi-tubi dan tak begitu dimengerti yeoja berumur 14 tahun. Bukan tak mengerti hanya saja ia tak mau mempercayai itu.

Tangisnya dan bunyi petir saling sahut menyahut. Sampai…

Ting nong

Bel rumahnya berbunyi membuat isakan sang yeoja harus terhenti. Namun belum bisa beranjak dari sofa yang tengah ia duduki.

Ting nong ting nong

"Hiks… hiks…"

Bunyi bel makin tak karuan. Seseorang memencetnya begitu tergesa-gesa belum lagi suara isak tangis seseorang.

Takut-takut yeoja itu menghampiri pintu itu. Mengintip sebentar ke luar dan… alangkah kagetnya ia ketika mendapati seorang namja yang terlihat seumurannya tengah menangis dalam keadaan basah kuyup. Tangan namja itu terus menekan bel rumah yeoja itu.

Cklek

"Huaaa hiks… hiks… huaaa…. Kyunnie takut huuaaaa…"

Begitu pintu terbuka namja itu langsung menyerbu masuk dan memeluk yeoja remaja itu. Tangisnya makin mengencang seiring dengan petir yang sahut menyahut. Sedang yeoja itu tampak shock karena tiba-tiba dipeluk seorang namja. Tubuhnya terdiam. Debaran jantung yang pertama kali untuknya dan itu tak ia mengerti sama sekali.

Keduanya tampak terdiam dalam posisi saling memeluk. Masih mempertahankan diri mereka di depan pintu.

"Kajja kita masuk. Kau basah"

Yeoja itu yang tersadar duluan, mengajak sang namja untuk ke dalam. Sang namja masih bertahan dengan isakan-isakan kecil yang terdengar sangat memilukan.

Sang yeoja mempersilahkan duduk setelah memberikan sebuah handuk untuk namja itu. Yeoja itu terus menatap sang namja yang sesekali masih terisak.

"Aku Lee Sungmin. Namamu siapa?" ucap yeoja itu sambil mengulurkan tangannya.

Sang namja tak langsung menyambut tangan itu. Dia sedikit melihat wajah yeoja itu yang terlihat membengkak di bagian matanya.

Grep

"Kyunnie~ Cho Kyuhyun. Tanganmu hangat" ucap sang namja yang menyambut uluran tangan Sungmin.

"Hmm. Berapa umurmu?"

"Eh? Umur itu apa? Kyunnie tak tahu"

"Benarkah? Kenapa bisa kehujanan? Dimana orang tuamu?" Sungmin tampak kebingung. Tak menutupi rasa penasarannya, Sungmin terus saja bertanya.

"Eh? Kyunnie tak tahu, Minnie. Kyunnie ditinggal appa tadi"

"He? Umma Kyunnie kemana?"

"Umma Kyunnie di surga. Liatin Kyunnie dari atas sana" jawabnya sambil menunjuk ke atas.

Sungmin tampak terdiam. Ternyata teman barunya ini tak biasa dan memiliki persamaan dengannya. Sama-sama ditinggal ummanya di surga.

"Minnie juga. Kita berteman ya" ajak Sungmin sambil kembali mengulurkan tangannya.

"Wuaaaahhh Kyunnie mau. Ayo berteman. Minnie teman pertama Kyunnie. Asik Kyunnie punya teman" seru Kyuhyun girang bak memenangkan lotre.

Flashback off

.

"Kyu~ sudah selesai belum?"

Beginilah kebiasaan Kyuhyun dan dirinya di hari libur. Menghabiskan waktu untuk berjalanjalan menemani Kyuhyun.

Sungmin terlihat memeluk erat tas Kyuhyun. Tas itu penuh benda yang Kyuhyun bawa saat mereka pertama kali bertemu. Ada peralatan makan, beberapa baju, sebuah PSP, alat tulis, sebuah dompet dan sepucuk surat.

Kenangan Sungmin melayang ke malam berhujan itu. Setelah Kyuhyun terlelap, Sungmin memberanikan diri membereskan barang-barang Kyuhyun. Barang-barangnya terlihat mahal, namun ada satu benda yang membuat Sungmin terus menangis semalaman sampai tak tidur.

Sebuah surat. Tulisan tangan dari appa Kyuhyun. Saat itulah Sungmin berjanji untuk bersama Kyuhyun dan tak akan memberi tahu Kyuhyun perihal surat tersebut.

"Minnie~ lihat gambar Kyunnie!" seru Kyuhyun bersemangat.

Sungmin tersenyum sekilas ke arah Kyuhyun kemudian mengambil buku gambar Kyuhyun. Sebuah gambar khas anak tk terlihat di sana. Beberapa mobil berjejer rapi dan coretan-coretan yang Sungmin ketahui sebagai pohon.

"Bagus mobilnya" puji Sungmin sambil mengelus sayang rambut Kyuhyun.

"Ahh~ Kyunnie lapar~" gumamnya sambil mengambil kotak bekal bergambar starcraft.

Starcraft adalah permainan kesukaannya. Kalau mereka sedang di rumah, Kyuhyun tak akan bisa lepas dari mainan itu. Seakan hidupnya begitu bahagia kalau sudah ada starcraft.

"Minnie mau?" tawar Kyuhyun sambil memberikan sepotong roti selai strawberry ke arah Sungmin.

"Ne. Minnie mau"

Cukup seperti ini. Keduanya cukup bahagia dengan ketidak sempurnaan yang mereka miliki. Saling melengkapi dengan ketidak sempurnaan itu.

"Noona~, boleh tidak Kyunnie minta ice cream?"

Kyuhyun mulai meminta. Membuat pose seimut yang ia bisa yang malah terkesan aneh menurut Sungmin. Namun binar-binar di mata Kyuhyun mampu menepisnya.

"Baiklah. Minnie akan beli, tapi Kyunnie tunggu di sini. Jangan kemana-mana. Jangan nakal" peringat Sungmin.

"Ne" jawab Kyuhyun sambil menaruh tangannya layaknya seseorang yang sedang hormat.

.

Sungmin POV

Seseorang akan merasa tak bahagia atau bahkan frustasi ketika dia mendapati dirinya cacat. Tapi tidak denganku. Aku cukup bersyukur dengan ketidak sempurnaan ini.

Kyuhyun. Namja yang kucintai dan mencintaiku. Menurutku itu sudah lebih dari cukup. Itu sempurna dan itu kebahagiaanku. Tak peduli seperti apa semua orang melihat kami.

Aku mencintainya

"Terima kasih. Datang kembali nona" sapa sang penjual ice cream.

Kyuhyunku, dia selalu meminta ice cream pada sesi jalan-jalan kami. Ice cream vanilla tepatnya. Ice cream kesukaannya.

Kulangkahkan kaki… ah kruk kayuku. Ya, aku cacat. Kedua kakiku sudah tak sempurna. Awalnya memang sulit bagiku menerima ini apalagi berita orang tuaku meninggal. Itu membuatku semakin sulit menerima keadaan ini. Namun lama kelamaan aku bisa menerimanya. Bukannya hidup akan terus berjalan?

Sungmin POV End

.

Senyum manis Sungmin terpatri di bibirnya, memikirkan betapa senangnya Kyuhyun menerima ice creamnya. Bibirnya bersenandung kecil menemani senyumannya.

"Dasar idiot! Pergilah! Jangan ke sini! Kau merusak taman kota!" maki seseorang yang dapat Sungmin dengar.

Panik, Sungmin mempercepat gerakannya. Dalam hatinya ia berdoa kalau suara makian itu bukan berasal dari tempatnya dan Kyuhyun tadi. Namun,

Matanya membulat sempurna saat menangkap gerombolan anak Senior High School tengah melempari sampah pada Kyuhyun. Bahkan ada seorang yang melempar kerikil pada Kyuhyun. Kyuhyun terlihat menutupi wajahnya dengan tangannya. Tubuhnya bergetar hebat menahan isakannya.

"Yak! Jangan melemparinya seenaknya!" teriak Sungmin sambil merengkuh tubuh Kyuhyun yang tengah terisak.

"Eh, kau yeojachingunya?" sindir seseorang.

"Ne, memangnya kenapa?" balas Sungmin yang mulai bersiap-siap pulang.

"Kau manis sayangnya kau cacat" sahut salah satunya.

"Kalian cocok, sama-sama cacat" sindiran tajam itu mampu membuat Kyuhyun makin terisak. Sementara gerombolan itu tertawa terbahak-bahak.

"Jangan ganggu kami. Pulanglah bocah. Kau masih sekolah saja sudah seperti ini" nasihat Sungmin.

"Sebaiknya kalian yang pindah. Kami jijik melihat pasangan cacat di sini. Menganggu pemandangan saja" ejek yang lainnya.

Tak peduli, Sungmin terus membereskan barang-barang Kyuhyun. Ini sudah biasa terjadi. Orang-orang akan bilang kalau mereka cocok karena cacat. Tak jarang mereka mendapatkan hinaan yang lebih pedas dari ini.

"Kajja!" ajak Sungmin sambil menarik Kyuhyun yang masih terisak.

.

Sepanjang perjalanan keduanya terdiam. Kyuhyun lebih memilih memakan ice creamnya ketimbang berdiam diri seperti Sungmin. Kyuhyun rupanya sudah biasa juga dengan ritual Sungmin yang akan terdiam setelah mendapati serangan—menurut Kyuhyun.

"Masuk duluan Kyunnie. Minnie~ mau menutup pagar dulu"

Satu-satunya harta peninggalan orang tua Sungmin adalah rumah ini.

Rumah berpagar putih dengan taman kecil di bagian depan rumah. Rumah kecil ber cat krem. Memiliki dua kamar tidur yang berdampingan. Satu kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang tamu dan ruang tv. Rumah sederhana yang masih layak huni.

"Kyunnie~ mau bermain PSP!" seru Kyuhyun yang berlari ke kamarnya.

Kamar yang dulu milik Sungmin berubah menjadi milik Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun merajuk karena kamarnya itu bernuansa pink. Bukannya dia tak suka tapi dia sadar kalau dia namja, dia lebih suka kamar orang tua Sungmin yang berwarna biru.

"Kyunnie! Mandi dulu! Habis itu baru makan" seru Sungmin memperingati Kyuhyun.

Adakah yang bertanya apa pekerjaan Sungmin dan Kyuhyun?

Kyuhyun sudah pasti tidak bekerja. Menurut orang-orang apa yang bisa orang idiot kerjakan. Walau wajah Kyuhyun bisa dibilang tampan namun orang-orang yang sudah mengetahui kekurangan Kyuhyun akan buru-buru menjauh darinya.

Sungmin, ia bekerja serabutan. Terkadang membantu mencuci piring di sebuah restaurant atau memasak. Masakannya memang enak, sayangnya karena keadaannya ia tak diterima.

Apa kebutuhan mereka terpenuhi?

Tentu saja. Sungmin sering menjual perhiasan peninggalan orang tuanya. Kyuhyun juga memberikan uangnya untuk biaya makan mereka. Kalau kau bertanya rumah ini tak di bayar? Rumah ini bukan kontrakan tapi murni milik keluarga Lee.

"Mana makan Kyunnie!" seru Kyuhyun yang sudah siap di atas meja.

"Tadaa… jajangmyun kesukaan Kyunnie"

"Wuuaaahhhhh kesukaan Kyunnie. Makasih Minnie noona~ tapi…"

"Tapi apa?"

"Kyunnie mau mangkuk Kyunnie! Mangkuk Kyunnie mana?" rengek Kyuhyun sambil menghentak-hentakkan kakinya. Tangannya terlipat di depan dada menandakan dia kesal.

"Sudahlah Kyu, besok saja pakainya" nasihat Sungmin.

"Minnie jahat! Kyunnie mau piring Kyunnie! Kyunnie mau starcraft Kyunnie"

Sifat inilah yang Sungmin tak suka dari Kyuhyun. Kyuhyun begitu keras kepala kalau sudah menyangkut apa yang ia inginkan.

"Kyu~ Minnie cape. Kalau Kyunnie mau ambil saja sendiri piringnya ne" nasihat Sungmin sambil melayangkan tatapan lembutnya. Berharap Kyuhyun luluh.

Kyuhyun tampak bergumam tak jelas, namun ia mulai memakan makanannya. Sengaja ia terdiam dan membuang muka, tanda kesal dengan Sungmin. selalu seperti ini.

"Kyunnie tak sayang Minnie ya?" lirih Sungmin.

Kyuhyun terdiam. Ekor matanya mencuri pandang muka Sungmin yang tampak memelas. Tangannya meremas kaus yang ia kenakan dengan gelisah. Kyuhyun selalu seperti ini kalau Sungmin mulai bertanya hal yang menurutnya serius.

"Saranghae Minnie. Maafkan Kyunnie" lirih Kyuhyun dengan muka tertunduk malu.

"Minnie ga dengar" goda Sungmin sambil mengulum senyumnya.

"Saranghae Sungminnie~. Maafkan Kyuhyunnie~"

Cup

Sungmin segera mengecup pipi merah Kyuhyun. Gemas sekali melihat Kyuhyun malu seperti ini. Yang jelas ia selalu suka saat Kyuhyun malu-malu dan mengatakan saranghae padanya.

"Kok di pipi?" Tanya Kyuhyun polos. Matanya sedikit mengerjap.

"Eh?"

Cup

Kyuhyun segera menubrukan bibirnya pada bibir Sungmin. Melumat dan mengemutnya layaknya permen lollipop. Setelah puas Kyuhyun mulai melepas bibir itu.

"Manis" komentar Kyuhyun.

Blush

Gentian pipi Sungmin yang memerah.

Sungmin tahu, Kyuhyunnya masih memiliki hati layaknya namja dewasa namun pikirannya masih seperti anak-anak.

"Kyunnie selalu suka bibir Minnie. Habisnya manis. Minnie suka bibir Kyunnie ga?" jelas Kyuhyun yang sudah memulai makannya kembali.

Blush

"Eh—eh i—iya Minnie juga suka" jawab Sungmin gugup.

"Ayo makan. Habis itu Minnie ceritakan dongeng untuk Kyunnie. Malam ini Kyunnie mau tidur ama Minnie ah~" pinta Kyuhyun.

Diri mereka memang jauh dari kata sempurna. Namun kehidupaan mereka sempurna. Sekeras apapun cobaan mereka, asal melewatinya bersama itu sudah cukup. Mereka tak butu siapa pun lagi. Karena ketika dunia menghina mereka, mereka akan saling melengkapi satu sama lain.

.

Sudah satu dongeng Sungmin ceritakan, tapi nampaknya Kyuhyun belum juga terlelap. Iya masih asyik dengan komentarnya mengenai dongeng itu.

"Kyunnie, Minnie ngantuk" rengek Sungmin.

"Tapi Kyunnie belum"

"Kyu~" melas Sungmin dengan tatapan aegyonya.

"Ish, Minnie kenapa aegyo si" gerutu Kyuhyun.

"Kyu~"

"Baiklah. Sini, Kyunnie mau peluk Minnie" perintah Kyuhyun.

Grep

Kesukaan Kyuhyun. Memeluk tubuh Sungmin selama mereka terjaga. Entah kenapa Kyuhyun sangat suka harum tubuh Sungmin. Begitu pun sebaliknya. Saling membagi kehangatan mereka satu sama lain.

"Kyunnie juga mau menikah seperti pangeran itu" komentar Kyuhyun.

"Eh?"

Sungmin mendongakkan kepalanya sedikit agar melihat wajah Kyuhyun. Wajah itu terlihat begitu serius dan bersungguh-sungguh.

"Kalau Kyunnie sudah besar Kyunnie mau menikah dengan Minnie. Minnie mau ga?" Tanya Kyuhyun serius sambil mensejajarkan wajah mereka.

Bukannya menjawab, air mata Sungmin malah menetes lembut. Ini adalah kalimat paling membahagiakan yang Sungmin dengar dari pujaan hatinya ini.

Kyuhyun yang melihatnya begitu panic. Ia berusaha menghapus jejak-jejak air mata di pipi Sungmin. "Kenapa Minnie nangis? Minnie ga mau menikah dengan Kyunnie ya? Kalau tidak mau jangan nangis"

"Bukan Kyu~ Minnie mau kok"

"Benarkah?"

"Ne"

"Saranghae Sungminnie"

"Nado Kyuhyunnie"

.

.

.

A letter

Annyeonghaseyo

Ini aku appanya Kyuhyun. Siapapun yang merawat bocah ini rawatlah dengan benar. Aku sudah tak sanggup merawatnya. Di dalam tas ini ada semua keperluan Kyuhyun. Ada uang pula. Kalau merasa kurang hubungi saja aku.

Mr Cho

.

.

.

TBC or END?

.

Tiba-tiba dapet ide kaya gini. Jadi dituangin aja, dari pada kebuang sia-sia, itung-itung selingan ff lain. Ah… apa ini termasuk angst?

.

Mind To Review?