Fanfiction

Disclaimer:Kamichama Karin copyright KogeDonbo

Warning:OOC,Alur berantakan,tidak dimengerti,Banyak percakapan,fantasy,ada beberapa kata yang ilang pada fanfic ini,mohon dimaklumi ya kalo nggak nyambung

FanFic multichapter pertama nih,pasti jelek,iyuh,sangat tak dimengerti atau membingungkan,dan lain saja author baru lumayan bego ryukutari atau panggil ja Ryu,atau ryubego atau terserahlah,bukan nama asli sih #plakk kepedean amat!

Geregetan buatnya loh..(emangnya ngurus?,sekalian step ajah!)

Cukup untuk basa basi basu base dan seterusnya.

Langsung ajah...

Hari kesialan Kazune

Himeka senang dengan kalung yang diberikan Kazune,sepupunya pada hari ultahnya juga menghadiahkannya kue tar,walau tulisan 'Selamat ulang tahun Himeka' sedikit hancur,tapi Himeka tetap Miyon memberikannya 'bug figure' karena Himeka suka sekali serangga,sangat beda dengan Kazune yang benci serangga.

Keesokan harinya Himeka memakai kalung itu ke sekolah Seiei seperti biasa ditemani Karin dan Kazune berjalan menuju disana mereka bertemu dengan Michiru yang kebetulan datang barengan,Michirupun bertanya pada Kazune

"Kazune-kun apa kau sudah meneliti beberapa hal tentang cincinku ini?,dan kenapa aku tak bisa bertransformasi,tapi aku bisa melihat kamika?"

"Oh,tentang itu…" jawab kazune yang menggantung karena Karin dan Himeka menatapnya dengan aneh

"Wai,Hanazono-san ohayo!" sapa Michiru ke Karin

"Ohayo,Micchi,nee Kazune-kun,Micchi,sebenarnya ada apa?"tanya Karin

"Nishikiori,sebaiknya kita membicarkan hal ini di tempat yang sepi saja" kata Kazune ke Michiru "Karin,jaga Himeka,aku akan memberitahumu nanti" kata Kaune ke Karin dan lantas mereka pergi

"Ja ne,Hanazono-san!" kata Michiru singkat,dengan nada setengah hanya mengangguk menanggapi mereka berdua.

"Sudahlah Karin-chan,kita ke kelas saja" ajak Himeka,seraya menepuk bahu Karin

"yah!" jawab Karin singkat.

Sampai di kelas mereka disapa oleh Miyon dan bertanya

"Kazune kun dimana?''

"Eeto…. Kazune-kun tadi katanya lagi mema-"

"Memanjat pohon sekolah" kata Himeka yang memotong perkataan Karin tadi

"Huh?" Miyon dan Yuki heran

"Tadi aku melempar buku milik Kazune,ndak sengaja nyangkut di pohon!" Kata Karin yang mengarang-ngarang seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,tak lama datang Kazune disusul Michiru

"Kazune kun,apa sudah dapat bukunya?" tanya Miyon mendadak

"Hah?" Kazune tidak mengerti

"Buku apa?" tanya balik Michiru,Karinpun langsung menyeret Kazune dan Michiru keluar kelas dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karena itu Karin menaburi beberapa dedaunan di sekitar Kazune dan tak lupa ia juga menaruh semut,kemudian Kazune merasa ada yang berjalan di tangannya

"M-MUSHI!" Teriak Kazune,iapun berlari kesana kemari tanpa ,Yuki dan Miyon yang ada di dalam kelas hanya terdiam melihat tingkah Kazune berlari ketakutan,sementara itu Karin tertawa terbahak bahak di samping akhirnya Himeka mengambil semut malang itu dari tangan marah besar pada Karin.

/

/

/

Waktu istirahat dan Micchiru meninggalkan mereka terlebih dahulu'Mungkin mereka membicarakan cincin lagi 'tebak Karin dalam hati,seraya menunggu Himeka diluar Himeka kembali merekapun berangkat menuju kantin.

Di sebuah taman belakang sekolah,Micchiru dan Kazune berunding

"Kazune kun,apa yang ingin kau katakan?" tanya Michiru

"Kau bilang cincin ini diberikan dari ayahku bukan?" tanya balik Kazune

"Benar,cincin ini peninggalan dari .Seperti yang ku katakan sebelumnya, adalah pelindung hidupku jadi aku ingin membalas budi,sebagai tanda terima kasih,tapi ia sudah meninggal dan aku bertemu denganmu,dari sisi apapun kau sangat mirip dengan proffesor,apa kau yakin kau tidak tau menahu tentang diriku?,atau proffesor tidak memberi taumu apapun tentang diriku?" jelas Micchiru

"Mana mungkin,dia sudah meninggal sesudah aku lahir?" ujar Kazune

"Secepat itu kah?" tanya Micchiru singkat,tiba tiba cincinnya mengeluarkan cahaya "Kazune kun mithe cincinku mengeluarkan cahaya" kata Michiru sambil memperlihatkan cincinnya

"Hmm…" Kazune kebingunan

"Dengan memimjam kekuatan dewa perang Ares" seru seseorang yang mendadak muncul dari balik semak,dan sudah berkamika

"Ha,Kujyou rasakan ini! Proeli Gradius!" kata orang yang bernama Karasuma Kirio itu dan mengarahkan tongkatnya ke Kazune,sontak Kazune langsung menghindar dari serangan mendadak itu

"Ego Sum Deus!" seru Kazune yang merubah wujudnya menjadi dewa "Nishikiori,pergi ke kelas,jangan biarkan Himeka kesini!"

"yah!" jawab Michiru singkat yang kemudian berlari entah kemana

"Siapa sebenarnya orang itu,Kujyou,mengapa ia bisa melihat kamika?" Tanya Kirio

"Itu bukan urusanmu!"

"Itu nanti saja kupikirkan,sekarang dimana dewi amatir,Karin Hanazono?"

"Ia tak ada di sini!"

"Dan tentu saja ia ada di sekolah akan memusnahkan kau dulu,Proeli Gradius!"

"Sagittasolix!"

Di tempat lain,Karin,Himeka,Miyon dan Yuki sedang berjalan menuju tiba ia bertemu dengan Kirika

"Hai, Karin chan,Oh ya aku punya undangan untukmu,karena sekarang hari ulang tahunku,nanti datang ya!"

"Benarkah,Kirika senpai?"

"Ya." Jawab Kirika singkat pada Karin "Nii –san" kata Kirika dengan volume sangat kecil,yang kemudian berlari menjauhi Karin

"Wah,dapat undangan dari Kirika senpai!" Kata Karin berkali kali hingga ia tak tau Himeka,Miyon dan Yuki sudah meninggalkannya ke kelas terlebih dulu.

Shii chan kucingnyapun datang menemui Karin

"Karin chan kita mem—"

"Kamu tau Shii chan aku mendapat undangan dari—"

"Karin chan kita mempu—"

" Kirika senpai!"

"KARIN CHAN KITA MEMPUNYAI MASALAH BESAR! KAZUNE CHAN BERKAMIKA!" teriak Shii chan yang tak bisa meredam kata katanya lagi "Dan aku mempunyai firasat buruk tentang itu" lanjut Shii chan

"Apa..?!Dimana? mengapa..?" Tanya Karin yang terbata bata

"Ikuti aku!" ajak shii chan

Merekapun tiba di taman belakang sekolah,tanpa sadar Himeka mengikutinya sejak tadi

"Karin mengapa kau mengajak Himeka kemari?" Tanya Kazune

"Hng?" Karin kebingungan,Shii chan kemudian segera membawa Himeka menjauhi tempat mereka yang sedang lengah Kirio mencoba mencari kesempatan

"Proeli Gradius!"

Kazune yang nampak bingung itupun terkena serangan "Akh" rintihnya kesakitan

"I AM GOD" Karin merubah wujudnya menjadi dewi "GOD THUNDER" serunya menyerang Kirio "Rasakan itu Meganekko semak semak!" lanjut Karin,kemudian muncul seorang dewi misterius yang menghalau serangan Karin

"Sebaiknya kita hentikan ini!" kata dewi misterius itu ke Kirio

"Jangan hentikan aku,pergi sana!" bentak Kirio "Proeli Gradius!"serang Kirio kea rah Karin,Karin hanya melindungi diri dengan kedua tangannya,sedangkan Kazune langsung menuju Karin untuk melindunginya dari serangan itu,hal hasil ia menjadi pingsan

"Kazune-kun" panggil Karin penuh kekawatiran "Dasar kau penyerang meganekko,GOD THUNDER!" serang Karin

"Namaku penyerang meganekko dewanai,Karasuma Kiri—,Akh!" Kiriopun mendapat serangan dari Karin dan iapun menghilang.

Tak lama setelah itu,mereka kembali menjadi manusia. Setelah itu Kazunepun siuman—tumben dia cepet siuman biasanya sampe besok belum siuman—.Mereka kemudian kembali ke kelas karena 5 menit lagi pelajaran akan dimulai.

/

/

/

Teng ting tong! suara bel pulang berbunyi semua murid keluar kelas,termasuk Karin,Kazune dan Himeka

"Kazune kun,Himeka chan apa kalian tau,Kirika senpai mengundangku pada hari ulang tahunnya nanti!" Kata Karin yang kegirangan seraya menunjukan sebuah undangan pada mereka

"Apa?!saudara Karasuma itu! Kau tak boleh kesana!" Bentak cowok yang berparas wajah cantik itu

"MENGAPA?!" Tanya Karin dengan nada tinggi

"Pokoknya tidak boleh!" Kata Kazune dengan tampang dingin

"KAZUNE KUN AKU BENCI KAU!" bentak Karin ke Kazune dengan nada sangat tinggi,dan lantas meninggalkannya lebih dulu ke rumah,dengan perasaan kesal.

Sampai di rumah Karin segera berdandan menyiapkan segala untuk ke acara ulang tahun senpai selesai ia mengendap ngendap keluar dari rumah karena takut nanti Kazune mengetahuinya,tapi buruknya Kazune sudah mengetahuinya

"Sudah ku tebak kau akan tetap pergi ke rumah Karasuma itu" ujarnya sembari bersandar di pegangan tangga (bener ya namanya pegangan tangga?)

"Ka..Kazune-kun,itu ee itu" Karin gugup karena Kazune yang tiba tiba muncul di pandangannya

"Serahkan cincinmu nanti supaya Karasuma itu tidak mencurinya" saran Kazune

"Iya,ta..tapi ada kecoak di bahumu" sahut Karin seraya menunjuk bahu Kazune

"Hah? Kecoak?" Kazune kemudian melirik bahunya sendiri "Se-serangga! Aaa!" iapun kembali berlari tanpa hanya menaruh cincin diatas tangga dan keluar rumah,tapi Karin mengintip sedikit dari pintu masuk,dia melihat Himeka dan Kazune yang masihberlari tanpa arah

"Kazune chan doushite?" Tanya Himeka

"Se-serangga se-" tanpa disadari Kazune menabrak tembok di hadapannya,BRUK! spontan ia langsung menghampiri Kazune yang tengah bernasib sial itu

"Kazune chan apa kau baik baik saja?,wah,kecoak kirei.." ujar Himeka sembari mengambil kecoak yang sekarang sedang berada di rambut Kazune.

Karin menahan tawanya di balik pintu,dan kemudian berangkat menuju rumah Kirika senpai dengan berjalan sesekali melihat alamat rumah itu yang tertera pada kartu undangan dari menenteng hadiah yang akan di berikan Kirika,Karin juga menanyakan alamat tersebut ke warga tak sia sia,ia menemukan rumah Kirika senpai.

"KIRIKA SENPAI" panggil Karin dari luar rumah megah tersebut berharap untuk membuka pintu,tapi orang yang membuka pintu bukan orang yang diharapkan yaitu,Kirio

"Dewi amatir,untuk apa kau ke rumah ini?"

"Kirika senpai ulang tahun,aku kesini untuk menghadirinya"

'kalo dewi amatir kesini tanpa dewa matahari itu,bisa aman ini dapat mencuri cincin Athena' pikir Kirio "Jika dewi Amatir yang menghadiri acara ini,harus memberikan cincinnya terlebih dahulu" Kirio memberi syarat pada Karin

"Haruskah?!"

To Be Continue

Akhirnya selesai ditebak nih fanfic bakal hancur lebur,jelek,alur cerita entah lari kemana,dan lain sebagainya..

Review bolehlah,sekedar baca juga boleh,yah..