Sebelum memulai cerita, Nacchan mau bales review dlu~
~ Kenji
Oke! Ini udah Next!

Oke, mari kita lanjut ke ceritanya~

Kataomoi Finally
Rated: T
Genre: Action/Fight/Family/Friendship/Romance
Disclaimer: Not me!
Warning(!): OOC, TYPO, Gaje, Abal, CROSSOVER!, dll.
Pairing: (yg udh pasti aja) StingxRyouko

.

.

.

Rena melamun di dalam kelasnya. Mengingat kejadian dimana seorang Sasuke Uchiha mematahkan tangan kanan kakaknya, membuat dia geram. Walaupun ia sudah membalasnya, tetap saja, ia merasa itu tidak cukup.

KRING! KRING! KRING!

Suara bel istirahat berbunyi. Jujur saja, Rena tak mendengarkan satu patah katapun dari gurunya sedari tadi. Ia terus melamun memikirkan masa lalunya sewaktu SMP.

"Hoi, Rena!" seru Akane menepuk pundak Rena.

"UWA! Akane!" seru Rena kaget menoleh ke arah Akane.

"Kenapa sih? Dari tadi bengong terus!"

"Ng-nggak ada..."

"Bawa bekal?"

"Ti-tidak..a-aku mau ke ruang klub dulu, ya!" Rena langsung berlari keluar dari kelas.

Akane hanya menatapnya bingung. "Hei, Jurina," ia menghampiri Jurina.

"Ada apa?" tanya Jurina menoleh ke arah Akane.

"Ada apa dengan Rena?"

"Entahlah, aku juga tak tahu. Tapi, pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan!"

~{SKIP TIME}~

Di ruang klub Sains...

Sepi. Itulah suasana ruang klub saat ini. Ia duduk di pojokkan klub. Menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya. Mengingat kembali masa lalunya di SMP Teonuku.

.

Flashback ON

Posisinya sekarang berada di dalam rumah sakit menemani Jurina yang tangannya patah. "Sudah larut, sebaiknya kau pulang Rena," ucap Jurina.

"Tapi..." Rena merasa tak ingin meninggalkan kakaknya sendirian.

"Tak apa, pulanglah."

"Baiklah, aku pulang dulu," Rena mengambil tasnya dan pamit pulang ke rumahnya. Selama perjalanan menuju rumah, jalanan sepi dan gelap.

Drrtt...drrtt... HP Rena bergetar. Ia segera merogoh HPnya. Ternyata Taiga meng-SMSnya. "Darimana dia tahu nomor HP ku?" batin Rena.
Ia segera membuka pesan Taiga.

Taiga: Gimana kabar Jurina?

Rena: Rada-rada baik...

Taiga: Kau ngomong apa sama Ortu mu soal tangan kanan Center patah?

Rena: Gak sengaja jatuh di tangga

Taiga: Ohh...

Rena: Oh ya, kabar Ryouko gimana? Kayaknya tdi agak down, ya?

Taiga: Dia demam, tapi, dia membantah bahwa dia demam

Rena: Antara kecapekan atau kurang minum

Taiga: Ya, seperti itulah...

Rena: Ya udah, moga cepet sembuh

Taiga: Moga Jurina cepet sembuh juga

Rena memasukkan kembali HPnya ke sakunya. Lalu, bergegas menuju rumahnya.

~{SKIP TIME}~

Besoknya—tepatnya siangnya—ke-9 cewek itu plus Taiga pergi ke warung Nenek Yupi untuk menikmati bakso lagi.

"Eh, gimana kabar Center?" tanya Astrid.

"Gak terlalu buruk, gak terlalu baik," jawab Rena tersenyum miris sambil menikmati baksonya.

"Kurang ajar banget sih tuh Pantat Ayam!" seru Yuko mengebu-ngebu.

"Hei, kau bisa membakar warung Nenekku!" seru Yupi menikmati baksonya.

"Bagaimana nanti kalau kita menyerang mereka?" usul Nene.

"Mmm!" nyaris Taiga memuncratkan minuman yang ia minum, "Tidak! Tidak! Tidak! Jangan dulu!"

"Kenapa?" tanya Nene.

"Pokoknya jangan! Aku punya firasat buruk," jawab Taiga.

Semua hanya manggut-manggut.

"Oh ya, Ryouko dimana?" tanya Aoi mencari sosok seorang Ookami Ryouko.

"Dia berada di UKS," jawab Taiga agak tertunduk.

~{SKIP TIME}~

Sementara itu di UKS... (Ryouko POV)

"Ugh..." perlahan, ku buka mataku. Terang...lampu yang ku lihat. Aku melihat sekeliling. Suasana UKS yang kulihat. Lalu, seorang cowok berambut blonde spike tengah tersenyum padanya, "Hai."

"UWAA!" sontak aku kaget dan meloncat menjauh, "S-Sting! Se-sedang apa kau disini!?"

"Hanya menemaniku," jawabnya sambil tersenyum.

"Me-menemani...!?"

"Iya."

"B-betul..!?"

"I...ya..."

Keheningan melanda keduanya. "A-apa Shinji tahu kau disini?" tanya Ryouko sedikit gemetar.

"Tidak. Dan, sebaiknya kau segera tidur, demammu belum turun!" seru Sting memegang kening Ryouko.

Ryouko cukup kaget dengan kelakuan Sting, itu membuat mukanya yang merah bertambah merah.

"Ayo, sekarang tidur, istirahat, dan kau akan cepat sembuh!" seru Sting menidurkan Ryouko.

Ryouko mengangguk menurut.

"Aku pergi dulu, oke? Sebelum Shinji mengetahui letakku!" Sting berlari keluar dari UKS.

Ryouko hanya mengangguk kaku, "A-ada apa denganku..!?"

~{SKIP TIME}~

Sudah 3 minggu semenjak Jurina dirawat di rumah sakit. Setiap hari Rena dan yang lain menjenguk Jurina dengan tangan kanannya yang patah. Sementara itu, makin hari, keadaan Ryouko makin membaik—walaupun ia terus memaksa agar tetap sekolah.

Dan, setiap hari ia masuk ke UKS, begitu juga Sting yang senantiasa menungguinya.

Hari ini Jurina diizinkan pulang dan sudah mulai bersekolah. Teman-temannya menyambutnya senang. Dan, demam Ryouko kini telah hilang. "Oke, semua, sepertinya ini adalah hari yang bagus untuk melakukan revenge!" seru Taiga.

"Yo!" seru semua setuju.

"Oke, semua, waktunya bersiap!" seru Taiga.

Flashback Off

"Rena?" panggil seseorang.

Rena menoleh ke arah pintu, "Re-Ren!"

"Kucari dari tadi, ternyata ada disini!" seru Ren menghampirinya.

"A-ada apa..?" tanya Rena menoleh ke arah Ren yang kini duduk di sampingnya.

"Gini, hari ini hari terakhir kami latihan basket sebelum bertanding. Jadi, apa kau bisa meminta Jurina untuk menonton kami latihan?'

"Kapan? Maksudku, jam berapa?'

"Sore nanti, pukul 16.15."

"Oke, nanti ku bilang dengan Jurina."

"Oke..." Ren mengangguk. Keadaan menjadi canggung dan hening.

"Hei, a-apa..S-Satoshi-nii a..da juga..?" tanya Rena yang menyembunyikan rasa takutnya.

"Tidak sih, dia tak mau menonton, emang kenapa?"

"Ti-ti...dak ada, tidak ada, hehehe, hanya bertanya."

"Ohh..." Ren ber-oh, "Kau sedang apa disini?"

"Ti-tidak ada...hanya...menyendiri.."

"Kenapa?"

"Suatu alasan yang tak perlu kau ketahui."

"Oh, baiklah." Keheningan kembali melanda mereka.

"Yosh! Ren, bagaimana kalau kita ke kantin mencari makanan?"

"Hmm...boleh, ide yang bagus, ayo!" Ren menyetujui usul Rena dan keduanya segera pergi ke kantin. "Semoga kata-katamu itu benar, Ren," batin Rena.

~{End of Chapter 12}~


Nacchan: Yosh! Akhirnya selesai juga!

Sayaka: Hiehehe, ada scene StingxRyouko dan RenxRena

Nacchan: Yup! Itu betul sekali! Nacchan paling suka sama pairing StingxRyouko!

Sayaka: Setuju!

Nacchan: Eh, eh, mau ikutan nyuri buku diary Mayuyu?

Sayaka: Ikut!


~Arigatou Gozaimasu~

Next Chapter in Kataomoi Finally:

Rena mengajak Jurina untuk menonton latihan terakhir Ren. Awalnya Rena ingin menemani kakaknya tersebut, namun, ia tak jadi karena mendengar suatu hal buruk akan terjadi. Suatu hal buruk apakah itu?