"BRAK!" Seorang yeoja menabrak seorang namja di tingkungan lorong sekolah. Sebelumnya yeoja itu berlari sangat kencang,hingga tak melihat kalau ada orang di belokkan.

"Yak! Jalan tuh mata!" Bentaknya dengan suara keras. Yeoja ini malah marah-marah. Padahal dirinyalah yang menjadi tersangka.

Namja yang di tabrak yeoja itu tak terima dengan bentakkan yang di terima, "jalan itu pakai kaki. Bukan pakai mata!"

Yeoja itu mendongakkan kepalanya menatap namja yang balas membentaknya,"hah!" Desah sekaligus erangan yeoja itu, "maafkan saya seonsaengnim. Maafkan saya choi seonsaengnim"yeoja ini langsung berubah sikapnya 180ยท saat tahu siapa yang di tabraknya

Yeoja ini tadi menabrak guru matematika yang paling killer di sekolah. Choi siwon seonsaengnim,guru tampan dan masih sangat muda. Banyak hagsaeng yang mengidolakannya diam-diam. Tapi,tak ada satupun hagsaeng yang berani mengatakan kalau mereka mengidolakam seonsaengnim satu ini. "Ah,kau cho kyuhyun" choi seonsaengnim menatap tajam ke arah kyuhyun

"Hahaha,sam.." kyuhyun ketakutan

"Detensi! Pulang sekolah nanti kau ke ruangan saya!"

.

.

.

.

.

.

.

Shin sung ah present

Wonkyu couple dan Yunjae couple

.

.

.

.

.

.

.

Cho kyuhyun,nama yeoja ini. Mempunyai wajah yang cantik,kulit putih dan memiliki rambut coklat ikal yang panjang. Memiliki kakak kembar tapi berwajah sangat berbeda,Cho jaejoong. Keduanya sama-sama cantik. Tapi sifat mereka sangat berbeda. Jaejoong yang kalem dan kyuhyun yang sinis. Kyuhyun adalah yeoja yang periang,pintar dan pandai bergaul. Berbeda jauh dengan eonninya yang kalem,pendiam dan agak tertutup. Mereka berdua beda kelas,kyuhyun di kelas 2-1,sedangkan jaejoong di kelas 2-2.

.

.

Kyuhyun POV

.

"Mworagu?!" Pekik changmin "detensi?! Dengan choi seonsaengnim?!"

Mereka bertiga lagi berada di dalam kelas. Changmin dan hyukjae duduk di depan kyuhyun.

"Yak! Shim changmin. Kecilkan volume suaramu. Aigo~kupingku sakit mendengar teriakkan mu itu"

"Kok bisa?" Tanya hyukjae

Aku nyengir,"aku ngebentak dia"

"Mwoya?!" Kali ini kedua sahabat ku terpekik berbarengan

"Cho kyuhyun. Ckk,ckk kau ini. Bisa-bisanya. Yak! Seberani apa kau ini sampai seorang seonsaengnim kau bentak?" Hyukjae menggeleng-gelengkan kepalanya

"Apa lagi seonsaengnim yang kau bentak adalah seonsaengnim paling killer di sekolah ini. Aigo~ kyunie,kau mimpi apa semalam eoh? Sampai bisa membuat masalah seperti ini"

Gimana sih,mereka ini. Bukannya ngebantuin sahabatnya yang kena masalah,malah di sudutkan begini. "Haish,percuma saja aku menceritakan ini semua ke kalian"

"Memangnya kejadian seperti apa?"

"Aku berlari,karna bel masuk pelajaran pertama sudah berdering. Di belokkan aku gak ngeliat kalau ada orang. Jadi aku menabraknya. Aku jatuh dan ngebentak. Lalu saat aku melihat siapa yang ku tabrak,ternyata..."

"Choi seonsaengnim" changmin meneruskan "sial benar nasibmu"

"Iyakan! Padahal aku kan sudah minta maaf. Masa sih seorang guru nggak mau memaafkan muridnya" keluhku

"Apa sih yang kamu katakan pada choi seonsaengnim? Sampai-sampai kamu kena detensi hanya karena kata-kata yang kau ucapkan"

"Emm,... aku bilang 'jalau tuh pake mata'"

"Mwoya! Hahaha. Kyunie... Kyunie... Yailah kamu kena detensi. Mana ada guru yang nggak marah di katakan seperti itu"

"Ha-ah,pantas kamu kena detensi" keluh changmin

"Lagian kyunie sayang,kalau kamu mau ngebentak-ngebentak. Lihat sikon dulu sih. Jangan asal ngebentak"

"Aish,kalian berdua ini. Menyebalkan!"

"Aku menyukaimu sunbei"seru seorang namja imut

.

.

.

.

.

Aku menerima surat cinta di loker. Di suratnya itu,menyuruh ku untuk datang ke taman belakang sekolah saat pulang sekolah.

Aku memandangi namja yang berdiri di depannya. Lee sungmin,hoobei ku. Anak kelas 1-3. Ketua klub karate. Namja yang populer di kalangan yeoja di sekolah. Kubungkukkan badanku,"maaf. Untuk saat ini aku sedang tidak ingin berpacaran"

Lee sungmin pergi dengan wajah sedih.

"Ternyata kau cukup populer ya"

Aku melihat choi seonsaengnim yang menatapku sambil tangannya bersedekap di dadanya. "Anda menguping,sam?"

Choi seonsaengnim menyeringai,"menguping? Aku? Kau kan sudah ku bilang. Detensi denganku. Kau kabur?"

Ah,matta. Aku lupa! "Annyo. Saya tidak kabur. Hanya menyelesaikan masalah saya saja. Ayo,kita keruangan anda,saya akan menjalankan detensi"

Kami berjalan beriringan menuju kantor guru. Di tengah jalan aku bertemu,uri eonni

"Kyuna,kau tak pulang?"

"Kau pulang duluan saja,eonni-ya"

"Oh,arraso"

"Bruk!" choi seonsaengnim menjatuhkan beberapa map tebal di depanku. Di atas meja,"masukkan nila-nilai ini ke dalam map. Sesuaikan dengan nama-nama muridnya. Jangan sampai salah"

"Ne," aku mulai mengerjakan

.

.

Waktu berjalan dengan cepat. Aku pun sudah menyelesaikan tugasku.

"Sudah selesai,sam"ucapku

"Sudah? Aku akan mengantarmu pulang"

Ucapan choi seonsaengnim membuat kedua mataku terbelak tak percaya. Aku menatap ke arahnya yang lagi membereskan barang-barang dan memasukkannya ke dalam tas.

"Kajja"

Aku dan dia sama-sama diam di dalam mobilnya. Sama-sama tak mau memecahkan keheningan.

.

.

Mobil cho seonsaengnim berhenti,"rumahmu?"

"Bukan,sam. Rumah saya masih jauh dari ini. Turunkan saja saya di sini saja" ucapku. Lalu turun,"terima kasih telah mengantar saya"aku membungkukkan badanku. Lalu berbalik pergi masuk ke dalam gang kecil. Bersembunyi,sampai mobil choi seonsaengnim pergi.

Aku berbalik ke jalan yang tadi cho seonsaengnim menurunkanku. Hingga tiba di depan hotel berbintang 5. Knigtley hotel. Hotel keluarganya eomma. Aku dan jae eonnie tinggal di hotel ini,sejak middle school. Aku tak mungkin bilangkan ke choi seonsaengnim kalau aku tinggal di hotel. Pasti dia akan menuntutku memberikan penjelasan yang detail. Aish,buang-buang waktu saja.

.

.

.

"Ah,selamat datang nona kyuhyun" sapa resepsionis yang melihatku

Aku hanya tersenyum menanggapi. Menaikki lift khusus karyawan. Memencet kode,lalu menekan lantai 13. Lantai khusus keluargaku.

"Kyuna,kenapa kau sampai malam pulangnya?"seru jae eonni saat aku merebahkan badanku di sofa.

"Oh,aku kena detensi choi seonsaengnim"

"Mandi sana,eonni sudah siapkan air panas di bathtub kamar mandimu"

"Oh,gumawo"

.

.

.

.

.

"Hei,ketua kelas!"seru hyukjae

Aku yang baru datang,meletakkan tas punggung di gantungan pinggir meja,"mwo?"

"Kau di panggil choi seonsaengnim tuh"

Apalagi sih? Memangnya kemarin belum cukup apa hukumannya? "jungsoo-ya!"aku memanggil wakilku "tolong gantiin aku dong. Tolong ke ruang guru. Choi seonsaengnim mencari. Bilang saja,aku lagi sibuk. Gumawo"

Meski bingung jungsoo tetap pergi ke ruang guru

"Duh,kyunie. Kau ini selalu nyari masalah ya,sama choi seonsaengnim. Udah tahu dia kan killernya pake banget" hyukjae menggeleng kepala

Aku hanya diam,nggak menanggapi perkataan monyet satu itu.

.

.

Tak berapa lama jungsoo kembali,dengan muka ketakutan. Langsung menghampiriku, "yak,kyunie. Choi seonsaengnim marah tuh. Dia maunya kamu yang datang ke kantor guru"

Ckk. Akhirnya dengan sangat enggan aku ke ruang guru. Disana hanya ada choi seonsaengnim seorang. "Anda mencari saya sam?" aku menekan semua kata-kata,saking kesalnya

"Kalau aku menyuruhmu kesini,kamu harus kesini. Jangan menyuruh orang lain untuk menggantikanmu. Meski sesibuk apa kamu"

"Maafkan saya. Jadi untuk apa anda mencari saya?"

"Bagi kan ini. Dan isi sekarang. Alamat dan no telpon. Istirahat nanti kau berikan lagi ke saya. Kamu yang harus menyerahkan kembali ke saya"

Apa-apaan guru ini. Diktator. Hanya karna ini aku di panggil? Dengan kesal aku menyentakkan kertas itu dengan kasar. Aku membaca selembaran yang di berikan guru menyebalkan ini. "Sam,bukannya ini selembaran wali kelas?"

"Ah,kalian belum tahu ya. Park seonsaengnim sedang cuti melahirkan. Jadi sementara waktu saya yang akan jadi wali kelas kelasmu"

Aigo~ bencana apa lagi ini?

.

.

.

"Cho kyuhyun!"

Aku yang lagi asyik mencatat,langsung mendongakkan kepalaku. Menatap guru menyebalkan itu. Mau apa lagi sih? "Ne,sam"

"Hapus papan tulis ini"

Mwo? Menyuruhku menghapus papan tulis. Menyuruhku?! Aku yang duduk paling belakang,pojok dekat jendela harus maju ke depan hanya untuk menghapus papan tulis? Guru ini gila ya? Kenapa narus menyuruhku? Kenapa nggak hagsaeng yang duduk di depan saja.

"Yak! Palliwa!" Serunya lagi dengan suara keras.

Sabar. Sabar. Sabar kyu. Kau tidak mau kena detensi lagi kan? Aku berjalan dengan pelan ke depan. Menghapus papan tulis dengan membabi buta. Lalu meletakkan penghapusnya dengan sentakkan keras. Saat aku hendak kembali ke bangku.

"Yak! Siapa yang menyuruhmu kembali?! Tulis soal ini di papan tulis"

Aku menghembuskan nafasku kesal,kurebut buku yang di pegang guru tak tahu diri itu dengan kasar. Ku tulis soal-soal matematika dengan marah. Selesai. Ku taruh buku itu di atas meja di depan guru gila itu dengan sedikit annya bukan sedikit tapi aku membantingnya dengan kuat.

Choi seonsaengnim mendelik ke arahku.

Aku tak peduli,aku berjalan ke bangku. Baru saja aku hendak mendudukkan pantatku di bangku,guru gila itu memanggil namaku lagi.

"Siapa yang mau mengerjakan soal ini? Cho kyuhyun,kerjakan soal ini"

.

Arg! Aku mengacak-acak rambutku kesal. Aku bangkit dan berjalan ke depan. Bukan ingin mengerjakan soal-soal itu. Tapi.. kedua tanganku terangkat mencekik leher jenjang milik guru gila itu.

"Yak! Apa yang kau.. arg!"guru gila itu sepertinya kehabisan nafas

"Hahaha,rasakan itu!"aku tertawa seperti orang gila.

Teman-temanku hanya terpaku melihat tingkah tidak warasku terhadap guru. Aku tak peduli. Ku eratkan cekikkanku pada lehernya. "Mati kau!"

.

"Yak! Cho kyuhyun! Kenapa kau malah diam? Maju,kerjakan soal ini"

Aku tersadar,aish. Ternyata hanya khayalanku saja.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Ini ff punya YURIHISA TENMA yang tak di lanjutkan lagi olehnya. Jadinya aku saja yang melanjutkan. Sudah minta izin dan merubah castnya dan ada beberapa yang kuubah.

Maaf kalau banyak typonya, maklum masih newbie :D