Shin Sung Ah present

.

.

.

.

.


.

.

Sejak kapan guru sinis ini mempunyai ruang sendiri yang terpisah dari ruang guru? Cukup besar. Ada kursi putar beserta meja di sebelah kanannya ada rak buku dan di depannya ada 4 sofa panjang yang di tata persegi dan di tengahnya ada meja. Yang menjadi pertanyaan,kenapa dia bisa mempunyai ruangan sendiri seperti ini? Apa guru sinis ini sangat istimewa? Istimewa? Apanya?

"Duduk!" Perintahnya.

Aku pun duduk di sofa depan dia. Aura yang di pancarkan olehnya sangat menakutkan. Kurasa dia kesal karena aku tadi sengaja bersembunyi dari dirinya. Dan kuakui,auranya kini membuatku cukup takut apalagi dengan matanya yang memandangiku dengan tajam.

"Sengaja bersembunyi di bawah kolong meja? Kenapa? Bersembunyi dariku?"

Aku diam. Malas untuk menjawab. Kurasa tadi aku sangat bodoh sekali. Kenapa aku bersembunyi di bawah kolong meja? Kenapa tidak di toilet yeoja. Dia kan tidak bisa dan tidak berani untuk masuk ke toilet yeoja. Yah,kecuali kalau guru sinis ini cukup pintar untuk menyuruh hagsaeng yeoja untuk masuk. Tapi,dia kan memang pintar,kalau tak pintar tidak mungkin jadi seonsaengnim. Uhm,,kalau tidak di toilet dimana lagi aku bersembunyi? Ah,atap sekolah. Benar! Atap sekolah! Nanti setiap waktunya istirahat aku akan buru-buru ke atap sekolah,bersembunyi di sana. Pasti guru sinis ini tidak akan pernah menyadari,kalau aku bersembunyi di sana. Aku menganggukkan kepala. Ide bagus,cho kyuhyun!

"Mulutmu itu hanya pajangan eoh? Atau telingamu tiba-tiba tak berfungsi dengan benar? Kenapa kau diam tak menjawab pertanyaanku?"

Okey,ini bukan saatnya berfikir kemana aku akan kabur darinya di lain waktu. Sekarang adalah waktunya mendengar ocehan sinis guru ini. "Anda untuk apa mencari saya sam?" Aku balik bertanya padanya. Percuma saja aku menjawab. Kalau inti-intinya nanti aku tetap di sinisin olehnya.

"Jangan mengalihkan pertanyaan"

Kenapa sih dengan guru ini? Aku kan bertanya dengan baik-baik. "Saya tiba-tiba ingin masuk ke kolong meja saja" hahaha,jawaban apa ini? Tiba-tiba ingin masuk ke kolong meja? Kenapa tidak sekalian saja kau jawab,kalau di kolong meja ada namja tampan. Pabo sekali dirimu cho kyuhyun!

Guru sinis ini mendengus,"kau mencoba bersembunyi dariku kan?"

"Tidak sam"

"Aku tak percaya"

Memangnya aku mengatakan harus percaya padaku? "Benar sam. Tidak. Untuk apa saya bersembunyi dari anda"

"Entah. Mungkin saja kau kesal karena aku selalu memerintah ini itu padamu"

Itu dia tahu. Kenapa sampai bertanya padaku kalau dia sudah tahu akan jawabannya. "Terserah pendapat anda seonsaengnim"

"Dengar cho kyuhyun. Kau,jangan pernah coba-coba berani bersembunyi atau lari dariku. Aku pasti akan akan tetap menemukanmu"

Mwoya! Apa-apaan guru ini? Memangnya aku buronan? Bersembunyi dan lari dari dia? Memangnya apa yang telah kuperbuat padanya? Seakan-akan aku ini berbuat kesalahan yang sangat fatal? Seperti mencuri sesuatu dari dia. Apa? Hatinya telah kucuri? Eh? EH! Hatinya ku curi? Kenapa aku bisa berfikir seperti itu?

Aniya. Aniya. Aku menggelengkan kepalaku. Lupakan. Lupakan. Lupakan.

Aku menatap guru sinis itu yang juga menatapku tajam. Kau berani mengancamku? Kau fikir aku takut apa? Memangnya aku anak kecil,yang sekalinya di ancam langsung tak berkutik. Jangan memandang remeh muridmu ini,seonsaengnim pabo! Lihat saja nanti. Aku akan bersembunyi dan kabur ke tempat yang tak akan kau ketahui. Dan aku ingin lihat,nanti dia akan berhasil tidak menemukanku.

"Kerjakan ini koreksi ujian kelas tiga dan ini jawaban aslinya" guru sinis itu melempar tumpukan kertas yang di klip sesuai kelas,ke atas meja di depanku. Lalu dia melihat jam tangannya. "Kau punya waktu 15 menit untuk menyelesaikannya"

Apa dia gila?! Aku harus mengoreksi hasil ujian untuk semua anak kelas tiga,hanya dalam waktu 15 menit? Ini kan paling cepat 2 jam untuk menyelesaikannya. Sepertinya dia ada gangguan pada otaknya.

"Sekarang cho kyuhyun"

Ish,dia adalah satu-satunya orang yang memanggil namaku dengan sangat lengkap. Menyebalkan sekali.

Aku mengambil tumpukkan kertas paling atas,kertas ujian kelas 3-1. Mencoret-coret kalau ada jawaban yang salah. Dari sudut mataku,guru sinis ini malah bersantai. Bersandar dengan nyaman di sofa dan mengotak-atik ponselnya. Membuatku setengah mati kesal saja. Wuah,jinjja! Kalau dia sesantai ini,kenapa dia tak membantuku atau mengerjakan pekerjaan ini sendiri sih?! Kenapa harus menyuruhku segala?

Ini kan waktunya istirahat. Istirahat! Mana perutku sangat lapar. Aish! Cho kyuhyun,kasihan sekali dirimu ini. Apa ini memang sudah takdirmu menjadi pesuruh guru sinis ini? Aku menghela nafasku. Kesal-marah-lapar. Kulimpahkan saja semuanya ke kertas ujian para sunbei ini. Ku tekan pena dengan sepenuh hati,siapa tahu kertas ujian ini pada robek semua.

Bunyi bel tanda masuk berdering

Sebelum aku membuka mulutku untuk bertanya,choi seonsaeng sudah berkata "jangan beranjak dari tempatmu sekarang,sebelum kau menyelesaikannya"

"Tapi,saya..."

"Aku akan minta izin pada guru yang akan mengajar di kelasmu" dia berdiri,"aku akan kembali. Kau-jangan-coba-coba-berani-beranjak!"

.

.

.

.

.

Siwon melangkah keluar,menuju kelas 2-1. Di dalam kelas sudah berdiri -park seonsaeng- guru bahasa. Dengan sopan,siwon mengetuk pintu dan membukanya.

"Ah,choi seonsaengnim!" park seonsaeng menghampiri siwon yang berdiri di depan pintu kelas. "Ada apa?"

"Maaf,park seonsaengnim. Saya meminta izin untuk cho kyuhyun tak belajar di jam anda sekarang. Saya ada perlu dengannya"

"Geure. Gwencananika"

"Terima kasih" siwon pergi. Melanjutkan perjalanan ke lantai 3,ke kelas 3-3. Kelas yang harus di ajarnya di jam ini. Langkah kakinya menggema di lorong sepi lantai tiga ini. Tentu saja,sekarang adalah jam belajar. Dan termaksud kelas 3-3 yang sudah duduk rapi dan mengunci mulut mereka rapat-rapat. Padahal belum ada guru yang datang.

Srak!

Pintu kelas yang biasa saja kalau di buka orang lain. Menjadi sangat mencekam kala di buka oleh siwon. Oh,siapa hagsaeng di sekolah ini yang tak takut padanya? -sepertinya kyuhyun- Bahkan para sesama seonsaengnim pun menghormati dirinya. Padahal usia choi siwon,baru menginjak 30 tahun. Masih sangat muda. Seperti yang tadi di tanyakan kyuhyun,siapa sebenarnya choi siwon itu? Sepertinya dia di istimewakan di sekolah ini.

Siwon melangkah perlahan ke tengah kelas. "Buka bab 6 kerjakan soal disana. Park yoochun begitu bel kumpulkan tugas teman-temanmu dan bawa ke ruangan saya"

"Ne,sam!"

"Dan jangan berisik" perintah yang selalu tak terbantah darinya untuk para hagsaeng. Siwon keluar dan kembali ke ruangannya.

Dari jendela yang ada di tengah-tengah pintu ruangan pribadinya,siwon bisa melihat kyuhyun yang sudah duduk di lantai. Tangan kiri di letakkan di meja,menopang kepalanya. dan tangan kanannya dengan malas mencoret-coret kertas ujian.

Untuk beberapa detik siwon tersenyum. Itupun senyuman tipis. Sangat tipis. Hingga orang yang melihatnya tak yakin,dia tersenyum atau tidak.

Srak!

Siwon membuka pintu-masuk ke dalam-menutup pintu kembali.

Kyuhyun yang menyadari kedatangannya,hanya melirik gurunya sebentar. Lalu kembali mengerjakan tugasnya. Dirinya sudah bosan dengan tampang menyebalkan gurunya yang sangat datar itu.

Siwon kembali duduk,di tempat semula. Duduk di sofa di depan kyuhyun. Merogoh ponsel dari saku celana dan menyentuh layar touchscren ponselnya.

"Kriuk kriuk"

Tahu kah kalian suara apa itu?

Itu suara perut kyuhyun yang berbunyi di karenakan dirinya kelaparaan. Poor kyu!

Siwon melirik kyuhyun,sedangkan kyuhyun menundukkan kepalanya malu. Wajahnya memerah hingga kupingnya pun ikutan merah.

Kyuhyun merutuki perutnya. Kenapa harus berbunyi di depan guru sinis ini?

Siwon membungkukkan badan,tangannya merogoh kolong meja. Menarik bungkusan. Lalu bungkusan itu di lemparnya hingga di atas meja di depan muka kyuhyun.

Roti? Kyuhyun menatap roti yang berada di depannya lalu mendongak menatap gurunya.

Siwon,setelah melempar roti,dia kembali sibuk dengan ponselnya. Padahal dirinya tahu,kalau kyuhyun sedang memandanginya dengan pandangan bertanya. Dan siwon pura-pura tak peduli.

.

.

.

.

.

Aku kesal! Benar-benar kesal!

Sekarang aku baru keluar dari ruangan dia. Ruang guru sinis itu saat waktunya istirahat kedua. Bayangkan saja! Aku sudah berada disana dari istirahat pertama jam 12. Dan ini aku baru di perbolehkan keluar dari sana saat istirahat kedua jam 15. Hampir 3 jam aku disana. Aigo~ betah sekali dia menahanku disana. Aku saja tak betah sedetik berada di dekatnya apalagi harus 3 jam! Kepalaku sampai pusing.

Aku berjalan ke kelasku,di lantai 2. Ruangan guru sinis itu ada di lantai satu.

Asal kalian tahu saja. Aku tidak hanya di suruh mengoreksi ujian kelas 3. Tapi aku juga harus memasukkan nilai para sunbei ke dalam buku nilai kepunyaan guru sinis itu. Ada saja perintahnya yang terus menerus,menahanku untuk tetap berada di dalam. Meskipun aku cukup bersyukur -patutkah aku bersyukur? Ah,molla- dia memberiku makanan dan minuman yang banyak hingga aku kekenyangan seperti sekarang. Tapi,tetap saja... Aku di suruh ini-itu sedangkan dia? Entah ngapain dengan ponselnya itu. Ish!

Begitu aku sampai di kelasku -yang sebagian tema-temanku pada keluar- aku langsung duduk. Changmin dan hyukie memberondongiku pertanyaan.

"yak! Kenapa kau baru menampakkan dirimu sekarang?"

"kau di suruh apa saja sama choi seonsaeng?"

"kau tak di marahi kan sama dia,karena kau bersembunyi di kolong meja?"

"apa saja yang dia suruh padamu?"

"aish! Berhenti bertanya padaku! Aku sedang pusing" ku telungkup kan kepalaku di atas meja. Pertanyaan-pertanyaan mereka membuatku tambah pusing.

"kami mencemaskanmu kyunie" ucap hyukie.

Ponselku bergetar,kurogoh ponsel dari saku rok seragam. Satu pesan dari jae eonni.

.

.

From : Jaejoong Eonni Yeoppo

.

Kyuna~ Gwencana?

.

.

Aku tersenyum. Apakah Jae eonni merasakan apa yang kurasakan? Yah,mungkin saja. Kan kami kembar. Aku pun membalas pesan jae eonni.

.

.

To : Jaejoong Eonni Yeoppo

.

Nan gwencana,eonni

.

.

"Ah,kyunie. Tadi kim kibum -ketua osis- bilang ada rapat ketua kelas di ruang osis,sepulang sekolah"

Aku mengangkat kepalaku,"aku malas sekali,hyukie. Akan aku suruh jungsoo untuk menggantikan aku saja"

"Kau ini lupa apa bagaimana? Wakilmu,teman sebangku mu itu kan tidak masuk. Lagian,tadi kibum bilang yang harus ikut rapat harus kau. Tak boleh di gantikan orang lain"

"Kenapa snow white itu ikutan menyebalkan seperti guru sinis itu sih?!"

.

.

.

.

.

Akhirnya aku mengikuti rapat yang sama sekali tak penting. Tentang jalan-jalan ke pulau jeju 2 bulan lagi. Hanya rapat seperti itu,kenapa aku harus wajib hadir? Kurasa semua orang tertular virus menyebalkan yang dipunya guru sinis itu.

Setelah turun dari bus,aku masih harus berjalan sedikit untuk mencapai rumahku. Hotel itu memang sudah menjadi rumahku sejak 5 tahun yang lalu. Eomma dan appa bekerja di german -berlin- jadi sudah tidak tinggal disana. Setahun 2-3 kali mereka akan datang kesini. Atau saat liburan sekolah,aku dan jae eonni kan liburan kesana.

"Hai!"

Aku menghentikan langkah. Menatap ke depan. Berdiri seorang namja yang sedang mengangkat tangan kanannya,menyapaku. Namja itu adalah ahujussi mesum. Aku sedikit tak percaya saat dia menyapaku. Untuk apa dia menyapaku? Aku memandanginya dari atas hingga bawah. Pakaian yang di kenakannya sekarang sangat berbanding terbalik dengan pakaian yang dia kenakan kemarin. Sekarang dia berpenampilan kasual. Dengan kaos hitam berkerah rendah-celana jins biru-sepatu kets hitam. Dia terlihat sangat-sangat tampan dan muda. Apakah dengan pakaian bisa membuatmu berbeda seperti ini?

Namja itu tersenyum,dan aku cukup terpesona dengan senyumnya yang menawan. "Kau baru pulang sekolah?"

Aku mendengus mendengar pertanyaan namja itu. Tunggu? Kenapa aku mendengus? Cih,aku seperti guru sinis itu saja.

Eh? Kenapa aku bisa teringat pada dia lagi? Aigo~ Lupakan. Lupakan. Lupakan.

Kembali ke pertanyaan namja tampan yang berdiri di depanku ini. Kenapa dia harus memulai obrolan dengan pertanyaan seperti itu? Tentu saja aku pulang sekolah. Ini kan sudah malam. Memangnya aku mau berangkat ke sekolah di malam hari seperti ini? Memangnya ada sekolah yang buka di jam ini? Sekolah hantu? Tak ada pertanyaan yang lain kah?

Ah! Aku tersentak. Ya ampun cho kyuhyun,kenapa dirimu jadi sensitive seperti ini sih? Itukan hanya pertanyaan sederhana. Kau kan hanya tinggal menjawabnya saja. Pasti sikap mu ini lahir sejak kau menjadi tahanan guru sinis itu. Sepertinya kau harus jauh-jauh dari dirinya,cho kyuhyun.

"Boleh kita mengobrol sebentar?" Namja tampan itu kembali bertanya,mungkin dia jengah karena aku tak menjawab pertanyaan yang tadi dia lontarkan.

Aku memasang wajah datarku,sedikit membungkukkan badan "maaf aku dilarang mengobrol dengan orang asing" kembali meneruskan jalanku melewati namja iitu.

Baru beberapa langkah,namja itu menyusul dan menghadangku,"kalau begitu,bagaimana kalau kkita berkenalan terlebih dahulu" namja itu mengulurkan tangannya,"namaku jung yunho"

Aku menatap wajahnya dan tangan nya bergantian. Di wajahnya tak tersirat dia akan berbuat jahat padaku. Aku pun menyambut uluran tangannya "cho kyuhyun"

Yunho kembali tersenyum,"senang berkenalan denganmu cho kyuhyun" mmelepas genggaman tanganku "kita sudah berkenalan. Jadi bukan orang asing lagi kan? Bisa kita mengobrol sebentar?"

Aku melihat jam tanganku,pukul 19.00. "Okey,kita mengobrol"

.

.

.

.

.

Kami mengobrol di restoran hotel. Aku memesan steak daging dan yunho memesan kopi.

"Jadi,kau ingin mengobrol apa yunho-ssi?" Aku memulai pembicaraan,karena hingga pesananku telah terhidang di aaatas meja,yunho belum membuka suaranya. Mungkin aku agak kurang ngajar karena berbicara informal padanya yang lebih tua dariku. Tapi,dari awal dia juga bicara informal padaku. Aku hanya mengikutinya.

"Kau sekolah di seoul high school?"

Aku menganggukkan kepala. Mulutku penuh dengan daging sapi.

"Kelas berapa?"

Aku tersenyum. Yunho bertanya tentangku,ini pasti hanya pemanasan sebelum inti yang ingin bertanya tentang jae eonni. Dari awal aku melihatnya kemarin,aku sudah menyadarinya kalau namja bernama jung yunho ini,tertarik dengan uri eonni yang cantik jelita itu. Menarik,akan kuganggu dia. Kekeke~

"Kelas dua"

"Kelas 2,berarti usiamu kini 17 tahun"

"Ne,bagaimana dengan dirimu yunho-sii? Berapa usiamu?"

"32"

Oh~ beda 15 tahun. Cukup jauh. Tapi,di zaman seperti ini sudah biasa menikah dengan namja atau yeoja yang lebih tua jauh. Kenapa aku jadi memikirkan pernikahan? Ada apa dengan otakmu cho kyuhyun? "Apa kau bekerja?"

"Ne"

"Dimana?"

"Jung corp"

Jung corp? Itukan perusahaan besar. Perusahaan makanan ringan yang sering aku beli. Oh~bukan dia bernama jung yunho. Berarti keluarganya sendiri yang memililki perusahaan itu. "Kau pemilik perusahaan jung?"

yunho menggelengkan kepalanya,"bukan. Pemiliknya ayahku"

Jae eonni~ keluarga namja ini kaya. Jangan kau sia-siakan.

"Kau tinggal disini? Di hotel ini?"

"Menurutmu?"

"iya,kau tinggal disini. Aku sering melihatmu dan mm,saudaramu berkeliaran di sini di jam-jam yang cukup janggal. Seperti sekarang"

"Geure? Bagaimana kalau ternyata aku kesini mencari ahjussi-ahjussi kaya?"

Yunho tertawa. "Aku dari dulu selalu menginap di hotel ini,dan hotel ini sangat ketat aturannya. Kau tak mungkin bisa masuk ke dalam hotel ini kalau dirimu memakai seragam sekolah seperti sekarang. Kecuali kau memang sudah tinggal disini. Dan kulihat semua karyawan disini mengenalmu dan mereka memanggilmu nona. Kau pasti keluarganya yang mempunyai hotel ini. benarkan?"

Aku terkesan dengan jawaban yunho.

"Jadi yang bersamamu kemarin itu,mm apa dia saudaramu?"

Aku hampir saja menyeringai di depan yunho. Tebakkanku benar. Dia pasti akan bertanya tentang jae eonni. "Yang mana?"

"Yang Kemarin"

"Kemarin yang mana?" Kekeke~ kuusili kau. "Ah,yang mendorong troly barang kah?"

"Bukan,yang kemarin makan denganmu"

"Yang mengepel lantai?"

Yunho tampak frustasi,dia mengcebik bibirnya,"yang makan denganmu disini,kemarin malam. Yang memakai baju berwarna putih. Yeoja cantik berambut panjang,wajahnya sangat cantik seperti boneka. Kulitnya indah bagai porselin"

Aku tak sanggup lagi,kini aku tertawa. Yunho benar-benar sudah terpikat denga jae eonni. Dia menjabarkan jae eonni sedetail itu. Kena kau~

Yunho menutup mulutnya dengan tangan. "Kau memancingku"

Aku mengangguk,"dan pancinganku berhasil. aku dapat ikan yang besar" aku kembali tertawa.

"Jadi yeoja itu saudaramu?" Dia kembali bertanya

"Menurutmu?"

"Kenapa kau tidak menjawab saja?" dia tampak kesal padaku,dan itu sangat menyenangkanku.

"Ne,dia saudaraku"

"Namanya?"

"Cho jaejoong,uri eonni. Kakak kembarku"

Yunho menaikkan kedua alisnya,mungkin dia terkejut dengan perkataanku. "Kalian kembar"

Aku mengangguk,"sampai disini saja obrolan kita. Sudah waktunya aku sebagai pelajar,mengerjakan pekerjaan yang sekolah beri. Sampai berjumpa lagi jung yunho-ssi" aku melambaikan tangan sebelum meninggalkan restoran.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Maaf kalau banyak typo,aku ngepost tanpa di edit lagi. Apa chapter ini cukup panjang? Cukup panjangkan? hahaha

.

.

Makasih yang udah ngereview,lagi-lagi maaf ngga bisa membalasnya satu-satu.

Makasih untuk ~ ermagyu - shin min young - hibiki kurenai - jaesekundes - ratnasparkyu - evilkyu - HeroKyu - anin arlunerz -Guest - Guest - wonnie - lintang - dee - my babywonkyu - Guest - moemoet ~

Maaf kalau ada yang belum disebut :(

Jangan lupa untuk ngereview ya. Itu sangat berarti bagiku untuk menambah semangat meneruskan fanfic ini :D

Makasih :D