PokeSpe Adventures : Omega Region


Biarkan Saya bergalau ria dengan gugurnya game Pokemon Omega(Bukan Omega Ruby) Karna Kena Ban Copyright sayasyedihsekalibahkansikutsayasampaigelepekan oke setelah ini fic terbengkalai selama 2 tahun, aku kembali dengan elit, seperti dari fp faceb**k sebelah, Ayy Mz-Mz Sekalian Rey-Sama Is Back /Gak


Disclamer di chap 1

Lav u all selamat berbaca ria


Ngomong ngomong saya lupa bilang kalo ini settingnya yang Gen 1 udah 20 tahun beda umur ke setiap gen 1 Tahun jadi Black ama White itu 15 Tahun


Yha…


PokeSpe Adventures : Omega Region

Chapter 3 : Serius ini Gym Leader?


Sementara Red dkk pergi membantu Si Pemuda tampan nan seksi, Disini Yellow Dan Platina, yang memiliki rasa keibuan yang tinggi, mereka mampir ke pokemart untuk membeli makanan dan menyewa hotel untuk semalam ini, yekali baru brojol ke region ini langsung petakilan ke rumah gym gym tercinta, sayangnya mereka bukan immortal dengan Pikachu yang puluhan tahun umurnya masih 10 tahun hingga saat ini.

Sementara yang lainnya piknik di rute 103, yang berada di sebelah kanan Memorial City.
Red dan Mhan Temahn di rute 101 membantu sang Pemuda mencari Ayahnya, Bukan! si Pemuda bukan dari Jonggol, Dia gak bakalan muncul dari semak semak sambil teriak Wakwaw untuk mencari bapaknya.

"Jadi Untuk Apa ayah mu ke rute 101?" Tanya Diamond "Entahlah, Mungkin Dia ngambek,Ngomong Ngomong nama ku Axcel,Axcel Argonout" Balas Sang Pemuda

Axcel Argonout, 16 tahun,Mata berwarna Hitam,rambut hitan dengan kulit putih pucat,

"Ngomong ngomong kalian ini Turis ya? Apa kalian kesini untuk memulai menangkap pokemon?" Lanjut Axcel "Bukan, Kami kesini untuk liburan,lagi pula kami sudah memiliki pokemon, apa kau pernah dengar soal ? Orang yang menduduki Puncaknya ada disini" Ucap Ruby sambil menunjuk Red "Oh itu" Sungguh ingin sekali Red Terbang karna ia dikenal ke pelosok region ini "yang mana ya?" Oke Hancur Hati Red,Ingin sekali ia meminum Nectar ivy saat ini, namun ia yakin itu akan berakibat buruk seperti minum nectar ketua osis anime sebelah


Rute 103

"HUWOOOOOOOOOOOOOOO~~ Liat Pokemon itu akhirnya aku melihatnya langsung Terpuji kau Red! Ini hebat , lihat itu itu pokemon apa ? itu ? Itu? Yang ini apa? " Teriak orang yang paling macho disini.

Sapphire

"Ayolah Tarzan, itu hanya Furret, Di Johto ada banyak, tidak pernah ke johto ya? Kasian" sindir Gold, jujur aja dia sendiri belom pernah liat undur undur tanah yang Mulutnya serem di sekitar itu, Tapi sebagai lelaki cool macem dispenser listrik kekinian, Dia harus Jaim Brow padahal dalem hati " Wey Kanc*t itu pokemon apaan? Gileee keren bener, iyeey~" ato semacam itu

Tunggu, Gold Lupa soal isi tas nya Sapphire

3 2 1….

Boom , Nippon di bomb bakiak Jumbo, Sekutu menang perang.

Gold Terkapar dengan Benjolan di kepala sebesar ekor Feraligatr,Silver sebagai Sohib sejati mendekati lalu menepuk bahu temannya itu beberapa kali, lalu membisikan kalimat sakral "Mamppus Luw!" Gold Tidak Kuasa!


Rute 101

"Ah itu dia, Ayah~!" teriak Axcel sambil pergi menuju seorang Bapak-Bapak(Om om?)

Tunggu jadi untuk apa ia meminta mereka ber3 mengikuti nya?

"Perkenalkan Red,Ini Gerald Argonout, Ketua Gym Memorial City" ucap Axcel,Axcel tersenyum? Mungkin bisa dibilang menyeringai

"Jadi kau Red, Orang yang berhasil mengalahkan Siba* dan menjadi atasan Elite Four" Ucap Gerald "Anda Mengenal Siba?" Tanay Red " Tentu Saja, ia teman seperguruan ku, ia memiliki bakat yang hebat,tak kusangka ia menjadi elite four, padahal selama ia berlatih disini ia selalu gagal mengalahkan gym leader memorial city sebelum ku" Red terkejut, Orang Sekuat Siba kalah melawan gym leader ini, sekuat apa championnya nanti? "Kalau begitu, maukah anda melawan saya? Tuan Gerald?" Tanya Diamond.

"Baiklah"


Pokemon Battle Route 101

Diamond Vs Gym Leader Gerald

"1 Lawan 1, Aturannya sama dengan aturan resmi Gym Battle" Jelas Red

"Baiklah Kuserahkan Pada mu TRU!" Teriak Diamond Sambil Melempar PokeBall, Sinar merah khas memancar dari PokeBall Tersebut, dan mulai menampakan Seekor Torterra

"Lakukan Seperti Biasa! Troh!"

Seekor Troh muncul

"Torterra,Earthquake!" Arena berguncang saat Torterra Menghentakan Kakinya,Troh Tidak bias menyeimbangkan diri "Troh Lari Keatas Cangkang Torterra lalu gunakan Brick Break" Menuruti perkataan sang trainer, Troh berlari dengan stabil walaupun Torterra sedang menggunakan Earthquake,

Earthquake, Missed

Dengan 1 lompatan troh berhasil mencapai punggung Tru, Lalu Memukul Pungung Tru Dengan Kuda-Kuda Sempurna

Bam ! A Critical Hit

"Tru Bertahalan lah! Gunakan Razor Leaf" Tru mengangguk lalu daun yang berasal dari pohon Punggung Tru mulai naik dan berputar seperti angin Topan, Dan terbang kearah Troh,

Stab Stab Stab

Troh Terlempar, Belum menyerha dengan itu, Troh Bangkit "Troh, Mega Punch" Troh Measang Kuda Kuda , Lalu Berlari kearah Tru " TRU MENGHINDAR!" Apa daya, Tubuh Tru terlalu besar untuk menghindar,

BUG!

Tru Tidak dapat berdiri tegak, Ia Terjatuh

"Pemenang nya adalah Gerald" Ucap Red"

Battle Ended

"Dia? Kau tidak apa-apa?"Tanya Ruby, Diamond mengambil Tru kembali "Terimakasih Tru",Red Masih terdiam,Dari Pertarungan Tersebut, ia menyadari, Gerald Bukan Trainer biasa.

"Ngomong Ngomong Dimana Axcel?" Tanya Diamond "Oh anak itu? Jadi namanya Axcel, tadi dia pergi dengan Talonflamenya" Ucap Gerald, "Tunggu, Jadi dia bukan anak mu?" Tanya Ruby , "Ucapan mu Dalam Kawan, aku ini belum beristri!"

"EEEEEEEEEEEEH?"


-Iyey~-

Oke saya cek, semoga ini lebih baik, Ay mahn temahn, Rey Is back From his beloved Toilets~

Ketik Kilat ini uhuk,Dengkul!

Oke wahai Budak ku yang setia, Katakanlah!


Pearl : Ironis, Budak ngatain budak

Rey : Bersyukur gua bolehin elu tampil, White ama Black Aja ngaso disono, gak ada kerjaan

Pearl : Karep Mu Thor, Oke Sekian terimakasih Review nya boleh tunggu Bye Bye ~


Extra:

Dari Ketinggian,tampak Pemuda Berambut Hijau Gelap dengan jubah hitam, ia Menatap tajam Red dari ketinggian "Cepatlah, Aku menunggumu"


Ciao,See You Next Time