.My BOY.

Author: Park Ona

Cast: ChanBaek, slight KrisTao, HunHan, Kaisoo, and more.

Genre: Romance, Comedy

Rating: M

Summary: Byun Baekhyun, mahasiswi Sungkyunkwan tingkat akhir, menolak dijodohkan karena ingin bebas. Hidupnya yang serampangan dan urakan menjadi pelampiasannya di tengah rasa kesepiannya. Tak ada seorang pun namja yang mampu menaklukkan hatinya. Kecuali 'orang itu'. Mampukah Baekhyun mengatasi permasalahannya?

Warning: Genderswitch, OOC, typo, tidak sesuai EYD.

.

.

Don't like Don't read

.

Give me review please

.

Be Good Readers, NO PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

Chap 2

Lampu temaram, alunan musik mendayu, suara khas seriosa, tempat eksklusive, makanan impor dan minuman berkelas menemani makan malam keluarga kecil di salah satu sudut restoran mewah di Seoul. Mereka makan dengan khidmat, sesekali berbicara dan tertawa.

"Jadi begitu. Kau mahasiswa jurusan hukum di Sungkyunkwan dan setingkat dengan Sehun? Orangtuamu berada di Jepang karena mengurus perusahaan di sana dan kau mulai berpacaran dengan Baekhyun kami sejak 2 bulan yang lalu?" jelas pria berwajah karakter kartun anak-anak berambut merah, angry bird, pada Chanyeol.

"Yup. Benar ahjussi. Hehehehe…." Chanyeol memamerkan senyum lima jarinya.

Baekhyun melirik ke samping. "Pintar juga si tiang ini. Tak sia-sia aku membelinya."

"Lalu, apakah kalian sudah pernah tidur berdua?"

"Uhukk" Baekhyun tersedak air minumnya. "Tidak eomma. Tidak sksn! Aku masih perawan!" teriaknya melengking. Beberapa pengunjung lainnya menoleh ke arah keluarga kecil itu.

YiFan menggelengkan kepala. Sehun tersenyum dan Tao memandang anak kesayangannya dengan beringas. "Etikamu nona Wu. E-T-I-K-A" suara decitan garpu dan piring terdengar keras ketika ia memotong steaknya.

Baekhyun langsung menundukkan kepalanya. Jika eommanya sudah mengeja perkataannya, maka ia sudah dalam level 99,99% ANGRY.

"Chanyeol, maukah kau ikut dengan aku dan appa? Kami akan ber'pesta' malam ini," ajak Sehun sambil menaik turunkan alisnya. Berpesta disini maksudnya adalah pergi ke bar, minum sampai mabuk, menari sepuasnya, berkelahi, berteriak, bercinta atau melakukan hal apapun yang kau suka. Selama itu menyenangkan.

"A_"

"Tidak. Kami mau pulang. Besok Chanyeol ada kuliah pagi. Iya kan chagi…" Baekhyun memandang Chanyeol memelas. Di matanya tertulis kalimat 'jika-kau-ikut-mereka-silahkan-angkat-kaki-dari-ru mah'. Plus cubitan di pahanya.

"Ah, i—iya. maafkan aku Sehun-ah, hyung tak bisa menemanimu karena ada kuliah pagi besok. Terima kasih tawarannya," Chanyeol sedikit berjengit saat mengatakan itu karena jari lentik Baekhyun masih menjepit daging kenyal di extremitas bawahnya.

Sehun mempoutkan bibirnya. "Nggak seru ah." Ia memandang Baekhyun yang memeletkan lidahnya. "Tapi jika ada waktu, kau bisa ikut lain kali. Sabtu ini aku kosong. Ku jemput nanti. Di apartemen noona. Kita akan berpesta semalaman." Sehun menatap Baekhyun selama berbicara. Kilatan amarah terlintas dari hazel sang noona. 'awas-kau-Sehun.' Ia menyeringai melihat mata itu. "Aku menyayangimu, puppy noona."

.

.

Baekhyun duduk gelisah. Ujung dressnya berulang kali diremas hingga kusut. Kedua giginya bergesekan sedari tadi. Mata dan hidungnya mengkerut. Wajahnya memerah. Berkali-kali ia mengucapkan serapah dari mulut mungilnya.

"Sialan! Namdongsaeng kurang ajar! Apa tak bisa ia membiarkanku tenang sejenak?" umpatnya. "Cadel albino. Tau begini, lebih baik ku pencet saja hidungnya waktu bayi sampat mati."

Chanyeol menelan saliva dengan susah payah. Mereka dalam perjalanan pulang dengan mobil Baekhyun. Chanyeol sebagai supirnya. Eomma Baekhyun melarang Baekhyun membawa mobil karena ia punya catatan mengemudi yang buruk di malam hari, menabrak parkiran sepeda dalam keadaan ngantuk. Untungnya Chanyeol bisa membawa mobil. Berkata ia biasa membawa Ferrari pada keluarga Baekhyun dan hanya bisa membawa truk pick up pada Baekhyun, ia berhasil mendapat kepercayaan membawa BMW Mini yang dicat merah milik pembelinya tersebut. Ia memang biasa membawa kereta mesin itu, bukan sekelas pick up atau BMW Mini, melainkan…. Ah, nanti juga tahu.

"Heh, kau! Kuperingatkan yah, jangan pernah mendekati Sehun! Dia itu abnormal. Kalian tak boleh bertemu malam minggu ini. Anii.. aku harus memasang jebakan di apartemen seperti waktu itu. Khukhukhu, lihat apa yang bisa kujadikan korban setelah pantat datarnya itu…" Baekhyun larut dalam dunianya. Membuat Chanyeol bergidik.

Mereka tiba pukul 1 malam di apartemen Baekhyun. Setelah memarkirkan kendaraan di basement Chanyeol memandang sejenak Baekhyun yang ada di sampingnya yang sudah tertidur. Blazer Chanyeol menutupi dress peach dengan dada terbuka yang dikenakannya, rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah dengan sebuah pita manis bermotif teddy bear di sebelah kanannya, kaki mungilnya ditutupi pump shoes bewarna senada dengan dressnya. Sepupunya yang berpipi bakpao itu memang sangat pandai memilihkan busana yang apik untuk tubuh mungil Baekhyun. Chanyeol tersenyum. Apapun yang ada di dalam diri majikannya ini selalu menarik. Saat makan malam ia bertingkah manis dan sedikit berisik, sepanjang perjalanan ia mengumpat dan tertawa aneh, sekarang ia sudah tertidur dengan wajah imutnya. Sungguh pribadi yang mengagumkan.

Chanyeol sedikit membungkukkan tubuhnya setelah membuka pintu penumpang untuk mengeluarkan Baekhyun dari dalam. Menyalakan alarm mobil dan berjalan melewati pos satpam yang berjaga malam itu.

Setelah sampai di apartemen, dengan hati-hati dibaringkannya Baekhyun di tempat tidurnya. Di bukanya blazer yang menutupi bagian depan Baekhyun menampilkan belahan dada yang menggoda. Chanyeol menatap wajah lelap Baekhyun. Lelah dan damai. Tangannya terulur menyentuh pipi mulusnya, turun mengikuti rahangnya dan membelai leher indah yang terbuka. Chanyeol mengagumi pahatan ini dan ia tak tahan untuk tidak menyentuhnya. Chanyeol merendahkan tubuhnya, menciumi bagian tubuh Baekhyun yang terekpos. Dengan lembut disapunya belahan breast Baekhyun dengan lidahnya. Baekhyun sedikit bergerak dan terlelap kembali. Ia sangat lelah mengingat waktu tidurnya hanya beberapa jam kemarin. Chanyeol kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda. Membaringkan Baekhyun di tempat tidurnya dengan tumpukan bantal di punggung memberi keuntungan tersendiri. Diturunkannya sedikit bagian yang menutupi payudara Baekhyun dan menciumi daerah itu. Ia sedikit menghisap bagian di dekat aerola Baekhyun hingga Baekhyun mengerang dibuatnya. Sebuah tanda kemerahan nampak disana. Chanyeol tersenyum melihat hasil karyanya. Ia merapikan kembali daerah itu dan menyelimuti Baekhyun, lalu berjalan keluar kamar.

Baekhyun bangun keesokan harinya dengan rambut berantakan dan jantung yang berdetak kencang. "Aneh, kenapa aku begini?" Ia melirik jam dinding bermotif strawberry di atas meja belajarnya. Jam 9. Jam 9? Baekhyun membelakkan matanya dan segera berlari ke kamar mandi untuk mandi dan berganti baju. Ia harus ke kampus hari ini untuk menyelesaikan skripsinya. Tinggal 2 hari lagi sebelum weekend dan hanya tersisa satu bab yang belum di acc. Itu artinya dia harus extra untuk menyelesaikan semuanya. Baekhyun berjalan ke dapur dengan tergesa dan menemukan kamar Chanyeol masih tertutup. Baekhyun menyempatkan diri mengintip namja tinggi itu yang masih terbalut selimut tebal di kamarnya. Baekhyun mendesah dan bergegas keluar apartemen, menemui dosen pembimbingnya.

.

.

.

Pergi dengan wajah cantik, pulang mengenaskan. Inilah yang cocok menggambarkan Baekhyun saat ini, sudut bibirnya robek dan luka di lutut karena jeansnya juga robek. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat tanda kemeraha yang akan berubah biru keunguan esok hari. Ia baru saja berkelahi dengan Princess of Campus, si Barbie Luhan. Luhan membawa seorang namja dari fakultas teknik, Choi Minho, yang meninggalkan jejak memar di tubuh penguasa hapkido itu. Ini karena Luhan tak pernah menang dari Baekhyun, meskipun hanya perang mulut atau tarik-tarikan rambut khas wanita.

"Pelacur sialan! Tunggu pembalasanku. Cih!"

Baekhyun memasuki kamar, berganti baju dan bersiap keluar melewati Chanyeol yang sedang menonton tv dengan snack di pangkuannya. Baekhyun sudah menyetok kulkas dan lemari makanan dengan snack, minuman ringan serta sayur dan buah. Dan berpesan Chanyeol bisa mengambilnya kapanpun dia mau. Sepertinya Baekhyun harus menyetok bahan makanan lagi karena porsi makan Chanyeol yang lebih besar darinya tapi tak beredek pada tubuhnya karena semua lemaknya lari ke pipi chubby di wajahnya.

"Baekhyun mau kemana?" Chanyeol mengalihkan sejenak pandangannya dari tv didepannya.

"Aku mau kerja. Aku sudah ijin kemarin, jadi tak bisa bersantai-santai." Baekhyun menepuk pahanya setelah memakai sneakers abu-abu pink favoritnya. Ia membuka kenop pintu. "Aku berangkat."

"Tunggu sebentar." Chanyeol beranjak dari sofa dan berlari ke dapur. Tak lama ia kembali dengan beberapa plester di tangannya.

"Kau terluka dan perlu diobati."

Chanyeol membuka plester bermotif animal dan menempelkannya di kening Baekhyun juga di tulang pipi Baekhyun sebelah kiri. Chanyeol merendahkan dirinya dan menyentuh sudut bibir Baekhyun yang berdarah. Ia menghapus darah itu dengan ibu jarinya dan menjilat bekas darah disana. Membuat si empunya berdiri mematung.

"Nah, jangan berkelahi lagi yah. Hati-hati." Chanyeol mengacak surai blonde Baekhyun.

Baekhyun hanya mengangguk seperti robot. Biasanya ia akan berteriak kesetanan jika ada namja yang menyentuhnya, tapi kali ini beda.

"Baekhyun?" Chanyeol melambaikan tangannya di depan Baekhyun.

"Hahh? Ahh, iya. Sampa jumpa Chanyeol. Bye."

BLAM

Chanyeol melipat tangan didada menatap pintu yang baru tertutup. "Sifatnya masih sama seperti yang dulu. Puppy yang manis" ^^

Na eureureong eureureong eureureong dae

Na eureureong eureureong eureureong dae

Na eureureong eureureong eureureong dae

Chanyeol mengeluarkan smartphone dari saku celananya. Itu adalah miliknya sendiri, bukan Baekhyun yang membelikan. Ia mengernyitkan dahi.

Tn. Jung calling

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo direktur Kim, saya ingin mengingatkan_"

"Rapat? Ah aku lupa. Aku akan kesana 30 menit lagi. Mulai saja rapatnya."

"Baik direktur."

Chanyeol menutup flip pembungkus benda tersebut. "Sepertinya aku akan keluar lama. Aku harus kembali sebelum dia pulang." Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki kamar untuk berganti baju.

.

.

.

at Café Deluxe

Kyungsoo menatap Baekhyun yang sedang terbengong-bengong di belakang kasir sejak tadi. Ia terus memandang kedepan dan terkadang menggelengkan kepala lalu menghela nafas, memukul kepalanya ringan, menghela nafas dan kembali memandang kedepan.

"Kyungsoo, bisakah kau mengantarkan ini ke meja 5." Seorang yeoja 30an tahun menyerahkan senampan menu berupa dark chocholate dan sweet mango cake dessert dari konter. Dia adalah salah satu chef di Café milik keluarga Do.

Kyungsoo masih memperhatikan Baekhyun.

"Kyungsoo?"

Kyungsoo berbalik, O.O

"Oh astaga, jangan membuatku ingin mencubit pipimu sayang. Tolong antarkan ini ke meja nomor 5. Mereka membutuhkannya."

Kyungsoo mengangguk dan membawa nampan itu kemeja nomor 5, berbasa-basi sedikit, lalu kembali ke konter.

"Kyungsoo, bisakah kau mencari tahu apa yang membuat Baekhyun seperti itu? Ia seperti kemasukan setan hari ini" bisik ahjumma pemberi nampan tadi. Kyungsoo mengangguk dan berjalan menuju Baekhyun di balik meja besar.

"Baekhyun?"

Baekhyun diam.

"Baekhyunnie?"

Baekhyun masih diam.

"Wu Baekhyun?!"

Baekhyun terlonjak kaget. Sementara Kyungsoo memasang O.O

"Astaga Kyungsoo, kau membuatku jantungan. Ada apa?"

"Kau kenapa Baekhyunnie?"

"Hahh?"

"Kau kemasukan setan lagi? Kenapa memukul kepalamu sendiri tadi? Itu kan sakit. Jangan dipukul lagi yah, Cup cup cup" Kyungsoo mengelus kepala Baekhyun sedangkan Baekhyun menepuk dahinya. Sahabatnya ini memang keterlaluan polosnya.

KLINING

Suara bel pintu berdenting menandakan seseorang memasuki café. Seorang namja tampan berkulit tan berjalan menuju kasir. Ia melihat dua orang yeoja sedang bercengkrama dengan sangat baik. Yang satu menutupi wajahnya dengan telapak tangan sambil menggeleng, yang lain mengelus kepala yang menutupi wajahnya. Namja tan itu berdeham. Keduanya reflek menoleh.

"Annyeong haseyo tuan. Anda mau pesan apa?" Baekhyun tersenyum manis bersiap menulis sesuatu di kertas dan komputer di depannya.

"Aku pesan…" pandangannya terhenti pada Kyungsoo yang asik membetulkan apron di pinggangnya. Kyungsoo memutar ke kanan-kiri apron yang bertengger di pinggangnya. Ia tertarik dengan segala pergerakan yang dilakukan yeoja mungil itu.

"Tuan?"

"Ahh, maaf. Aku pesan 2 gelas Ice cappuchino. Yang satu pakai krim, yang satu tanpa gula dan krim." Namja tan itu berbicara tanpa melepas pandangannya dari Kyungsoo. Kyungsoo mengangkat kepalanya yang dari tadi tunduk. Mata bulatnya bertemu dengan mata elang didepannya.

Baekhyun menatap bergantian lelaki itu dan Kyungsoo kemudian tersenyum. "Kyungie, bisakah kau duduk disini sementara? Aku akan kedapur membuat pesanan." Baekhyun meninggalkan dua orang itu dan berharap keadaan berkembang lebih lanjut.

"Hai" sapa namja itu.

O.O "Hai" balas Kyungsoo.

"Kim Jongin," namja itu tersenyum.

Kyungsoo membungkuk. "Do Kyungsoo imnida" Ia sedikit berjinjit dan duduk di kursi tinggi untuk dapat mensejajarkan tubuhnya dengan namja di depan meja.

Namja itu tersenyum melihat tingkah Kyungsoo. "Kau bekerja disini?"

Kyungsoo menggeleng imut. "Aku hanya membantu. Appa dan eomma sedang sibuk jadi aku membantu mereka."

"Ooh. Apa kau sekolah?"

"Ani. Aku sudah kuliah. Tingkat akhir."

"Hm. Jurusan?"

"Arsitek di Sungkyunkwan."

Namja itu menarik secarik kertas yang ada di atas meja dan menuliskan sesuatu di sana. "Ini nomorku. Simpanlah. Jika suatu saat kau membutuhkannya hubungi aku."

Kyungsoo menerima kertas itu dengan bingung dan tatapan O.O

"Manisnya," batin Jongin.

"Ini pesanannya tuan dan Kyungsoo semuanya total $6." Baekhyun mengatur sedemikian rupa cup tinggi itu didalam plastik agar tak tumpah. Ia sedikit berjinjit mengingat tubuhnya yang pendek untuk menyerahkan bungkusan itu.

"Gomawo."

"Cheonma." Baekhyun tersenyum.

"Oia, susu high calcium sangat bagus untuk kalian. Kalian sama-sama pendek," celetuk namja itu dan melenggang pergi.

"Apa kau bilang?!" Baekhyun menggeram marah.

"Terima kasih atas kunjungannya. Lain kali datang lagi kemari." Ucap Kyungsoo.

"Apa-apaan dia. Sudah diberi kesempatan berduaan dengan mu malah menghina. Dia bukan namja yang baik. Dasar hitam. Jelek. Bibir tebal!," umpat Baekhyun.

"Baekkie, jangan marah-marah. Nanti cepat tua lho."

Baekhyun kembali menepuk dahinya dan mengusap wajahnya. "Semoga Tuhan memberimu jodoh yang baik dan sabar Kyungsoo."

"Kyungie percaya jodoh Kyungie ada di tangan Tuhan. Baekhyun tak usah khawatir."

.

.

.

Baekhyun keluar kamar dan menemukan Chanyeol di sofa sedang menonton tv.. Ia menghempaskan tubuhnya di sebelah namja tiang itu dan ikut mencomot snacknya. Pekerjaan di kafe Kyungsoo tidak terlalu berat hari ini. Ia bisa pulang tepat pukul 9 malam.

"Snackku…" bisik Chanyeol saat Baekhyun mengambil segenggam camilannya.

"Siapa yang membelinya?" Baekhyun memasukkan snack yang dicomotnya ke mulut mungilnya. Chanyeol terdiam. Ia kembali menonton tv.

"Akh, Barbie sialan! Gara-gara dia aku tak bisa makan dengan benar." Baekhyun meringis saat pecahan snack yang kasar itu menyentuh sudut bibirnya yang terluka.

"Kau berkelahi?" tanya Chanyeol.

"Hm" Baekhyun mencomot snack lagi dan memakannya beringas sesekali meringis. Ia menepuk kedua tangannya dan menuju dapur untuk mengambil minuman.

"Hei Chanyeol, kau lihat jus strawberry ku? Aku menaruhnya di kulkas" teriak Baekhyun dari dapur. Separuh tubuhnya masuk ke dalam kulkas.

"Ada di belakang tumpukan sayur."

Baekhyun kembali dengan segelas jus strawberry. Ia meninumnya setengah di dapur tadi. Baekhyun menghela nafas. Kakinya dihentakkannya ke lantai. Merutuki hari ini. "Ini hari burukku. Tadi aku berkelahi. Dengan Xi Luhan. Dia yeoja populer di kampus dan sialnya kami seangkatan."

Chanyeol melirik Baekhyun dari ekor matanya. "Lalu?"

"Dia yang mulai duluan! Dia menuduhku merayu Mr. Hwang karena memberikan tanda tangan padaku dengan mudah. Dia pikir aku yeoja murahan sepertinya apa! Sedangkan dia, pernah bercinta di kantor Ahn seonsangnim untuk mengubah IP nya jadi 3. Euhh, ahjussi itu benar-benar mesum."

Chanyeol memakan snacknya. Ia hanya diam memberi kesempatan si kecil untuk berbicara.

"Dia curang tadi. Ia membawa seorang namja dan menghajarku habis-habisan. Untung aku menguasai hapkido, kalau tidak sudah hancur badanku. Dan sialnya si Barbie itu kabur diam-diam. Brengsek!" Baekhyun mengepalkan tangannya dan meninju udara di depannya. Ia mengekspresikannya dengan sangat baik.

Chanyeol tersenyum dibuatnya.

"Lalu di café Kyungsoo kami bertemu seorang namja. Dia tan dan berbibir tebal. Setelah meninggalkan nomornya pada Kyungsoo dia pergi dan mengatakan kami pendek. Huh, apa-apaan itu. Awas dia kalau ketemu lagi. Akan kuhajar dia!"

Chanyeol terdiam mendengar cerita yang ini. Ia tahu siapa yang dimaksud. Dongsaengnya sendiri. "Musuhmu bertambah satu lagi Kai," batinnya.

"Hoamm, kok aku ngantuk yah? Ini kan baru jam 10" Baekhyun memiringkan kepalanya, menjadikan bahu Chanyeol sebagai bantal. Namja jangkung itu menelan ludah. Pasalnya saat ini Baekhyun hanya mengenakan tanktop putih dan hot pants hitam. Belahan breastnya terlihat saat ia menumpu kepalanya di bahu Chanyeol. Chanyeol buru-buru mengalihkan pandangan, takut lepas kendali.

"Aku lebih memilih menjadi anak kecil selamanya dibandingkan seperti ini. Orang dewasa itu merepotkan dan menyebalkan. Semuanya harus diatur dan mengikuti aturan. Aku tak suka" racau Baekhyun.

Chanyeol hanya diam menonton tv. Ia membiarkan Baekhyun yang masih menyandar padanya karena saat ini artis kesukaannya, Super Junior, sedang perform di Jepang dan disiarkan live di tv. Ia tak akan menyiakan kesempatan ini.

TUK

Chanyeol menoleh. Mendapati surai blonde berhambur di pahanya. Baekhyun terjatuh di pahanya tapi tetap tertidur. Wangi shampo strawberry perlahan menguar dari sana. "Maniak strawberry," bisiknya sambil mengelus surai itu.

Setelah puas menonton selama satu jam tanpa gangguan apapun, Chanyeol mengalihkan pandangannya pada yeoja yang membelinya beberapa hari lalu. Di luruskannya tubuh Baekhyun hingga terlentang di atas sofa. "Agasshi, kau yakin akan meneruskan ini sampai akhir hm? Aku mengikutimu tak gratis lho, meskipun kau membeliku."

Tangannya mengelus surai halus di kening Baekhyun. "Apa aku harus berterimakasih padamu atau pura-pura tak tau?"

Chanyeol menyipitkan matanya. "Tidak tahu saja. Aku hanya seorang pengemis yang diculik dan dibeli olehmu untuk membatalkan pernikahanmu. Alasan klasik."

Chanyeol membungkukkan tubuhnya berniat menggapai wajah Baekhyun. "Kalau ini lebih baik jika dia sadar." Ia mengangkat kembali kepalanya. Matanya menyusuri tubuh mulus Baekhyun. Ia mulai memainkan tangannya menyusuri hidung Baekhyun, turun ke leher, dan belahan breastnya. Tangannya menyentuh breast Baekhyun dari luar. Baekhyun sedikit bergerak. Chanyeol menyeringai melihat reaksi Baekhyun. Diremasnya pelan kedua payudara yeoja mungil itu hingga ia mengerang.

"Enghh"

Chanyeol menunduk dan mencium kedua bongkahan daging itu dari luar tanktop Baekhyun. "Aku tidak akan menyerangmu sebelum kau siap." Chanyeol memandang jus Baekhyun yang sudah habis. "Efeknya luar biasa sampai kau tertidur seperti ini." Perlu diketahui Chanyeol sudah memasukkan obat tidur ke dalam jus Baekhyun sebelumnya. Ia berencana mengerjai tubuh tuannya saat sedang tertidur, tapi rencana itu berubah ketika melihat wajah Baekhyun yang tertidur pulas.

Chanyeol mematikan tv dan meregangkan ototnya. Dirapikannya pakaian Baekhyun lalu mengangkat tubuh itu ala bridal style dan membaringkannya ke tempat tidurnya. Masuk kekamarnya untuk meneruskan pekerjaannya yang tertunda. Besok ia akan melewati hari yang panjang di kantornya.

.

.

.

"Pagi Baekhyun."

Baekhyun sedang menyiapkan sarapan pagi saat Chanyeol baru keluar dari kamarnya. Ia sudah siap bekerja dengan t-shirt polos dan jeans serta jaket di lengannya. Ah ya, Chanyeol bercerita bahwa ia sudah bekerja selama beberapa hari di salah satu gudang sembako yang ada 5 blok dari apartemennya. Gudang sekaligus toko itu milik sepasang suami istri bermarga Mong. Mereka tidak memiliki anak, karena itu mereka memperkerjakan namja berusia 20 tahunan. Ada sekitar 5 karyawan disana termasuk Chanyeol. Dan Chanyeol bertugas mengantarkan barang pesanan konsumen.

Baekhyun menyetujuinya karena ia pikir itu bisa meringankan bebannya sedikit. Chanyeol bisa membeli apapun yang dia suka dengan uangnya sendiri. Setidaknya dia bisa mandiri. Bukannya pelit atau apa, Baekhyun harus mengembalikan uang tabungannya secepatnya agar eommanya tidak menarik semua fasilitas yang ada padanya. Karena ia berjanji pada sang eomma tidak akan memakai uang tabungannya. Sebagai gantinya ia akan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Eommanya tak mempermasalahkan hal itu. Asalkan Baekhyun bisa menggunakan uangnya dengan bijak.

"Pagi Chan. Tidurmu nyenyak semalam?"

"Hm" Chanyeol mendudukkan diri di depan Baekhyun. Dan mulai mencomot bagel breads lalu mencelupkannya ke krim sauce yang dibuat Baekhyun. Ia memakannya dengan lahap. Seakan tak terjadi apa-apa.

"Kau sibuk hari ini?"

Chanyeol menatap Baekhyun. "Sedikit."

"Apa kau lembur hari ini? Sepertinya bosmu tidak memberi libur di minggu ini." Baekhyun menggigit bagel breadsnya.

"Entahlah. Bosku sangat cerewet dan pemilih. Mungkin karena aku karyawan baru makanya ia bersikap begitu. Ada apa?"

Baekhyun meneguk susu strawberrynya. "Hm… bagaimana kalau kita bermain. Hehehe, aku ingin refreshing sebentar sebelum ujian minggu depan."

"Tentu."

"Oke. Aku tunggu di taman bermain jam 4 sore. Tapi kalau kau sedang sibuk tak usah datang."

Chanyeol mengangguk dan memasukkan potongan terakhir ke dalam mulutnya. "Aku selesai. Aku berangkat."

"Hati-hati."

.

.

.

Ruangan itu hening. Hanya suara helaan nafas juga gesekan kertas yang terdengar. Langit sudah berubah menjadi jingga, tanda matahari akan kembali ke peraduannya.

Seorang namja dengan wajah tampan duduk dibalik meja direktur. Beberapa kali keningnya berkerut kemudian melukiskan tinta pulpennya di atas kertas. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak ia memasuki ruangannya.

Tookk tokk tokk

"Masuk"

Yeoja bertubuh semampai datang menghampirinya. "Apa kau sesibuk itu sampai tidak memperdulikanku?"

Namja itu hanya diam menunduk. Ia lebih memilih melukiskan tinta pulpennya alih-alih menatap yeoja berambut panjang yang sedang melipat tangan di depannya.

"Kim Chanyeol!"

"Jika anda tidak ada keperluan penting silahkan keluar."

Yeoja itu berkacak pinggang. "Hehh, sesombong inikah kau setelah putus dariku? Memangnya kau pikir kau siapa? Aku bisa mendapatkan namja yang lebih baik darimu. Setidaknya mereka lebih menyayangiku dibandingkan dirimu yang workaholic."

"Apa keperluanmu datang kemari?"

"Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sudah memiliki namja baru. Namja yang lebih baik dan sexy darimu. Ia bahkan mampu bermain 5 ronde semalam. Ugh disini panas. Apa ACnya tidak nyala?" yeoja itu duduk di hadapan Chanyeol dengan melipat satu kakinya hingga rok mininya tersingkap dan membuka dua buah kancing bajunya sambil mengipas lehernya.

"Trik murahan. Lalu apa hubungannya denganku?" Chanyeol menurunkan file yang dibacanya.

"Kau tak iri padaku? Kita baru putus bulan lalu dan aku sudah memiliki namjachingu sehari setelahnya. Kau bahkan tidak pernah jalan dengan yeoja lain. Ini sudah sebulan berlalu Chanyeol. Sebesar itukah cintamu padaku hm?"

"Tsk, jika kau hanya ingin pamer silahkan pergi dari sini. Aku masih banyak kerjaan, Park Sooyoung. Dan satu lagi, aku tak pernah mencintai yeoja binal sepertimu."

Yeoja itu mendengus. "Kau akan menyesal Chanyeol." Dan membanting pintu dengan keras.

Chanyeol menarik tangannya ke atas dan meregangkan ototnya. Punggungnya terasa kaku. Ia menatap foto disamping foto keluarga yang ada di atas meja. Seorang gadis kecil yang memeluk boneka teddy bear sebesar dirinya dan tersenyum manis. Poninya diikat ke atas membentuk apple hair. Anak itu memamerkan gigi putihnya dan eye smile yang menggemaskan. Chanyeol tersenyum dan mengusap foto tersebut. "Kapan kau menyadari kehadiranku?" Matanya berhenti di jam digital disebelah foto itu "Astaga, aku melupakannya." Ia bergegas merapikan filenya dan mengambil mantel yang tergantung. "Lebih baik ganti baju di mobil sebelum terlambat."

.

.

.

"Nyahh… ougghh… hmmm"

"Apa disini?"

"Yahh teruuss disituu.. Enghhh"

"Ahh you're so tight Luhan."

Luhan meremas payudaranya sendiri. Mengalihkan rasa sakit sekaligus nikmat selain kegiatan di bawahnya. "Mmfftt Sehunn hisapp. Oughh yahh…" tangannya meremas rambut platina orang yang menyetubuinya. "I wanna comee Sehunn. Nnn…"

"Together baby."

"aaaa…. Sehunniee/Luhaannn"

BRUK

"Hosh hosh hoshh kau hebat Sehun."

"Kau juga chagi. Aku mau lagi. Mmhh…"

"Sudah Sehunn, hahh, jangan dihisap teruss. Hhh… nanti susuku habiss" ia berusaha menjauhkan kepala namjachingu barunya yang kembali menghisap payudara kenyalnya.

"Kau belum melahirkan noona. Susumu tak akan keluar. Jadi biarkan aku menyusu hm? Mmhh…"

"Ahh… Sehunniee keluarkan duluu juniormuu"

"Shireoo. Hm.."

"Ngghhh"

Terdengar ribut-ribut diluar.

"Nona muda, jangan masuk! Tuan muda tak mau diganggu."

"Memangnya kenapa? Aku mau bertemu Sehun, apa salahnya?"

KLEK

"Sehunaa… noona_" Baekhyun mematung di depan pintu yang terbuka lebar.

"NOONA!" teriak Sehun. Sehun langsung bangkit berdiri, Luhan sibuk menarik selimut dan menyelimuti tubuh bugilnya.

Maid yang berada di belakang Baekhyun langsung membalikkan badan, turun ke lantai 1 dengan wajah memerah. Ia malu melihat majikannya dengan tubuh bugil.

Baekhyun memasuki kamar setelah menutup pintunya. Ia memicingkan mata mendekati tempat tidur dongsaeng satu-satunya.

"Noona, lain kali ketuk pintu dulu!"

"Kauu… bagaimana bisa kau bersama si jalang ini?"

"Noona, dia yeojachinguku!"

"Aku bukan jalang Baekhyun!" Luhan berteriak. Ia tak sadar selimutnya terturun menampilkan dadanya yang penuh kissmark.

Baekhyun menatap tajam Sehun. "Noona tidak mempermasalahkan kau bercinta dengan siapapun yang kau mau. Asal bukan si jalang ini dan sekarang kau bercinta dengannya? Dia simpanannya seonsangnimmu Sehun. Dia itu sudah dimasuki puluhan namja. Apa kau tak takut dengannya?"

"Noona, aku mencintainya sejak lama. Kami baru jadian bulan lalu. Dia juga mencintaiku noona."

Pernyataan Sehun membuat Baekhyun bergetar. Baekhyun melarang Sehun mendekati Luhan bukan karena ia membenci yeoja itu, tapi karena ia membenci sikap dan perilaku si rambut pink itu terhadap namja. Luhan hampir sama dengan Sehun. Selalu bergonta-ganti pacar dan melakukan hubungan seks dengan mereka. Terakhir kali Baekhyun dengar Luhan pernah tidur dengan salah satu dosennya dan menjadi simpanan dosen lainnya. Ini merupakan rahasia umum di kampusnya. Banyak yeoja yang menjadi selingkuhan para dosen mereka untuk menaikkan popularitas atau sekedar mendapat nilai yang bagus. Luhan tak pernah memakai pengaman berbeda dengan Sehun yang selalu memakai pengaman. Karena itu Baekhyun takut jika Luhan terkena penyakit kelamin atau HIV. Itu akan menulari Sehun dan dirinya sendiri. Resiko penyakit menular seksual lebih banyak diderita oleh kaum wanita.

"Jadi dia yang bercinta denganmu waktu itu? Sudah berapa kali kalian melakukannya?"

Sehun menunduk. "5 kali."

Baekhyun membelalakkan matanya. Ia melihat tubuh adiknya yang masih telanjang. "Sebanyak itu dan kau tak pakai pengaman? Kalau dia hamil bagaimana Sehun?!"

"Kali ini kondomku habis dan Luhan juga sudah minum obatnya jadi tidak akan apa-apa. Baru kali ini aku melakukan tanpa pengaman."

Baekhyun berjalan menuju Luhan dan menaiki tempat tidur adiknya. "Kauu! Bagaimana bisa kau menjebak namdongsaeng ku hah! Tidak puaskah kau selalu dimasuki lelaki lain? Dasar jalang!" Baekhyun menarik rambut Luhan dan Luhan balas mencakar lengan Baekhyun.

"Bukan begitu Baekhyun. Sakitt. Lepassskann!"

"Noonaa…"

"Apa maumu sebenarnya hah? Tak puaskah kau selalu menggangguku, sekarang kau mengganggu adikku hah?"

"Noona cukup!"

"Aku mencintai Sehun Baekhyun. Aku janji tak akan menyakitimu lagi. Aku minta maaf. Lepasss"

"Kenapa kau selalu menggangguku Luhan, kenapa?"

"Itu karena kau selalu mendapat apa yang kau inginkann. Kau pintar dan agh Lepasss…"

"Aku mendapatkannya dengan perjuangan bodoh, bukan menjual tubuh sepertimu!"

"Itu tak benar. Hiks… gosip itu tak benar. Aku tak pernah bersetubuh dengan saem di kampus. Hiks, hiks… aku hanya bercinta dengan namjachinguku."

"Bohong! Sehun dia tak pantas untukmu. Putuskan dia!" Baekhyun terus menarik rambut Luhan, sementara lengannya penuh goresan kuku Luhan.

"Lepass Baekhyunn. Sakitt… hikss hikss…" Luhan menangis histeris.

"Noonaaa lepaskan diaa"

PLAK

BRUK

Baekhyun tersungkur di lantai sambil meringis. Tubuhnya terhempas karena Sehun menamparnya keras. Sehun menatap tangan kanannya gemetar dan segera menghampiri noonanya.

"Noona, gwenchana?"

Baekhyun memandang tajam Sehun dan berlari keluar kamarnya tanpa berbicara. Ia menuruni tangga tergesa-gesa dan keluar menuju gerbang utama mengacuhkan maid yang menanyakannya dengan pipi memerah panas.

"Noonaa…" Sehun bergegas memakai celana dan baju lalu mengejar Baekhyun yang sudah menghilang di balik gerbang. Sehun mengacak rambutnya frustasi dan kembali ke dalam rumah mengambil mobil untuk mencari Baekhyun.

"Huuhuuu… salahkah aku jika aku ingin bahagia sekali saja. Huuu…." Luhan menangis di kamar Sehun sambil memeluk lututnya. "Maafkan aku. Maafkan aku Baekhyun… aku tak bermaksud menyakitimu. Huuu… aku mencintai Sehun, Baekhyun. Aku mencintainya…"

.

.

.

PLUK

Baekhyun melempar batu ke arah danau. Batu itu meloncat menjauhi dirinya menuju ke tengah dan menghilang ke dasar. Baekhyun menundukkan kepala. Pipinya terasa berdenyut perih, kepalanya sakit akibat terhantuk lantai. Ia tersenyum miris memandang langit jingga. "Apa ini karma karena membohongi eomma?"

"Kau disini rupanya."

Baekhyun mendongak. Namja berambut cokelat kayu menampilkan senyum lima jarinya dan mendudukkan diri di samping Baekhyun.

"Kau sudah pulang?"

"Yah. Maaf tak bisa menemanimu ke taman bermain. Bosku terus menyuruhku mengantarkan barang." Namja itu—Chanyeol—melipat tangannya di kedua lutut yang tertekuk. Ia menatap lurus kedepan tapi pikirannya melayang. Itu memang pekerjaannya beberapa hari ini disamping pekerjaan utamanya sebagai direktur Kim Company.

"Kenapa rambutmu berantakan?" Chanyeol menyentuh surai blonde yang terikat tak karuan. Ia menurunkan ikatannya perlahan. Menyatukan helai demi helai, mengangkat kembali lalu memasangkan gelang pita yang berhiaskan polkadot baby blue, senada dengan baju kusut yang dikenakan Baekhyun saat ini.

"Gomawo."

Chanyeol tersenyum lalu mengacak poni Baekhyun. "Ada masalah?"

Baekhyun menggeleng. "Masih ada waktu. Ayo kita ke taman bermain." Ia berlari meninggalkan Chanyeol yang terbengong-bengong. Lalu menyusul yeoja kecil itu.

.

.

.

Baekhyun tertawa keras sekali ketika Chanyeol lari terbirit-birit setelah melihat berbagai macam serangga dalam kotak kaca di Insect House, wahana edukasi yang baru dibuka. Ia baru tahu bahwa pemuda awet senyum itu takut pada hewan kecil tersebut. Baekhyun kembali terluka saat mencoba menembak target untuk mendapatkan boneka rilakuma berukuran raksasa. Peluru itu memantul ketika mengenai dinding dan melukai keningnya di sebelah kiri. Chanyeol yang panik langsung membawa Baekhyun ke klinik kecil yang ada di sana dan mengobati lukanya setelah Baekhyun berhasil mendapatkan boneka itu dengan tembakan keduanya.

"Hahaha… Kau lihat tadi badut itu Baekhyun? Dia mencoba beratraksi di depan kita, tapi malah dia jatuh. Hahaha… itu sangat lucu."

"Ne… dia memang lucu Yeollie. Hahahaha…" Baekhyun berjalan sambil memeluk bonekanya.

"Yeollie?"

"Hm. Panggilanku untukmu." Baekhyun mengangguk dan mengangkat bonekanya yang sedikit terturun. "Namamu terlalu panjang. jadi kusingkat saja. Lagipula aku kan tuanmu. Hehehehe…"Baekhyun tersenyum menampilkan eye smilenya. Chanyeol mengerjapkan matanya melihat hal itu.

"Ayo kita pulang. Kau tak lapar?" Baekhyun menengok kebelakang. Chanyeol tersenyum dan menghampiri Baekhyun. "Kita mau makan apa?"

"Tteokbokki. Ku dengar di sekitar sini ada yang menjualnya. Pasti enak."

"Kau harus makan nasi Baekhyun. Sejak tadi yang kau makan hanya camilan saja. lihat, badanmu jadi kecil begini."

"Heh, jangan menghina badanku! Aku tau aku kecil dan pendek, tapi jangan remehkan aku! Dasar tiang!"

"Apa?! Aku kan namja, jadi wajar kalau aku tinggi. Kau saja yang terhambat pertumbuhan karena mengkonsumsi makanan yang kurang gizi."

"Yak, Chanyeol! Berani kau mengolokku?! Aku ini bosmu!"

"Mana ada bos kecil sepertimu. Bwee…"

"Yakk., kemari kau tiang! Chanyeol!"

Baekhyun mengejar Chanyeol yang terus mengoloknya sambil berlari tertawa. Mereka sampai di sebuah kedai pinggir jalan dan memesan 2 mangkuk ramyeon setelah Baekhyun berhasil menangkap Chanyeol dan membully namja tiang itu. Sebagai gantinya Chanyeol harus membayar apapun yang diinginkan Baekhyun malam itu dimulai dari semangkuk ramyeon di kedai sederhana dilanjut makan tteokbokki di kedai kaki lima dan ice cream di kafe pinggir jalan.

TBC

.

.

.

Huahhh apa ini? Eomma, anakmu yang manis dan innocent ini ternodai sudahh #intipHunHanNCan #modus

Kepada para readersnim, silent readers, viewers, yang sudah membaca dan mampir di ff ku kuucapkan terima kasih. Jujur aku kaget ngeliat review chap 1, sangat banyak dan rata-rata menyukai ceritaku. Aku sempat pesimis sebelumnya karena ini ff rate M pertamaku. Sebenarnya sudah ada coretan ff rate M ku yang versi YAOI, tapi belum berani publish. Kenapa? Karena otak masih belum siap #tremor #ambilTisu. NCnya masih belum terpikirkan. Oke, chap ini sampai disini dulu. Ini sudah 4.600+ (lebih banyak dari ff ku sebelumnya) Silahkan review :3

Balasaan review:

zoldyck: thankyou :3 keep RCL yahh

Park Bee: makasi karena suka ceritanya. Konsep ini sudah lama di otakku, tapi baru tertulis (?) minggu lalu karena ada kesibukan. Hehehe, Ona nggak biasa menampilkan kata vulgar. Tapi sudah ada beberapa kok. Ini sudah lanjut.

exindira: YO, makasi! Hehhehe..

MinwooImitasi: XD iya minu, minu memang anak baik kok #pukPuk masalah Baek sudah dijelaskan diatas, dia nggak dipermainkan kok. Semoga minu suka :3

AnitaLee: ini sudah lanjutt :3

Guest: ini sudah lanjutt :3

guest: udah lanjutt :3

: yeah, ChanBaek moment sedang koma T.T hayo baca lagi siapa yang dikolong jembatan? Chanyeol ato Jongin? Sehun bukan penjual, dia pembeli. Pembeli yeoja. Ahahaaa…. di tunggu ya reaksi Baekhyun nanti :3 Yosh!

baekchanchan: ihiiyy, seneng deh ada yg suka lagi. jinjja? 27 november? Barengan ultah si ChanChan? Wahh.. double party donk XD yeah, ini udah lanjutt :3

dobichan: ini udah lanjutt :3

: ini dah lanjutt :3

eyelinerbaekhyun: uda lanjutt :3

Pinzame: hehehe… hayo tebak. Ini dah lanjutt :3

byunyol: yup. Hehehe gomawo sudah suka ceritanya. Si Baekhyun uda digrepe-grepe nih sma Chanyeol haha. Ini sudah lanjut :3

rachel suliss: aku liat videonya di tumblr chingu. Aku lupa alamatnya. Nanti cba ku criin lagi. ini uda lanjutt :3

BaekYeolShip: hahaha… hidup ChanBaek shipper #angkatBanner ini sudah lanjutt :3

chika love baby baekhyun: yaayy, makasi Chika. Hiks hiks, setuju banget. Semoga mereka kembali bersama lagi. ini sudah lanjutt :3

ChanLoveBaek: uda lanjutt :3

ByunnaPark: ehehehe, alasan Chanyeol ada di chap berikutnya. Terus ikuti ff ini yahh. Ahaha… ayo iket #kasiTaliKeByunnaPark ini sudah lanjutt :3

Deer Panda: ehehhe… karena itu dia dibilang aneh. Hahaha… kita sepemikiran Panda (aku panggil Panda aja yah). Semoga mereka longlive.

zhoelichy: ini sudah lanjut :3 jangan lupa review yahh

lia10: ini sudah lanjutt :3 YOSH! XD

ShinJiWoo920202: rahasia Chanyeol ada di chap selanjutnya. Tetep baca n review yah.. uda di lanjutt :3

L'mo: makasi #bowing uda di lanjutt :3 YOSH! XD

Pcycy: iya, karena itu kita harus melestarikan (?) ff ChanBaek. Makasi :) Ini sudah lanjutt :3

Lhnzm Inc: semoga nggak membingungkan Inc (enaknya manggil apa?) uda di lanjutt :3 YOSH! XD

Ada yang ketinggalan?