Title : She's mine

Pairing: (Jack x Claire )

Rated : T

Genre: romance/drama/friendship

Summary: Claire seorang karyawati tertarik dengan harga perkebunan yang sangat murah di Koran. Tanpa pikir panjang dia membeli perkebunan itu. Namun mengagetkan, kebun itu sungguh berantakan dan tak terurus. Karena desakan sang wali kota ia terpaksa membelinya. Terlebih ia juga bertemu dengan pria menyebalkan yang mengaku dulu itu adalah ladang milik kakeknya. saya Author baru di fandom ini

Curhat Author: hai gan, um enaknya apa dulu ya…..

Ah, mungkin kenalan dulu, hajimemashite, watashi wa Lilindha desu, yoroshiku ne. ini pertama kali saya bikin fic di fandom ini, biasanya sih di fandom anime(kuroko no basuke) mungkin karena saya kurang kerjaan dan iseng" buka fandom HM, saya jadi pengen buat fic

Saya akan pinjam kata" keramat milik para Aouthor

"DON'T LIKE, DON'T READ"

.

Suara deburan ombak bersaut-sautan. Ikan-ikan kecil melompat-lompat tak teratur diantara ombak. Bau khas perairan laut tercium tajam di hidung sang gadis. Angin laut yang spoi-spoi meniup beberapa glintir rambut pirang miliknya. Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap langit biru yang cerah dan indah. Disana, ia melihat empat ekor bangau yang terbang melintasi langit. di wajah manisnya mengukir seyum manis yang menawan. Bola mata aquanya tampak berkilau terpantul cahaya matahari pagi.

Awal kehidupan awalnya akan dimulai dari sini.

Ia berjalan ke dermaga menuju pondok kecil di dekat sana, sambil tak lupa mencincing kedua kopernya di kedua sisi. Tangan kanannya terangkat mengetuk pintu kayu itu perlahan. Tak beberapa lama seseorang menyahut.

"Ya tunggu sebentar." Kata seseorang di balik pintu kayu itu. Suaranya terdengar berat dan agak serak. Tak lama pintu itu terbuka, menampilkan sesosok pria berotot yang besar, kira-kira dua puluh centimeter lebih tinggi dari Claire. Pria itu hanya memakai baju tak berlengan dengan handuk yang menyampir di pundaknya. Pria besar itu menatap Calire bingung sebelum bertanya. "Ya?"

Claire tersenyum lalu tangan kanan Claire merogoh saku celananya mengambil selembar kertas yang bertuliskan alamat suatu tempat. "Apakah anda tahu alamat ini?" tanyanya ramah.

Pria tegap itu mengambil kertas yang di bawa Claire, mengamatinya secara teliti. Perlahan ekspresi bingungnya tergantikan dengan raut senang. Pria itu kembali menatap Claire. "Apakah anda akan membali pertenakan ini?" tanya Pria itu. Terdengar seperti berharap ditelinga Claire.

Claire tersenyum kembali "Ya. Aku melihat iklanya di Koran, karena tertarik aku berencana untuk membelinya." Ucap Claire menyakinkan.

'Wah gadis yang manis' pikir pria itu. Pria itu mengulurkan tangan. "Panggil aku Zack, seorang shipper." Ucapnya memperkenalkan diri dengan cengiran lebar.

Claire menyambut uluran tangan pria itu, tak lupa menampilkan senyuman. "Aku Claire dari kota."

"Nah nona, sekarang akan saya antar ke pertenakan."

Claire balas mengangguk dengan antusias. Kemudian mereka berjalan menuju perkebunan, melintasi rose square. Di setiap jalan yang mereka lalui, Zack selalu mengenalkan beberapa tempat yang perlu diketahui Claire. Mereka juga bertemu beberapa penduduk yang tinggal di Mineral Town ini. Claire cukup terpesona dengan keramahan para penduduk di situ.

"Zack, siapa perempuan yang bersamamu?"

Mereka berdua berpaling, memandang pria paruh baya yang memakai pakaian serba merah. Bentuk kumis yang lucu hampir membuat Claire tertawa. Claire menahan diri untuk tertawa, ia lebih memilih tersenyum pada laki-laki paruh baya di dipannya.

"Kebetulan, ini Claire, gadis yang akan membeli perkebunan yang kau iklankan di Koran." Ucap Zack memperkenalkan Claire.

Claire tersenyum kecil. "Nama saya Claire, senang berkenalan dengan anda."

Sama seperti tadi, pria paruh baya yang mendengar seseorang yang akan membeli perkebunan itu tampak langsung menampilkan wajah girang. Ada apa sebenarnya ini? Claire tidak mau ambil pusing, mungkin saja itu hanya firasatnya saja.

Mereka berdua berkenalan lalu kembali melanjutkan perjalanan yang tertunda. Hanya membutuhkan dua menit untuk membuat mereka bertiga menjadi akrab. Tak heran, karena pada dasarnya Claire adalah orang yang mudah mengakrabkan diri dengan seseorang. Gadis yang periang, dewasa dan pengertian namun terkadang terlihat kekanakan membuat orang-orang tertarik dengan kepribadiannya. Seolah-olah ada sesuatu tak kasat mata yang membuat orang-orang otomatis menyukai dirinya.

Mereka sampai di perkebunan yang mereka tuju. Perkebunan itu terlihat kacau dan berantakan. Banyak rumput-rumput liar yang tumbuh subur di pekarangan. Batu-batu besar juga terlihat kokoh di sana. Tak lupa krikil-krikil bersebaran. Ada juga kayu dan ranting-ranting kecil tergeletak di sembarang tempat. Satu kata untuk menggambarkan tempat itu. Kacau.

Claire tak mampu menyembunyikan rasa keterkejutannya. Koper yang ia bawa sudah meluncur bebas dan jatuh tergeletak di bawah sedari tadi. Mulutnya menganga lebar. Mungkin saja kalau ada serangga yang masuk ke rongga mulutnya ia akan abaikan. Kedua tangan yang berada di kedua sisinya bergetar. Ia bingung mendiskripsikan perasaanya untuk saat ini. Kaget, marah, bingung, kecewa dan masih banyak lagi perasaan negatif yang berputar-putar.

"Bi-bisakah anda jelaskan semuanya tentang ini, Mayor?" Ucap Claire tertahan dengan menekan semua suku kata yang ia katakan. Ia berusaha menahan amarah yang meluap di dadanya yang siap meledak kapan pun.

Thomas dan Zack tampak salah tingkah, tidak tahu harus menjelaskan dari mana. Raut wajah keduanya terlihat sedikit bersalah karena memasang iklan palsu di Koran. Dan kalau boleh jujur, tampaknya kedua orang itu merasa agak merinding saat merasakan hawa mengerikan yang menguar begitu tajam di sekitar gadis pirang itu.

Merasa Zack tidak akan berbicara,Thomas lah yang pertama kali buka mulut. "Maaf Claire, aku terpaksa membuat iklan palsu di Koran karena sudah tidak ada orang yang berniat membeli pertenakan ini." Ucap Thomas was-was, takut Claire akan tambah marah mendengar pendapatnya. Lagi pula ia juga sedikit bersalah sudah memasang iklan itu. Ia hanya terpaksa.

"Tapi bukankah itu sama saja dengan menipu Mayor?" lagi-lagi ucapan yang tajam dan menusuk, terdengar dalam dan rendah, penuh akan penekanan di tiap katanya.

Zack bergidik ngeri, sedangkan Thomas berusaha sekuat tenaga untuk bersikap normal meski tubuhnya sedikit bergetar akan rasa takut. Aura yang menguar kuat di sekeliling gadis itu semakin tajam di rasakan keduanya. Oke, Thomas sudah tidak tahan, ia takut sekarang. Bukankah ini aneh jika keduanya bergidik ketakutan hanya karena tekanan atmosfir negativ yang keluar dari gadis dua puluhan itu? Iblis dalam tubuh malaikat, itulah empat kata yang terbanyang di pikiran masing-masing mereka.

"Aku tahu Claire, tapi aku terpaksa melakukan ini. Perkebunan ini sudah dua tahun tak terawat sedangkan penduduk Mineral Town tidak ada yang bisa meluangkan waktu untuk sekedar mencabuti rumput liar itu. Jadi kumohon, jadilah untuk membeli perkebunan ini." Kata Thomas dengan berharap. Berharap gadis itu tidak akan membatalkan perjanjian.

Claire mendengus keras. Sekarang apa lagi yang harus ia lakukan? Uang yang ia punya hanya tersisa 500G , uang yang lainnya sudah habis untuk membeli perkebunan ini dan ongkos perjalanan. Pantas saja perkebunan ini begitu murah. Ia hanya bisa meruntuki dirinya yang bodoh karena sama sekali tidak curiga dengan harga yang tidak wajar yang tertulis di Koran sialan itu. Ia juga tidak bisa menyalahkan Thomas secara keseluruhan. Ia mengerti perasaan wali kota yang merasa prihatin dengan ladang tak terawat itu. Tak ada cara lain lagi untuk menolaknya, lagi pula uang 500G tidak akan cukup untuk ongkos kembali ke kotanya. Ia harus mengumpulkan uang lalu menabungnya sebagian, sebagiannya lagi untuk biaya kehidupannya. Jika uang itu sudah terkumpul ia akan meninggalkan tempat ini.

Claire menghela nafas. "Baiklah, aku akan tetap membeli perkebunan ini. Lagi pula aku hanya punya uang 500G." kata Claire mengalah.

Kedua pria itu langsung merileks. Mereka pikir Claire akan langsung hengkang dari sini dan melupakan perjanjiannya. Zack yang sedari tadi diam mulai melangkah maju menuju Shipping bin. Claire mengikuti Zack tanpa bicara. iris aqua marine-nya menatap Zack yang menunjuk Shipping bin itu.

"Kau bisa menaruh hasil perkebunanmu di sini. Karena ini baru pertama kali, kurasa lebih baik kau mencari beberapa rebung dan grass di hutan, di dekat pantai juga ada beberapa grass yang bisa kau ambil dan jual padaku." Jelas Zack pada Claire.

Claire mengangguk mengerti.

"Jadi dia, petani baru yang membeli ladang kakek?"

Suara berat milik seorang pemuda bersurai coklat membuat mereka bertiga mengalihkan pandangan padanya. Clare hanya diam menatap pemuda itu. Dalam hati ia merasa kesal mendengar nada tidak sopan yang diucapkan pemuda asing itu. Siapa dia, beraninya berkata tidak sopan padanya. Pemuda itu mengacuhkan tatapan tajam dari Claire, berjalan santai dan berhenti di dekat Thomas.

"Jack? Kupikir kau akan pulang satu bulan lagi. Apa yang membuatmu datang lebih awal?" tanya Thomas heran.

Pemuda yang bernama Jack itu mengangkat bahunya sedikit, lalu iris Topaz-nya menatap sang gadis, tepat pada mata shampire yang mempesona. "Aku pulang lebih cepat karena mendengar seseorang akan membeli perkebunan ini. Lagi pula aku juga harus menyambutnya kan." Katanya santai dan ringan. Tatapannya tak sedikit pun beralih dari iris aqua sang gadis.

Claire merasa risih ditatap pemuda itu. Seperti menilai dirinya dalam diam. Seolah dia sedang menyelidiki apa yang dipikirkan Claire. Claire sedikit melangkah kebelakang, tatapannya berpaling pada Thomas tak ingin berlama-lama menatap iris Topaz yang penyelidik. Jujur saja, dipertemuan awal dengan pemuda itu, ia merasa tidak akan menyukainya.

"Wah kebetulan sekali kau datang Jack. Kau harus bersyukur, karena pembelinya adalah seorang perempuan manis seperti Claire ini." Ucap Zack diselingi tawa renyah. Thomas ikut tertawa bersama bersamanya.

Jack tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak ada yang mengetahui kecuali gadis pirang itu. Claire mengerutkan dahinya samar. Sedikit heran mungkin dengan senyuman penuh arti yang terlihat di bibir Jack meski tipis. Pemuda itu kembali melangkah berjalan kearahnya dan berhenti satu langkah di depannya. Tubuhnya sedikit condong kedepan menilai wajah Claire. Sedangkan Claire sendiri refleks mundur satu langkah lagi.

"Manis juga." Ucap Jack tiba-tiba membuat dua orang itu menghentikan tawa namun tetap tersenyum.

"Hah?" Claire tak habis pikir kenapa pemuda asing itu tiba-tiba saja memujinya. Ternyata pemuda itu terlihat playboy. Ia benci playboy.

"Apa yang kukatakan, dia memang manis jadi kau harus baik-baik padanya Jack." Ucap Zack.

Thomas mengangguk setuju. "Mulai sekarang kau harus membantunya mengurus perkebunan ini Jack." Kata Thomas.

Claire mulai sedikit bingung dengan alur pembicaraan ini. Membantu? Membantu apa?

Jack tersenyum lebar saat menangkap wajah kebingungan Claire. "Namaku Jack, aku tinggal di dekat toko Blacksmith. Untuk kedepannya aku akan menjadi pembimbingmu. Aku juga akan membantu urusan pertenakan dan perkebunan. Salam kenal nona Claire."

Oh tidak. Ini mimpi buruk.


-TBC-


Pairing tetap Jack x Claire. Tapi aku pikir kayaknya bagus kalau Claire di harem sama Chara yang lainnya. Typo masih bertebaran. Alur kacau. EYD rendah. Maaf kalau ceritaku sedikit aneh. Maklum saja, ini pertama kalinya aku membuat fic HMMoMT aku juga belum sepenuhnya memahami game itu dan para tokohnya. Mungkin saja di fic ini jadi terlihat OOC banget. Unsur Romance masih belum kelihatan tapi Jack sudah terlihat tertarik dengan Claire. (kok rasanya aku terlalu rendah diri ya? Lupakan) dan saya hanyalah seorang pelajar SMA yang lagi suntuk dengan tugas neraka dari guru-guru.

Para sanpai yang baik, pintar dan senior. Tolong bimbing juniormu ini agar bisa membuat cerita yang lebih bagus. Dukungan Reader akan membuat ku semangat. Kalian juga boleh mengkritik kalau ada yang salah. Tapi pujian dari kalian akan membuatku mengucapkan terima kasih yang sebesarnya.

Jika ada saran kalian juga bisa mengucapkannya padaku, kalau sempat dan langsung terbayang ide, saya akan memasukannya dalam cerita.

Kalau ada yang tanya rumah Jack itu dimana, letaknya ada di samping Blacksmith. Itu lho, yang rumah peristirahatan didepan rumah popuri tapi Author lupa namanya.

Salam kenal semua :)

Berikut pairingnya:

Claire x Gray

(Claire x Jack) pasti.

Claire x Docktor/trent

Claire x Kai

Claire x Rick

Claire x Cliff