Resident Evil Indonesia
Sebuah tempat untuk membahas game RE di sini! Berikan tantangan kepada user lain, RP-ing atau mengobrol bebas diperbolehkan, asal menaati Forum Rules!
New Follow Forum Follow Topic
« Prev Page 1 .. 7 14 15 16 17 18 Next »
LenXag
A/N: Huh !? *tinggal Schrei* *kejar Anna* Hey, tunggu ! /-/-/-/-/ "Itu pasti sakit," komentar Kenway tiba-tiba. "Yeah, you know...women," ucap Schrei tanpa menjelaskan duduk permasalahan. Ia mengeluarkan PDA-nya, dan mengirim surel keseseorang. Schrei kemudian melihat ke VECTOR --sudah berganti rupa menjadi sosok Ada Wong dengan pakaian kemeja merah dan celana hitam ketat plus sepasang sepatu boot yang memberikan imajinasi sensual. VECTOR terlihat serupa dengan Ada Wong yang sebenarnya. 'Ada' tidak berkata apapun selain mengangguk sebagai signal 'ready'. Kenway menatap VECTOR yang sudah berwujud Ada. 'Benar-benar persis, hebat...' Batin Kenway. "Ok, guys. Koordinat ada di depan. Wolf Team, prepare for action, take care Ada," kata Schrei pada Anna dan Leon. Lalu berkata pada Kenway, "Ayo, Agent. Setidaknya anda lebih mempunyai nyali ketimbang siapapun pemegang B.S.A.A. cabang Eropa sekarang," ucapnya --sarkastis terhadap seseorang yang khusus semenjak pria bertubuh kekar itu tidak muncul disini. Berikutnya, Schrei segera berjalan mengikuti titik koordinat yang berada pada layar PDA-nya. Kenway mengangguk tanda mengerti dan mengikuti Schrei didepannya.
7/27/2012 #481
X EviLLovA

A/N: "Heh? W-wait!!" *kejar Kenway*

[][][]

9 Menit adalah waktu yang singkat.

Schrei dan Kenway, Sienna, bersama Wolf Team telah sampai ke koordinat Delta Team berada. SPECTRE memberikan signal 'mundur'. BERTHA pun mundur bersama FOUR EYES, menyiagakan senjata machine gun rifle.

Setelah mengakali panel, pintu baja berukuran besar dan tebal...kini bergerak ke atas.

"OPEN!" Seru SPECTRE sambil mundur, lalu menyiagakan machine gun rifle juga. Begitu kaki-kaki manusia dan suara-suara zombie yang khas --semuanya tampak seiring lowong semakin melebar...

Schrei segera meminta semuanya untuk bersiap, sementara dua buah granat tangan --terakhir, dikeluarkan dari pocket sabuk tactical. "Let's party," ucapnya sambil mencabut kunci granat, kemudian menggelindingkan kedua kaleng granat itu ke lowong tersebut.

[][][]

7/27/2012 . Edited 7/27/2012 #482
Giselle Gionne
A/N: *liatin Kenway* "Lho, Agen?" *liat Schrei yang ngejar Kenway, tarik tangan Kenway* "Ayo, kita kabur dulu!" X x X Ruang Kontrol adalah sasaran Chris. Jill yang ada di markas berjanji untuk membantu Chris menyusup pada rekaman film tersembunyi di sana. Ia menyatukan kabel PDA ke komputer kamera dan mulai mengunduh. Sesosok seorang wanita serupa Ada Wong nampak mondar-mandir bersama Wesker, terlihat pula tulisan C-Virus di salah satu tabung yang ada. "Tak salah lagi. Target utama kita adalah wanita itu." X x X
7/27/2012 #483
X EviLLovA

A/N: "A--" *cengok memandang Kenway yang ngibritnya cepet banget gara-gara dibantu Anna*

[][][]

Begitu ledakan terjadi, serpihan tubuh pun berterbangan. Tapi para zombie tetap tumpah-ruah. Semua pun menembaki dan melancarkan serangan close-combat dengan cepat, ringkas, dan tepat pada sasaran.

Schrei terpaksa meng-inject lehernya dengan pem-boost Veronica --memaksa performa tubuh sampai ke batas maksimal yang dapat diraih, dan melepaskan api, membakar semua zombie sampai ke batas lowong pintu.

Wolf Team dan Delta Team segera menghabisi mereka yang tersisa.

Beberapa menit kemudian... kerusuhan AKHIRNYA menyisakan puluhan selongsong peluru kosong yang bertebaran bersama potongan-potongan tubuh para zombie yang bergelimpangan. Semua pun me-reload masing-masing senjata.

"CLEAR!" Seru SPECTRE.

Di hadapan kini terdapat ruangan yang sangat luas, putih-bersih-terang --meski lantai serupa sudah terkotori oleh darah. Desainnya juga berbeda dengan level di Blok lainnya di fasilitas ini.

FOUR EYES segera mengekor SPECTRE masuk ke dalam. Begitu juga dengan 'Ada' yang segera berjalan mengikuti langkah FOUR EYES. Wolf Team sepertinya berjalan menemani 'Ada'.

BERTHA sempat menoleh ke Schrei yang terenggah-engah. Ia kemudian memicing saat melihat darah yang keluar dari hidung pemuda itu. Ia pun menghampiri seraya mengambil sebuah kaleng First Aid dari backpack-nya.

"Tidak...masalah," ucap Schrei seraya mengelap hidungnya.

"Aku tidak suka berdiri dan melihat," kata BERTHA saat melihat ada yang tidak beres dengan pemuda itu. Tapi niat BERTHA untuk mengecek, terdistrupsi oleh suara SPECTRE dari jalur komunikasi, [Tempat ini seperti labirin! Dan-- UH! Defensive system! Laser!!]

Schrei juga mendengar keterangan dari SPECTRE. Ia segera bicara bernada perintah, "Aku tidak akan menjadi beban. Kembali ke team-mu."

BERTHA mendesah lelah sembari berjalan menyusul SPECTRE. Tapi sempat bicara sembari lalu, "Kamu sungguh pain-in-the-ass." Itu adalah tanggapan atas akting 'tough guy' yang ditunjukkan oleh pemuda itu.

Sedangkan Schrei hanya tersenyum atas kalimat ber-style uncare, dimana bagi sesama HUNK yang lebih memprioritaskan egoisme pribadi... Itu adalah kualitas 'perhatian'.

Sewaktu hendak me-reload pistol dual Colt-nya, Schrei memandang jemari kedua tangannya yang gemetar. Saat menarik lengan jaket, Schrei memicing memandang kulit tangannya yang terdapat bercak-bercak biru kehitaman semacam...jaringan daging yang mati. Serat-serat pembuluh darah terlihat jelas dari teritori bercak, dan terlihat...menjijikkan.

"Kenapa?" Sela Sienna dari sebelah Schrei.

Schrei buru-buru menutup lengannya kembali. "Nothing," jawabnya secara ringkas, dan mengajak Agent Kenway untuk berjalan masuk ke ruangan besar yang ada di hadapan.

Sementara Sienna sedikit mengerutkan kedua alis, namun tetap stay close dan ikut menemani.

[][][]

7/27/2012 #484
Giselle Gionne
A/N: "Ayo Kenway, kita ngumpet dulu." *ajak keluar Dufan* X x X Suara ledakan dan tembakan menggema. Jake merapatkan genggaman pada tangan Sherry, menenangkan gadis itu. Anna memberi signal siaga pada mereka semua, lalu mengbubungi Party Girl untuk menanyakan keadaan. [Masih stabil —belum waktunya untuk berpesta.] X x X
7/27/2012 #485
X EviLLovA

A/N: "mmm..." *mikir sebentar, trus telepon Ada* "Ada, bisa minta tolong lacak posisi Agent Kenway-- nu-uh, sudah kupasang pelacak kok." -- "Dan uh, aku sedang berada di Dufan dan... kupikir aku ingin mengajakmu--" *CLICK-- sambungan telepon dari seberang ditutup* *Schrei memandang ponsel-nya* "Man, talking with both gender is unpredictably... hard." *sighed*

[][][]

Jake tetap memegangi tangan Sherry. Tapi di dalam benak, Jake sungguh tidak sabar. Menanti bukanlah style-nya; walau prioritasnya tentu menjaga Sherry.

Tapi kali ini, Jake serius ingin menemukan Wesker. Banyak pertanyaan yang harus dijawab. Dan dari keterangan pembagian team tadi, Schrei menyebutkan akan membawa 'dua', dimana berarti seharusnya ia ikut kesana. Situasi team berubah saat Anna bermasalah dengan bocah itu, dan itu... menyusahkan.

Jake meminta Sherry memantau keadaan Leon dkk. melalui jalur telekomunikasi, lalu melepaskan pegangan agar gadis itu bisa memegang PDA-- men-search dan men-scroll 'auto track' yang terpancar dari ponsel Leon, sehingga posisi Leon bisa didapatkan dengan mudah.

Selama Sherry terlihat sibuk bertanya melalui mic, Jake mendekati Anna, dan berdiri di samping Anna.

"Aku tidak akan mengomentari soal kamu dan dia, namun urusan pribadi dengan lapangan berbeda," terang Jake. "Bocah itu sejujurnya tidak buruk, dia hanya membutuhkan pengarahan-- entahlah, mungkin seseorang yang lebih tua. Aku sendiri juga tidak tahu banyak tentangnya, namun bocah itu... sepertinya terdidik untuk mengatur semuanya sendiri, kamu tahu... khas seseorang seperti dia," lanjut Jake, diikuti desahan lelah.

"Kamu membutuhkan pengalaman, dan bocah itu adalah aksesmu untuk melihat 'dunia'," tekan Jake, juga menambahkan secara misterius, "Karena banyak yang lebih buruk, contohnya... aku."

Jake tidak bicara lagi, dan berjalan mendekati Sherry.

[][][]

Setelah berlari menghancurkan semua sumber rintangan, Delta Team-- BERTHA mengabarkan tentang percabangan, 3, di beberapa belas meter di depan.

Mereka pun berakhir berpencar. Wolf Team ke sisi kiri, Delta Team sebagai seksi huru-hara segera mencari musuh ke percabangan depan. Jalan tersisa adalah sisi kanan, dan Schrei sudah terlihat... off-- mungkin dikarenakan efek regenerasi yang sangat lambat.

"Schrei?" Panggilan dari Sienna.

Schrei segera mengucap, "Hei, jalanlah duluan bersama Agent Kenway."

"Lalu kamu?" Tanya Sienna saat Schrei mengambil posisi bersandar pada tembok putih.

"Aku akan menyusul kalian. Lagipula aku hanya membutuhkan sedikit istirahat," ucap Schrei sambil memberikan senyum khas, "Tenanglah, aku tidak akan lari dari sini. Semua anak buahku adalah aset, termasuk dirimu," lanjutnya disertai mengerlingkan mata kiri.

Sienna tersenyum, lalu mendekat, memberikan quick kiss pada dahi Schrei. "Aku akan mengabarimu," ucapnya sambil me-ruffle rambut pemuda itu.

Kemudian, Sienna bicara pada Kenway, "Ayo, Agent."

Saat mereka bergerak pergi, Schrei merosot duduk. Tubuh semakin terasa panas, dan pastinya... first aid sama sekali tidak berguna untuknya. 'Hmmm... virus 'Unnamed', apa si Tyrant gila itu masih menyimpannya?' pikirnya penuh pertimbangan.

Tangan kembali mengelap hidungnya yang mengeluarkan darah segar. Untuk detik ini, Schrei berakhir memilih memejamkan mata, membiarkan sekujur tubuhnya istirahat untuk hitungan menit.

[][][]

Di lain sisi...

Dengan performa minus dari Schrei... Schrei tampaknya tidak tahu kalau 5 replika Mr. X sudah dilepaskan oleh Wesker dari 5 tabung baja semenjak entrance Blok di-hack dari luar oleh SPECTRE.

Dan sekarang... para replika itu berpencar menuju entrance Blok, mencari para penyusup-- satu ke arah Wolf Team berada, dua ke arah Delta team berada, dua ke arah Sienna dan Agent Kenway berada.

Jika para team gagal menahan para replika dan versi 'Ada' terbongkar, maka semua Mr. X akan berakhir berjalan ke target terakhir: Schrei.

Soal para Mr. X... Pastinya perintah Wesker adalah mendapatkan Ada atau Jake, juga Schrei. Dan untuk Schrei sendiri... Wesker tidak memerlukan 'full body', potongan sudah lebih dari cukup-- bagaimanapun menciptakan ulang lebih memberikan poin plus.

[][][]

7/27/2012 . Edited 7/27/2012 #486
Giselle Gionne
A/N: *bawa Kenway kabur naik mobil* "Ada ide tempat bersembunyi yang baik di mana?" X x X "Aku tidak akan mengomentari soal kamu dan dia, namun urusan pribadi dengan lapangan berbeda," terang Jake. "Bocah itu sejujurnya tidak buruk, dia hanya membutuhkan pengarahan-- entahlah, mungkin seseorang yang lebih tua. Aku sendiri juga tidak tahu banyak tentangnya, namun bocah itu... sepertinya terdidik untuk mengatur semuanya sendiri, kamu tahu... khas seseorang seperti dia." "Kamu membutuhkan pengalaman, dan bocah itu adalah aksesmu untuk melihat 'dunia'," tekan Jake, juga menambahkan secara misterius, "Karena banyak yang lebih buruk, contohnya... aku." Anna melengos dan menarik keras lengan Jake, kemudian mencengkeramnya erat. "Pribadi adalah lapangan, dan lapangan terbentuk dari pribadi sendiri. Sejak pertama kali bertemu, ia sudah seperti itu. Tekankan sendiri." Kemudian Anna membelokkan amarahnya dengan mencoba untuk berbicara pada BELTWAY, tapi orang itu tak tertarik banyak dan membiarkan pembicaraan mengalur secara sepihak. X x X Salah satu rekaman lainnya diamati oleh Chris, kemudian memanggil backup dari B.S.A.A dan menentukan assembly point. Keputusannya bulat —mencari dan menghancurkan Wesker serta wanita itu sendirian. X x X
7/27/2012 #487
X EviLLovA

A/N: *menanti jemputan heli sambil duduk kursi taman dan kipas-kipas.* "Ugh... Gila, Jakarta panas banget oi..."

[][][]

"Pribadi adalah lapangan, dan lapangan terbentuk dari pribadi sendiri. Sejak pertama kali bertemu, ia sudah seperti itu. Tekankan sendiri," kata Anna, terdengar cukup marah.

Jake mendengus. Urusan romansa memang bukan spesialisasinya, namun jika mau ini cepat selesai, semua harus bekerja sama.

"Sherry, kamu menemukan posisi mereka?" Tanya Jake.

"Mm-hm. Tampaknya mereka terhenti di satu titik area... semenjak tiga menit tadi," ucap Sherry, terdengar bingung. "Tunggu, bukankah tadi salah satu Delta Team bicara tentang defensive system?" Lanjut gadis itu.

Jake mengangkat terlunjuk seakan berpikir, kemudian bicara, "Kamu bisa hack darimana 'defensive system' ini? Maksudku... sumbernya, ruangan kontrol di area itu?"

Sherry mengangguk. "Biar kucoba," sahutnya, lalu kembali sibuk pada PDA-nya.

Jake kemudian bicara kembali, "Sherry, aku mau melihat-lihat situasi disana. Kita tidak mau cover-up 'Ada' terbongkar, kan? Beri aku 20 menit."

Sherry sedikit mengerutkan kedua alis, lalu menatap Jake. Sebelum berkata satu patah kata, Jake mendahului dengan mengelus rambut Sherry. "Jangan khawatir, aku akan selalu menghubungimu. Lagipula banyak yang harus kita diskusikan-- tentang diriku." Asuransi dari Jake membuat Sherry mengangguk.

Jake bicara kembali, "Take care Anna. Kalian sama-sama wanita."

Sherry sedikit tertawa untuk penekanan 'wanita', namun Sherry mengangguk kembali.

Jake kemudian mengokang rifle yang dipegangnya. "Sori Anna, menunggu benar-benar membosankan, aku akan kesana. 20 Menit, terserah jika kamu mau menunggu disini. Toh Sherry akan mem-back up soal signal posisi Leon dan menghack ruangan kontrol di Blok itu," ucapnya sembari berjalan mem-papas sisi Anna.

[][][]

2 Replika Mr. X berhasil mencapai Delta Team duluan. Suara tembakan dan seruan-seruan dari jalur komunikasi membangunkan Schrei.

[...Fuck-- 2... WH-- AAAH!!] Suara SPECTRE terdengar melengking, disambung suara "BUZZZ..."

Tidak ayal lagi Schrei segera berdiri sambil berseru pada mic, [SPECTRE?? BERTHA, laporkan situasimu!! BERTHA!!!] Sayangnya tidak ada jawaban yang diterima selain suara "BUZZZ..." yang sama.

"Shit..." guman Schrei seraya mengeluarkan injector berisi cairan pem-boost efek Veronica. Tangannya gemetar. Ia sadar bahwa tubuhnya tidak akan bertahan lama kalau regenerasi-nya selambat ini; sudah jelas jika memaksakan melebihi limit akan mengakibatkan...

"..." Schrei memejam erat. "Fine," ucapnya, lalu meng-inject lehernya kembali, dan membuang injector kosong itu ke lantai begitu saja.

Berikutnya, Schrei segera memburu langkah, mencari dimana Delta Team berada.

Setelah 9 menit mencari, Schrei buru-buru berhenti seketika bertemu dengan dua sosok manusia tinggi dan besar. Ia pernah melawan HUNK sebesar ini di training camp di Pulau Rockfort. Rekor terbaik: VECTOR masih mendominasi rangking pertama, menjatuhkan jenis ini dalam 3 detik.

Namun... jika melihat sosok-sosok BERTHA, SPECTRE, FOUR EYES yang tergeletak bersimbah darah di penghujung sana... dan betapa syok sekaligus campur aduk kalut saat Schrei sama sekali tidak 'merasakan' tanda-tanda kehidupan dari ketiganya-- mereka adalah yang terbaik, Team milik LUPO! Team... yang juga keluarga angkatnya.

LUPO... codename wanita itu; semua besit ingatan pun berkutat, momen saat ayah angkatnya membawanya bertemu seorang wanita Italia-- French Special Force bernama Karena LesProux, wanita itu berakhir memilih keluar dan berkeluarga, namun membunuh suaminya sendiri dengan bare-hands karena suaminya berani violent terhadap anak-anaknya. LesProux seperti ibu baginya, dan Team Wolfpack diperkenalkan padanya saat di training camp beberapa minggu sebelum event outbreak t-virus di Kota Raccoon. Usianya saat itu bahkan masih 10 tahun, namun LesProux mengajarinya dan membawanya berlatih dengan para anggota Team Wolfpack.

BERTHA termasuk perempuan yang rada-rada, namun asik. SPECTRE sangat nerd, kadang kalau bicara tidak nyambung. FOUR EYES sangat cold, sedikit superior, namun menyenangkan saat menerangkan soal penelitian Biokimia.

"Damnit..." geram Schrei sambil mengeluarkan pisau lipatnya. Lalu teriak menumpahkan semua frustasi kesalnya, "WESKER BANGSAT, KAMU TIDAK AKAN LOLOS DARI INI!!" Berbarengan api berkobar dari tangan kirinya-- terfokus pada pisau.

Schrei pun menyerang kedua replika Mr. X-- tanpa mengetahui bahwa performa mereka terlalu jauh dari sesi selama di training camp.

[][][]

7/28/2012 #488
Giselle Gionne

A/N: *belokin mobil ke arah restoran* "Kita makan aja dulu ya? Kamu belum makan kan"

X x X

Anna tak menyahut saat Jake berucap di sisinya sambil berlalu untuk menyusul ke sana. Sherry masih sibuk dengan PDA-nya, dan BELTWAY mematung begitu saja. Tangannya sudah gatal untuk menekan detonator, sepertinya.

Akhirnya Anna menghubungi Carlos —siapa tahu bisa diajak mengobrol. [Hei, ini Crven. Um, kau sibuk? Saat ini aku sedang bosan. Ada berita global apa?] Carlos terdengar bingung mengapa Anna sempat-sempatnya mengajaknya bicara di tengah misi yang sulit. [Hanya mengenai masalah keuangan negara, kebanjiran, kebakaran, dan semacamnya. Tak ada yang berarti. Omong-omong, kau tidak terlibat dalam baku tembak?] Anna mendengus mendengarnya lalu memutar mata. [Aku sedang menjaga Sherry dan Jake, tapi pria itu sudah bosan menunggu dan mau menyusul yang lain. Tak mungkin aku mengikutinya karena akan membahayakan Sherry.]

Sherry terlihat lega, lalu menunjukkan PDA-nya pada Anna. "Aku sudah berhasil meretas isi data dari Ruang Kontrol di Blok itu. Lalu ini posisi Leon..." Gadis itu selanjutnya jug menghubungi Jake, lalu melihat ke bola mata Anna. "Kau orangnya emosional, ya?"

Anna yang mendengarnya pelan-pelan menghela napas, lalu mengangguk. "Semua orang dari dulu bilang begitu padaku. Maksudku —jika seandainya kau sangat memercayai Jake lalu kau ditipu begitu saja, apa kau tak marah?"

Senyum lelahnya mengembang, tetapi kemudian ia meminta Sherry untuk kembali menunjukkan PDA-nya padanya.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #489
X EviLLovA

A/N: *Berdiri dan memandang heli yang datang... heli-nya muter sebentar, terus berhenti beberapa kaki dari permukaan bumi... dan seorangnya di dalam heli melemparkan tangga tali* "..." *Schrei memandang datar, tapi akhirnya no complaint, naik ajah* *Sementara dari sosok-sosok yang berada di taman, anak-anak kecil pada nunjuk* "It's a plane!" "No, it's a bird!" "Ohhh, it's Superman!" *Ibu-ibu pada pasang kamera ponsel, ngerekam sekaligus update status. Sebagiannya keluarin ponsel buat telepon 119*

[][][]

"Semua orang dari dulu bilang begitu padaku. Maksudku —jika seandainya kau sangat memercayai Jake lalu kau ditipu begitu saja, apa kau tak marah?" Ucap Anna, namun senyum lelahnya mengembang.

Sherry sedikit beraut sedih jika mengingat tentang Jake. Lalu bicara, "Aku pun... Um, Nona Gerda,"

Ia menarik nafas sejenak, seolah-olah ragu-ragu, namun tetap bicara, "Soal kepercayaan... Aku... Aku tahu Jake menyimpan sesuatu dariku, sudah cukup lama dan dia terkadang 'berakting'. Jake juga terkadang bicara bahwa dirinya adalah monster, aku... di tangan Albert Wesker-- bahkan di tangan ayahku sendiri sebenarnya tidak ubahnya sama. Kehidupanku tidak senyaman gadis-gadis normal, karena itu... seseorang yang mau mengerti dan perduli untuk kita-- tanpa Jake, perjalananku tidak akan sejauh ini. Semua orang memiliki alasan. Bagiku... jika Jake bicara baik-baik, tentu saja aku tidak akan marah."

Sherry tersenyum manis setelah melepaskan curhatnya, kemudian menunjukkan PDA-nya.

[][][]

Jake berlari menuju tempat Wolf Team berada. Ia sempat melihat sebuah injector kosong yang tergeletak di lantai. Serupa milik PG67A/W. "..." Jake merasakan bahwa pada percabangan sisi kanan, dua orang berlari ke arahnya-- ternyata Party Girl dan Agent Kenway.

"RUUUUUUNNN!" Seru Party Girl seketika salah satu dari pria tinggi-besar-- kembar? Salah satunya itu membuka tangan... bionik, serupa milik Ustanak, dan keduanya bergerak sangat cepat, berbeda dengan komposisi kecepatan milik Ustanak!

'The fuck???' Syok Jake, namun tidak membuang waktu untuk menembak.

[][][]

Schrei terlalu memaksakan diri, struktur tubuhnya benar-benar mulai rusak tanpa pengendalian regenerasi. Ia sudah mengalahkan satu, ternyata, si partner-- Mr. X mampu merekam dan mempelajari sehingga dapat menghindari serangan-serangannya dengan mudah.

"GA-- AAARGHH!" Schrei mengerang keras saat tangan bionik berhasil merobek perutnya; membuatnya terpancang di udara. Sakitnya ampun-ampun. 'Bangsat, apa yang Wesker berikan padaku??' Girisnya di dalam hati seketika mencoba membebaskan diri dengan membawa kedua kakinya memaut pada leher lawannya untuk ide suplex... berharap dapat menggunakan momen itu sebagai counter: memelintir leher lawannya.

Sayangnya lawannya cekat menggunakan tangan kanan yang tidak bionik untuk mencengkeram wajahnya, kemudian mendorongnya sehingga kuncian benam terlepas, dan lawannya langsung membanting kepalanya ke tembok-- sangat keras.

Mr. X tidak berhenti, membawa sekali lagi, dan membanting kepala itu pada tembok untuk kedua kalinya.

Splatter darah menghiasi tembok yang sedikit retak dan ber-rongga akibat efek momentum. Darah juga mengucur dari hidung beserta mulut Schrei. Dan tubuh pemuda itu sudah tidak lagi bergerak di detik Mr. X mengadukan kepala Schrei pada tembok untuk ketiga kalinya-- tampaknya memastikan agar pemuda itu benar-benar sekarat.

Begitu Schrei terlihat tidak bernafas, Mr. X segera menjatuhkan tubuh pemuda itu ke lantai, kemudian memegang kepala-- meraba batok kepala yang terasa retak, lalu menyeret tubuh pemuda itu menuju ke area kereta, gerbong spesimen... dimana Wesker sedang menanti 'pet'-nya datang.

[][][]

7/28/2012 . Edited 7/28/2012 #490
Giselle Gionne

A/N: *traktir Kenway makan* "Kok perasaanku tidak enak ya..."

X x X

Anna diam saja saat mendengar kalimat Sherry, kemudian melihat senyum gadis itu seraya menyerahkan PDA... 'Aku memang bukan tandingannya,' batin Anna, separuh mencelos pada diri sendiri.

Menit berikutnya, Sherry mendengar teriakan panik Jake yang sampai di mic-nya. "Jake...! Apa yang terjadi? Jake!" Sherry terlihat ketakutan, kemudian memaksa Anna agar menyusul Jake. Ia terlihat ragu akan permintaan Sherry, karena bagaimanapun juga, keselamatan Sherry ada di tangannya.

"Maaf, aku... Tak bisa. Kau bisa terluka nanti."

X x X

Tim backup B.S.A.A sudah sampai, lalu memutar menggunakan jalan masuk yang lain sembari melacak lokasi Chris. Saat sudah berkumpul semua, beberapa orang ditugaskan untuk mengawasi pintu luar sementara sisanya ikut dengannya, lalu menyusul ke tempat perkiraan tentang di mana Wesker MUNGKIN berada...

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #491
X EviLLovA

A/N: *Pilot menyetir penuh gaya. Sesekali zig-zag untuk mengecoh pesawat-pesawat F1 milik Angkatan Udara milik Indonesia yang berseliweran.* "Uh... ini terasa berada di dalam adegan Call of Duty..." *Komentar Schrei diacuhkan semenjak co-pilot kini menyalakan saluran televisi (?) dan menonton berita sekilas info bahwa Dufan telah dikarantina sesuai prosedur TKP dikarenakan helikopter asing berlambang payung merah-putih menjemput seorang warga asing, diduga merupakan aktivis teroris, atau aktivis asing yang hendak memerdekakan diri dari NKRI. Bukti-bukti sedang dicari...* *Schrei hanya memandang datar pada televisi, dimana terdapat photo close up wajahnya yang terlabel 'WANTED'* "Kalian lupa meminta ijin saat memasuki teritori udara negara ini, huh?" *sighed*

[][][]

Di kereta, ruangan lab eksklusif... Wesker tetap mengamati beberapa data tentang perkembangan beberapa Plaga dan kombinasi C-virus, dimana fokusnya adalah kemungkinan masa inkubasi dan pencarian dimana Simmons. Carla berada di gerbong depan sedang menyiapkan transaksi, juga tempat penjemputan bagi muatan-muatan yang ada di dalam salah satu gerbong.

Saat pintu gerbong spesimen terbuka, seorang replika Mr. X masuk seraya menggeret kasar tubuh seorang pemuda, dan menjatuhkannya pada lantai berbahan metal. Tanpa kebutuhan salam, Mr. X beranjak keluar kembali, dan berpatroli di dekat area kereta. Sementara itu, para peneliti segera mengecek keadaan pemuda itu.

Salah satu peneliti berkata, "Terjadi degenerasi pada beberapa bagian teritori yang aktif oleh efek Veronica."

Seorangnya lagi menyusul keterangan sambil men-scan keseluruhan tubuh pemuda itu, "Stabilitas berada pada tahap minus, beberapa pembengkakan terdapat pada organ-organ dalam. Otak mengalami 60 % kerusakan, rangka tidak ada yang menunjukkan apakah beberapa menit sebelumnya regenerasi terjadi di tahap klimaks antara Plaga dan faktor G."

Salah satunya lagi menggeleng pada Wesker-- menggeleng arti bahwa pemuda itu sudah tiada-- tentu saja itu BUKAN berita penting bagi Wesker semenjak terdapat perhitungan faktor komposisi tersendiri. Bagaimanapun, mendapatkan pemuda itu dalam kondisi 'utuh' sudah lebih dari sekedar cukup.

Wesker pun berdiri dari kursi. "Ambil sample yang dibutuhkan, dan masukkan Velasco ke pod Cryogenic. Full support."

Para peneliti bergerak sigap menjalankan order. Tubuh pemuda itu disegel dengan puluhan selang sebagai support sementara plus peresapan obat-- jikalau pemuda itu hanya berada pada tahap 'hibernasi'. Bertepatan dengan kesibukan itu, Carla berjalan masuk dari gerbong depan.

"Sudah mendapatkan mainanmu, bukan?" Tease Carla sambil mengamati sosok pemuda yang perlahan melayang sebareng air untuk fase Cryostasis mengisi pod. "Apakah sesuai harapanmu? Plaga dan C adalah dua faktor dominan. Velasco dapat mempertahankan efek Veronica selama Plaga milik Jack Krauser memakan efek G dan C mempengaruhi efek t. Terlalu kompleks untuk disejajarkan dengan ekstra V. Walau aku tidak mengerti, kenapa harus se-repot ini," komentarnya sambil berjalan mendekati pod. "Dia sudah mati," lanjutnya.

Wesker melepaskan kacamatanya, dan meminta salah satu penjaga milik Carla untuk menjalankan kereta menuju pangkalan. Untuk persoalan Jake maupun Ada Wong, juga Chris... mereka bisa diurus pada lain waktu. 'Pet'-nya harus dikondisikan normal dulu... dan kali ini akan sangat sesuai kriteria keinginannya. Toh ia mengenal sistematis otak Velasco dan semua yang tersangkut Umbrella, sekaligus koneksi-koneksi yang dipegang oleh pemuda itu.

"Tidak perlu merepotkan 'Apa' dan 'Kenapa'. Untukmu, cukup melihat hasil akhirnya saja, dan duduk manis; berspekulasi kala pertunjukan dimulai. Mudah, bukan?" Sanggah Wesker.

Carla menoleh pada sosok Wesker, lalu tersenyum. "Tidak ada kata. 'Tidak' untukmu, Albert. Jalankan apa yang kamu suka, pastikan aku duduk di kursi teratas saat 'pentas' nanti," ucapnya seraya berjalan, jemari lentik meraba dada bidang yang terbalut pakaian khas 'Midnight'... kemudian mengecup bibir Wesker.

Sementara itu, kereta mulai melaju, menuju terowongan.

[][][]

Di lain sisi... di negara Mexico... Alex Wesker sedang meneliti sebuah sample yang seminggu lalu dikirimkan oleh Jessica Sherawat. Berikutnya Alex berdiri dari kursi, dan berjalan menuju tangga... menuju area 'penyimpanan'. Ia berjalan mendekati sebuah pod Cryogenic, dan tersenyum saat memandang sosok yang berada dalam fase Cryostasis.

"Mungkin sudah saatnya aku ikut bermain, hm?" Ucapnya seraya jemari tangan kanan meraba kaca pod, dimana pada baliknya... gemulai rambut coklat chestnut panjang mengalun penuh keindahan, sungguh bersanding sempurna dengan paras cantik rupawan dan tubuh molek seorang wanita dewasa yang kini... semakin luar biasa.

[][][]

A/N: eaaaaaaa!!

7/28/2012 . Edited 7/28/2012 #492
Giselle Gionne

A/N: S-Schrei jd cewek? O.o @Evillova: "Kenway, coba lihat berita itu..." *nunjuk TV ke muka Schrei dengan label 'WANTED'*

X x X

Kesal, Sherry memutuskan untuk mengejar Jake sendirian. Kalau Jake berani melindunginya, mengapa ia tidak?

"H-hei —Sherry!" Anna memberi aba-aba pada BELTWAY untuk mengikuti Sherry dengannya. "Sherry, itu terlalu bahaya! Aku akan hubungi Jake —jadi kau tenang, oke?"

X x X

B.S.A.A melihat tumpukan zombie, dan lumuran darah kering, serta tembok-tembok yang hancur menukik ke arah dalam.

"The hell..." Chris tak percaya dengan ini semua. Wesker terlalu gila! Selanjutnya memberi aba-aba agar mereka semua berhati-hati, tepat sampai ada sosok tinggi gelap di kejauhan.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #493
X EviLLovA

A/N: Nope, don't worry. He's still... a He... XD @Giselle: "Guuuys, aku turun pake parasut yaaaa?" *Pilot sibuk menyetir, co-pilot sibuk surel-surelan ama bini (??)*

[][][]

'Ada' segera melakukan suplex dan membanting Mr. X. Leon dan Helena langsung melakukan finishing dengan pisau. Mr. X pun... defeated.

Saat hendak berdiri, 'Ada' mendengar suara 'cursing' khas...Jake Muller. Ia pun meminta Leon dan Helena untuk re-grup semenjak ia tidak dapat menghubungi Velasco. Keadaan pemuda itu cukup lemah tadi. Mungkin Velasco bersama Party Girl? Lalu Delta Team arahan Velasco juga tidak merespon.

Ada yang salah disini.

'Ada', Leon, Helena... Mereka pun heading ke posisi Party Girl berada.

[][][]

7/28/2012 #494
Giselle Gionne

A/N: asiik. XD @Evillova: *liat sosok Schrei turun pake parasut dari luar jendela* "Agen, kekasihmu datang menjemput. Mengumpat atau mengumbar?"

X x X

Berkali-kali Anna menyesuaikan saluran untuk menjangkau Jake. Saat tersambung, ia segera berbicara dengan terburu-buru. [Jake, sitrep. Cepat. Sherry sangat cemas denganmu.]

X x X

Sheva merasa ini semua sia-sia, meski ia kenal Wesker adalah pria seperti apa jika kembali bersatu dengan Umbrella —sembunyi-sembunyi, dan sekalinya keluar, ia muncul begitu saja dengan aneka kejutan.

Chris menata ulang poninya yang mulai kaku, kemudian membuka PDA dan memerhatikan isi rekaman yang diretas dari Ruang Kontrol. Bukan suatu kebetulan untuk melihat Wesker dengan Carla... Paling-paling nasib Carla akan seperti Excella suatu hari nanti.

Sosok gelap itu semakin mendekat, B.S.A.A mengangkat senjata mereka, tetapi saat didekati, itu hanyalah Sienna.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #495
X EviLLovA

A/N: sempet2nya saja itu si Chris nata poni XD @Giselle: *Begitu mendarat, Schrei bergaya ala ninja, langsung melepaskan parasut dan mepet-mepet pada tembok (mau ngapain??)*

[][][]

Sienna tadi sudah menggunakan waktu saat Jake dan Kenway mengambil alih pertarungan, dan dirinya sudah berlari kesana-kemari mencari Schrei dan Delta Team... hingga menemukan mayat-mayat berpakaian khas, BERTHA, SPECTRE, FOUR EYES. Dan disana juga terdapat bekas-bekas gosong hasil dari api. Ia tidak mau berpikiran buruk tentang Schrei yang doyan kabur seenaknya. Tapi dari cipratan-cipratan darah yang sama sekali tidak abstrak... bisa dinilai kalau Schrei sangat keteteran.

Sewaktu mengecek bekas darah yang terseret... Jejak itu menuju pada jalur area kereta bawah tanah.

"Shit..." frustasinya saat kembali ke Jake dan Kenway, membantu pertarungan. Tidak disangka bertemu Wolf Team. Mereka pun segera berlari ke posisi Jake.

[][][]

[Jake, sitrep. Cepat. Sherry sangat cemas denganmu.] Radio dari Anna...

Jake membalas, [Disini, Mr. X's fuckin' clones, 2!! Wait there!] sambil menendang si Mr. X yang sempoyongan. Dan di saat yang sama, sosok 'Ada' tampak menangkap, memelintir Mr. X yang dilawan oleh Jake. Di lain sisi, Leon tertegun. "Mr. X?? Kenapa sebanyak ini??" Komentarnya sambil menghajar sekali tendangan pada kepala Mr. X yang kedua. Suara tembakan dari Kenway dan Helena sama sekali tidak berhenti.

Sementara itu 'Ada' terus memastikan semua kuncian-kuncian terjurus sempurna... sampai berakhir menghabisi Mr. X yang kedua.

[][][]

Sienna berbicara pada Jake untuk mengumpulkan semua team. Ia memilih menyusul Anna untuk mengabarkan temuannya.

Saat di entrance... Sienna menatap sosok Chris Redfield dan para team B.S.A.A. yang menyiagakan rifle. Ia otomatis mendengus dingin atas kehadiran mereka. "Kalian terlambat, T.O.F. milik Crven sudah membersihkan area, meski kami harus berakhir kehilangan 3... bukan, 4," ucap Sienna dengan intonasi pedih, dan terus berjalan mempapas sisi Chris Redfield.

[][][]

7/28/2012 #496
LenXag

A/N: *nengok ke Tv* Wah....

/-/-/-/-/

Begitu ledakan terjadi, serpihan tubuh pun berterbangan. Tapi para zombie tetap. tumpah- ruah. Kenway menembaki zombie, begitu juga dengan yang lain. Semua pun menembaki dan melancarkan serangan close-combat dengan cepat, ringkas, dan tepat pada sasaran. Schrei membakar para zombie dan Wolf Team dan Delta Team segera menghabisi mereka yang tersisa. Beberapa menit kemudian... akhirnya semua zombie sudah tumbang. Semua pun me-reload masing-masing senjata.

"CLEAR!" Seru SPECTRE.

Di hadapan kini terdapat ruangan yang sangat luas, putih-bersih-terang - meski lantai serupa sudah terkotori oleh darah. Desainnya juga berbeda dengan level di Blok lainnya di fasilitas ini. FOUR EYES segera mengekor SPECTRE masuk ke dalam. Begitu juga dengan 'Ada' yang segera berjalan mengikuti langkah FOUR EYES. Wolf Team sepertinya berjalan menemani 'Ada'.

Kenway menatap Schrei yang sepertinya dalam keadaan tidak baik. Ia memincingkan matanya saat melihat hidung Schrei yang mengeluarkan darah. 'Ada yang tidak beres,' batin Kenway.

Sienna menghampiri Schrei dan berbincang sesaat kemudian mengajak Agent Kenway untuk berjalan masuk ke ruangan besar yang ada di hadapannya.

/-/-/-/-/

Tak lama setelah menghabisi zombie yang ada, terdapat 3 jalan berbeda. Mereka pun berakhir berpencar. Wolf Team ke sisi kiri, Delta Team sebagai seksi huru-hara segera mencari musuh ke percabangan depan. Jalan tersisa adalah sisi kanan, dan Schrei sudah kelihatan kelelahan.

Kenway menatap Sienna yang mendekati Schrei dengan tatapan kahwatir. Tak lama, Sienna mendekati Kenway yang sedang me-reload senjatanya dan berkata, "Ayo, Agent." Kenway mengangguk dan berjalan bersama Sienna meninggalkan Schrei.

"Apa dia tidak apa-apa ?" tanya Kenway pada Sienna, kemudian Sienna hanya menggeleng pelan.

Kenway hanya terdiam dan melanjutkan perjalanan. Tak lama, ada sesuatu yang aneh, Kenway menatap keadaan sekitar. 'Dum. Dum.'

"Careful !" Kenway menatap dua sosok besar yang mendekat dengan tangan biotik. Sontak Kenway menembaki kedua pria tersebut dengan dua buah pistol. Tak lama, Jake datang membantu. "Apa-apaan ini !?" seru Jake. "Entahlah, yang penting habisi dulu mereka !" Kenway terus berusaha melumpuhkan dua monster tersebut, sedangkan Sienna sedang sibuk mencari team lain.

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #497
Giselle Gionne

A/N: karena kegantengan seseorang dilihat dari poninya. XD @Evillova & Yuuki: "Agen, ada yang tidak beres. Kurasa Schrei ada di sini." *tarik tangan Kenway keluar resto dari pintu belakang.*

X x X

Anna menepuk-pundak Sherry, memberitahunya bahwa Jake baik-baik saja, hanya sedikit kerepotan. Sherry terlihat lega mendengarnya, walau masih kalut juga.

"Kira-kira, kapan ia akan kembali...?" Anna menggeleng, tetapi meyakinkan Sherry bahwa pria itu akan kembali dengan cepat. Sebenarnya ia juga cemas. Tak ada anggota lain yang memberi kabar padanya tentang apa yang terjadi, dan Schrei... Tak memberinya perintah apapun lagi.

X x X

Sienna bisa merasakan aura keterkejutan dari Chris Redfield, tapi fokus utamanya sekarang adalah untuk kembali ke Crven dan mengabarkan seluruhnya.

Lift berjalan membawanya naik, dan semakin tinggi, degup jantungnya semakin kencang. Saat pintu lift terbuka, ia bisa melihat Anna yang sedang menenangkan Sherry, juga BELTWAY yang masih mematung.

"Ketua Crven," ujar Sienna terengah-engah. "Kondisi di bawah... Sangat buruk. Empat orang Black Ops... Sudah tak bernyawa."

Anna tercekat mendengarnya. Ia memang tak akrab dengan para bawahannya, tetapi mendengar obituari tentang mereka? Spontan, ia berlari ke arah lift dan menekan tombol secara sembarang, dengan harapan bisa membawanya menuju anak buahnya. Sienna yang terkejut hanya diam dan memerhatikan Sherry.

"Gegabah," komentar BELTWAY dari kejauhan.

Sienna yang mendengarnya hanya bisa melengos mengiyakan, dan untuk sementara menunggu bersama Sherry.

X x X

Chris tak memedulikan celaan Sienna.

Sheva meneguk ludah mendengarnya. "Ini kali kedua B.S.A.A terlambat selangkah."

Chris menggeleng. "Tujuan kita adalah Wesker dan kekasihnya. Biarkan saja T.O.F berdiri di kancah sebagai 'sweeper'... Tapi kita yang akan mencabut dan menguliti akar terorisme biologis sampai tak bersisa."

B.S.A.A meneliti jalanan yang penuh lumer darah, bahkan mayat Black Ops yang terkenal tangguh itu. Kemudian ia melihat jalur bawah tanah... Rancangan infrastruktur yang sama persis dengan yang ada di bawah WilPharma dulu. Tanpa basa-basi, Chris memilih jalannya untuk ke kereta.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #498
X EviLLovA

A/N: dari poni?? Oh astaga... *memandang Wesker yang tidak berponi* @Giselle n Yuuki: "Where the hell is--" "BERHEENTIIII!" *Schrei pun menoleh... dan memandang datar pada seorang pria berseragam polisi lalu lintas*

[][][]

'Ada' memandang sosok-sosok BERTHA, SPECTRE, FOUR EYES. Jake menghampiri 'Ada', namun berakhir memberikan sosok itu waktu untuk berduka cita.

Jake kini menatap injector kosong yang ditemukannya tidak jauh dari entrance-- milik si Vel. Mungkinkah pemuda itu menghadapi Wesker sendirian? Jake menoleh ke tembok yang terlihat penuh cipratan-cipratan darah dan kerusakan groak-groak. 'Mr. X huh?' Pikirnya, kemudian memicing sewaktu menatap jejak darah... hasil seretan benda berat serupa tubuh manusia.

'Andaikan Mr. X menangkap si Vel, berarti... Mr. X itu masih disini??' Pikirnya kembali sambil mengikuti jejak darah itu... dan mengamati area kereta dari sisi samping. Jake melihat sosok-sosok B.S.A.A. sedang mencari salah satu kereta, namun...

"..." Jake lagi-lagi memicing saat menatap sosok tinggi-besar yang berjalan mendekati... "SHEVA!! AWAS!!" Serunya sambil menyiagakan senjata, mulai menembak si Mr. X disana tanpa aba-aba.

[][][]

VECTOR sworn akan membalas 'hutang' ini.

Ia merasa tidak perlu memakai Mimicry 'Ada Wong'. VECTOR pun menghilangkan disguise dan menghubungi BELTWAY, [Kemari, ada trouble di depan.] Berikutnya menghubungi Ada Wong melalui surel, [Aku kehilangan Velasco, kemungkinan Wesker mendapatkannya. Jika anda menginginkan misi ini berlanjut, aku ingin rekrut baru untuk mengisi 3 anggota team baru: Medic, Scientist, Marksman yang tahu teknologi.]

[][][]

7/28/2012 #499
Giselle Gionne

A/N: wah, Evillova-san baik bgt.... Post kita yg berantakan diedit satu2... :') terima kasih! @Evillova & Yuuki: "Cepat, Agen! Nanti kau ketangkap oleh Schrei!" *lari-lari di taman ke arah mobil*

X x X

"Itu Jake!" Sheva segera berlari mendekati pria itu, namun dicegat akan teriakan panik. Sosok Mr. X kembali muncul, Jake menyiagakan senjatanya. Sheva mengeluarkan M3, menembaki tubuh mahluk itu. "The hell is that thing!" Beberapa bawahan B.S.A.A terlihat panik, ada juga yang sok berani sampai akhirnya dihabiskan oleh Mr. X. Chris melempar hand grenade, membuat mahluk itu sedikit terkejut dan segera memukul batok kepalanya.

"Any idea how to rip off this son of a bitch!?" tanya Chris pada Jake yang masih menembaki musuh.

"Yes. It's to kill him!"

Chris mendecak mendengarnya, kemudian mengeluarkan PSG-1 untuk melukai kepala Mr. X, meski sepertinya tidak berpengaruh terlalu banyak.

X x X

BELTWAY menekankan micnya pada telinga, lalu mendekati Sienna. "Aku ada tugas."

Sienna mengangguk mengerti dan membiarkan BELTWAY menuju VECTOR.

X x X

"Di mana?" Perasaan Anna semakin kalut. Kemudian ia teringat bahwa ia tak menanyakan posisi terakhir Black Ops pada Sienna. Mau tak mau ia menghubungi wanita itu. [Lokasi terakhir Black Ops dalam koordinat. Bagaimana keadaan Sherry, omong-omong?]

Sienna membalasnya, diikuti kalimat yang beralur agak sarkastis, [Anda tak akan suka dengan apa yang ada di sana, Ketua Crven.] Anna hanya mengangkat alis saat mendengarnya, dan segera pergi ke tempat yang telah diberitahukan titiknya oleh Sienna.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #500
X EviLLovA

A/N: :) @Giselle n Yuuki: *Schrei terpaksa membuat pingsan polisi lantas itu, dan spot si Kenway n si Anna* "ANNA, KENWAY!! THE HELL ARE YA DOINGGGGG??" *Kejar ke taman, burung-burung pigeon yang lagi mangkal langsung terbang rusuh sewaktu Schrei lari, dikejar beberapa polisi back up polisi lantas tadi*

[][][]

VECTOR berjalan menuju TKP area kereta, lalu menatap Mr. X yang lagi dirusuhkan oleh para B.S.A.A.. Ia pun menggeleng. Dulu melihat Leon dan Ada berjuang mati-mati-an melawan 1 Mr. X... Selama bukan si G-Mutated Birkin, musuh seperti ini masih simple. Dan pertimbangan juga... Velasco yang menghilang dan keberadaan Mr. X disini sudah menegaskan bahwa pemuda itu bukan hanya melawan satu.

Ia masih mengingat kisah-kisah lama tentang LUPO,

"When mission, stick to the plan! I don't care WHAT COST-- we're here for mission, and we're out when mission accomplish!"

But LUPO said, "This is MY pack. We finish the mission... TOGETHER!"

Schrei yang berumur 10 tahun ikutan nimbrung, "Why don't we have ONE outer command, someone who roll the first command from outside the field-- who monitoring the team, and another who do the command in the field? We're the specialist, and we have our own code. Together or separated, if we stick with two-three-or more teams and each with capable field commander, mission will more efficient and easily finished."

Tampaknya Schrei saat itu belum notice dengan perebutan posisi leader antara dirinya dan LUPO. Tapi saat VECTOR melihat padangan antusias Schrei untuk memimpin Wolfpack... di detik itu ia memastikan untuk mendidik bocah itu sebagai HUNK yang sebenarnya, bukan hanya part Umbrella; dimana berarti berpengalaman sebagai killer dan sebagai leader. Tujuan saat ini... membuat sebuah Organisasi yang lebih solid. Sayangnya Schrei dan Anna, lalu Schrei dan Ada-- infeksi cinta memang merepotkan-- itu akibat si-kon 'family' yang diajarkan oleh Mr. Vernichter dan LUPO, kemudian si-kon Albert Wesker.

Sungguh sulit.

Tapi untuk sekarang, ia segera mengaktifkan 'Kamuflase', membuatnya tidak terlihat saat berlari mendekati si Mr. X.

Jake yang notice 'bayangan invisible' yang mengendap ke Mr. X segera meminta para B.S.A.A. untuk menghentikan tembakan. "SEIZE FIRE!!" Serunya.

Sementara itu, VECTOR langsung mengeluarkan pisau, menaiki si Mr. X dari belakang dan menusukkan pisau pada leher si Mr. X-- itu membuat 'Kamuflase' deactive secara otomatis karena VECTOR melakukan kontak fisik dengan musuh. VECTOR tidak membuang waktu untuk menendang dada si Mr. X, berlanjut menaiki pria besar itu dari depan, kedua kaki langsung mengambil posisi leher dan melakukan suplex sehingga pria besar itu terjatuh. VECTOR melakukan finishing dengan menghujamkan pisau pada leher Mr. X, dan menendang pisau sehingga bilah mendapatkan tekanan kuat untuk menyobek pangkal leher si Mr. X sehingga otak putus koneksi dengan sistem tubuh.

Dan sesuai hasil... replika Mr. X itupun tidak lagi bergerak.

[][][]

7/28/2012 #501
Giselle Gionne

A/N: "Oh shit... Itu Schrei!" *paksa Kenway masuk mobil, tancep gas*

X x X

"SEIZE YOUR FIRE!!"

B.S.A.A menghentikan serangan mereka, lalu tiba-tiba melihat VECTOR melakukan serangan leher dari belakang. Mr. X jatuh tersungkur dan tak lagi bernyawa. Jake menghela napas lega dan menyarungkan senjatanya.

Chris menghampiri VECTOR. "Thanks. Dan, deep condolences untuk pack-mu."

Chris menoleh ke arah Jake dan memerhatikan wajah anak itu. Ia tahu bahwa Jake memang putra dari Albert Wesker... Meski itu adalah ganjil. "Kau tahu di mana Ayahmu?" tanyanya pada Jake.

BELTWAY datang tidak lama kemudian dan berdiri bersisian dengan VECTOR, menunggu aba-aba selanjutnya.

X x X

Ukuran blok ini cukup besar, membuat tenaga Anna terkuras hanya dari berlari.

Di kejauhan, ia bisa melihat Chris bersama Jake dan juga... Black Ops. "VECTOR!" teriaknya kencang, dengan harapan pria itu mau menoleh dan memberi tahunya tentang apa yang terjadi.

X x X

7/28/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/28/2012 #502
X EviLLovA

A/N: *stares Kenway and Anna* "mmmhhh..." (seems they don't wanna play with me, oh fine) *kills the police, then call Wesker* "Wesker, can u send Uroboros misil to Indonesia? --Oh? No... I means, it's not about-- Oh? I should brings that thing all by myself?? --No, I means-- NO! It's just... Okay, forget it. I'm heading back to Europe. It's hot in here..."

[][][]

"Thanks. Dan, deep condolences untuk pack-mu," kata Chris pada VECTOR.

"..." VECTOR memandang Chris, lalu menatap Sheva. "Apa keahlianmu?" Tanyanya dengan intonasi 'interview'.

[][][]

"Kau tahu di mana Ayahmu?" tanya Chris pada Jake.

Jake memandang Chris dengan syok, tapi menjawab, "Aku tidak tahu. Vel seharusnya yang memimpin operatif antara aku dan dia karena hanya dia yang mempunyai informasi penting tentang Wesker. Rencana awal adalah mencari dari fasilitas-fasilitas lama Umbrella. Tujuan pertamanya adalah Mexico karena sangkut paut soal 'Operasi Javier' dulu. Dan katanya... anda memberinya informasi tentang Antartica."

Saat mengingat cara Chris menyebut 'Ayahmu' terhadapnya tadi, rautnya kini agak... sedih, dan bertanya balik, "Apa aku... sebegitu mirip dengannya? Aku tidak tahu sangkut paut disini-- mungkin sebatas 'korban kolateral'. Ibuku tidak bicara apapun soal 'Ayahku'. Pastinya, Vel hanya bicara 'relativity', a guess."

[][][]

Leon, Kenway, Helena bertemu Sherry, kini mereka menyusul dimana Jake berada, semenjak suara tembakan tadi lumayan bising.

[][][]

Saat BELTWAY menghampiri, VECTOR segera bertanya, "Party on?"

BELTWAY mengangguk. "Totally, on."

"Good," ucap VECTOR. "Where's Party Girl?" Tanyanya kemudian.

"She's surveillance from above. Helicopter, and waiting for Crven," terang BELTWAY, dan VECTOR mengangguk mendengarnya.

"VECTOR!" Seruan Anna membuat VECTOR menoleh.

Saat Anna menghampirinya dengan terenggah-engah, VECTOR menepuk punggung gadis itu. "Breath. Ada banyak masalah yang harus kita selesaikan, Crven. Aku juga harus mencari 3 anggota baru semenjak BERTHA, SPECTRE, FOUR EYES sudah deceased. Velasco sendiri tampaknya tertangkap-- atau mati, semenjak darahnya ada dimana-mana."

Dan menerangkan pada Crven bahwa darah orang yang mampu beradaptasi dengan t-Veronica memiliki keunikan tersendiri, darah bisa... sedikit membakar, disebut 'burning blood'.

Lalu VECTOR menatap ke semuanya. "Kita bisa memilih naik kereta, atau pesawat," ucapnya seraya melihat ke jam tangannya. "Jika kita naik pesawat, ada seseorang yang bisa membantu kalian. Ini adalah back up plan dari..." VECTOR tidak meneruskan selain menatap Chris.

"Kita bisa bekerja sama untuk sementara, data-data akurat akan kamu peroleh. Peralatan surveillance milik T.O.F. lebih lengkap," ucapnya pada Chris.

Berikutnya VECTOR mengucap pada Anna, "We waiting for your order."

[][][]

7/29/2012 . Edited 7/29/2012 #503
LenXag

A/N: @Evil: Wah, makasih yah. Tulisan kami yang berantakan sudah diperbaiki. Makasih! :') *di mobil* Anna, gak apa tuh pacarmu ditinggal sendirian ? *Anna yang nyetir*

/-/-/-/-/

Perlawanan mengalahkan monster biotik yang melelahkan telah usai. Kenway kembali mengambil posisi sebagai team Leon. Ia tak melihat sosok Schrei dari tadi, 'Apa dia bohong ? Kemana dia ?' batinnya.

Leon juga menyadari sosok Schrei yang menghilang, dan beberapa anggota yang tewas. Leon menghampiri Kenway dan bertanya, "Kenway, dimana dia ?"

Kenway menoleh dan menjawab, "Entahlah, tadinya bersamaku sebelum dia memutuskan untuk menyuruhku jalan terlebih dahulu,"

Leon terdiam lalu menatap Sherry dibelakangnya. Leon menghela nafas, situasi ini benar-benar merepotkan. Beberapa orang berpencar, sedangkan 'sang pemilik ide' telah hilang entah kemana. Terlihat semua telah berkumpul, Anna sepertinya juga baru sampai. VECTOR sepertinya tengah membicarakan sesuatu.

"Kita bisa bekerja sama untuk sementara, data- data akurat akan kamu peroleh. Peralatan surveillance milik T.O.F. lebih lengkap," ucapnya pada Chris. Berikutnya VECTOR mengucap pada Anna, "We waiting for your order."

Leon terdiam, kemudian menatap VECTOR. "Kau yakin dia yang akan memimpin kita semua ? Dimana laki-laki bernama Schrei itu ?" Leon angkat bicara.

/-/-/-/-/

A/N: Ah, maaf di post saya sebelumnya ceritanya jadi aneh. ._.v

7/29/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/29/2012 #504
X EviLLovA

A/N: @Yuuki: :) @Giselle n Yuuki: *menyetop taksi dan go to airport*

[][][]

"Kau yakin dia yang akan memimpin kita semua ? Dimana laki-laki bernama Schrei itu ?" Leon angkat bicara.

VECTOR menoleh ke Leon. "Crven lebih dari sekedar capable dalam memimpin T.O.F., dimana Crven adalah founder, dan anda tentu sudah mendengar performa kami di WilPharma dan Bandara Internasional Amerika. T.O.F. juga memiliki Team Surveillance dan Team Field-- Spec Ops dan Field Ops, dan Team Sweeper seperti kami, dimana semuanya sekelas Black Ops. Soal Schrei... pemuda itu sedang dalam pencarian. Semenjak Mr. X terakhir tadi masih berkeliaran disini," ucapnya seraya menunjuk mayat Mr. X.

"Dan dari dugaanku, jika melihat banyaknya darah spesial 't-Veronica' yang tercecer di sekitar ketiga mayat anggota kami... kemungkinannya pemuda itu terluka parah dan tertangkap," lanjutnya.

VECTOR meneruskan kembali, "Soal bagaimana kami tahu bahwa pemuda itu terluka atau tidak, anda bisa mengecek ceceran darah disana. Darah spesial t-Veronica atau 'burning blood' bisa dibedakan dengan menyentuhnya, karena darah itu akan... agak mendidih, dan kemampuan efek Veronica pemuda itu adalah api. Kurasa anda berpengalaman dengan kelas manusia yang mampu beradaptasi dengan t-Veronica, bukan? Ingat Manuella Hidalgo, putri dari Javier Hidalgo?"

Ia tetap melanjutkan keterangan, "Lalu soal Wesker, semenjak Schrei compatible dengan berbagai virus... Asumsi sementara, kemungkinannya Wesker sudah membawa pemuda itu. Bagaimanapun, Wesker tidak membutuhkan Schrei untuk hidup. Dan dinilai dari kerusakan di sekitar area dan dari keadaan pemuda itu terakhir aku melihat, kurasa pemuda itu sudah...gugur. Walau sedikit diragukan semenjak pemuda itu juga memiliki spesial regenerasi."

Kemudian VECTOR agak mengguman, "Bisa jadi tujuan 'Wesker' mengundang kita kemari bertujuan untuk itu."

'Ya, saling mengadu domba antara Anna Team dan B.S.A.A. Team, endingnya lead pada Schrei yang disebutkan harus membawa antara Ada atau Jake. Berarti Wesker mengetahui bahwa Velasco memiliki hubungan dengan Ada, juga Jake. Dari dua sisi, Velasco yang mengetahui code HUNK sudah pasti tutup mulut soal Ada maupun Jake. Niat Wesker pasti membuat Velasco lemah dan menangkapnya. Pertanyaannya, apakah bocah itu masih hidup?' Pikir VECTOR.

[][][]

7/29/2012 #505
Giselle Gionne

A/N: *deathglare Kenway* "Dia bukan kekasihku, Agen. Sekarang, mau kabur ke mana?"

X x X

Sheva menatap VECTOR sambil tersenyum. "Keahlianku? Bermain dengan pisau dan membuat musuh pingsan secara temporer dengan menekuk tubuh mereka ke lantai."

Anna menggaruk dagunya saat mendengar VECTOR yang ingin dirinya memberi komando. "Perintah, hmm..." Anna menoleh ke arah Team Leon yang baru bergabung. "Kalian tetap sebagai team, tapi Sherry dan Jake ikut denganku. VECTOR dan BELTWAY, tetap bersamaku. Chris, stick to B.S.A.A. Team Leon akan bertugas sebagai sweeper & back up, timku sebagai investigator dan mata-mata, tim B.S.A.A sebagai penyerang. Ada yang tidak dimengerti? Lalu soal Schrei... Memang ada kemungkinan ia..." Anna tak melanjutkannya dan memilih untuk jalan lebih dulu, disusul VECTOR, BELTWAY, Sherry dan Jake.

Chris sedikit menyela, "Komandomu selalu buruk."

Anna tak memikirkannya meski ia mendengarnya, kemudian menyentuh salah satu bercak darah. "Shit!" erangnya. "Inikah darah dari efek Veronica? Hot as shit." Darah lainnya masih menggenang dalam jumlah banyak, juga bekas benturan yang mendalam. "Memang sepertinya... Schrei sudah..."

X x X

7/29/2012 . Edited by X EviLLovA, 7/29/2012 #506
X EviLLovA

A/N: *sampai ke bandara, trus mikir soal Ancol.* "Hm... rasanya Indonesia punya... Bali?" *Cari ke toko, beli buku panduan tour: Bali* "Oh, it's time to having fun with hot Asian girls, n get laid." *Schrei was so happy, until a kid passing by, n said...* "Pervy..."

[][][]

Kereta express pribadi itu masuk ke area pangkalan. Sebuah pesawat jet pribadi telah dipanaskan di landasan pacu, ready to take off any moment.

Begitu kereta sampai ke tujuan hangar, laju mesin pun berhenti. Para penjaga Carla segera mengeluarkan semua muatan, menaruhnya ke bagasi pesawat jet pribadi milik Carla. Wesker sendiri meminta para penjaga dan para peneliti untuk menjaga mayat Velasco yang tidak menunjukkan tanda-tanda kembali pada kehidupan. Sedangkan Carla lagi-lagi sibuk membuat transaksi bisnis dengan para investor anyar yang menginginkan perlindungan penuh terhadap keselamatan dan kekayaan saat Outbreak terjadi.

Para penjaga milik Carla sangat loyal, mereka seperti robot, bekerja tanpa lelah mengangkut semuanya sampai beres.

Selebihnya, Wesker mulai mencari-cari koneksi penting... pertama adalah Jessica Sherawat yang tidak diketahui kabarnya semenjak record terakhir: Amerika-Velasco-WilPharma. Dan kedua adalah Simmons yang juga tidak diketahui kabarnya semenjak trouble Tricell di Afrika. Selanjutnya ketiga adalah...

'Hm... benar juga. Aku bisa menggunakannya...' pikirnya penuh pertimbangan saat masuk ke kabin penumpang, dan mengambil duduk tidak jauh dari Carla. Menggunakan laptop modern, Wesker segera membuka beberapa file lama tentang Umbrella dan... U.B.C.S. Lembaran yang terakhir dibuka adalah...

Wesker tersenyum memandang layar, dimana terdapat gambar pria tinggi-- pria berambut pirang cepak. 'Hello Mr. Ginovaef,' komentarnya dalam hati saat mengirim surel ke Mr. Ginovaef.

[][][]

Ada Wong berada di dalam kabin penumpang pesawat jet pribadi-- sedang on the way menuju Antartica. Ia menghubungi VECTOR melalui ponsel cubic-nya. "You done, there? Apa... mereka akan ikut denganmu? Kamu mau titik penjemputan dimana? Kuharap kamu membawa sesuatu untukku-- sesuatu yang lebih berharga dari sekedar berita," tekannya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa perhatiannya untuk keadaan Schrei berada di list terakhir-- mungkin karena memang harapannya bahwa Schrei kembali pada si Tuan, juga Carla. Dan kemungkinan lainnya, Ada juga memperhitungkan bahwa Schrei tidak mungkin dibiarkan mati begitu saja oleh Wesker, dan pertanyaannya: apa langkah Wesker selanjutnya, semenjak pria itu terperangkap di tangan Carla.

[][][]

Di Mexico...

Di sebuah kamar pemeriksaan...

Alex Wesker meraba rambut wanita... rambut panjang yang sehalus sutera. Rambut itu diikat kuncir dua, kanan dan kiri. Alex menatanya sendiri, dan sungguh proud melihat hasil karya-nya ini: seorang wanita yang didapatnya dengan cukup susah payah karena perlindungan terhadap wanita ini-- dulu gadis-- dan sekarang...

"Aku berharap banyak padamu," ucapnya seraya memakaikan sebuah gaun putih pendek yang manis, sesuai khas manis dari wanita ini. "Kancah Bioterorist saat ini sangat mengkhawatirkan, dan aku sangat ingin melihat performa-mu," lanjutnya, lalu memegang dagu wanita di depannya.

"Dan yang terpenting, aku sangat ingin tahu aktivitas wanita yang bernama Carla Radamez," lanjutnya kembali, tanpa mengindahkan tatapan kosong yang tertuju terhadapnya. "Dan... kudengar kakak-ku lagi-lagi ikut berperan serta. Terkadang aku bingung, apakah dia berhasil menemukan obat 'Immortality' atau belum semenjak dia terus berada dimanapun. Tapi itu bukan masalah, bukan?" Pemaparan tentang 'kakak-ku' terhubung 'Immortality' terdengar guyon-- sedikit meremehkan.

Alex kini mengambil sebuah layar virtual dari laptop-nya, dan menunjukkan gambar 'percobaan perdana: Velasco di kota Lanshiang, China' pada wanita itu. "Aku juga sangat menginginkannya, dia bisa menjadi... 'penyeimbang' untukmu semenjak tubuhnya juga beradaptasi dengan t-Veronica tanpa faktor V-act. Ini jauh lebih menghemat waktu semenjak membuat Alexia Ashford versi kedua akan membutuhkan banyak faktor yang lebih kompleks," terangnya seakan-akan teman bicaranya bisa mengerti penjelasannya.

"Kamu bisa melakukannya, bukan? Untukku?" Tanya Alex kemudian.

Wanita itu menatap Alex, lalu tersenyum manis. "Ya, Master," sahutnya.

Alex membalas senyum itu, kemudian memegang jemari lentik tangan kiri wanita itu, dan mengecupnya. "Good girl," pujinya.

[][][]

7/29/2012 . Edited 7/29/2012 #507
Giselle Gionne

A/N: *bawa Kenway pulang ke rumah*

X x X

Sepanjang perjalanan tak banyak yang bicara, kecuali Helena dan Leon yang sibuk membahas pekerjaan. Di luar itu, B.S.A.A sendiri nampak diam --sepertinya tidak suka dengan ide VECTOR yang membuatnya harus bergabung dengan T.O.F.

"Kau mau ke arah mana?"

Anna menoleh saat pertanyaan itu dilontarkan kepadanya.

"Bukankah B.S.A.A yang seharusnya selalu tahu tentang segala urusan?"

Sheva menyenggol lengan Chris, memaksa pria itu untuk memberikan PDA miliknya yang berisi unduhan rekaman dari kamera pengintai.

"Wesker dan wanita itu," kata Sheva sambil menunjuk. Anna memicing melihat Wesker yang memang masih hidup, juga wanita serupa Ada Wong...

"Carla Radamez," potong Leon. "Dia yang kita cari kalau mau semua ini terungkap."

X x X

7/29/2012 #508
X EviLLovA

A/N: *naik pesawat ke Bali*

[][][]

Fasilitas Umbrella itu hancur lebur seketika BELTWAY menekan detonator-- situasi yang selalu menjadi favorit BELTWAY, dan VECTOR bersyukur Velasco meletakkan BELTWAY bersama Crven. Kini dua wolf tersisa... VECTOR sedikit merindukan LUPO. Wanita itu memang merepotkan, namun jika bertarung, wanita itu memiliki skill 'pertahanan tubuh' yang luar biasa, bahkan setiap serangan wanita itu selalu fast, precise, deadly, one hit.

Dan saat ini, tanpa Velasco sebagai leader di balik layar... VECTOR merasa harus mempersiapkan Crven sebagai leader yang berpotensial-- mungkin pendisiplinan ala HUNK adalah awal. Lagipula Wolfpack Team dibayar untuk menjaga Crven dan Alpha Team.

VECTOR mengambil PDA-nya, lalu membuka versi layar virtual dan memberikannya pada Anna. "Party Girl dengan LONEWOLF sudah menganalisa keadaan di sekitar Antartica." Ia mempoin sebuah titik pada layar virtual bergambar map. "Terdapat pangkalan terdekat, kemungkinan kereta yang ditumpangi oleh Wesker dan Carla mengarah ke sana. Tempat itu dulunya merupakan second HQ milik Umbrella yang berpusat di Antartica-- sekarang kemungkinan sudah terkubur oleh salju. Kita bisa memulai investigasi dari sana, dan aku juga berniat mengenalkanmu pada seseorang."

[][][]

Jalur landasan pacu sudah dibersihkan oleh para pengurus pangkalan rahasia tersebut. Pesawat jet pribadi milik Carla kini lepas landas.

[][][]

7/30/2012 #509
Giselle Gionne

A/N: *kunci rumah Kenway* "Jangan keluar sebelum perintah, oke?"

X x X

"Terdapat pangkalan terdekat, kemungkinan kereta yang ditumpangi oleh Wesker dan Carla mengarah ke sana. Tempat itu dulunya merupakan second HQ milik Umbrella yang berpusat di Antartica-- sekarang kemungkinan sudah terkubur oleh salju. Kita bisa memulai investigasi dari sana, dan aku juga berniat mengenalkanmu pada seseorang."

"Ide bagus, VECTOR. Sepertinya kau tahu persis di mana lokasinya? Bawa kami ke sana, kalau begitu."

Anna menghubungi Party Girl, menyuruhnya membawa serta Sherry dan rendezvous di titik yang telah ditentukan.

"Party Girl, kau bergabung sebagai backup team Leon, oke?"

X x X

A/N: Maap pendek, udh disuruh masuk kelas. :(

7/30/2012 #510
« Prev Page 1 .. 7 14 15 16 17 18 Next »
Forum Moderators: Giselle Gionne X EviLLovA
Rules:
  • Forums are not to be used to post stories.
  • All forum posts must be suitable for teens.
  • The owner and moderators of this forum are solely responsible for the content posted within this area.
  • All forum abuse must be reported to the moderators.
Membership Length: 2+ years 1 year 6+ months 1 month 2+ weeks new member